
"Baik, kalau begitu aku akan memberikan resep pil nya. Kau siapkan kertas dan kuas."
"Baik." Seketika ditangan Raja Yi sudah ada Kuas dan Kertas, "Ini."
"Kau yang menulis." Ucap Chu Yue, ia kemudian duduk di kasur nya dan bersiap mendikte Raja Yi.
"Katakan." Raja Yi bersiap menulis, wajah nya datar namun sebenarnya di hati ia kesal.
Chu Yue tersenyum dan mulai mengingat resep penyembuh racun itu, "Kupu-Kupu Cahaya, Rumput peri, Jerami emas, Ulat sutra biru. Itu bahan langka yang akan kau cari, selebihnya aku yang akan menyiapkan."
Raja Yi membaca kembali resep itu dan mengernyitkan alis nya, "Kupu-kupu cahaya, Rumput peri, dan jerami emas, aku pernah mendengarnya namun itu sangat langka. Dan Ulat sutra biru? Apa itu ada?."
"Itu ada." Jawab Chu Yue, ia kemudian melanjutkan "Jika aku tidak salah itu berada di Hutan terlarang di daratan rendah. Namun menemukan nya sangat sulit."
"Baik, aku mengerti." Raja Yi menyimpan kertas nya dan berbalik keluar tanpa permisi.
Chu Yue menghela nafas pelan dan berbaring, ia mengangkat tangan nya keatas dan memutar jari-jari nya berharap bahwa kekuatan nya akan muncul.
..._&_&_...
"Nona, aku hanya mengantarmu sampai kesini." Ucap pria suruhan Raja Yi.
Chu Yue hanya mengangguk mengiyakan dan melihat sekitar nya. Saat ini dia berada di Sekte Pedang naga biru, ada banyak orang yang berkumpul bermaksud mendaftar menjadi murid Sekte.
"Sangat ramai." Chu Yue memperhatikan beberapa orang, seorang wanita yang selalu tersenyum, Pria yang berperawakan tegap dan anggun, Anak kecil yang imut. Chu Yue memandangi anak itu sedikit lama, ia mengingat Xingguang Zhao dan tersenyum.
"Kakak kenapa kau tersenyum?."
Chu Yue mengangkat kepala nya dan melihat anak kecil yang ia lihat sebelum nya kini berada didepan nya, "Tidak apa-apa."
"Kakak kau tadi melihatku lalu tersenyum. Kakak apa kau menyukai ku?." Tanya Anak kecil itu dan membuat senyum Chu Yue semakin lebar.
Chu Yue mensejajarkan tubuh nya dengan anak itu, tangan nya tak bisa menahan untuk mencubit pipi berisi didepan nya, "Kau sangat imut. Kakak menyukai mu."
Anak kecil itu melepaskan tangan Chu Yue dari pipi nya dengan kesal, ia kemudian menghela nafas pelan dan memegang pundak Chu Yue, "Kakak, aku tau. Tapi kau tidak bisa menyukaiku. Aku sarankan kau harus mundur untuk mengejar ku."
"Kenapa?." Tanya Chu Yue dengan raut wajah kecewa.
Anak kecil itu memeluk Chu Yue dan menepuk pundak nya, "Kakak kau sangat sangat cantik, Aku juga menyukaimu namun aku takut kau harus berhadapan dengan jutaan wanita lain nya yang mengejar ku."
Chu Yue tidak tahan lagi mendengar nya dan tertawa kecil, anak ini sangat lucu, "Walau begitu, aku tetap akan mengejarmu tidak perduli apapun itu."
"Baiklah kalau begitu aku akan membantumu." ucap anak itu dan membuat Chu Yue mengernyit heran.
"Aku akan bersama Kakak jadi kakak bisa terus melindungi dan mungkin perlahan kita akan bisa bersatu."
Chu Yue tersenyum lagi dan lagi, kali ini dia mendapat sumber kebahagiaan nya lagi.
"Tapi Kakak dengan kekuatanmu itu, apa kau akan menjadi Kultivator?."
Chu Yue memandangi tubuh nya, dan menjawab, "Aku seorang Alkemis. Tidak punya kekuatan, namun aku punya kepintaran."
"Baik, maka aku akan mendaftar sebagai Alkemis juga."
"Kenapa?."
"Agar kakak dapat terus melindungi ku."
..._&_&_...
Ujian akan segera dimulai, Kultivator silahkan ke Paviliun Naga yang berada di sebelah kiri dan Alkemis ke Paviliun Biru yang berada disebelah kanan kalian.
"Kakak Ayo kita ke sana." Anak itu menggenggam tangan Chu Yue ke paviliun biru dengan cepat.
Mereka berdua kemudian sampai ke sebuah Paviliun yang berwarna biru dengan lantai seperti lautan.
Chu Yue berdecak kagum melihat sekitar, begitu pula peserta lain nya.
Chu Yue dan peserta lain nya melihat punggung tangan mereka yang kini sudah tertulis sebuah angka.
"Kakak kau nomor berapa?."
"12."
"Aku 11, seperti nya ini urutan kedatangan kita keruangan ini bukan?." Tebak anak kecil itu dan di angguki setuju oleh Chu Yue.
"Ouh benar, adik aku belum tau namamu."
"Shilin yang berarti pintar dan cerdas, kau bisa memanggilku Xiao Lin." Ucap Shilin sambil menatap Chu Yue dengan menggoda.
Chu Yue mengelus rambut Shilin dengan pelan, "Baik, Xiao Lin."
"Dia sudah keluar, dia sudah keluar." Ucap kerumunan dan membuat Chu Yue segera memperhatikan apa yang terjadi.
"No.urut 1 gagal."
Pria yang baru saja keluar dari ruangan itu berkeringat sangat banyak, wajah nya pucat dan tenaga nya seperti terkuras habis.
Dengan segera peserta lain nya mengerubungi pria itu untuk bertanya, namun bukan pria itu hanya diam, ia menerobos kerumunan dan berlari pergi.
Melihat Pria itu pergi dengan cepat, para peserta lain nya merasa cemas takut akan apa yang ada didalam ruangan itu.
"Sebenarnya dari yang ku tau, hanya Alkemis diatas Level lima yang dapat melewati ujian ini. Kalian yang berada dibawah level itu sebaik nya pergi." Ucap seorang wanita bergaun putih dengan raut wajah sombong, Wanita lain yang berada disebelah nya menegur pelan.
"Maafkan saudara perempuan ku, dia hanya berbicara sembarangan." Ucap wanita itu.
Namun terlambat ada banyak orang yang sudah pesimis dan pergi. Kini dari 90 orang hanya tersisa 45 orang.
"Begitu mudah menyerah." Ucap seorang Pria.
"Xiao Lin Alkimia mu berada dilevel berapa?." Tanya Chu Yue.
"Kakak tenang saja, aku bisa melewati ujian ini." Ucap Shilin dengan percaya diri.
"No.urut sebelas."
"Kakak aku masuk." Shilin berlari kecil dan masuk keruangan itu.
Chu Yue menunggu nya dengan tenang, melihat senyuman percaya diri anak itu Chu Yue yakin bahwa dia akan lolos.
Tak lama Shilin keluar dengan wajah lesu nya dan berjalan pelan kearah Chu Yue.
"Heh, anak kecil itu sudah tau tidak mampu dan tetap mencoba nya. Bukankah tidak melihat diri?." Ucap Wanita sombong sebelum nya.
"Kakak, kau tau kesombongan dapat menyebabkan kematian." Ucap Shilin mengejek wanita itu, ia kemudian tersenyum lebar dan berlari memeluk Chu Yue.
"Kakak aku lolos."
Chu Yue mengelus pipi Shilin dan mengangguk, "Aku percaya."
"No.urut dua belas."
"Ini giliran ku, Xiao Lin kau tunggu aku."
Shilin mengangguk dan mengepalkan tangan nya ke depan menyemangati Chu Yue, "Kakak kau pasti bisa."
Perlahan tubuh Chu Yue memasuki ruangan itu, didalam nya tidak ada apapun hanya ruangan putih kosong seperti milik nya.
Chu Yue mengernyit heran dan mengelilingi sekitar nya, kemudian sebuah rasa sakit menyerang jantung nya dan membuat nya berdegup semakin kencang.
"Apa yang terjadi?."