The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Hitam dan Putih



"Tuan bisakah mengganti namaku? Báihǔ nǚrén(Wanita harimau putih) itu nama apa???? Tolong ganti namaku tuan." Ucap nya sambil merengek.


Chu Yue terus berjalan dan menanggapi dengan santai, "Bukankah kau sendiri yang meminta nama dariku? Jika kau tidak mau maka ganti saja sesukamu."


"Tuannn.." Dia terus merengek dan berhenti berjalan kemudian berjongkok sambil memainkan rumput sebagai bentuk protes nya.


Chu Yue menghela nafas pelan, "Baik, bagaimana dengan Xiao Bai saja."


"Sangat baik." Xiao Bai langsung berdiri dengan semangat dan segera menyusul Chu Yue.


"Tuan kita akan kemana?."


Chu yue diam tak menjawab, ia kemudian masuk kedalam sebuah gua. Mereka berdua terus berjalan ke ujung cahaya.


"Wuahhh tempat ini..." Xiao Bai berlari-lari dengan senang dihalaman yang luas itu.


Ada sebuah danau kecil ditepi dan juga sebuah pohon besar untuk berteduh.


"Aku akan menjadikan ini markas ku." Ucap Chu Yue.


"Markas? Markas apa?." Tanya Xiao Bai bingung.


"Aku akan membuat Pasukan ku sendiri. Bagaimana menurutmu?."


Xiao Bai menepuk tangan nya dengan kuat, "Sangat sangat bagus."


"Tuan, kau akan menamai nya apa?."


Chu Yue diam dan berpikir sejenak, "Pasukan..."


"Tuan bagaimana jika aku yang menamainya?." Tanya Xiao bai cepat, dia khawatir bahwa nama yang diberikan tuan nya hanya nama biasa.


Chu Yue melirik Xiao Bai tajam dan berpikir lagi.


"Pasukan Hei bai." Ucap Chu Yue.


Xiao Bai memukul kening nya pelan, HeiBai? Apa itu terlalu sederhana bukan.


"Tuan bisakah kau membuat nama yang keren?."


"Hitam dan putih, Xiao Bai bukankah itu nama yang bagus. Kita bukan aliran suci tapi kita juga bukan aliran hitam, Hitam dan putih tak bisa ditentukan jadi kenapa tidak digabungkan saja."


"Hitam dan putih digabungkan hanya menjadi abu-abu. Tuan selama nya hitam dan putih tidak akan pernah bisa digabungkan."


Chu Yue terdiam mendengar ucapan Xiao Bai, mungkin lain kali dia akan memikirkan nama lain.


..._&_&_...


"Kau disini untuk bergabung?."


"Benar, aku mendengar bahwa ada seorang bangsawan hebat membutuhkan prajurit untuk membantu pasukan. Aku ingin bergabung."


"Dengan Kultivasi ku aku yakin dapat bergabung dengan pasukan ini."


"Jangan terlalu sombong, lihatlah semua orang yang datang hanya sedikit yang tidak mempunyai kultivasi."


"Benar, benar. Kau lihat itu..." tunjuk nya pada seorang pemuda bertubuh besar dengan tangan terlipat didada, "Dia berada di Prajurit bela diri tinggi. Dan juga..." tunjuk nya lagi pada seorang wanita berbaju merah yang mengangkat dagu nya dan meremehkan orang sekitar nya, "Dia Jendera bela diri menengah."


"Apa kalian semua yang ingin bergabung dengan pasukan ku?." Chu Yue berjalan ditengah-tengah kerumunan bersama Xiao Bai dan berdiri didepan mereka.


"Nona Kau siapa? Pasukan mu? Apa kami disini untuk menjadi prajurit mu?."


"Cuih lebih baik aku pergi jika hanya menjadi pengawal seorang wanita muda." Ucap salah seorang Pria dan berbalik pergi.


Namun dengan cepat Xiao Bai menarik nya hingga ia terpental jatuh kebelakang.


"Mereka semua hanya ditingkat Prajurit dan Jenderal bela diri, Tuan kau yakin ingin membentuk pasukan hanya dengan mereka?." Ucap Xiao Bai sambil menatap hina kerumunan orang-orang itu.


"Nona, kau menghina kami?."


"Jika tidak?." Ucap Xiao Bai lagi.


Seorang wanita berbaju merah kemudian maju ke depan dan mengangkat pedang nya ke depan Chu Yue.


"Nona jika kau bisa mengalahkan ku, aku bersedia menjadi pelayan cuci kaki mu." Ucap Wanita itu dengan sombong.


"Kau yakin ingin melawan ku?." Tanya Chu Yue dengan dingin.


Wanita itu mengangkat dagu nya dan memandang rendah Chu Yue.


"Baik. Kalau begitu serang aku." Ucap Chu Yue.


Wanita itu tersenyum miring, ia menarik pedang nya dan dengan cepat menghunus pedang nya ke dada Chu Yue.


"Dalam seni bela diri, kau bahkan tidak layak bertarung denganku."


Wanita itu menatap Chu Yue tajam, "Kalau begitu..." Ia kemudian mengumpulkan energi nya dan menyerang Chu Yue lagi.


Tapi seorang Jenderal bela diri menyerang Chu Yue hanya seperti cacing dengan ular.


"Dalam Kultivasi pun kau tidak sebanding denganku." Ucap Chu Yue dan menangkis serangan itu hanya dengan melambaikan salah satu tangan nya.


Ia kemudian berbalik dan menatap ke depan dengan tajam, "Aku disini untuk memilih kalian bukan untuk dipilih.  Jika kalian bisa melewati ujian ku maka aku akan membantu kalian meraih mimpi yang selama ini kalian inginkan. Aku akan membawa kalian kepuncak dunia."


"Bagaimana kau bisa melakukan nya?."


"Bagaimana? Untuk saat ini aku hanya bisa memberikan ini." Chu Yue mengeluarkan sebuah pil biru dari kantong nya dan memperlihatkan nya pada semua orang.


Semua menatap Pil ditangan Chu yue tanpa berkedip, "Apa itu benar-benar pil roh biru itu?."


"Bukankah itu sangat langka."


"Benar-benar."


Chu Yue tersenyum miring dari balik cadar nya, "Siapapun yang tidak ingin menjadi bagian dari organisasi yang akan aku buat silahkan pergi."


Semua tetap berdiri ditempat dan tak ada yang pergi.


"Tidak ada yang pergi?." Tanya Chu Yue dengan alis terangkat.


"Kami akan mengikuti ujian mu."


"Kalian benar akan melakukan nya? Ujian ku sangat berbahaya, hanya ada dua pilihan : Lolos atau mati." Ucap Chu Yue menakuti mereka.


"Bahkan jika itu kematian, maka itu layak. Pil roh biru aku bahkan tidak pernah membayangkan untuk melihat nya."


"Jika kami tidak bergabung, Kekuatan kami tidak akan pernah berkembang." Ucap yang lain nya.


"Hanya berada di kerajaan kecil ini dan mengabdi pada Kerajaan selama nya, aku tidak menginginkan nya."


Chu Yue tersenyum, "Satu hal lagi, aku memang dapat menjanjikan hal itu namun jalan yang akan kalian tempuh tidak akan mudah dan.."


Chu Yue berhenti berbicara dan mengangkat kepala nya mata nya menatap sesuatu yang jauh dari nya dengan tatapan tajam.


"Juga, Aku benci pembohong dan pengkhianat, jika kalian memiliki kedua hal itu silahkan pergi. Karena jika kalian melakukan nya padaku maka..." Tanpa melepas pandangan nya dari 'sesuatu itu' Chu Yue menumbangkan dan menghancurkan pohon yang tak jauh dari nya membuat mereka terkejut.


"Kalian akan seperti pohon itu." Ucap Chu Yu.


Ia kemudian menoleh ke Xiao Bai,


"Xiao Bai kau atur ujian nya. Aku akan pergi untuk sementara waktu."


"Baik, Tuan."


..._&_&_...


"Chu Yue belum kembali dan Zhan Feng juga pergi. Bagaimana jika Tetua pengawas datang?." Ucap Zhi Shu sedikit khawatir.


Lu Tao mengambil apel di meja dan duduk disebelah Zhi Shu, "Mungkin selama sebulan ini kita tidak perlu khawatir."


"Kenapa?." Tanya Yun Shang penasaran.


"Ku dengar Sekte Tanshe Jian sudah musnah dan orang-orang di atas akan menyelidiki nya. Mungkin kompetisi kali ini akan selesai lebih cepat." Ucap Lu Tao dengan santai.


"Sekte Tanshe Jian musnah?."


..._&_&_...


"Kudengar Sekte Tanshe Jian sudah musnah karena kebakaran, murid-murid yang tinggal di sana semua mati bahkan guru dan tetua nya juga."


"Benar-benar, tapi mungkin bukan kebakaran kan? Mereka semua Pendekar tidak mungkin hanya karena kebakaran mereka semua mati."


Teman-teman nya mengangguk dan mengelus dagu nya, "Ini juga aneh. Apa mungkin seseorang membunuh mereka lalu membakar nya?."


"Jika itu benar maka kemungkinan nya Sekte Tanshe Jian telah menyinggung orang yang sangat hebat."


"Ckckck lagi pula aku tidak menyukai pendekar Sekte itu, mereka sombong seakan merekalah yang paling kuat."


Liu Mei dan teman-teman nya yang mendengar hal itu dikamar makan pribadi terdiam dengan wajah merah.


Mata mereka mengkilat tajam dan tangan nya terkepal erat menahan amarah.


"Siapapun yang melakukan nya kita harus membalas nya."