
Melihat kecantikan seperti itu, siapa yang tak akan tergoda? Begitu juga dengan para prajurit itu.
Mereka mulai melucuti pakaian wanita itu, namun kemudian seorang Pria dengan cepat menyelamatkan nya.
Dia tampak nya atasan dari prajurit itu melihat bahwa prajurit itu segera berlutut dan pergi dibawah perintah nya.
"Apa kau Qi Xuan?."
Wanita itu tak menjawab, ia kini mengumpulkan pakaian luar nya yang sempat dibuka dan memakai nya.
Sang pria tampak heran, wanita biasa nya akan berteriak jika diperlakukan tidak pantas, namun wanita didepan nya ini tidak hanya diam ia juga tampak tak bersyukur telah diselamatkan.
"Aku diperintahkan untuk mencari Tuan Gu, apa kau mengetahui dia ada dimana?."
Qi Xuan terdiam dan menatap pria itu, "Dia pergi memenuhi panggilan sang kaisar, tak pulang selama berbulan-bulan. Jika sekarang dia menghilang karena kaisar di ambang kematian, apa kau tak curiga ada orang yang menculik atau bahkan membunuh nya?."
Pria itu menatap Qixuan dengan tatapan angkuh, "Jika dia menghilang pun bukankah kabar nya Putri nya ini sehebat diri nya, bukankah aku hanya perlu membawamu menyelamatkan kaisar?."
Qixuan tersenyum miring, "Hanya sebuah kabar burung, untuk apa kau percayai?."
"Kau ingin pergi secara sukarela atau harus ku paksa?." tanya Pria itu dengan nada mengancam.
"Mereka membawa pergi tuanku dengan mengancam nyawaku. Namun, jika kau juga ingin membawaku dengan paksa juga aku tak segan-segan menjemput kematian ku sendiri." Ucap Qixuan dan berjalan masuk kedalam gubuk nya namun tepat di pintu masuk, Pria itu membuat Qixuan pingsan, tak ingin membuang waktu ia menggendong Qixuan menuju ke sebuah kereta yang tampak nya memang sudah dipersiapkan untuk nya.
Chu Yue terbang mengikuti mereka, hingga mereka tiba di istana. Qi Xuan lalu dibawa ke salah satu kamar.
Di sana sudah ada Pria lain yang menunggu nya, Chu Yue mengerutkan alis nya dan mendengus pelan, "Bisa-bisa nya orang yang ia cintai adalah seorang pangeran? Bukankah mendekatkan ke penderitaan?."
"Keluarlah, dan jangan lupa untuk mencari Tabib Gu. Setelah peperangan usai, aku akan melamar nya. Dan saat itu aku tidak ingin orang yang disayangi nya tiada."
"Baik, Yang Mulia."
Chu Yue mendekat dan duduk di samping Qi Xuan, "Jika ingin kedamaian, pergilah dari istana. Jika ingin cinta maka bersiaplah dengan ribuan tusukan pedang."
Chu Yue memegang dada nya, tak ada yang baik dari istana. Kesetiaan dibalas pengkhianatan, ribuan kebohongan dilontarkan, nyawa manusia bagai tak berharga, namun...
"Jika demi cinta, derita pun tak apa."
Chu Yue mengernyitkan dahi nya, disudut ruangan seorang Pria dengan pakaian hitam yang menawan mendekat ke arah Qixuan dan membelai rambutnya, "Akhir nya aku menemukan mu."
Tanpa sadar bibir Chu Yue bergerak menyebut nama pria itu, "Wei Ying."
....
Qixuan terbangun dari tidur nya, disampingnya beberapa pelayan sudah bersiap untuk melayani nya.
Qixuan merasa sedikit marah, namun karena sudah di istana ia akan mencoba mencari ayah angkat nya yang hilang, mungkin saja ada petunjuk.
Jujur saja, sebenar nya Qixuan tidak peduli ayah angkat nya hidup ataupun mati. Karena ayah nya juga seperti itu pada nya, jika hidup maka jalani, jika mati juga tak apa.
Mereka berdua sama-sama tak takut dengan kematian, karena kedua nya juga pernah diambang keputusasaan dan tak ingin kehidupan.
Setiap hari Qixuan merawat Kaisar yang sedang sakit, dia Kaisar arogan dan kasar.
Namun seberapa kasar pun, Qixuan benar-benar tak perduli dengan sikap nya.
"Obat ini sangat pahit, tidak bisakah kau membuat ini lebih manis?."
"Tidak." Qixuan menjawab dengan tampang tak perduli. Tugas nya hanya menyembuhkan kaisar, tidak lebih.
"Bisakah kau tersenyum? Jika bukan karena mata, hidung dan mulutmu itu bisa saja kau dikira tembok."
Qixuan menatap Kaisar datar, "Tidak."
"Kau tau membantah Kaisar akan dihukum?."
"Tidak."
"Apa kau ingin dihukum?."
"Tidak."
Kaisar menghela nafas pelan, "Ah sudah lah, percuma berbicara dengan mu."
"Jika tidak ada masalah, dalam tiga hari Yang Mulia dapat sepenuh nya pulih." Ucap nya kemudian keluar dari Kamar Kaisar.
Terkadang juga merasa marah akan sikap nya yang sangat arogan dan suka menghukum pelayan.
"Qi Xuan."
"hm."
"Qixuan." Panggil Kaisar lagi.
"Ada apa yang mulia?." Tanya Qixuan sedikit jengkel.
"Qi Xu An." ucap Kaisar lagi, "Apa kau dicintai banyak orang?."
Qixuan mengangkat alis nya kemudian ia menggeleng, "Kebanyakan orang akan berpikir bahwa mereka mencintaiku, namun sebenarnya mereka hanya menyukai wajahku. Yang mencintai ku hanya satu... atau mungkin sekarang tidak ada lagi."
"Ada satu." Sela Kaisar dengan cepat dan menunjuk diri nya, "Aku."
....
Qixuan merasa bingung, dia tidak ingin mencintai siapapun lagi. Namun... ia tak bisa menahan hati nya untuk mencintai Kaisar.
Yang ia lakukan hanyalah berpura-pura tak mencintai nya dan berusaha menghindari nya.
Tapi semakin menghindar, Kaisar semakin mendekati nya. Ia tak bisa berada di istana, benar-benar tidak bisa.
Qixuan terus memikirkan bagaimana cara agar ia bisa menjauh dari Kaisar, hingga tiba saat dimana Kekasih hati nya yang pergi tiba-tiba datang dan memeluk nya.
"Aku berjanji aku akan melamar mu didepan Kaisar dan semua orang. Dan setelah Peperangan usai, kita akan hidup seperti orang biasa. Qixuan kau mau bukan?."
Chu Yue menggeleng pelan memandang pemandangan didepan nya, "Aku Khawatir, penderitaan mu yang sebenar nya saat ini berada didepan matamu."
.....
Chu Yue berpindah tempat lagi, entah apa yang terjadi kini ditempat yang ia datangi sangat berantakan.
Tak lama kemudian Kaisar yang ia lihat sebelum nya memasuki kamar, dan berjalan menuju...
Chu Yue menyipitkan mata nya kemudian menatap kasihan wanita yang tengah berbicara pada sebuah patung kecil.
Itu Qixuan.
"A Yuan kenapa kau pergi meninggalkanku? Kupikir kita dapat hidup bahagia bersama, namun kenapa kau pergi. KENAPA?." Qixuan membanting Patung itu tepat didekat Kaisar, ia kemudian menatap Kaisar dengan tatapan tajam.
"Kau yang memisahkan kami, membuat ku dan A Yuan menderita. Kau Kaisar arogan tak berguna." Ucap Qixuan tepat didepan Kaisar.
"Xuan'er ini untuk kebaikan mu." Kaisar berucap dengan lembut dan mendekati Qixuan pelan.
"Kebaikan apa? Ayah angkat ku menghilang karena mu, aku diam. Pangeran ku juga meninggal karena mu aku diam. Namun kau juga mengurungku bagaikan hewan peliharaan. Yang Mulia apa aku hanya sekedar binatang bagi mu?." Balas Qixuan.
"Xuan'er jika aku membiarkan mu pergi, bagaimana jika ada bahaya?."
"Bahaya? Bukankah ini tempat paling berbahaya? Diluar sana tidak ada yang aku takuti, bahkan kematian sekalipun aku tidak takut. Namun disini?." Qixuan menatap Kaisar dengan mata berkaca-kaca, "Setiap hari menderita. Aku mencintai nya, namun kau memisahkan kami dengan dalih mencintai ku."
"Aku meminta janjiku dan dia meminta hadiah nya. Benar, benar kau telah menikahkan kami, namun kau melakukan nya saat dia mati. Dan bahkan setelah dia matipun, kau memaksaku menjadi selir mu. Yang Mulia tindakanmu sungguh hina dihadapan Cinta." Ucap Qixuan.
"Qi Xuan, aku datang kesini untuk membebaskan mu dari tempat ini." Ucap Kaisar.
Qixuan seperti mengingat sesuatu, Ia kemudian bangkit dari duduk nya dan menatap Kaisar dengan dingin, "Permaisuri mu yang tersayang itu sudah mengatakan padaku. Aku akan dikirim ke Kerajaan Xue, menjadi jaminan kerajaan. Bagus Yang Mulia setelah aku menjadi setengah gila, kau pun melepaskan ku. Baik sekali."
Ia terdiam sebentar kemudian tatapan nya berubah tajam, "Namun kau telah melukai ku, dan menyiksaku setiap hari. Sekarang atas dasar apa aku harus menyelamatkan kerajaan ini?."
"Atas dasar bahwa kau adalah selir kerajaan ini. Setidak nya kau harus sedikit berkorban atas kemegahan yang kau dapatkan." Ucap seorang Wanita dengan Pakaian megah yang masuk bersama beberapa wanita lain nya.
Qixuan tersenyum miring dan menatap Wanita dengan pakaian megah itu dengan tatapan mengejek, "Kau adalah permaisuri nya, harus nya kau yang dijadikan jaminan. Lalu, kenapa harus aku?."
"Qi Xuan, kau memilih mati disini atau pergi?." Ancam Permaisuri membuat Kaisar terkejut.
Qixuan terdiam, dan menatap Kaisar dengan dalam. Sekejap Chu Yue merasakan sakit di hati nya, namun hal itu dengan cepat hilang diikuti oleh suara setuju Qixuan.
"Baiklah. Sebelum nya aku berharap aku akan mati." Ucap Qixuan mendengus keras lalu melanjutkan, "Aku hanya seorang Pelayan yang dibuang, bertemu dengan pangeran impian namun berakhir dengan kesedihan. Kemudian menjadi selir yang tak bersyukur karena dicintai Kaisar. Namun, cinta itu... Apakah benar itu memang cinta atau hanya obsesi mu semata?."
**Nǐ hǎo untuk Bab ini tolong berikan Kritik dan saran kalian ya, karena sejyujyur aku merasa Bab ini bener2 gk ada feel y.
Dan terima kasih telah membaca sampai saat ini❤️🥰**