The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Jalan Akhir Kehidupan



"Kami sedang melakukan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan." Tambah Zhan Feng


Chu Yue memijit leher nya, mata nya mengerjap pelan, penglihatan nya semakin buram dan tiba-tiba ia jatuh pingsan dan untung dibelakang nya ada Raja Yi yang dengan sigap menangkap nya.


"Apa yang terjadi pada nya?."


"Tuan pelayan mu itu sangat lemah, bukankah aku lebih baik." Ucap Yu Qing mengejek Chu Yue.


Raja Yi tak acuh pada Yu Qing dan segera memeriksa Chu Yue.


"Tuan, aku juga seorang Alkemis walau mungkin tidak hebat tapi aku bisa mencoba memeriksa Pelayanmu itu." Tawar Yu Qing.


"Diam." Satu Kata dingin dari Raja Yi, membuat Yu Qing membungkam mulut nya.


Raja Yi mendudukkan Chu Yue dan segera mentransfer energi nya.


Kelopak mata Chu Yue bergerak, perlahan ia membuka mata nya, "Apa yang terjadi?."


Tanpa menjawab perataan nya, Raja Yi mendorong kepala Chu Yue pelan. Chu Yue mengerutkan kening nya dan menoleh kebelakang menatap Raja Yi dengan wajah mengerut, "Kenapa?."


"Bukankah kau ingat apa yang terjadi saat kau bertemu dengan ku?." Tanya Raja Yi membuat Chu Yue terdiam.


"Berapa lama kau tidak beristirahat? Dan Berapa banyak energi yang kau tarik? ." Tanya Raja Yi beruntun.


"Hampir di seluruh kerajaan Liu." lirih Chu Yue yang hanya di dengar Raja Yi.


"Kau tau dengan apa yang kau lakukan harus nya kau terbaring selama satu bulan. Makan kekenyangan lalu bergerak aktif akan membuat mu sakit perut, dan kau? Kau menyerap energi yang sangat banyak dan tidak beristirahat untuk menyerap energi itu secara sempurna? Yue'er kau ingin mati konyol?."


Chu Yue memegang telinga nya mendengarnya ocehan Raja Yi, ia mengangguk-angguk hingga Raja Yi berhenti mengoceh.


"Aku ingin kau beristirahat, Zhan Feng kau ikut kami secara sukarela atau perlu aku menyeret mu?." Raja Yi menatap dingin Zhan Feng dan membuat nya sedikit terkejut.


"Tuan dia Xu Zhu, Bukan Zhan Feng." Tunjuk Wan Lin pada Zhan Feng.


Chu Yue beranjak berdiri, ia berjalan kearah Zhan Feng, kemudian menepuk pundak nya pelan, "Hari sudah mulai gelap, kita akan beristirahat di hutan ini dulu. Ada sebuah gua tak jauh dari sini. Ayo kita ke sana.


Chu Yue berjalan menuju Gua itu sedangkan yang lain nya menatap Chu Yue dengan ragu, namun ketika Raja Yi juga mulai bergerak mengikuti Chu Yue, mereka juga berjalan bersama mereka.


Mereka tidak percaya Chu Yue, namun percaya pada Raja Yi. Tentu saja itu karena dia, Raja Yi mengusir hewan yang hampir merenggut nyawa mereka.


"Raja Yi, hewan yang sebelum nya itu sebenarnya apa?." Tanya Chu Yue penasaran.


"Anjing neraka." Jawab Raja Yi singkat.


"Anjing neraka?." Chu Yue bergumam pelan, kemudian bertanya pada Zhan Feng dan yang lain nya, "Jika kalian tidak bisa mengatasi hewan itu kenapa kalian tidak meminta bantuan atau menyerah? Bukankah 'dia' sudah memberi petasan pada kalian?."


"Nona, kau tau ujian ini?." Tanya Wan Ling.


Chu Yue mengangguk, "Tentu saja."


"Lalu Apa Tuan ini yang ingin membentuk pasukan?." Tanya Yu Qing sedikit bersemangat.


"Yue'er setelah di sana kau tidak diperbolehkan berbuat apapun. Kau harus beristirahat." Perintah Raja Yi.


Mendengar Raja Yi memanggil Chu Yue 'Yue'er' Yu Qing mencebik kesal kemudian berjalan ke samping Chu Yue dan mendekatkan bibir nya ke telinga Chu Yue, "Ku kira kau hanya pelayan biasa, tak ku sangka kau juga pelayan tempat tidur nya. Haih harus nya aku paham kau sangat cantik memang siapa yang tidak akan terpikat dengan mu?."


Setelah mengatakan itu Yu Qing tersenyum lebar pada Chu Yue dan bertanya dengan sedikit keras, "Nona, Kau sangat cantik kenapa kau ingin menjadi pelayan nya? Jika kau menjadi seorang selir bukankah itu sangat bagus? Seperti nya dengan bakat mu dan wajah mu menjadi selir yang disayang itu sangat mudah."


"Yu Qing ucapan mu tidak sopan." Tegur Zhan Feng.


Yu Qing menurunkan pandangan nya dan berpura-pura sedih, "Aku hanya bertanya."


"Jika kau mengatakan satu kata lagi, aku akan mencekik mu. Dan satu lagi dia bukan pelayan ku." Ucap Raja Yi.


Mereka kemudian berjalan dengan tenang, hingga didekat Gua, Chu Yue melihat beberapa orang duduk didepan Gua dengan banyak kayu didekat nya.


"Ini? Ini bukankah Nona yang kita temui tadi?." Ucap seseorang yang  menghampiri mereka dari depan gua.


"Ouh benar, dia yang kita temui sebelum nya. Namun nona, seperti nya jalan yang kita pilih berbeda bukan?." Tanya nya dengan bingung.


Chu Yue tersenyum dan membalas, "Aku berbalik setelah merasa bahwa Jalan kematian adalah jalan terakhir dari kehidupan. Kehidupan apapun yang kita jalani pada akhir nya kita juga menuju ke kematian."


"Kenapa kalian tidak masuk?." Tanya Zhan Feng.


Pangeran Murong, Jian Ying menjawab dengan memukul-mukul pintu Gua, menyiratkan bahwa ada penghalang di pintu Gua.


"Ada sebuah penghalang, seperti nya seseorang tinggal disini." Ucap Raja Yi dan di angguki Chu Yue.


"Lalu bagaimana? Nona kau mengajak kami kesini dan sekarang tidak bisa dimasuki?." Ucap Yu Qing dengan kesal, ia kemudian mendapat lirikan tajam dari Raja Yi dan segera bersembunyi di belakang Zhan Feng.


Chu Yue menghela nafas pelan dan segera menghilangkan pelindung, "Kayu itu jangan dibawa masuk."


Jian Ying mengangkat alis nya dan segera paham ketika Chu Yue dapat masuk kedalam Gua.


..._&_&_...


"Tuan, Tuan."


Anjing neraka itu berlari ke sana kemari mencari tuan nya, hingga kemudian ia menemukan tuan nya dihalaman belakang.


"Ada apa?."


"Dewi Api, aku melihat Dewi api." Ucap nya dengan semangat.


"Dimana?." Ucap Pria itu dengan tenang walau hati nya kini sedang bergejolak.


"Hutan terlarang, dia bersama seseorang yang mirip Putra Mahkota Langit." Ucap nya lagi.


..._&_&_...


Chu Yue menatap Gua itu dengan takjub begitu juga dengan yang lain nya.


"Woah aku tidak tau bahwa dia telah menghias tempat ini." ucap Chu Yue yang kemudian membuka tirai pembatas, sekali lagi Chu Yue dibuat takjub.


Sebuah kasur merah dengan meja rias di samping nya lalu juga ada sebuah lemari pakaian.


"Nona apa gua ini milikmu?." Tanya Wan Ling sambil terus melihat Gua itu.


"Ini Luar biasa."


"Nona, kau tinggal di hutan terlarang?." Tanya Jian Ying, membuat mereka berhenti takjub dan terdiam.


Hutan terlarang, kata itu saja sudah tabu. Namun seorang wanita tinggal di hutan terlarang? Pikiran mereka kini mulai menebak-nebak.


Yu Qing yang tadi nya saja terus mengejek Chu Yue kini menatap nya takut.


"Sesekali dia akan kesini untuk berlatih karena tempat ini tenang, dia tidak tinggal disini." Ucap Raja Yi mencairkan suasana.


"Namun bagaimana bisa keluar masuk dengan mudah?." Tanya Zhan Feng yang curiga.


Raja Yi tersenyum miring dan menekan Zhan Feng dengan kekuatan nya, "Menurutmu?."


..._&_&_...


"Hei apa kau sudah mendengar kabar nya?."


"Apa?."


"Tetua dari daratan atas mencari pelayan untuk murid nya, dan setelah menjadi pelayan nya dalam tiga tahun kita dapat menjadi murid inti di Sekte Tetua itu." Ucap seorang Sekte Ming dengan semangat.


Xue Yang dan yang lain nya yang duduk tak jauh dari mereka mencuri dengar sambil tetap memakan makanan didepan mereka dengan tenang.


"Aku tidak tau kenapa harus seheboh itu? Bukankah hanya seorang pelayan?." Ucap Shu Min Yue.


Chang Yi meletakkan sumpit nya dan membalas, "Bukan kata itu yang menarik, namun daratan atas."


"Daratan atas merupakan tempat yang sangat sulit didatangi, bahkan bagi kami orang daratan tengah. Menjadi pelayan lalu Murid inti dalam tiga tahun? Itu bahkan tampak luar biasa." Ucap Xue Yang menjelaskan.


"Menurutmu kali ini siapa yang mungkin terpilih?." tanya Lu Tao sambil mengira-ngira.


"Yue Ying. Diantara semua nya dia yang paling luar biasa."