The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Murid penerus



"Dari lima puluh kultivator yang lulus dan tiga puluh alkemis, tiga orang akan menjadi murid inti dan tiga orang lain nya akan menjadi murid penerus. Sisa nya akan menjadi murid luar. Penatua..." Ucap Guru itu mempersilahkan salah satu penatua untuk memilih.


Penatua kelima yang bertugas memilih mengangguk dan menyebutkan enam orang murid inti yang telah dipilih, "Xian Haocun, Lu Kangjian, Li Shuwan, Mou Qionglin, Zhi Bao Yu, Lian Qianfan. Selamat kalian telah terpilih menjadi murid inti Sekte Pedang naga biru."


Bao Yu memeluk Mu An Shi disebelahnya dengan senang, ia kemudian menatap Shilin dan mengejek nya.


"Selanjutnya penatua lain nya akan memilih kalian sebagai murid penerus nya."


Penatua Pertama mengangguk ia kemudian melemparkan sebuah token ke seorang pemuda dengan pakaian yang sedikit lusuh, "Gu Wei Yi, kau murid ku."


Pemuda itu, Gu Wei Yi langsung berlutut dan memberi hormat pada penatua pertama, "Gu Wei Yi memberi hormat pada Guru."


"Bangunlah."


Wei Yi mengangguk, ia terlihat sangat senang dan menggenggam token dengan erat.


"Qu ShenShen." Panggil Penatua ke enam.


Qu ShenShen wanita muda dengan pakaian putih nya yang bersinar mengangguk menanggapi.


"Aku memilihmu."


Mu ShenShen segera berlutut, "Terima kasih guru."


"Lu Jing, kau bisa menjadi murid ku." Ucap Penatua Kelima pada seorang pemuda dengan pakaian kuning emas nya.


"Terima kasih guru."


"Cheng Li, kau bisa menjadi murid ku." Ucap Penatua kedua kepada Pria anggun yang sebelum nya dilihat Chu Yue.


"Nona Mu, Apakah kau mau menjadi murid ku?." tanya Penatua Keenam.


Mu An Shi tak segera menjawab, ia ragu karena keinginan nya adalah untuk menjadi murid penerus dari Penatua ketiga.


Di daratan atas ini, siapa yang bisa mengalahkan kemampuan Alkimia nya? Bahkan Kultivasi nya dapat melampaui ketua sekte.


Penatua mana yang memiliki kehebatan seperti Penatua ketiga?


"Xiao Shilin." Panggil penatua ke tujuh.


Shilin menatap Penatua ketujuh dengan tatapan bertanya.


"Kau mau menjadi murid ku?."


Shilin terdiam sejenak kemudian menjawab, "Jika Penatua dapat menerima Kakak Yue sebagai murid pribadi, maka aku Shilin akan menjadi murid mu."


"Itu hal mudah, aku akan menerima nya sebagai murid ku."


"Kau akan menerima nya? Adik ke tujuh apa kau sudah bertanya apa dia mau menjadi murid mu?." Ucap Penatua Ketiga yang masuk beriringan dengan Chu Yue dibelakang nya.


"Penatua ketiga, kau meragukan kemampuanku?." Tanya Penatua ketujuh sedikit kesal.


"Aku bukan meragukan kemampuan mu, tapi dia sudah menjadi murid ku. Kau tidak mungkin ingin merebut nya dari ku bukan?." Ucap Penatua ketiga.


"Penatua ketiga, kenapa kau memilihnya?."


..._&_&_...


"Chu Yue, kau tau kenapa aku memilihmu?."


Tanpa ragu Chu Yue segera menjawab,  "Karena aku sangat berbakat, bukan begitu guru?."


Penatua ketiga berdecih dan langsung terbang meninggalkan Chu Yue.


"Guru kau meninggalkan ku?." Chu Yue berucap dengan nada tak percaya, sekarang dia harus kemana?


Kekuatan nya hilang jadi dia tidak bisa terbang, jadi Chu Yue hanya duduk di bebatuan.


Tak lama muncul banyak murid sekte yang berlalu lalang, ia hanya mengamati hingga kemudian seseorang menghampiri nya.


"Nona kau berasal dari kelas mana?."


Chu Yue mengangkat alis nya tak mengerti.


"Ouh, Apa nona murid baru?." tanya nya lagi.


Chu Yue mengangguk, "Emm benar, Apa Kakak seperguruan tau dimana tempat tinggal Ketua Sekte?."


"Ahh ternyata adik seperguruan, apa kau Murid Ketua sekte?."


"Murid penerus penatua ketiga?."


Chu Yue mengangguk.


"Ketua Sekte saat ini melakukan budidaya tertutup jadi tidak ada yang bisa menemui nya. Apa penatua ketiga lupa?."


"Mungkin saja." Ucap Chu Yue dengan rasa kecewa. Ia kira, saat ini bisa mendapatkan kesempatan bertemu Ketua Sekte.


"Lalu aku akan pergi." Ucap nya dan berbalik, namun dengan segera Chu Yue menghentikan nya.


"Kakak, apa Kakak seperguruan bisa mengantarku ke Tempat tinggal penatua ketiga? Sebelum nya aku bersama guru, namun guru pergi dan aku tidak membawa pedang." Ucap Chu Yue meminta bantuan.


"Tentu."


"Terima kasih."


Dengan segera mereka berdua terbang menggunakan pedang, Chu Yue menatap takjub keindahan Sekte Pedang Naga biru.


Ada banyak orang terlihat berlalu lalang di langit dengan bebas menggunakan pedang, beberapa bahkan terbang dengan kekuatan.


"Kakak seperguruan, aku belum mengetahui namamu."


"Aku Xiao Zhouying, kau bisa memanggilku Xiao ge." Ucap Zhouying.


Chu Yue mengangguk, "Baik, Xiao ge. Dan Xiao ge dapat memanggilku Chu Yue."


"Aku akan memanggilmu Meimei saja, kau tidak keberatan?." Tanya Zhouying.


"Tentu saja tidak. Ouh Xiao ge apa perjalanan nya masih jauh?."


Zhouying mengangguk dan menunjuk sebuah gunung yang sangat lebat dibanding gunung sekitar nya.


"Penatua ketiga tinggal di Gunung kunlun, gunung paling jauh dari Sekte  ini. Meimei bolehkah aku bertanya?." Tanya nya dengan ragu.


"Tentu."


"Menurutmu apa yang dilihat penatua ketiga dari dirimu?." Tanya Zhouying sedikit hati-hati, takut memyinggung Chu Yue, ia kemudian melanjutkan, "Aku mendengar bahwa kau tidak memiliki level sama sekali. Jadi aku sungguh penasaran kenapa Penatua ketiga memilihmu sebagai penerus nya."


Chu Yue tersenyum dan menjawab, "Tentu saja kepintaran. Xiao ge walau aku di level nol tapi mungkin di Sekte ini tidak ada yang lebih tau dibandingkan aku dalam masalah racun dan obat."


"Benarkah?." ucap Zhouying tak percaya.


"Kau bisa mengujiku."


"Baik, maka aku akan bertanya Apa penawar dari racun seribu bunga?." Tanya Zhouying.


"Lebah emas dengan jarum permata, dan madu api hitam." Jawab Chu Yue dengan percaya diri.


Zhouying mengerutkan alis, "Aku tidak pernah mendengar tentang hal itu. Bukankah penawar dari racun seribu bunga itu berbeda-beda tergantung jenis bunga apa yang terkandung."


Chu Yue dengan segera menjelaskan, memang benar apa yang dikatakan Zhouying, namun banyak orang belum mengetahui resep itu karena bahan yang ia sebutkan sangat langka.


Belum lagi kebanyakan Alkemis meneliti bunga-bunga yang terkandung didalam racun setelah itu membuat penawar nya, dan jarang sekali memikirkan Resep lain.


Dalam kasus racun ini, kebanyakan orang meninggal bahkan sebelum penawar di buat. Dan bahkan dalam 100 kasus hanya 2 hingga 5 orang yang bisa selamat.


"Kau mengatakan bahwa itu langka namun kau masih bisa menyebutnya sebagai penawar?."


"Mengapa tidak? Langka bukan berarti dia tidak ada, jika bisa mengatasi kelangkaan maka pasti akan mudah." Ucap Chu Yue, ia tersenyum dan membayangkan sekumpulan lebah emas yang sebelum nya ia lihat.


"Xiao ge, ada satu hal lagi. Racun seribu bunga bukan termasuk dua belas racun paling berbahaya di dunia."


..._&_&_...


"Hei apa kau sudah mendengar, Penatua ketiga memilih murid dengan level nol."


"Benar-benar, aku merasa tidak percaya. Bukankah selama ini Penatua ketiga selalu menolak memiliki murid penerus. Apa kau tidak merasa ini aneh?."


"Apa jangan-jangan dia anak haram penatua ketiga?." Ucap nya menebak.


Dengan cepat teman nya langsung membekap mulut nya, "Kau jangan sembarangan berbicara. Jika ini didengar anggota kedisiplinan kita akan dihukum."


Teman lain nya mengangguk, mereka kemudian segera pergi.


Mu An Shi yang mendengar percakapan itu mengepalkan tangan nya, Chu Yue jelas bukan anak haram penatua ketiga, dia sangat bodoh dan tidak berbakat, bagaimana bisa dia menjadi anak nya?


Tapi kenapa penatua ketiga mau menerima nya? Apa yang dimiliki nya hingga Penatua ketiga menolak diri nya demi Gadis bodoh itu?.