The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Mengembalikan Jiwa



"Tuan Tua, aku permisi dulu."


Chu Yue beranjak berdiri meninggalkan penatua Song dengan pertanyaan nya. Ia berjalan ketempat sepi, wajah nya memutih dan segera ia memuntahkan darah.


Kemudian seseorang dengan pakaian putih turun dan langsung menolong Chu Yue.


Ia mentransfer energi nya pada Chu Yue, dan perlahan Chu Yue mendapatkan energi nya kembali.


"Kau siapa?." Chu Yue mengernyitkan alis nya melihat orang yang sama sekali tak ia kenal menolong nya.


"Aku?."


"Aku Xiao Yang." ucap nya memperkenalkan diri.


"Kau menghabiskan energi mu dan tidak segera memulihkan diri. Kau ingin terlihat kuat?." tanya nya dingin.


Tanpa takut Chu Yue membuka cadar nya yang kotor oleh darah kemudian menatap Xue Yang, "Jika bukan karena ini aku tidak akan menyembunyikan nya dari mereka."


"Kau menunjukkan nya begitu saja padaku? Kau tidak takut aku akan menangkap mu?." tanya Xue Yang heran.


Chu Yue tertawa pelan, "Dengan keahlian mu bisakah kau tertipu?."


"Kau benar. Aku tidak akan pernah bisa tertipu. Chu Yue Aku melihatmu sepanjang malam membantu mereka, melindungi dan memberikan solusi. Aku tidak peduli pada ramalan atau kau reinkarnasi siapapun. Asalkan kau belum melakukan kejahatan, aku tidak akan pernah menangkap mu." Ucap Xue Yang.


"Benar adalah benar, salah adalah salah. Jika kau melakukan kesalahan maka aku akan menangkap dan menghukum mu, namun jika kau berjalan di jalan kebenaran maka aku akan menjagamu." Ucap nya lagi kemudian pergi meninggalkan Chu Yue.


Chu Yue terdiam, ingatan nya kemudian kembali ke saat dimana ia belajar bersama guru nya.


"Chu Yue benar adalah benar, salah adalah salah. Kau tidak bisa mencampur kedua nya. Ada hukuman untuk tiap kesalahan dan ada imbalan untuk tiap kebenaran."


"Guru, bagaimana jika melakukan sesuatu yang salah untuk hal yang benar?." Tanya Chu Yue.


"Maka ada harga yang harus kau bayar untuk kesalahanmu, walau kau melakukan hal yang benar tak ada imbalan untuk itu."


Chu Yue mengernyitkan dahi nya, " Kenapa seperti itu?."


"Kakak Yue , kau dimana?."


Suara panggilan seseorang segera menyadarkan nya, Chu Yue segera mengganti cadar dan memakainya.


"Kakak Yue."


"Guang Zhao, kenapa kau kesini?." Tanya Chu Yue.


Guang Zhao mendekat kearah Chu Yue dan memeluk Chu Yue, "Kakak Yue menggunakan semua kekuatan kakak untuk menyelamatkan kami. Guang Zhao takut terjadi sesuatu pada kakak."


"Guang Zhao kakak tidak apa-apa. Sekarang Kakak akan menyusul Zhan Feng dan yang lain nya. Kau kembali ya."  Ucap Chu Yue.


Guang Zhao menggeleng kuat dan mengeratkan pelukan nya, "Aku ingin ikut kakak."


"Baik. Tapi kau harus patuh."


..._&_&_...


"Zhan Feng apa kau menemukan sesuatu?." Tanya Ketua Yan.


Zhan Feng berjalan-jalan ke sekitar dan memperhatikan ruangan itu kemudian menjawab, "Aku tidak menemukan apapun."


"Kita sudah di Lantai ke 3 tapi tidak ada yang dapat kita temukan. Bukankah ini hanya bangunan biasa?." Ucap Zhi Shu sedikit kesal.


Ketua Yan yang berada disebelah nya mencubit pelan Zhi Shu dengan ekspresi geram, "Kau anak nakal, kau hanya tau bagaimana bermain. Apa kau tidak merasakan energi jahat berkumpul disini?."


"Ayah, ini sakit."


"Kau." Ketua Yan menunjuk Zhi Shu dan menarik Zhi Shu ke sisi nya, "Kau ingat bahwa aku ayahmu. Tapi kau selalu berkeliaran seperti ini. Lain kali aku tidak akan mengizinkanmu keluar lagi."


Zhi Shu memegang ujung baju Ketua Yan dan memainkan nya, "Ayah aku sudah mendaftar ke Sekte Jun. Aku ingin menjadi murid Sekte Jun."


"Kau, Ayahmu seorang Ketua Sekte namun kau ingin masuk ke Sekte lain. Dimana aku harus menaruh wajahku jika semua orang tau?."


"Bukankah wajahmu hanya akan tetap di sana Ketua Yan." Ucap Chu Yue yang datang tiba-tiba.


"Yue Ying, kau tidak apa-apa?." Tanya Lu Tao kemudian berlari memeriksa Chu Yue dengan wajah khawatir.


Chu Yue menggeleng pelan, "Aku tidak apa-apa. Hanya saja tadi sedikit kelelahan."


"Nona Yue, aku belum bertanya padamu tentang hal-hal itu." Ucap Ketua Yan marah.


Chu Yue berdecih pelan, "Tanyakan pada Tuan Tua, aku sudah memberikan jawaban ku pada nya."


"Ayah, kau ingin berta-?."


"Yue Ying kau mengatakan jiwa mereka ada disini, tapi dimana?." Tanya Zhan Feng menyela Zhi Shu.


Chu Yue memeriksa bangunan itu kemudian ia menutup mata nya pelan, tangan nya terangkat dan perlahan menunjuk keatas, "Itu disembunyikan di sana."


"Kita mencari ke seluruh bangunan dan ternyata itu di atas." Ucap Yun Shang lemah.


"Ayah, kenapa Yue Ying bisa mengetahuinya sedangkan kau tidak." Ucap Zhi Shu memandang ayah nya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya, "Ayah kau tidak sekuat yang aku kira."


Ketua Yan mendengus kesal namun ia tidak berkata apa-apa.


"Hancurkan penghalang nya, jika aku tidak salah maka jiwa-jiwa itu tergantung di sana." Ucap Chu Yue dan langsung dilaksanakan oleh mereka.


Mereka membuka penghalang nya dan terlihat ada banyak jiwa yang tergantung.


"Ini..."


"Ini jiwa-jiwa mereka."


"Banyak sekali."


"Yue Ying apa yang harus dilakukan sekarang?."


Chu Yue mengangkat tangan nya keatas, "Kembalilah ke raga kalian, cari jalan nya, temukan jalan nya, jangan tersesat dan jangan terpikat."


Perlahan jiwa-jiwa itu mulai terbang pergi.


"Yue Ying bagaimana selanjut nya?." Tanya Zhan Feng.


"Kita melanjutkan perjalanan. Hal-hal ini hanya akan semakin menguras tenagaku." Ucap Chu Yue ia kemudian berjalan ke arah Ketua Yan.


"Ketua Yan, aku harap kau bisa menyelesaikan semua nya disini. Kami akan melanjutkan perjalanan." Ucap Chu Yue kemudian pergi tanpa mendengar balasan Ketua Yan.


Zhan Feng dan yang lain nya juga pergi mengikuti Chu Yue.


Namun saat Zhi Shu hendak pergi, ia ditahan oleh Ayah nya.


"Kau tidak bisa pergi."


Zhi Shu memandang Ayah nya memohon, "Ayah selama hidup ini ayah terus menceritakan hal-hal menakjubkan tentang salah satu murid mulia Sekte Jun. Ayah selalu menceritakan betapa hebat nya dia, dan juga betapa ingin nya ayah masuk ke sana. Kali ini aku ingin menjadi murid Sekte itu, dan mengembalikan kejayaan nya."


"Ayah, Sekte Jun belum benar-benar menghilang." Ucap Zhi Shu kemudian ia melanjutkan, "Ayah, Ayah tidak ingin bukan Sekte itu menghilang seperti Sekte Yiling."