
Liang Jun berpikir sejenak dan mencoba menebak siapa pasukan lain nya.
"Raja Yi tidak akan tiba secepat itu."
"Mereka memiliki aura hitam dan tampak nya mereka bukan berasal dari Daratan ini." Ucap Zhang Bingjie kemudian menambahkan, "Dan juga ada pola Kalajengking hitam di dahi mereka."
"Pasukan Kalajengking dari daratan atas? Mereka bawahan Putri Darah hitam." Liang Jun menatap Chu Yue dan menghela nafas pelan, "Di dunia ini takdirmu begitu menyedihkan. "
"Hentikan semua pasukan kalian." Teriak Chu Yue pada Liang Jun dan Zhang Bingjie.
Liang Chen dan Zhang Bingjie menatap Chu Yue dengan tatapan bertanya, "Kenapa?."
Chu Yue yang sedang menerima serangan berdecak kesal, dan karena kurang berkonsentrasi ia tiba-tiba terdorong mundur dan memuntahkan darah.
"Yue'er." Wei Ying segera berjalan maju untuk membantu namun Chu Yue mendorong nya tidak membiarkan Wei Ying membantu nya.
"Kau pergilah hentikan semua bawahanku."
"Yue'er." Teriak Wei Ying marah karena Chu Yue mendorong nya untuk pergi.
"Aku tidak ingin tanganku penuh darah lagi, aku tak ingin lebih banyak orang mati di tanganku. Dan aku tak ingin mereka yang setia padaku mati karena aku. Wei Ying, aku mohon." Ucap Chu Yue dengan nada rendah.
Dengan terpaksa Wei Ying berbalik dan terbang menuju tempat dimana terdapat Pasukan Kalajengking merah dan Menara pembunuhan.
Kini disisi Chu Yue hanya ada Liang Jun dan Zhang Bingjie yang menyerang beberapa Kultivator dibelakang nya. Sambil menahan serangan ia memutar otak mencari alasan untuk membuat mereka berdua pergi.
"Ayah, aku mohon kau dan Zhang Bingjie pergi."
"Tidak akan, saat itu karena ingin memisahkan kalian aku mendorong mu ke dalam kematian. Bahkan saat ini pun jika kau akan mati, aku juga akan ikut bersamamu." Ucap Liang Jun sambil memotong leher musuhnya.
"Yue'er aku sudah menganggap mu sebagai adikmu. Jadi biarkan aku menjalan kan kewajiban ku sebagai kakakmu." Ucap Zhang Bingjie kemudian terbang dan menyerang Zhao Feng Ying.
"Kemampuan yang rendah seperti itu dan kau ingin membunuh ku. Jangan bermimpi." Zhang Bingjie menatap Zhao Feng Ying yang terduduk mengeluarkan darah, perlahan Zhang Bingjie berjalan kearah nya sambil melempar satu persatu orang yang menghalangi nya.
Ia kemudian mengangkat pedang nya bermaksud menusuk dada Zhao Feng Ying.
Namun sebelum hal itu terjadi, pedang nya telah terjatuh diikuti darah yang menyembur dari mulut nya.
Sebuah pedang telah menembus dada nya, membuat nya terjatuh.
"Zhan Feng." Zhao Feng Ying segera menjauh dari Zhang Bingjie, ia lalu berdiri dan menatap Zhao Zhan Feng terkejut.
"Jangan berterima kasih." Ucap Zhan Feng dan pergi menuju Chu Yue.
.....
"Kakak Gu jangan serang Kakak Yue lagi." Ucap Xiao Shilin menarik-narik tangan Gu Wei Yi.
Ia juga secara bergantian menarik tangan Kakak seperguruan nya yang lain untuk menghentikan tindakan mereka.
Namun semua sia-sia, tidak ada satupun dari mereka yang berhenti menyerang Chu Yue.
Melihat hal itu Xiao Shilin berteriak dengan marah, "HENTIKAN!!!."
Ia kemudian memberikan serangan kecil pada saudara seperguruan nya hingga mereka berhenti memberikan serangan pada Chu Yue.
"Shilin apa yang kau lakukan?." Tanya Bao Yu marah.
Sudut bibir Shilin sedikit naik dan menatap mereka dengan mengejek, "Saat itu kalian diselamatkan Kakak Yue, namun sekarang kalian ingin membunuh nya? Apa kalian tidak tau berterima kasih?."
"Apa maksud mu dengan itu? Bukankah kita sudah membayar nya? Dia sendiri yang berkata bahwa kita tidak perlu berhutang pada nya." Ucap Lu Kangjian.
"Kakak Gu, kau murid penatua pertama. Harus nya kau tau apa yang harus dilakukan saat ini kan?." Tanya Shilin pada Gu Wei Yi.
Gu Wei Yi tak menjawab, ia malah memandang Chu Yue dan mengabaikan Shilin.
"Dia berbuat keonaran, membunuh dan mengacau manusia. Karena kita berasa dari Sekte kebenaran maka kita harus membunuh nya." Ucap Gu Wei Yi.
"Puih.... Omong kosong. Memang nya apa yang dilakukan Kakak Yue pada kita? Dia berbuat keonaran? Tidak... Bukankah mereka yang melakukan nya terlebih dahulu? Membunuh? Manusia seperti mereka terlebih lagi Zhu Ming itu memang pantas dibunuh. Mengacau? Bukankah kita harus melihat diri kita sendiri?." Ucap Shilin.
Qu Shenshen mengangguk membenarkan ucapan Shilin, "Benar apa yang dikatakan Shilin. Kita tidak boleh membunuh nya, dia tidak bersalah pada kita juga orang lain. Dia hanya... Korban."
"Korban apa? Linghun Tishen itu bukankah dia yang melakukan nya?." sela Mu An Shi.
"Jika dia memang melakukan nya, kenapa dia susah membantu Kultivator lain untuk memusnahkan apa yang dibuat?."
Kini ucapan Shilin membuka mereka terdiam.
"Mungkin dia berpura-pura." tebak Haocun.
"Bahkan jika dia berpura-pura dia tidak perlu membantu pun tidak akan ada yang curiga." Ucap Gu Wei Yi, ia kemudian menatap satu persatu saudara seperguruan nya, "Kita tidak perlu membunuh Chu Yue, namun kita juga tidak perlu membantu nya. Semua nya mundur."
"Baik."
"Lalu Penatua ketiga?." tunjuk Cheng Li pada penatua ketiga yang terus mengalirkan kekuatan pada Chu Yue.
"Dia hanya pura-pura menyerang dengan maksud mentransfer kekuatan. Bahkan jika dia buka cucu nya, wajah nya yang mirip dengan orang yang ia sayang dia pasti akan membantu nya." Ucap Shilin seakan ia memahami penatua ketiga.
"Baiklah, mari kita pergi."
.....
"Kau menikmati pertunjukkan nya?." Ucap Nuwa mengagetkan Chang Yi.
Chang Yi melirik gadis disampingi nya dan terkekeh pelan, "Nona, kau tanpa kekuatan berani kesini. Apa tidak takut terkena serangan?."
Nuwa tersenyum kecil dan menggeleng, "Kejadian langka seperti ini tentu saja tak akan ku lewatkan."
"Namun Shang Mo, kau tidak berniat untuk menjadi bawahan nya?."
Chang Yi memandang Nuwa dengan heran sekaligus terkejut, "Nona tau aku Raja racun, namun berani mendekatiku?."
Nuwa balas memandang Chang Yi dan tertawa kecil, "Aku tidak percaya kau benar-benar percaya ramalan itu. Tapi Shang Mo perbuatan mu yang mengkhianati kepercayaan nya ini tak akan dia lupakan. Percayalah, saat itu datang dia akan membencimu."
Chang Yi sekarang benar-benar sangat heran pada gadis disebelah nya, perihal apa yang dilakukan nya tidak ada yang tau.
Namun bagaimana gadis manusia biasa tau? Atau... "Apa dia juga iblis?."
.....
"Ugh.." Chu Yue terbatuk dan mundur beberapa langkah, kekuatan nya hanya tersisa sedikit lagi.
Walau ia masih bisa menahan nya namun kali ini ia tidak akan melakukan nya lagi.
Hal ini sudah cukup...
Kini ia hanya akan menunggu kematian nya.
Chu Yue kemudian tersenyum menyambut serangan dari semua orang.
Namun kemudian ia terbelalak kaget dan memuntahkan darah.
Ia melihat dada nya, seseorang telah menusuk jantung nya.
Dengan sedikit tenaga nya ia berbalik menatap orang yang telah menusuk nya.
"Aku tau aku akan mati, namun dalam mimpiku pun aku tidak akan menyangka bahwa kau yang akan mengantarkan kematian ku."