
"Akhir mu tidak akan terlalu menyedihkan?." Chu Yue mengulang ucapan Nuwa dan menatap nya dengan dalam.
Ia memegang lonceng yang telah diberikan Nuwa dan memegang nya dengan erat.
Ingatan nya terlempar ke masa lalu, alasan dimana semua ini terjadi.
Flashback
Ting ting ting
Seorang wanita dengan pakaian putih yang bersinar memalingkan wajah nya kebelakang, ekspresi yang awal nya ceria berubah menjadi tegang.
Dengan cepat ia terbang menuju kearah lonceng berbunyi, namun ketika turun dan tidak menemukan apapun wajah nya kembali rileks.
"Apa kalian bermain-main?." Ucap nya dengan wajah cemberut.
"Dewi kau datang." Suara semangat anak-anak yang melihat nya membuat Dewi itu kembali tersenyum.
"Tidak ada iblis lalu kenapa kalian membunyikan nya???." Tanya Dewi itu kemudian mengulurkan tangan nya meminta lonceng yang dipegang salah satu anak.
Namun ketika tangan nya menyentuh tangan anak yang memegang lonceng, Dewi itu sedikit menjauh.
Flashback end
"Dia sudah ada di kehidupan pertama ku, siapa dia?." Ucap Chu Yue pelan dengan pikiran yang menebak-nebak siapa Nuwa sebenar nya.
"Kakak ada apa?."
Chu Yue menggeleng pelan, "Tidak apa-apa. Dan sekarang Zhan'er apa yang akan kau lakukan."
"Aku akan mencoba membujuknya agar akhir hidup mu bahagia." Ucap Liu Zhan.
"Tidak perlu lakukan itu, takdir hanya aku sendiri yang akan menentukan nya. Bahagia atau tidak nya aku yang akan merasakan nya. Mungkin saja yang dimaksud menyedihkan itu adalah pandangan orang lain." Chu Yue berucap dengan senyuman, yap dia mengerti hati nya siapa yang tau? Dia akan sedih atau senang, orang tak akan dapat melihat nya.
Ia mengingat tentang Qi Xuan, siapapun yang melihat akhir hidup nya akan menangis melihat betapa menderita nya dia, namun tak ada yang tau bahwa hati nya bahagia.
Mungkin akhir dari diri nya juga akan seperti itu.
_&_&_
"Nona maafkan aku telah berbohong padamu." Ucap Liu Zhan dengan kepala tertunduk.
Nuwa menyeringai pelan dan berbalik menatap Liu Zhan, "Pangeran iblis meminta maaf? Dan juga berbohong? Aku tidak pernah dibohongi, kau tenang saja. Pada akhir nya cinta nya lah yang akan menyelamatkan nya. Kau akan melihat bahwa dia benar-benar pasangan yang tepat untuk kakak mu."
"Lalu bagaimana dengan Raja Feng? Apa dia tak pantas? Dia mengorbankan banyak hal untuk Kakakku."
"Kau tau kenapa aku cemburu pada nya?." Tanya Nuwa.
"Kau menyukai Putra mahkota langit." jawab Liu Zhan dan mendapat gelengan dari Nuwa.
"Itu karena cinta nya sangat besar pada Chu Yue, hingga aku cemburu. Karena orang yang kucintai begitu mengecewakan ku, karena cinta nya tak sebesar cinta Putra mahkota langit untuk sang Dewi iblis hingga aku tak ingin mereka bahagia."
Nuwa diam kemudian melanjutkan, "Kau telah membuka ingatan mu tentang kehidupan sebelum nya. Mengintip hidup Chu Yue sebelum nya Feng Yi sudah mendapat hukuman, dan setelah masalah selesai kau juga harus segera kembali dan menerima hukuman. Kau mengerti."
Liu Zhan diam tak menjawab dan menatap kecewa Nuwa, "Kupikir kau orang yang bertindak menggunakan logika dan tak akan pernah menyakiti orang lain. Namun ternyata kau mempermainkan takdir orang lain, membolak-balik takdir itu sesuka hatimu. Nona apa kau tidak takut pada Karma?."
Nuwa berbalik membelakangi Liu Zhan dan menatap langit dengan mata yang berkaca-kaca, "Karma? Bahkan jika aku tidur dan tak berbuat apapun bencana akan datang padaku. Tak ada beda nya. Kalian iblis selalu menyakiti siapapun, di hati kalian dipenuhi kebencian. Sekali melihat sesuatu yang menurut kalian tidak enak dipandang kau akan membunuh nya. Karma? Apa kalian merasakan nya sampai saat ini, ahh tidak maksudku apa kau sudah merasakan nya?."
"Bencana bagi Kerajaan iblis, seorang Putri mencintai Pangeran langit. Dan merupakan sakit hati melihat Kakak yang kucintai memilih bersama musuh. Apa itu bukan karma ku?."
Nuwa tertawa pelan dan berbalik menatap Liu Zhan dengan ejekan, "Itu bukan Karma mu? Itu karma nya, beribu-ribu tahun yang lalu sebelum kebangkitan nya kau tau berapa banyak dewa yang dia bunuh? Tak terhingga. Jadi sekarang dia akan merasakan sakit hati nya, dia mendapatkan karma nya dia harus mencuci dosanya. Satu kehidupan tak cukup, maka ribuan kehidupan harus ia jalani."
_&_&_
"Putri apa kita tidak melanjutkan menggiring Linghun Tishen?." Tanya Shu Yan ketika Chu Yue tidak memerintahkan untuk bermain seruling dan mereka juga terbang dengan cepat.
Setelah berada di sana Chu Yue menatap pemandangan didepan nya, ia menatap Lonceng yang ia pegang dan menghembuskan nafas pelan.
Ia kemudian memutuskan menyimpan lonceng itu dan menatap Shu Yan, "Mainkan seruling mu."
Shu Yan mengangguk dan segera memainkan seruling nya, Chu Yue menutup mata nya mendengarkan alunan Seruling Shu Yan.
Ia kemudian membuat sebuah pelindung untuk menjadi pembatas agar Linghun Tishen tidak mendekati mereka berdua.
Setelah ia duduk dan mengeluarkan Guqin nya.
Ia memetik guqin nya perlahan, kemudian bibir nya mulai bergerak menyanyikan sebuah lagu, yang mungkin menjadi nyanyian terakhir nya.
Takdir tak dapat ditebak
Hal buruk menghampiri
Namun aku tak dapat mencegah
Hanya bisa berdiri ditempat itu lagi.
Awal yang buruk
Akankah juga berakhir buruk?
Dengan semua penderitaan yang diperlihatkan.
Apakah semua kebahagiaan sudah disembunyikan?
Akankah aku hidup bahagia?
Atau ini sudah akhir nya?
Jika hidup menderita
Jika mati... Tak tau apa yang akan ku rasa?
Baru beberapa bait ia bernyanyi, Chu Yue berhenti memetik Gu qin nya, "Kau sudah datang."
Dibelakang Chu Yue, Shu Lian datang bersama beberapa Sekte yang bekerja sama dengan nya.
Saat tiba mereka tampak bingung dan kaget melihat kondisi Sekte Tanshe Jian yang hancur tak bersisa.
"Aku kira kebakaran itu tak separah ini."
"Apa mereka menyinggung orang hebat?."
"Sekte pusat belum menangkap pelakunya jadi ku kira orang yang mereka singgung mungkin dari daratan tengah atau atas."
Chu Yue melirik nya sekilas, ia mengelus pelan cincin nya dan mengarahkan nya ke depan, seketika ratusan orang dari sekte Tanshe Jian muncul dihadapan nya.
"Apa yang terjadi?."
"Bukankah sebelum nya aku berada dalam pelatihan?."
"Apa ini."
Mereka saling menatap bertanya dan tampak bingung dengan apa yang telah terjadi, namun kemudian mereka diam ketika melihat Chu Yue dan juga Shu Lian yang berada di belakang nya.
"Bukankah itu Nona Shu?."
"Karena semua sudah berkumpul, aku akan bertanya pada kalian semua." Ucap Chu Yue dan menghentikan keributan yang terjadi.
"Hitam atau putih? Kebenaran atau kejahatan? Kekuatan suci atau kekuatan iblis?."