The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Berakhir menyedihkan?



"Benar, Raja Yi mohon bantuan nya dan Shu Lian aku ingin kau mengumpulkan mereka di Sekte Tanshe Jian." Ucap Chu Yue kemudian ia menatap Shu Yan, "Ayo ikut aku."


Shu Yan mengangguk patuh dan menaiki Pedang bersama Chu Yue, ia tak banyak bertanya karena selama Chu Yue memerintahkan maka dia akan melakukan jika tidak maka bukankah hanya harus diam saja.


"Putri, Apa tidak apa-apa tidak memakai cadar?." tanya Shu Yan.


Chu Yue menghela nafas pelan, "Jika bukan karena Shu Lian, Apa kau masih menganggap ku Yue Ying?."


Shu Yan beroh-ria, ia paham. Pantas saja teman-teman nya yang lain menatap Chu Yue seperti biasa.


"Lalu kemana kita akan pergi?."


"Keluarkan Seruling mu." perintah Chu Yue.


Dengan cepat Shu Yan mengeluarkan seruling nya dan menunggu perintah selanjut nya dari Chu Yue.


"Aku tidak tau Linghun Tishen ini ada berapa banyak, jadi... Kau mainkan musik yang menarik Linghun Tishen."


Shu Yan mengangguk dan mulai meniup seruling nya, Chu Yue memandang kebawah memastikan bahwa Linghun Tishen itu sudah terpancing.


Benar saja, Linghun Tishen itu segera berkumpul dan berlari mengikuti alunan seruling Shu Yan.


Chu Yue mengelilingi hampir seluruh Daratan rendah, ia berkeliling sepanjang hari bersama Shu Yan.


Kadang kala ia berhenti dan menyerap kekuatan Linghun Tishen hingga mereka menjadi lemah.


Sedikit demi sedikit Kekuatan nya bertambah namun ia sama sekali tidak menerobos membuat nya sedikit bingung.


"Putri, Sudah hampir seminggu kita berkeliling seperti ini." Ucap Shu Yan dengan wajah lesu.


"Kita bahkan hanya memakan pil." lanjut nya lagi.


"Menurutmu apakah masih ada Kedai yang buka? Jika ada bawa aku ke sana." Ucapan Chu Yue membuat Shu Yan menutup bibir nya rapat.


Saat ini selain Kultivator orang biasa pasti nya sudah banyak terkena Makhluk itu dan siapa juga yang akan membuka Kedai jika pelanggan nya berubah menjadi makhluk mengerikan itu.


Namun...


"Putri ada bau pembakaran, harum sekali. Siapa yang memasak di saat ini?." Ucap Shu Yan mencari asal bau.


Ia kemudian melihat sebuah rumah, terlihat juga ada asap pembakaran. Dan heran nya lagi disekitaran tempat itu tidak terdapat Linghun Tishen.


"Ayo kita ke sana." ucap Chu Yue dan turun menuju rumah itu.


Chu Yue menatap ke sekitar terlebih dahulu kemudian membaca papan yang tertera di rumah itu, "Kedai Abadi?."


"Ada yang datang." Suara dari dapur kedai terdengar, membuat Chu Yue dan Shu Yan menunggu si empunya suara.


"Ouh pahlawan kita telah datang."


"Gadis tanpa masalah?." gumam Chu Yue heran kemudian mendesah pelan dengan senyuman, "Dia seperti nya benar-benar tanpa masalah."


"Xiao Zhan, layani pelanggan kita dengan baik."


Tak lama Xiao Zhan datang dengan pakaian pelayan, Chu Yue lalu terdiam menatap nya.


Dan dengan ragu ia memanggil nya, "Liu Zhan?."


Xiao Zhan tersenyum, ia menghampiri Chu Yue dan mempersilahkan nya duduk.


"Kalian ingin memesan apa?."


"Liu Zhan kenapa kau disini?." tanya Chu Yue.


"Dia pelayan ku." Jawab Nuwa yang datang membawa 2 piring kue dan meletakkan nya di meja Chu Yue, "Makanlah kalian pasti lapar."


Shu Yan menatap makanan itu dengan ekspresi ingin namun ia menatap Chu Yue terlebih dahulu meminta izin.


"Makanlah."


Shu Yan tersenyum dan dengan cepat memakan kue didepan nya, sedangkan Chu Yue saat ini saling bertatapan dengan Liu Zhan.


"Zhan'er."


Mereka berdua berucap secara bersamaan, kemudian terdiam.


"Kau menjadi pelayan nya?." Tanya Chu Yue dan di angguki pelan Liu Zhan.


"Kenapa?." Tanya nya lagi.


"Karena aku gadis tanpa masalah tentu saja." Nuwa datang dengan membawa banyak piring namun kali ini semua nya piring nya terbang menuju meja.


"Aku sudah menebak kau bukan manusia biasa, namun aku tidak tau bahwa kemampuan mu sangat hebat." Ucap Chu Yue memuji Nuwa.


Nuwa duduk di samping Liu Zhan dan menepuk bahu pria yang merupakan adik Chu Yue itu.


"Disaat seperti ini kau tidak akan bisa berlama-lama disini. Jadi makanlah." Ucap Nuwa kemudian memberikan sepasang sumpit pada Chu Yue.


"Nona ini." Liu Zhan mengambil sumpit dan memberikan pada Nuwa dengan hati-hati.


"Jangan berpura-pura lagi." Ucap Nuwa menghentikan tangan nya yang sedang mengambil lauk untuk Nuwa.


"Aku tau kau memanfaatkan ku." Ucap Nuwa lagi, kemudian menatap Chu Yue, "Yue'er kau tau bagaimana putus asa nya adik mu untuk menemukan ku?."


Ucapan Nuwa membuat Liu Zhan menatap nya dengan terkejut dan Chu Yue terdiam menunggu ucapan berikut nya.


"Dia mencari pertapa tua yang tinggal di dekat perbatasan antara dunia siluman dan manusia, sial nya lagi dia tertipu untuk menikahi Putri Siluman Babi." Nuwa berucap sambil menahan tawa sedangkan Liu Zhan menatap nya dengan kesal.


"Kenapa dia harus mencari mu?." pertanyaan Chu Yue membuat Nuwa diam lalu menatap Chu Yue dengan serius, "Untuk mengubah takdirmu."


Chu Yue menatap datar Nuwa dan membalas, "Takdirku ada di tanganku sendiri."


Nuwa mengangguk, "Kau selalu mengatakan hal itu, namun ada beberapa hal yang tak bisa diubah. Chu Yue akhir kehidupan semua orang tau."


"Bahkan orang di sebelahku ini juga tau." lanjut nya lagi.


Chu Yue menatap Liu Zhan dan mengangkat alis nya bertanya, "Kakak, akhir dari Reinkarnasi putri iblis selalu mengenaskan."


Nuwa mengangguk, membenarkan ucapan Liu Zhan.


"Bagaimana kau bisa mengetahui hal itu?."


Liu Zhan menatap Nuwa sebentar dan berucap dengan berat, "Raja Feng, dia yang mengatakan hal itu padaku. Dan dia juga yang memintaku mencari Nona Nuwa."


"Kenapa kau harus mencari nya? Dia hanya seorang gadis tanpa masalah, menurutmu bahkan Dewa saja tak mampu mengubah takdirku, apa dia bisa?." Ucap Chu Yue memandang remeh Nuwa.


Tentu saja dia memandang remeh Nuwa, Chu Yue sudah kesal ketika mereka mengatakan bahwa akhir nya buruk dan semakin kesal ketika mereka menambahkan bahwa takdir nya tak bisa diubah.


"Dia bisa." Ucap Liu Zhan.


Nuwa tertawa renyah dan menggelengkan kepala nya, "Aku tak bisa."


"Kau bisa."


"Tidak."


"Kau bisa." Ucap Liu Zhan lagi.


Nuwa akhir nya mengangguk, "Aku bisa namun... Aku tak ingin."


"Kenapa?."


Nuwa menatap Liu Zhan dingin kemudian menatap Chu Yue, "Karena aku cemburu."


Usai mengatakan hal itu Nuwa bangkit berdiri dan melangkah pergi namun kemudian ia menghentikan langkah nya dan melemparkan sebuah lonceng pada Chu Yue.


"Kau tidak perlu melakukan hal melelahkan itu lagi, bunyikan saja lonceng itu di tempat yang luas dan kemudian semua nya akan segera berakhir."


Chu Yue menatap lonceng ditangan nya dan bangkit berdiri, "Bagaimana aku bisa mempercayaimu?."


"Kau tidak perlu percaya padaku, aku hanya merasa lelah melakukan ini semua dan ingin segera mengakhiri nya. Kau tenang saja, akhir mu tidak akan terlalu menyedihkan."