The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Kekacauan Besar



Kerajaan Murong


"Yang Mulia, teriakan itu berasal dari istana dingin tempat para permaisuri sebelum nya diasingkan." Lapor seorang Prajurit.


"Lalu teriakan apa itu?." Tanya Raja Murong.


Tak lama kemudian seorang prajurit lain nya datang dengan raut wajah pucat, "Yang Mulia, para Prajurit..."


Butiran keringat muncul di dahi nya namun segera ia hapus kemudian berkata dengan cepat, "Para Prajurit menjadi Monster."


Raja Murong mengernyitkan dahi nya tak paham, "Apa maksud mu menjadi monster?."


"Itu monster yang sama yang diburu para Kultivator Yang Mulia. Sekarang Yang Mulia harus menyelamatkan diri." Ucap nya.


Setelah mengatakan hal itu tiba-tiba suara menyeramkan mulai terdengar di istana Raja. Beberapa Jenderal datang dengan pedang yang penuh darah, dan segera berlari menghampiri Raja Murong.


"Yang Mulia, keadaan darurat." Ucap Jenderal itu melaporkan, kemudian salah satu jenderal itu memutar sebuah pilar, kemudian muncul jalan menuju ruangan rahasia.


"Yang Mulia."


Tanpa berkata apapun, Raja Murong segera masuk menuju Ruangan Rahasia itu diikuti oleh Kasim nya lalu Para Jenderal.


"Jenderal bagaimana dengan kami?." Tanya Prajurit yang melapor.


Jenderal itu terdiam sebentar sebelum kemudian menyuruh mereka berdua masuk.


.....


"Bagaimana dengan Putra Mahkota dan yang lain nya?." tanya Raja Murong dengan cemas.


"Jangan Khawatir Yang Mulia, Mereka juga pasti akan memasuki Ruang rahasia. Yang Mulia tunggu saja disini." Ucap Jenderal itu.


Raja Murong mengangguk, ia duduk dengan cemas dengan kaki yang terus mengetuk-ngetuk lantai.


Tak lama kemudian dari arah kanan beberapa wanita yang merupakan Anggota kerajaan datang bersama pelayan dan penjaga nya dengan wajah cemas dan bahkan ada yang menangis.


"Ayahanda, Monster itu sangat menyeramkan." Ucap seorang Putri yang berumur tujuh tahun, dan menangis dipangkuan Raja Murong.


Raja Murong menepuk-nepuk punggung nya menangkan, "Tidak apa-apa."


"Salam Ayahanda." Ucap Murong Zhi Feng dengan wajah tenang, tak seperti yang lain nya.


"Kau hanya sendiri?." Tanya Raja Murong.


"Kediaman Pangeran Ke-tujuh dan Pangeran Ke-sembilan cukup jauh dari ruangan ini." Jawab Murong Zhi Feng.


"Lalu bagaimana dengan Putra Mahkota?." Tanya Raja Murong lagi.


Murong Zhi Feng terdiam sebentar dan melirik pedang yang berlumuran darah lalu tersenyum, "Ayahanda tenang saja, Kakak mungkin akan datang sebentar lagi."


Kerajaan Ouyang


Suara lonceng terdengar di seluruh penjuru kerajaan, Kerajaan kini kelimpungan menahan serangan Linghun Tinshen yang terus bertambah.


Tidak seperti Raja Murong yang segera bersembunyi, Raja Ouyang kini malah bertarung dengan Linghun Tishen bersama para Jenderal nya.


"Segera selamatkan Rakyat dan bawa mereka ketempat aman."


"Tapi bagaimana dengan Yang Mulia?." Tanya Jenderal nya dengan keras sambil terus bertarung dengan Linghun Tishen.


"Yang Mulia harus segera berlindung." Ucap Jenderal lain nya yang baru saja tiba.


"Yang Mulia, mereka sudah dibawa pergi." Ucap Jenderal itu lagi kemudian ia diterkam oleh Linghun Tishen.


Raja Ouyang terdiam dan melihat sekitar nya, ada banyak orang yang sudah berubah menjadi Linghun Tishen, membuatnya hati nya sedikit takut.


"Segera mundur dan pergi ketempat aman." Perintah Raja Ouyang dan segera berlari diikuti oleh Prajurit nya yang lain.


Tak lama kemudian Ouyang Xiuhuan datang dengan kuda nya, ia segera turun dari kuda dan memberikan kuda nya pada ayah nya.


"Ayahanda segera naik dan pergi menuju Hutan terlarang." Ucap Xiuhuan.


"Apa maksudmu? Hutan terlarang itu.."


"Itu satu-satu nya tempat aman. Segera pergi." potong Xiuhuan dan kemudian berlari melawan Linghun Tishen.


Tak ada waktu untuk membantah, Raja Ouyang dengan cepat naik keatas kuda diikuti oleh para Prajurit.


Sementara Xiuhuan dan prajurit yang lain menahan Linghun Tishen hingga Raja Ouyang aman.


....


Hutan terlarang yang biasa nya sangat sepi kini dipenuhi oleh banyak orang, walau mereka merasa takut akan hutan itu namun mereka lebih takut lagi pada Linghun Tishen sehingga mau tak mau mereka harus berlindung di sana.


"Xiuhuan apa kau sudah meminta bantuan?." tanya Raja Ouyang dan di angguki oleh Xiuhuan.


"Aku sudah meminta bantuan pada Kerajaan Liu dan Kerajaan Feng, dan aku juga sudah mengirim berita pada tiap Penjaga Daerah. Aku harap mereka segera berlindung ketempat aman." Jawab Xiuhuan.


"Lalu sekarang bagaimana?." Tanya seorang wanita yang merupakan Selir Raja Ouyang.


"Apa kita harus terus disini?. Bagaimana jika nanti ada binatang buas? Atau mungkin hantu." Ucap nya lagi dengan takut-takut.


"Kita harus menemukan Gua untuk tempat tinggal sementara." saran Pangeran Jierui yang tiba-tiba muncul bersama Sun Jingyi dan para pengikut nya.


"Jierui, untung saja kau selamat." Ucap Raja Ouyang dengan wajah penuh sukur.


"Aku tau beberapa Gua, Mari kita segera pergi sebelum malam tiba." Ucap Xiuhuan dan berjalan menuju Gua yang sebelum nya pernah ia temukan.


Kerajaan Liu


"Yang Mulia, ada kabar dari perbatasan."


Liu Zhan yang sedang duduk bersantai sambil menutup mata nya berdecak kesal dan mengangkat tangan nya, "Katakan."


"Orang-orang dari perbatasan Kerajaan Ouyang dan Kerajaan Lu meminta izin masuk ke Kerajaan Liu."


"Kenapa? Apa ada sesuatu terjadi?." tanya Liu Zhan sambil mengernyitkan dahi nya.


"Lapor Yang Mulia, Pesan dari Pangeran Ouyang." Ucap seorang Prajurit kemudian menyerahkan gulungan surat.


Liu Zhan dengan cepat membuka surat itu dan membaca nya.


"Kumpulkan para pejabat istana."


"Dan juga para Jenderal."


....


..._&_&_...


"Penatua ketiga, Apa ada yang salah?."


Mu An Shi turun dengan cepat diikuti yang lain nya, saat ini mereka merasa cemas karena Penatua ketiga tampak terus terdiam melihat sesuatu yang jauh.


"Linghun Tishen." Ucap Penatua ketiga singkat kemudian ia berbalik dan tampak memandang Kota sedikit lama sebelum menatap Gu Wei Yi dan yang lain nya.


"Segera membuat pelindung lalu kita akan pergi." Perintah penatua ketiga.


Tanpa bertanya alasan nya, Gu Wei Yi mengangguk, "Baiklah. Semua nya segera mengelilingi kota. Dan buat pelindung."


"Baik."


Shilin dan yang lain nya segera berpencar ketiap sudut kota, mereka mulai mengedarkan energi mereka masing-masing.


"Maaf menganggu." Teriak Zhan Feng yang tiba-tiba lewat dengan cepat dan menghentikan pergerakan Gu Wei Yi.


Namun Gu Wei Yi tampak tak peduli dan melanjutkan mengedarkan energi nya dan perlahan sesuatu seperti benang berwarna biru muncul diujung jari nya.


Perlahan benang itu memanjang dan bersatu dengan benang-benang yang dibentuk oleh teman nya membentuk sebuah lingkaran.


Hingga kemudian sebuah pelindung besar muncul dan menutupi kota.


..._&_&_...


"Semua terjadi begitu cepat, para pahlawan dan para penjahat akan bersatu. Namun semua misteri belum tersingkap, bagaimana bisa mengakhiri dengan mudah?." Ucap Nuwa sambil melihat ke kejauhan.


"Mereka belum dihukum, mereka juga belum di beri penghargaan. Terlalu mudah untuk mati dan terlalu aneh jika segera berakhir. Kembali ke masa lalu, hanya itu jalan nya."