
Chu Yue dan yang lain nya berjalan beriringan menuju kediaman Yu Qing, ditengah jalan sebuah kereta lusuh menepi dan berhenti tepat di samping mereka.
Seorang Nona muda dengan pakaian hitam dan mata yang sendu keluar dari Kereta dan menghampiri Yu Qing.
"Nona Yu, baru saja aku kembali dari rumah mu. Tuan Yu bilang kau pergi untuk waktu yang lama, namun seperti nya tidak begitu? Tapi aku senang kau kembali dengan cepat." Ucap Nona muda itu dengan suara yang sangat lembut.
Yu Qing tersenyum, ia memegang tangan Nona muda itu dan membalas, "Kau meminta obat lagi?."
Nona itu tersenyum, ia menepuk tangan Yu Qing pelan kemudian berpamitan untuk pulang.
"Malam masih sunyi seperti biasanya, Jangkrik tidak ingin bersuara untuk nya bahkan Bulan tak mau memberi cahaya nya. Sang Kesepian yang malam nya bahkan tidak ada satupun bintang." Ucap Yu Qing sambil menatap Kereta yang pergi itu dengan kasihan.
Chu Yue dan Zhan Feng menatap Yu Qing dengan pandangan aneh, bukankah dia arogan?
Yu Qing berbalik, Chu Yue segera memperbaiki ekspresi nya namun tidak dengan Zhan Feng.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?."
"Ahh, sebelum nya kau sangat arogan." Jawab Zhan Feng terus terang.
Yu Qing mendesah pelan, lalu ia menggandeng Chu Yue dan berjalan bersama nya, "Maafkan aku Nona. Sebelum nya aku hanya tak suka pada kecantikan wajahmu."
"Lalu sekarang?." Tanya Chu Yue.
"Tidak lagi, karena aku sangat menyukai orang yang baik hati. Kau tau kebanyakan wanita hanya cantik pada wajah nya namun buruk pada hati nya. Jadi aku menghina mu seperti itu agar aku tau kau orang yang seperti apa." Jelas Yu Qing sambil tersenyum pada Chu Yue.
Chu Yue mengangguk paham kemudian ia bertanya tentang Nona mata sendu itu karena penasaran akan ucapan Yu Qing tentang nya.
Yu Qing tersenyum sedih dan mulai menjawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan Nona itu, "Dia Song Qin Lian, Putri Jenderal Song dan juga mantan tunangan Putra mahkota sekarang."
Chu Yue mengangkat alis nya tak mengerti, "Putra mahkota sekarang? Feng Yi ?."
Yu Qing menggelengkan kepalanya, "Pangeran Feng Yi meninggal akhir tahun lalu. Kini Pangeran ke sembilan Feng Hui yang menggantikan nya."
Chu Yue berhenti berjalan, ia sedikit kaget akan kabar ini. Bagaimana tidak? Feng Yi, dia salah satu orang yang sangat baik pada nya. Namun Chu Yue selalu membenci nya dan memakinya, ia kemudian mencoba mengingat sosok nya.
Tubuh belakang Pria itu begitu lebar dan akan menjadi sangat nyaman untuk bersandar, dia berdiri menatap danau yang keruh walau begitu pemandangan itu tetap indah karena Pria itu. Perlahan pria itu mulai berbalik namun Chu Yue tak dapat melihat wajah nya.
Wajah nya buram Chu Yue tak dapat mengingat gambaran nya, Chu Yue memegang kepala nya mencoba mengingat nya namun tidak bisa.
"Yue'er kau kenapa?." Raja Yi segera memapah Chu Yue dan bertanya
Chu Yue menggeleng pelan dan tersenyum hambar.
"Rumahku ada didepan, ayo kita percepat" Ucap Yu Qing.
Chu Yue melepas tangan Raja Yi dari lengan nya ketika mereka sampai di kediaman Yu Qing. Seorang Pelayan kemudian membukakan pintu untuk mereka dan mempersilahkan mereka masuk.
"Karena semua sudah lelah pelayan ku mengantar kalian ke kamar kalian terlebih dahulu, aku akan bertemu ayahku dulu." Ucap Yu Qing kemudian pergi meninggalkan pelayan nya.
....
Chu Yue berbaring di kamarnya dan memikirkan tentang Feng Yi. Bukankah harus nya saat ini dia masih hidup?.
Dan dia akan menjadi Raja sekitar 3 tahun lagi? Namun kenapa dia meninggal sekarang? Apa yang terjadi?
Xu Zhu, Liu Mei, Murong Zhi Feng, Para menteri nya, Lu Shishi, Prajurit, Pelayan, Penjaga kuda, bahkan pelayan cuci kaki yang berpapasan dengan nya, mereka semua Chu Yue dapat melihat nya dengan jelas.
"Tak ada kabar kematian, bahkan jika ini kebohongan pun dimasa lalu aku akan tau."
Chu Yue lalu beranjak berdiri dan keluar dari kamar nya, ia kemudian terbang pergi dari Kediaman Yu Qing.
..._&_&_...
Di kegelapan malam Chu Yue menyusup ke Istana Yuè shí (Gerhana bulan), kediaman Feng Yi.
Dihalaman nya ada banyak daun yang berserakan, tempat itu sama sekali tidak terawat.
Chu Yue berjalan masuk kedalam ruangan, debu ada dimana-mana namun Kamar nya tampak sangat rapi, "Jika kau masih hidup, istana ini tidak akan pernah berdebu. Bìxià apa kau benar-benar sudah pergi?."
"Namun kenapa? Apa yang terjadi? Aku sama sekali tidak mengingat wajah mu apakah juga karena ini? Karena kau Feng Yi tidak pernah masuk ke dalam kehidupan ini?." Lanjut Chu Yue dengan sedih, "Aku menebak dengan berani, Bìxià saat aku kembali hidup apakah kebetulan kau meninggal?."
Chu Yue beranjak berdiri dan keluar dari ruangan itu dengan lesu, ia kemudian terbang dengan cepat ke istana yang berada jauh dari istana-istana lain nya.
"Bahkan saat kau pergi pun, istana ini tetap bersih." Chu Yue berjalan-jalan dihalaman istana itu kemudian masuk kedalam kamar yang sebelum nya pernah ia tempati saat ia menjadi sebuah jaminan.
"Tak ada debu sedikitpun." Ucap Chu Yue sambil menyentuh sebuah meja, "Bìxià aku tidak tau kapan kita bertemu namun sepertinya kau telah jatuh cinta padaku begitu lama."
...Flashback...
"Yue'er tidak bisakah kau makan dengan patuh?." Seorang Pria dengan wajah buram mencoba membujuk Wanita dengan mata tajam yang berada didepan nya.
Wanita itu berbalik dan menyingkirkan makanan tanda bahwa ia tidak akan makan.
"Yue'er tak bisakah sekali kau menuruti ku?."
Wanita itu, Chu Yue di kehidupan sebelum nya menatap Pria didepan nya dengan tatapan dingin, "Bìxià bukankah aku menuruti mu? Kau membawaku ke kerajaan mu, kau mengurungku, dan kau mengendalikan semua yang aku lakukan. Namun kali ini..." Chu Yue menunjuk satu jari nya, "Satu kali ini saja bisakah aku tidak menurutimu."
"Aku tidak ingin makan apapun." lanjut Chu Yue lagi.
Pria itu bergeming ia kemudian memaksa Chu Yue duduk dan menyuapi nya. Namun Chu Yue sangat keras kepala, ia tidak membuka bibir nya sedikit pun.
"Jika kau tidak makan, menurutmu antara Kerajaan Murong dan Kerajaan Ouyang siapa yang akan bertahan?." Ancam Pria itu langsung membuat Chu Yue membuka mulut nya.
Pria itu meletakkan sumpit, ia bangkit berdiri kemudian berpesan pada pelayan nya, "Awasi dia makan, aku akan memeriksa hidangan nya habis atau tidak. Jika tidak habis maka Kepalamu akan menjadi hidangan untuk anjing-anjing di luar sana."
Tubuh pelayan itu bergetar, ia menunduk menuruti, "Baik Bìxià."
Chu Yue menatap kepergian Feng Yi dengan tatapan marah dan memakan makanan didepan nya dengan kesal.
Kekejaman mu padaku, Feng Yi aku akan membalas mu. Ucap nya dan menggenggam sumpit ditangan nya hingga patah.
...Flashback end...
Ia kemudian duduk di kursi dan menumpu dagu nya sambil menatap kosong ke depan, "Bìxià, Kenapa kau pergi secepat itu? Setidak nya biarkan aku mengingat wajah orang yang dulu sangat menyayangi ku." Chu Yue menghela nafas perlahan dan menatap kosong ke depan, "Bìxià, ah tidak. Xiao Feng, kau menginginkan panggilan itu kan?." Ucap Chu Yue sambil tersenyum.
"Kau berharap aku menjadi Permaisuri mu, namun pada akhir nya aku hanyalah tawanan mu. Kau mencintai ku namun sampai aku matipun kau tidak ada di mataku." Perlahan air mata memenuhi mata Chu Yue, "Aku mengingat namamu namun wajah mu... Maaf aku tidak mengingat nya."
"Xiao Feng maafkan aku. Di kehidupan mu selanjut nya, aku berharap kau dapat bertemu dengan orang yang mencintai mu juga." Ucap Chu Yue ia menghela nafas pelan kemudian keluar dari ruangan.