
"Yang muli.."
"Apa kau merindukanku, Tuan Putri." Potong Pangeran Qing yang tiba-tiba datang.
Liang Chen tersenyum lebar dan segera memeluk Pangeran Qing.
"Ada batasan antara Wanita dan Pria." Ucap Raja Yi.
"Ups." Liang Chen segera melepaskan pelukan nya dan tersenyum malu.
Pangeran Qing tersenyum sopan pada Raja Yi, kemudian menatap Liang Chen, "Kau sudah bekerja keras."
"Tentu saja. Ayah sudah berjanji kita dapat bertunangan setelah aku mencapai Raja bela diri rendah." Ucap Liang Chen dengan semangat.
"Chenchen, segera berlatih kembali."
"Baik, laksanakan." Ucap Liang Chen dan segera mengambil pedang nya kembali.
Pangeran Qing memandang nya dari samping dengan senyum yang tak pernah luntur.
Chu Yue menghela nafas pelan, Liang Chen benar-benar mencintai nya namun Chu Yue tak mengerti kenapa Pangeran Qing menyudutkan Liang Chen hingga ia bunuh diri.
Chu Yue terus mengamati mereka, terutama Raja Yi terkadang Chu Yue akan mendekatkan diri nya pada Raja Yi dan menatap nya.
"Kenapa aku merasa dia berbeda?." Ucap Chu Yue dengan wajah yang semakin dekat dengan Raja Yi.
Tiba-tiba Raja Yi meliriknya, Chu Yue sedikit terkejut dan mundur beberapa langkah, "Apa dia melihatku? Tidak mungkin bukan?."
.....
Tidak hanya menonton Liang Chen berlatih, Chu Yue juga ikut berlatih. Ada banyak jurus hebat yang diajarkan Raja Yi pada Liang Chen.
Bahkan jika Liang Chen bertemu Kaisar bela diri, dengan jurus itu dia dapat melarikan diri dengan selamat.
Chu Yue menatap Liang Chen dan Raja Yi secara bergantian, "Dia begitu dingin, namun kenapa saat bersamaku begitu cerewet? Atau Raja Yi yang kutemui bukan Raja Yi yang asli?." Ucap Chu Yue menebak-nebak.
"Nona Kabar buruk." Sebuah teriakan cemas menghentikan Liang Chen yang sedang berlatih.
Ia menatap ke arah suara, Wu Jia kini menghampiri nya dengan wajah pucat.
"Ada apa?."
"Pangeran Qing..." Ucap nya dengan nafas tersengal-sengal, "Ia terkena racun gu."
"Apa? Kenapa bisa? Lalu bagaimana dengan keadaan nya saat ini?." Tanya Liang Chen bertubi-tubi.
"Saat ini Pangeran belum sadarkan diri." jawab Wu Jia.
Wajah Liang Chen terlihat cemas, ia bahkan buru-buru untuk turun gunung.
"Jangan lupa pakai cadarmu." Ucap Raja Yi mengingatkan.
Liang Chen mengangguk, sambil berlari ia mengeluarkan cadar dan memakainya.
....
"Hanya Alkemis tingkat bumi Level 5 yang dapat menyembuhkan nya. Dan juga... Bahan untuk membuat obat nya juga sangat langka." Ucap seorang Alkemis yang bertugas menjaga Pangeran Qing.
Liang Chen memandangi Pangeran Qing, "Berikan daftar bahan nya, aku akan menyuruh orang untuk mencari nya."
"Baik."
"Wu Jia, Ayah sudah mengetahui ini?." Tanya Liang Chen dan di angguki Wu Jia.
"Tuan.. Em maksudku ayah sudah mengetahui nya. Dia juga sudah mengutus beberapa orang untuk mencari pelaku nya." Jawab Wu Jia.
"Baguslah."
....
"Aku harus pergi." Ucap Liang Chen sambil berkemas.
"Tidak perlu, ada banyak orang dari Menara langit yang mencari bahan-bahan itu. Kau tidak perlu pergi." Ucap Raja Yi menahan Liang Chen pergi.
Liang Chen yang keras kepala tentu saja tak mendengar ucapan Raja Yi, ia tetap pergi walau pada akhir nya kepergian nya menyebabkan kesalahpahaman yang besar.
....
Jadi ia memilih untuk mengamati Pangeran Qing dan mencari tau alasan dari perbuatan Pangeran Qing.
Chu Yue duduk di samping Pangeran Qing, ia mengamati wajah nya dan menggeleng pelan, "Pangeran Qing, Murong Zhi Feng dan Kaisar Yuan itu memiliki satu kesamaan. Wajah mereka menutupi sifat buruk mereka. "
Setiap hari Chu Yue melihat Wu Jia yang terus merawat Pangeran Qing, seakan-akan dia adalah Istri Pangeran Qing. Dia bahkan seenaknya menyuruh pelayan Kediaman Qing, seperti dia adalah Nyonya disana.
Melihat nya, Chu Yue merasa kesal. Dia tidak mendapatkan apapun dengan melihat Pangeran Qing selain Wu Jia yang tampak nya juga mencintai Pangeran Qing.
"Liang Chen, apa karena nya?." Ucap Chu Yue ketika mengingat apa yang dikatakan Liang Chen diujung tebing sebelum kematian nya.
Sebelum nya Chu Yue dapat melihat bahwa Liang Chen dan Pangeran Qing saling mencintai.
Namun entah kenapa saat diujung tebing tatapan Pangeran Qing menyiratkan kekecewaan dan sedikit kebencian bukan Rasa cinta dan kekhawatiran.
"Yang Mulia, saat kau tak sadarkan diri. Ingatlah aku Wu Jia, selalu di sampingmu." Bisik Wu Jia di telinga Pangeran Qing.
Chu Yue menatap Wu Jia tajam, ia kemudian mengikuti Wu Jia. Didepan pintu, Wu Jia berhenti melangkah dan menatap Pangeran Qing lagi, "Hanya dengan memilikimu baru aku bisa mengubah nasibku."
.....
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Chu Yue terus mengikuti Wu Jia.
Melihat Wu Jia yang seorang pelayan, Chu Yue tidak bisa tidak mengingat Qixuan.
Jika Qixuan tidak pernah berpikiran buruk, dan selalu bersyukur. Maka Wu Jia adalah kebalikan nya, setiap hari ia akan memerintah pelayan sesuka hati nya dan menempati kediaman Liang Chen walau ia sudah diperingati pelayan lain nya.
Chu Yue benar-benar kesal terhadap nya, Liang Chen yang sudah memberi nya gelar Bangsawan dengan meminta Ayahnya menjadikan Wu Jia anak angkat nya.
Namun bukan hanya tidak bersyukur, dia juga menyimpan niat jahat untuk Liang Chen.
Setiap hari dia berusaha mengambil hati Ayah Liang Chen dan seluruh pengurus kediaman Keluarga Liang.
Agar ia dapat disebut Nona muda keluarga Liang, dia terus melakukan hal-hal menjijikkan.
Bermuka dua, dan menjilat seseorang di sana-sini.
"Ayah, bagaimana?." Tanya Wu Jia ketika Ayah Liang Chen mendapat surat dari seseorang.
"Semua bahan-bahan sudah terkumpul, Raja Yi juga sudah memanggil teman nya yang seorang Alkemis bumi level 5. Seharusnya tidak ada masalah." Ucap Liang Jia.
"Dia punya teman seorang Alkemis bumi Level 5, lalu kenapa harus menahan ku." ucap Chu Yue sedikit kesal.
"Lalu bagaimana dengan Nona Liang Chen?." Tanya Wu Jia lagi.
Liang Jia menggeleng pelan, "Tidak ada kabar."
Wu Jia menunduk dengan sedih namun Chu Yue dapat melihat senyum senang nya.
"Jika bahan nya sudah terkumpul, maka Liang Chen seharusnya sudah kembali bukan." Ucap Chu Yue kemudian terbang pergi keluar mencari keberadaan Liang Chen.
Ia mencari ke gunung tempat tinggal penatua ketiga, namun tampak nya ia tak ada. Ia lalu mengingat tentang Raja Yi dan bergegas pergi ke kediaman nya.
Di sana Chu Yue dapat melihat beberapa orang berpakaian hitam dan Raja Yi sedang menatap Liang Chen yang sedang tertidur.
Chu Yue menebak bahwa Liang Chen terluka karena mencari bahan obat racun Gu.
"Jangan katakan pada siapapun tentang keadaan nya." Perintah Raja Yi.
"Lalu bagaimana dengan Tuan Liang?."
"Dengan temperamen nya ia pasti akan membenci Pangeran Qing karena secara tidak langsung ia menyebabkan Chenchen tak sadarkan diri. Katakan saja, Liang Chen mengasingkan diri, setelah dia menembus Raja bela diri dia akan keluar dari pengasingan nya." Ucap Raja Yi.
"Baik. Namun Yang Mulia, Wu Jia itu semakin hari dia terus bertingkah. Dia ingin merebut hati semua orang dan menggantikan Nona Liang Chen." Lapor Prajurit itu dengan sedikit kesal, kemudian melanjutkan, "Seluruh kediaman sudah berpihak pada nya, bahkan kediaman Nona Liang Chen pun kini sedang digunakan nya."
"Lalu bagaimana dengan Menara Langit?."
"Menara Langit selalu setia dengan Keturunan Liang, dia hanya pelayan dan tidak pantas menjadi Nona muda kami." Jawab nya.
Raja Yi mengangguk paham, "Liang Chen dan Tuan Liang hanya akan mengabaikan nya, biarkan dia asalkan Menara Langit tetap berpihak pada Liang chen."
"Baik, Yang Mulia."