
"Apa ada lagi dari kalian yang punya mutiara malam?." Tanya Xue Yang.
Dengan segera Shu Min Yue mendekat ke Xue Yang, ia merogoh kantong nya kemudian memberikan beberapa butir mutiara malam.
"Setidak nya ini cukup untuk menerangi gua ini." Ucap Xue Yang kemudian ia menerbangkan Mutiara malam itu, seketika Gua dipenuhi oleh cahaya.
"Kakak Xue, Kakak Zhi Shu seperti nya diracuni." Ucap Guang Zhao dengan panik ketika melihat Zhi Shu yang terduduk dengan tubuh menggigil dan bibir biru.
Dengan segera mereka menghampiri Zhi Shu dan memeriksa keadaan nya.
"Tuan muda beberapa orang disini juga seperti itu." Ucap Zhirou yang memeriksa keadaan masyarakat desa yang berhasil mereka bawa ke gua.
Xue Yang memperhatikan tubuh Zhi Shu dan menemukan Luka cakaran di bahu nya.
"Seperti nya Monster itu juga beracun." Xue Yang kemudian berdiri, "Siapapun yang terkena cakaran pisahkan mereka, kita akan menyelamatkan mereka semampu kita."
"Baik."
....
Xue Yang berdiri di pintu keluar gua, Gua sudah ditutupi pembatas. Namun para monster itu tetap berusaha masuk dan menyerang pembatas.
"Xue Yang pembatas ini, berapa lama akan bertahan?." Tanya Zhan Feng yang tiba-tiba berada di samping Xue Yang.
"3 jam, setelah itu kita akan berusaha memusnahkan mereka. Namun..."
Zhan Feng mengangguk mengerti, "Aku tidak tau apa itu karena didekat Hutan terlarang, tapi monster itu lebih kuat dari yang biasa nya ditambah jumlah nya, jika ada Yue ying mungkin ada cara."
"Jika tidak ada Putri Langit ini mungkin Monster itu sudah musnah sekarang." Ucap Lu Tao yang berada didalam Gua dengan suara yang keras.
Zhan Feng dan Xue Yang berbalik mendengar ucapan itu sedangkan Zhirou yang sedang dibicarakan hanya melirik singkat Lu Tao dan lanjut mengobati orang yang terluka.
"Lu Tao apa maksudmu? Apa menurutmu hanya Yue Ying yang mampu mengalahkan monster itu? Lihat di sana, di sana ada Tuan Muda Xue Yang. Yue Ying itu... selain mementingkan ego nya dia tidak akan mementingkan kita." Balas Jia Zhen marah.
"Sudahlah, jangan bertengkar disaat seperti ini." Ucap Zhan Feng melerai.
"Tapi, apa yang dikatakan Jia Zhen benar, jika saja Yue Ying tidak mementingkan ego nya kita tidak akan terjebak disini." ucap Yun Shang pelan.
Guang Zhao yang mendengar Kakak Yue nya disalahkan wajah nya memerah marah, "Apa maksud kalian? Kalian menyalahkan Kakak Yue? Salahkan saja diri kalian sendiri yang tidak mampu dan lemah."
"Anak kecil kau jangan ikut campur." Ucap Jia Zhen.
Zhirou yang telah selesai mengobati segera menghampiri mereka dan membungkuk, "Maaf jika aku menyebabkan Yue Ying pergi."
"Putri Shu, ini bukan salahmu." Jia Zhen berucap dengan pelan kemudian menunjuk orang-orang yang sakit, "Beruntung karena kau punya penangkal racun, mereka masih bisa diselamatkan."
"Itu kewajiban ku menolong orang-orang."
"Lihat-lihat dia begitu murah hati, tidak seperti Yue Ying itu." Ucap Jia Zhen lagi.
Chang Yi menatap Jia Zhen dengan jijik, "Apa Yue Ying tidak murah hati? Baju yang kalian pakai, penginapan yang kalian tinggali, makanan yang kalian makan, jika bukan uang Yue Ying lalu itu uang siapa?."
"Lalu apa? Jika bukan karena aku lupa membawa uang aku juga tidak akan menggunakan uang nya. Lagipula dia Kaya, dia tidak kekurangan uang sama sekali. Ditambah dia mendapatkan pil yang dijual dari guru nya, dia tidak punya usaha apa-apa." Jia Zhen menjelek,-jelek kan Chu Yue lagi dan lagi.
Guang Zhao dipenuhi amarah, tangan nya terkepal kuat dan ia langsung memukul Jia Zhen hingga ia jatuh.
"GUANG ZHAO."
"Guang Zhao apa yang kau lakukan." Tegur Zhan Feng.
Guang Zhao menunjuk Jia Zhen, "Mulut nya terlalu kotor, aku hanya membantu nya menutup mulut."
"Dia mengirim monster itu untuk membunuh Putri Shu dan juga kita karena melindungi nya ditambah Tuan Xue Yang yang ditugaskan untuk membunuh nya juga, dia mengirim monster itu untuk kita. Membunuh dua burung dengan satu batu, itu pasti ide nya." Lanjut nya lagi menuduh Chu Yue.
"Jia Zhen hentikan omong kosong mu itu, jika bukan karena Yue Ying apa kau pikir kau masih bisa membuka mulut." Tegur Xue Yang dengan wajah dingin.
"Xue Yang, kau membela nya?."
"Maafkan aku tapi bukankah Nona Yue hanya Prajurit bela diri tinggi, kalian tidak perlu seperti itu hanya karena dia meninggalkan kalian kan." Ucap Min Yue.
"Tuan Xue, pembatas nya seperti nya akan hancur." Ucap Shu Yan menunjuk kearah luar.
"Ada seseorang yang membantu monster itu merusak nya, kalian segera kumpulkan orang-orang itu dan lindungi mereka." perintah Xue Yang kemudian bersama Zhan Feng, Yun Shang berusaha menghalangi mereka masuk.
"Semua nya merapat, dan tolong tenang." Ucap Chang Yi mengumpulkan mereka.
"Bagaimana kami bisa tenang, Monster itu sudah masuk."
"Benar, kalian pendekar harus nya bisa mengalahkan mereka."
"Tuan tolong selamatkan kami."
"Lindungi kami tuan."
"Ini...ini pasti Yue Ying itu." Tuduh Jia Zhen lagi.
"Jia Zhen ada apa denganmu? Kenapa kau terus menuduhnya?." Ucap Lu Tao tak mengerti akan sikap Jia Zhen.
"Jia Zhen berhenti menyalahkan Nona Yue." Tegur Shu Yan.
Jia Zhen melirik Shu Yan tajam, "Benar, seharusnya aku menyalahkan mu. Kau sama sekali tak berguna, kau hanya menjadi beban juga disini."
"Semua nya serang monster itu." Perintah Xue Yang yang saat ini sedang di kerumuni oleh monster.
Dengan segera mereka semua menyerang makhluk itu sedangkan Shu Yan hanya berdiri melihat mereka dan menggenggam erat tangan nya.
"Arkhh." Zhan Feng mengeram keras ketika monster itu mencakar nya.
"Aku tidak bisa bertahan." Teriak Yun Shang mulai kelelahan.
Zhang Feng, Yun Shang, Min Yue dan Jia Zhen terkena cakaran mereka semua melangkah mundur dan meringis kesakitan.
Melihat keadaan yang semakin buruk Shu Yan memasukkan tangan nya kedalam baju nya dan mengambil seruling yang diberikan Chu Yue.
Ia menggenggam erat Seruling itu dan melihat monster itu dengan mata gugup, Shu Yan kau pasti bisa.
Shu Yan perlahan meniup Seruling nya dan menutup mata nya, suara musik mulai terdengar.
"Shu Yan apa kau memainkan musik kematian? Apa guna nya kau memainkan itu, hentikan." Ucap Jia Zhen meremehkan sambil menahan rasa sakit nya.
"Para monster itu kesakitan." tunjuk Min Yue.
Para monster itu berhenti menyerang mereka memegangi telinga nya dan melangkah mundur.
"Shu Yan bagus, terus mainkan." Ucap Xue Yang.
Shu Yan terus meniup seruling nya hingga para monster itu mundur keluar gua, namun tiba-tiba ia menghentikan permainan seruling nya.
Ia lupa nada nya!!!