The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Siapa yang akan menghukum siapa?



Chu Yue memberikan ketiga Pil itu pada Pria tua itu.


"Di pil itu ada garis hitam yang kuberikan sebagai tanda bahwa itu milikku." Ucap Chu Yue.


Pria tua itu menatap Pil itu dan memeriksa nya.


"Kemurnian 100%." ucap Pria tua itu terkejut kemudian melirik murid nya.


"Kau An Shi, aku akan meminta penjelasan mu nanti." Pria tua itu menunjuk murid nya dengan geram.


Ia kemudian menatap Chu Yue, "Nona muda, maaf telah salah paham padamu."


"Jika aku boleh tau, Siapa Gurumu itu?." Tanya nya terlihat penasaran.


"Tuan Tua, Guruku bukan siapa-siapa. Bahkan jika ku sebutkan kau tidak akan tau." Ucap Chu Yue berbohong.


"Kalau begitu, jika aku boleh tau kau juga seorang Alkemis?." Tanya nya lagi.


Chu Yue mengangguk, "Aku hanya Alkemis pemula."


"Kau berada pada tingkat Jenderal bela diri menengah, kau hebat. Apa kau mau masuk ke Sekte Ming?." Tawar Tuan tua itu dengan nada berharap.


"Terima kasih atas tawaran tuan tua, tapi Aku sudah masuk ke Sekte Lain." Tolak Chu Yue selembut mungkin.


Tuan Tua itu merasa kecewa namun ia tetap tersenyum, "Maka ini belum keberuntungan Sekte Ming."


"Maaf menyela tapi Tuan Chang, Sebelum nya seseorang dari kamar ini membeli Cambuk nya bukan?." Tanya Manager Hong.


Chang Yi mengangguk kemudian menunjuk Chu Yue, "Nona itu yang memenangkan Cambuk itu."


"Kalau begitu..." Manager Hong mengambil cambuk itu dari pelayan nya dan memberikan pada Chu Yue.


"Uang nya tolong potong dari hasil lelang tadi manager." Ucap Chu Yue.


"Baik."


Tuan Tua yang melihat Chu Yue membeli Cambuk itu menatap Chu Yue terkejut, "Cambuk ini memiliki aura kuat nona,  jika kau tidak bisa menggunakan nya maka itu hanya akan membawa bencana."


Chu Yue mengelus pelan cambuk itu dan membalas, "Aku bisa mengatasi nya. Lagi pula dia membawa bencana atau bukan, harus dibuktikan terlebih dahulu Tuan Tua."


"Karena kau berkata seperti itu, maka aku tidak bisa melarang mu. Nona siapa namamu?."


Chu Yue membungkukkan badan nya, "Namaku Yue Ying."


"Yue Ying, Apa kau punya pil lagi? Jika ada aku ingin membeli nya dan menelitinya lagi."  Tanya Tuan tua itu.


Chu Yue mengangguk dan mengeluarkan Pil nya, "Aku punya pil roh kuning lain disini."


Tuan tua itu segera mengambil uang nya dan memberikan pada Chu Yue, "Aku membeli nya sesuai dengan harga Pil itu, ini 1.500 koin emas untuk mu."


Chu Yue mengerutkan alis nya, "Jika aku tidak salah, Pil Roh kuning ku terjual hanya 1.200 koin emas bukan?."


"Pil mu ini memiliki kemurnian 100%,  jadi aku menambahkan nya." Ucap Tuan tua itu.


"Karena masalah sudah selesai, maka aku pergi dulu." Tuan Tua itu berbalik pergi dan menepuk murid nya kesal.


"Manager Hong." Panggil Chu Yue.


"Terima kasih manager. Tapi apakah aku bisa menjual pil lagi? Kau bisa membayar nya setengah harga terlebih dahulu, aku akan mengambil sisa nya jika aku kembali. Bagaimana?."


Manager Hong segera tersenyum senang, "Tentu, tentu saja. Mari kita bicarakan di ruangan ku terlebih dahulu."


Chu Yue mengangguk, ia kemudian melempar sekantong uang pada Chang Yi, "Kau bisa pergi terlebih dahulu, dan beli bekal atau pun perlengkapan untuk semua nya. Ouh iya, Belikan aku baju juga."


..._&_&_...


"ITU MEREKA."


Chang Yi, Lu Tao dan Guang Zhao terkejut, ketika beberapa orang menghadang mereka.


Namun keterkejutan mereka digantikan dengan kekesalan.


"Putri Sombong itu lagi." Ucap Lu Tao.


Lu Li datang dengan Pangeran Murong Zhi Feng, Putra Mahkota, dan beberapa orang dari Sekte Ming.


"Yang Mulia, teman mereka telah mencuri uangku. Dan mereka juga menghinaku, tolong berikan keadilan padaku Yang Mulia." Lu Li berucap dengan Ekspresi sedih.


Membuat siapapun berpikir bahwa Putri ini telah teraniaya.


"Siapa yang mencuri uangmu dan siapa yang menghinamu? Omong kosong." ucap Guang Zhao menunjuk Lu Li dengan kesal.


"Itu... Aku... Memang benar kau tidak menghinaku tapi... Kau menghina Yang Mulia. Itu sama saja dengan menghinaku." Ucap Lu Li yang membuat Guang Zhao bingung.


Guang Zhao menggaruk rambut nya dan mengernyitkan alis nya bingung.


"Tuan Putri sangat pandai berbohong, tidak salah jika bahkan Yang Mulia sering dibohongi." ucap Chang Yi.


Putri Lu Li tidak membalas dan menangis, "Aku tau aku tidak sebaik Putri Lu Yi tapi aku bukan pembohong. Memang benar kau mencuri uang ku, jika Yang Mulia tidak percaya geledah saja dia."


"Mereka pencuri dan tidak mengakui nya, tangkap saja mereka."


"Benar, memalukan."


"Hanya pandai melukai seorang wanita."


"Anak kecil itu bahkan tidak tau sopan santun."


"Siapa yang pencuri?." Ucap Tuan Tua yang baru saja datang bersama dengan murid nya.


Beberapa orang Murid Sekte Ming yang berada di sana segera memberi hormat, namun langsung dihentikan oleh Tuan Tua.


"Putra mahkota Zhu Ting, aku mengenal ke tiga orang ini, dan mereka tidak seperti yang Putri itu katakan." Ucap Tuan Tua itu membela teman Chu Yue.


"Ternyata Putri Lu Li memang seperti yang dirumorkan." Ejek Tuan tua itu membuat Lu Li marah.


"Kau orang tua, kau tidak bisa menilai ku begitu saja. Memang nya kau siapa? Kau hanya orang tua bau dan hanya mengandalkan Sekte mu."


"LU LI." Teriak Zhu Ting marah, "Minta maaf pada nya."


Lu Li tidak mengindahkan ucapan Zhu Ting dan malah bergelayut manja ditangan nya, "Yang Mulia, Yang mulia dia mengejekku. Dia tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kau mengenal Pemimpin Sekte Ming bukan, dia pasti akan menghukum nya kan."


"Siapa yang akan menghukum siapa?"