
Tsing tsing
Chu Yue menajamkan pendengaran nya, dan berjalan kearah suara pertarungan.
Aummm
Suara Harimau terdengar, Chu Yue menebak bahwa yang bertarung adalah Harimau putih nya.
Chu Yue semakin mendekat kearah pertarungan, kini ia melihat seorang pria sedang terpojok dibawah kaki Harimau itu.
Chu Yue hanya melihat nya dengan tenang, saat ini ia ingin tau reaksi apa yang akan diberikan pria itu ketika melihat nya.
Apakah meminta tolong?
Menyuruh nya pergi?
Atau hanya diam?.
Mata pria itu kemudian menatap nya, ia tidak berteriak meminta tolong atau membuat harimau mengalihkan perhatian nya pada diri nya, ia hanya diam dan mengisyaratkan diri nya untuk pergi.
Chu Yue berjalan mendekat kearah nya, wajah pria itu berubah panik, ia berusaha melepaskan diri nya dari harimau itu namun sungguh disayangkan kekuatan nya ditekan oleh Harimau putih.
"Nona Pergi, jangan mendekat." Ucap nya dengan suara serak.
Mendengar pria itu berbicara, Harimau putih itu memalingkan wajah nya kebelakang.
Melihat bahwa Harimau itu menurunkan penjagaan nya pada diri nya, Pria itu dengan segera menendang Harimau Putih dan berlari dengan tertatih-tatih kearah Chu Yue.
"Nona kau harus segera pergi, disini berbahaya." Pria itu mendorong Chu Yue pergi, ia kemudian memegangi dada nya yang berdarah dan segera berlutut karena rasa sakit.
Harimau putih itu mengeram marah dan bersiap menyerang lagi.
"Baise(Putih) kau sangat ganas." Ucap Chu Yue dan mendekat ke harimau putih itu.
"Nona, dia berbahaya. Segera lari." Ucap Pria itu memperingatkan nya lagi.
"Nona.."
Chu Yue mengabaikan Pria itu dan terus mendekat ke Harimau putih, "Baise kau tidak seharusnya kejam padaku juga kan?."
Harimau putih itu menurunkan kepala nya meminta elusan Chu Yue. Chu Yue terkekeh pelan dan mengelus nya, ia kemudian memeluk Harimau Putih itu dengan senang.
"Aku senang kita bertemu lagi Baise."
..._&_&_...
Chu Yue membawa Pria itu ke Gua yang sebelum nya ia tempati, Pria itu pingsan sebelum ia memperkenalkan Baise pada nya.
Chu Yue memberikan banyak Pil pada nya, membuat Tubuh nya yang penuh luka-luka baru segera mengering. Setelah itu ia mendekat ke Harimau Putih dan bersandar ditubuh nya.
"Baise kenapa kekuatan mu menurun?." Tanya Chu Yue dengan nada kasihan.
Harimau putih itu tidak menjawab dan menutup mata nya, tak ingin menjawab pertanyaan Chu Yue.
"Siapa yang menyebabkan kekuatan mu menurun? Baise sebelum nya kau bisa berbicara, namun dengan Kultivasi Jenderal bela diri ini kau mungkin hampir tidak bisa menyelamatkan dirimu kan?." Ucap Chu Yue lagi.
Harimau Putih itu sangat besar, 2 kali atau bahkan 3 kali ukuran dari Harimau biasa. Saat pertama kali melihat nya Chu Yue tau ada luka di tubuh nya, namun itu hanya luka kecil dan tidak banyak.
Namun saat ini... Chu Yue menyentuh luka nya satu persatu. Ada banyak luka ditubuh nya.
Ia kemudian mengirim Harimau putih itu keruang kosong nya, "Baise, kau akan segera pulih di sana."
"Arkhh."
Chu Yue memalingkan wajah nya, dan melihat Pria itu sudah sadar. Dengan segera ia langsung menghampiri nya.
"Kau sudah merasa baik?."
Pria itu memegang kepala nya yang sedikit pusing, ia mendongakkan kepala nya menatap Chu Yue dengan mata menyipit.
"Nona, kau menyelamatkan ku. Terima kasih."
Chu Yue mengangguk kemudian memberikan nya sebuah pil, "Kau akan merasa lebih baik setelah memakan pil itu."
"Nona pil mu ini sangat ajaib." Puji nya dengan takjub.
"Sekali lagi terima kasih."
"Emm Nona, kau berhasil mengalahkan harimau itu?." tanya nya penasaran.
Chu Yue menggeleng, "Dia pergi sendiri."
"Nona seharusnya kau lari ketika melihat harimau itu, beruntung dia pergi dan kau tidak apa-apa." Ucap Pria itu.
Chu Yue terkekeh pelan, "Jika kau berteriak pada ku, maka aku tidak akan menolong mu. Namun kau hanya diam dan memberi peringatan, itu sebab nya akau menolong mu.
"Kenapa begitu." Ucap Pria itu mengerutkan alis nya tak mengerti.
"Jika kau berteriak ke arah ku jelas saja harimau itu pasti akan menjadikan ku sasaran nya juga. Namun tidak, bahkan kau tadi berteriak dan melihatku dengan arah yang berlawanan. Dan itu membuktikan kau baik." Ucap Chu Yue menjelaskan.
"Saat ini ada banyak orang berlaku baik namun sebenar nya munafik. Orang yang benar-benar baik hanya sedikit." Lanjut Chu Yue lagi.
"Kalau begitu ini keberuntungan ku. Oh benar, Nona namaku XiuHuan." Ucap Pria itu memperkenalkan diri.
"Pangeran Kelima Ouyang XiuHuan?." Ucap Chu Yue menebak.
Pria itu mengangguk dengan malu, "Benar."
Chu Yue mengerutkan alis nya, "Kenapa kau disini?."
"Tunangan ku Sun Jingyi saat ini sedang sakit parah, tabib mengatakan bahwa di Hutan terlarang ada tanaman yang dapat menyembuhkan nya. Jadi aku ke hutan ini." Ucap XiuHuan dengan wajah sedih.
Chu Yue terdiam sejenak dan tersenyum kecil. Dia Ouyang XiuHuan, Chu Yue pernah mendengar nama nya.
Di kehidupan sebelum nya karena meminta bantuan pada Kerajaan Ouyang, Chu Yue harus tinggal di Kerajaan Ouyang.
Jika ia tidak salah ingat Sun Jingyi Mantan Ratu saat itu, namun dia menikah dengan Ouyang Jierui bukan XiuHuan. Dikatakan bahwa XiuHuan meninggal di Hutan terlarang.
Jika dipikir lagi, Kalau bukan karena nya XiuHuan ini sudah mati bukan?.
"Kau tau tanaman apa itu?." Tanya Chu Yue.
XiuHuan mengangguk, "Itu Bunga ungu kelopak 9."
Chu Yue menatap XiuHuan dengan tatapan bodoh, "Xiuhuan, Bukankah bunga itu ada di Kerajaan Feng. Kenapa kau harus jauh kesini mencari nya."
"Benarkah?." Ucap nya dengan terkejut.
Seperti nya dia sudah dibodohi, namun..
Chu Yue menatap Xiuhuan menyeluruh, dia ternyata memang bodoh.
"Nona aku belum tau namamu." Ucap nya.
"Yue Ying."
"Nona Yue kenapa kau disini?."
"Aku akan ke kerajaan Liu, melewati hutan ini adalah rute tercepat." Jawab Chu Yue.
"Kau benar, namun disini sangat berbahaya."
"Aku tau. Karena kau sudah pulih kau bisa pergi secepat nya dari sini." Ucap Chu Yue mengusir XiuHuan, dia disini ingin berlatih, dan tidak ingin ada siapapun yang mengganggu nya.
XiuHuan melihat keluar, matahari sudah mulai tergantikan dan sebentar lagi akan malam, "Nona, besok pagi kita pergi bersama saja."
..._&_&_...
"Xue Yang, sebaiknya kita menginap saja dulu. Kerajaan Liu masih jauh, didepan ada sebuah desa. Kita menginap di sana untuk malam ini." Ucap Zhan Feng menyarankan.
"Baik, semua nya kita ke sana." ucap Xue Yang memimpin mereka ke desa itu.
..._&_&_...