The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Kehidupan dan kematian



"Yue'er apa kau sudah menemukan Ulat Sutra Biru itu?." Tanya Raja Yi tiba-tiba.


Chu Yue menggeleng sambil memandang sekitar nya, ia menepuk Raja Yi kemudian menunjuk ke sebuah Gua yang didepan nya ditutupi oleh dedaunan.


Jika tidak teliti maka dia tidak akan tau bahwa ada sebuah Gua didepan nya.


"Aku tidak tau apa rencana Xiao Bai, tapi itu seperti bagian dari ujian ini juga." Ucap Chu Yue dan berlari ke depan Gua itu.


"Ayo kita masuk."


Saat Chu Yue akan masuk kedalam gua, tiba-tiba beberapa orang mendatangi mereka.


Chu Yue mengangkat alis nya, bukankah mereka yang mengikuti ujian ini?.


"Aku tidak tau kalau ada peserta yang cantik."


"Benar, dan juga seperti nya kita tidak pernah melihat mereka bukan?." Ucap teman nya.


"Nona, bolehkah kami tau apa kau juga mengikuti ujian ini?." Tanya seorang Pria dengan pakaian yang ada banyak sobekan, Jelas saat melihat nya sobekan itu seperti nya disengaja. Chu Yue memperhatikan Pria itu sedikit lama dan kemudian mengenali nya namun bukankah di kehidupan sebelum nya dia dikenal sebagai orang bodoh?


Pangeran kesepuluh Murong, Murong Jian Ying terkenal akan kebodohan nya, dan sikap nya yang seperti anak kecil.


Namun, siapa sangka kebodohan itu seperti nya hanya sebuah kedok?


"Kami kesini bukan untuk mengikuti ujian konyol ini." Ucap Raja Yi memandang mereka rendah.


Ia menatap Chu Yue kesal dan menarik nya kedalam Gua, "Cepat temukan dia, lalu ikut aku mencari ulat sutra biru."


"Kita juga masuk mengikuti nya." Ucap Murong Jian Ying.


Tak jauh dari tempat mereka beberapa orang berjalan pelan dengan tubuh penuh luka.


"Petunjuk berakhir disini."


"Seperti nya aku tadi melihat orang yang masuk kedalam tempat itu."


"Apa mungkin itu jalan keluar nya?."


"Mungkin saja, ayo kita segera ke sana."


..._&_&_...


"Tuan Tua Liang kali ini kau datang apakah hanya membantu kami menyelesaikan monster itu?." Tanya Ketua Song dengan sebuah maksud.


Penatua ketiga mengangguk, "Tentu saja, memang nya apa lagi."


"Tuan Tua apa kau tidak ingin murid? Ada banyak pemuda berbakat, yang tidak kalah dari daratan atas." Ucap Penatua Jiang.


"Benar, Penatua Liang bakat pemuda disini juga sangat bagus." Tambah Penatua Xu.


Penatua Mu mengangguk setuju, "Mereka yang berhasil kembali kali ini juga merupakan bakat bagus. Ku dengar Tuan Tua juga belum memiliki murid pribadi bukan? Ini kesempatan yang bagus."


Penatua Ketiga/Tuan Tua/Penatua Liang mendengus keras, "Aku sudah memiliki murid dan bakat nya aku yakin tidak ada seorang pun yang menandingi nya. Kalian jangan mengatakan hal yang tidak berguna lagi."


"Baiklah baik, namun Tuan Tua aku punya seorang murid, apa kau bisa membawa nya ke sana?." Tanya Ketua Song.


Penatua ketiga menggeleng dan menatap Ketua Song tajam, "Apa menurutmu Daratan atas adalah tempat dimana seseorang bisa masuk dengan mudah?."


Ketua Song meneguk saliva nya dan tersenyum tawar.


"Lalu bagaimana dengan Pelayan? Penatua Ketiga apa kau ingin seorang pelayan?." Tanya Penatua Mu.


Penatua ketiga diam, ia mengelus janggut nya pelan, "Murid ku mungkin butuh seorang pelayan, baiklah aku akan mencari seorang pelayan. Jika kau punya seseorang yang bagus beritahu padaku."


..._&_&_ ...


"Kematian dan kehidupan apa yang akan kau pilih?." tanya teman yang bersama Jian Ying.


"Yue'er kita akan masuk kemana?." Tanya Raja Yi.


Chu Yue menunjuk ke jalan 'Kehidupan', "Karena kematian selalu mengejar ku maka aku menginginkan kehidupan."


"Baiklah."


Raja Yi dan Chu Yue berjalan ke jalan 'Kehidupan' meninggalkan Jian Ying dan teman-teman nya memilih jalan.


"Yan Ji, apa kita ke jalan itu juga?."


Murong Jian Ying menggeleng, "Jalan 'Kematian' kita harus ke sana."


"Kenapa? Bukankah wanita itu tadi ke sana?." Tunjuk teman nya pada jalan yang dilewati Chu Yue.


"Jika kau ingin lolos maka kau harus melewati jalan kematian. Kau harus nya tau bahwa Nona itu menginginkan pasukan yang siap mati. Jika kau memilih kehidupan maka dia tidak akan menerimamu." Ucap Murong Jian Ying.


Teman nya mengangguk paham, "Baiklah kita ke sana."


.......


Chu Yue dan Raja Yi berjalan dengan tenang, namun tiba-tiba jalan biasa berubah seketika, kaki mereka tampak seperti memijak awan dan juga pemandangan didepan mereka seperti langit dalam gelapnya malam.


"Akhir nya kau disini."


"Kau siapa?." Raja Yi bertanya dengan dingin, ia menggertakkan gigi nya terlihat marah.


"Hao'er apa kau melupakanku?."


Raja Yi terdiam dan mencoba mengingat suara itu. Mata nya terbuka lebar ketika ia berhasil mengingat nya.


"Raja Yi ada apa?."


Raja Yi menggeleng pelan, "Tidak apa-apa."


"Raja Yi? Hao'er kau menggantikan tempatku?."


Suara itu bertanya dengan nada marah namun kemudian ia tertawa.


"Dan suara itu? Liang Chen... Hao'er Apa kau bersama Xiao Chen?."


"Kau... kau... Bukankah kau sudah mati? Tidak tapi, bagaimana kau bisa disini?." Raja Yi yang biasa nya tenang kini panik, bulir-bulir keringat mulai jatuh dari dahi nya.


Ia mengelilingi tempat itu, seakan mencari sesuatu.


"Hao'er kenapa kau panik? Aku akan kembali harus nya kau senang bukan?.'


Raja Yi menggeleng ia kemudian mengeluarkan energi inti nya dan menyerang ke sembarang arah.


"Raja Yi apa yang kau lakukan, hentikan. Hentikan sekarang juga." Chu Yue memegang tangan Raja Yi dan menyentak nya kebawah.


Raja Yi menghentikan Energi Qi nya keluar, ia menatap Chu Yue dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Yue'er tolong jangan tinggalkan aku."


Chu Yue mengerutkan alis nya dan menepuk pundak Raja Yi, "Kau kenapa?."


Setelah Chu Yue menepuk Pundak nya, Raja Yi tersadar dan tempat itu kembali seperti semula.


"Raja Yi, apa yang terjadi padamu?." Tanya Chu Yue lagi.


Raja Yi menggeleng cepat, "Tidak ada apa-apa, ayo kita jalan."


....


"Hanya jalan biasa, dan ini diluar Hutan buas bukan? Yue'er apa ini ujian yang kau maksud?." Ucap Raja Yi tak habis pikir dengan ujian yang diberikan.


"Kau tau bukan ini jalan kehidupan?."


Raja Yi mengangguk, "Tentu saja."


Chu Yue mengangkat dagu nya menunjuk ke depan, "Lihat didepan mu lagi."


Raja Yi menatap lagi ke depan kini yang tadi nya hutan berubah menjadi sebuah istana.


"Ini? Istana Bulan merah?." Ucap Raja Yi pelan.


"Jalan kehidupan, itu berarti ujian mu adalah menjalani sebuah kehidupan namun bukan yang penuh kebahagiaan tapi dengan rintangan dan tipu daya. Yang muncul didepan setiap orang akan berbeda-beda, mereka berpikir kalau mereka menjalani kehidupan yang seperti biasa nya." Chu Yue mengangkat tangan nya dan menggeser tangan nya ke kiri, kini didepan mereka bukan sebuah istana lagi namun sebuah Kota.


"Aku ingin mencari orang yang cerdas, jujur, setia dan tidak serakah. Dan disinilah ujian nya, kehidupan mereka. Aku ingin tau sifat asli mereka dalam kehidupan mereka sendiri."


"Lalu bagaimana dengan jalan kematian?." Tanya Raja Yi.


Chu Yue tersenyum, "Jika mereka memilih Jalan kematian maka itu berarti mereka benar-benar siap menjadi pasukan ku."


"Dan menurutmu Zhan Feng akan memilih jalan yang mana?." Tanya Raja Yi sedikit kesal.


Chu Yue menepuk dahi nya pelan, "Dia pasti ke jalan kematian."


"Yue'er kita kesini mencari Zhan Feng itu bukan." Ucap Raja Yi.


"Ouh benar, aku lupa."


..._&_&_...


...HAPPY NEW YEARšŸ„³šŸŽ‡...


Terima kasih sudah menjadi pembaca sampai sejauh ini.


Dan terima kasih yang sudah mendukung Novel ini dari awal novel ini terbit hingga hari ini.


Semoga di tahun 2022 tulisan ku semakin baik, dan juga kehidupan kalian akan dipenuhi kebahagiaan.


Say Bye 2021


Say Hi 2022


I Love You All


WĒ’ Ć i nǐmen


...XÄŖNNIƁN KUƀILƈ...