
"Yue'er kau bertambah kurus. Apa kau tidak makan dengan benar?."
"Yue'er kita bertambah Cantik. Siapapun yang menjadi suaminya pasti akan sangat beruntung."
"Yue'er masih kecil, jangan bicarakan pernikahan ayahanda." Suara dari luar membuat mereka menoleh.
Putra mahkota Liu Zhan datang dengan senyum lebar nya dan langsung memberi hormat.
"Ayah sebaiknya jangan bicarakan tentang Suami untuk Yue'er, aku bahkan belum punya seorang pendamping."
"Kakak, Bukankah kau tinggal melamar A'Jian?." Tanya Chu Yue.
"Yue'er apa maksudmu?." Liu Zhan bertanya dengan nada marah.
Chu Yue terdiam kaku melihat pemandangan didepan nya, "Ayahanda, Ibunda, Kakak."
"Chu Yue kenapa kau disitu, Ayo ke sini." Liu Zhan memandang Chu Yue dengan penuh senyuman.
Chu Yue melangkahkan kaki nya pelan, "Kakak."
Namun kemudian pemandangan didepan nya berubah, Kini Ayah, Ibu dan Kakak nya menatap nya dengan mata dan tubuh berlumuran darah.
"Yue'er aku memanjakan mu, namun kau membunuh kami."
"Ayah.. Aku minta maaf."
"Yue'er, ibunda menyayangi namun kau melakukan ini sebagai balasan nya."
"Ibunda aku tidak pernah ingin ini." Chu Yue mulai menangis.
"Yue'er kau adikku, kenapa kau membunuh ku?."
"Kakak tidak, aku tidak melakukan nya, aku tidak melakukan nya." Ucap Chu Yue sambil menangis keras.
"Kau membunuh kami."
"Kau anak pembawa sial.
"Adik tidak tau diuntung."
"Kau pembunuh."
"Kau iblis."
"Kau pantas mati."
Chu Yue menggelengkan kepala nya keras, "Tidak, aku tidak. Ayahanda, Ibunda, Kakak. Aku tidak melakukan nya."
"Kakak percayalah."
"KAKAK." Chu Yue berteriak dan terbangun dari tidur nya.
Sontak hal itu juga membuat Zhang Bingjie dan yang lain nya terbangun.
Zhang Bingjie menatap Chu Yue kemudian beranjak berdiri menghampirinya, "Yue Ying, apa yang terjadi?."
Chu Yue diam, dia menatap Zhang Bingjie dengan takut lalu memeluk nya, "Kakak aku minta maaf, sungguh. Aku tidak ingin kalian mati, ini bukan keinginan ku."
Chu Yue kemudian melepaskan pelukan nya dan menatap Zhang Bijie lagi, "Kakak, jika aku tau akan jadi seperti ini. Aku tidak akan..."
Chu Yue menggeleng-gelengkan kepala nya putus asa, "Aku tidak akan hidup lagi, aku tidak ingin balas dendam itu lagi. Aku..."
"Aku lebih baik mati seperti itu saja."
"Yue Ying, ini aku Zhang Bingjie."
"Tidak kau kakakku." Ucap Chu Yue tak terima.
"Baiklah Yue Ying aku kakakmu." Ucap Zhang Bijie dan memeluk Chu Yue.
"Aku kakakmu."
Ia menepuk pundak Chu Yue pelan, hingga Chu Yue tenang dan tertidur kembali.
"Tuan, apa kau akan membiarkan nya–"
Zhang Bijie mengangkat tangan nya memotong ucapan Jia Li, ia menatap Chu Yu sendu, "Kehidupan Putri Yang mulia yang penuh kebahagiaan menjadi hina dan penuh penderitaan. Kasihan sekali."
"Dengarkan perintahku." Ucap Zhang Bingjie dan membuat pelayan dan pengawal nya berlutut.
"Nona Yue Ying akan menjadi Nona muda Menara pembunuhan, Jangan biarkan siapapun menyakiti nya, dan besok teruskan perintah ini ke Menara. Jika tidak kalian akan menerima hukuman."
"Tuan muda ini..." Salah seorang pengawal tampak sedikit keberatan.
"Tuan muda, dia hanya Putri tercela itu. Dia tidak pantas menjadi Nona muda kami." Seorang Pelayan wanita membantah perintah Zhang Bingjie dan menatap Chu Yue dengan penghinaan.
Tanpa membalas satu katapun, Zhang Bingjie langsung membunuh wanita itu dengan satu tebasan.
Tidak ada yang berani lagi membantah, dengan terpaksa mereka mengangguk dan menerima perintah itu, "Baik Tuan."
_&_&_
"Kakak aku lapar." Ucap seorang pengemis kecil, yah itu Guang Zhao yang menyamar lagi.
Dan yang berada didepan nya adalah Murid Sekte Tanshe Jian dengan Liu Mei yang menjadi pemimpin nya.
"Kau ingin makan?." tanya Liu Mei dengan rendah hati.
Guang Zhao mengangguk.
"Qi'er belikan anak ini makanan."
"Kakak Mei, Dia anak yang kemarin kau berikan uang, seharusnya uang itu cukup untuk membeli makanan 1 bulan." Ucap Sang Qi menunjuk Guang Zhao.
Guang Zhao mengangkat kepala nya, menatap Liu Mei terkejut dan menepuk pelan kening nya.
"Anak kecil... Kemana uangmu itu?." Tanya Liu Mei mengintimidasi.
Guang Zhao menelan saliva nya dan berpikir sejenak, "Aaa itu ada 2 orang pria yang mengambil uang ku dan mereka juga yang menyuruhku mengemis."
"Kau jujur?."
Guang Zhao mengangguk.
"Dimana dia?."
"Aku akan menunjukkan tempat nya pada kalian." Ucap Guang Zhao dan berjalan ke arah Gang dimana Jia Zhen dan Lu Tao menunggu sebelum nya.
Guang Zhao terkikik pelan, Kakak Lu, Kakak Zhen jangan salahkan aku untuk ini.
"Guang Zhao, kau sudah mendapatkan nya?." Tanya Jia Zhen semangat.
Guang Zhao menundukkan kepala nya dan menggeleng pelan, hal itu membuat Jia Zhen dan Lu Tao kecewa.
Namun kemudian Guang Zhao mengangkat kepala nya dan tersenyum.
Jia Zhen yang melihat senyuman itu langsung menepuk pundak Guang Zhao, "Kau bercanda ternyata."
"Xiao Zhao mana uang nya." Lu Tao mengulurkan tangan nya meminta.
"Kau ingin uang?."
Sekelompok Murid Tanshe Jian masuk kedalam gang itu dan menatap Jia Zhen serta Lu Tao dengan jijik.
"Kalian mengambil uang dari anak kecil? Apa kalian tidak malu?." Tanya Liu Mei.
"Dasar tidak tau malu. Kakak Mei berikan mereka pelajaran." Ucap Sang Qi memanasi.
"Tentu saja."
"Kau Guang Zhao." Jia Zhen menatap Guang Zhao dengan penuh kekesalan.
Jia Zhen dan Lu Tao yang sadar bahwa mereka di kerjai oleh Guang Zhao bersiap melarikan diri.
Namun sebelum mereka lari, Guang Zhao terlebih dahulu memukul mereka berdua dengan kuat dan kabur sambil tertawa.
"Kakak Mei dia mengerjai kita." tunjuk Sang Qi pada Guang Zhao.
"Kejar anak itu." Perintah Liu Mei.
Guang Zhao yang menyadari bahwa ia dikejar semakin membuat keributan dengan mengacaukan dagangan yang berada dipinggir jalan.
Sontak hal itu membuat ia dikejar oleh lebih banyak orang.
"Anak kecil nakal."
"Berhenti."
"Anak nakal berhenti."
"Kau anak kecil, cepat berhenti. Atau kami akan memukulmu."
Guang Zhao terus berlari dan tertawa ia tidak mengindahkan ancaman itu.
Ia malah berbalik mengejek mereka dan berlari mundur.
Bukk
Ia menabrak sesuatu yang membuat nya terdiam dan tersenyum kaku.
"Guang Zhao, ku lihat kau semakin nakal saja."