The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Cambuk berdarah



"Tidak ada yang menarik." Ucap Zhan Feng merasa bosan.


"Pil Yue ying kapan akan dilelang?." Tanya Guang Zhao.


Chang Yi tertawa pelan dan mengipasi diri nya, "Terakhir. Pil roh itu termasuk pil yang sulit ditemukan, Master Alkemis juga jarang ditemukan, bukankah di berbagai sekte yang memiliki Master Alkemis hanya 3. Sekte Ming, Sekte Honglingjin dan juga Sekte Tian Long."


"Jika Pil Roh kuning sekarang ada disini, itu pasti akan menimbulkan keributan." lanjut nya lagi yang membuat Chu Yue terkejut.


"Chang Yi kenapa kau tidak mengatakan nya padaku?." tanya Chu Yue sedikit kesal.


"Aku kira kau sudah tau." ucap Chang Yi.


Chu Yue berdecak kesal, ia kemudian merasakan sebuah aura kuat dari bawah.


Di panggung, sudah terpajang sebuah cambuk dengan aura hitam yang dipancarkan.


"Apa dari kalian ada yang menggunakan cambuk sebagai senjata?." Tanya Chu Yue.


Zhi Shu menunjuk Yun Shang, "Ku kira Yun Shang menggunakan cambuk. Aku melihat cambuk dikamar nya."


Yun Shang yang ditunjuk mengangguk, "Kau tertarik pada cambuk itu Yue Ying?."


Chu Yue tersenyum simpul dan mengangguk, "Cambuk itu bagus, kau tidak mau Yun Shang?."


Yun Shang melihat cambuk itu kemudian menggeleng, "Aura nya sangat kuat, aku takut tidak bisa mengendalikan nya."


"Itu Cambuk berdarah." Ucap Chang Yi tiba-tiba.


"Ku dengar cambuk itu ditemukan di Hutan buas, dan tidak diketahui siapa pemilik nya. Sekte Ming yang membawa nya kesini karena mereka tidak bisa mengendalikan nya." Ucap Chang Yi lagi.


Lu Tao mengernyitkan dahi nya sambil menatap Cambuk yang berada dibawah, "Mereka tidak bisa mengendalikan nya, namun mereka tetap melelang nya. Bukankah itu hanya akan membawa bencana?."


"500 koin perak." Ucap Chu Yue dari atas.


"700 koin perak." ucap seseorang dari lantai bawah.


Chu Yue melihat orang itu yang tak lain adalah Lu Li.


"Untuk apa Putri Lu Li membeli cambuk itu?." Tanya Guang Zhao.


"Hei anak kecil, kau tidak tahu bahwa dia sering menggunakan cambuk untuk menghukum pelayan nya. Dia sangat kejam." Ucap Jia Zhen bergidik ngeri.


"100 koin emas." Chu Yue menaikkan harga lagi.


"120 koin emas." Lu Li menaikkan harga lagi, ia berucap sedikit kesal ketika ada orang lain yang juga menginginkan cambuk itu.


"500 koin emas."


"550 koin emas."


"Chu Yue kau..." Zhan Feng menatap Chu Yue dengan tidak percaya, "Cambuk itu berbahaya."


"700 koin emas." Teriak Chu Yue lagi.


"Semakin berbahaya maka semakin bagus." Ucap Chu Yue pada Zhan Feng.


Tidak ada suara dari lantai bawah, seperti nya Putri Lu Li sudah menyerah pada cambuk itu.


"700 koin emas, apa tidak ada lagi? 700 koin emas 1, 700 koin emas 2, 700 koin emas 3."


"Terjual."


"Untuk penutupan hari ini..." Pembawa acara itu berucap dengan pelan, dan membuat semua orang penasaran.


"Kami mempunyai 2 pil biru dan 1 pil roh kuning."


"Kalian tidak akan mendapat kesempatan lagi lain kali jika tidak sekarang, pil roh kuning sangat langka."


Chu Yue tidak tertarik lagi pada pelelangan, ia kemudian melihat ke arah Shu Yan.


Tatapan nya kosong dan ekspresi wajah nya dingin.


..._&_&_...


"Jadi apa sore ini kita langsung pergi?.


"Lebih cepat lebih baik." Ucap Zhan Feng.


Ia kemudian menambahkan, "Sebagian lebih baik kembali ke penginapan, sebagian nya lagi harus membeli bekal untuk perjalanan."


"Apa kita akan berjalan kaki?." Tanya Guang Zhao dengan wajah lelah..


Zhan Feng menatap Guang Zhao meremehkan, "Jika kau punya uang, kau bisa membeli kuda."


"Yun Shang, Zhi Shu, Jin Zhan kalian akan kembali bersamaku ke penginapan dan mengemas barang-barang." Ucap Zhan Feng yang langsung diangguki mereka bertiga.


"Kalian disini menemani Chu Yue menerima uang nya, kami pergi dulu." ucap Zhan Feng pada 3 orang lain nya kemudian pergi.


Setelah ke 4 orang itu pergi, Guang Zhao berjalan ke arah Chu Yue dan mengamati wajah nya, "Yue Ying, kenapa kau menutup wajahmu?." Tanya Guang Zhao yang terlihat penasaran.


"Xiao Zhao, tidak baik bertanya seperti itu." Ucap Lu Tao menegur.


Chu Yue memegang cadar nya dan tersenyum, "Aku punya luka."


"Maaf."


Chu Yue mengelus pelan kepala Guang Zhao dan mencubit pipi nya, "Kau sangat menggemaskan Xiao Zhao."


Tok tok


Seorang Pria paruh baya masuk dengan seorang pelayan dibelakang nya.


"Manager Hong." Sapa Chang Yi pada seorang Pria tua.


"Tuan muda, maaf sebelum nya. Kami harus memastikan terlebih dahulu apakah Pil itu milik tuan muda atau milik orang lain" tanya Manajer Hong dengan curiga.


"Pil itu bukan milikku." Ucap Chang Yi kemudian menunjuk Chu Yue, "Itu milik temanku."


"Ouh Pil itu milikmu nona muda?." Tanya nya beralih pada Chu Yue.


Chu Yue mengangguk dan bertanya, "Apa ada masalah?."


"Begini nona, seseorang mengaku bahwa Pil yang nona jual itu milik nya." Ucap Manager Hong.


Chu Yue mengernyitkan alis nya, "Pil itu diberikan oleh guruku, bagaimana mungkin bisa ada orang lain?."


"Jadi gurumu itu darimana nona?." Tanya seorang Pria tua yang datang bersama Pria muda dibelakang nya.


"Guruku tinggal di pegunungan, tidak tertarik pada hal-hal duniawi. Tuan bertanya ada hal apa?." tanya Chu Yue.


"Murid ku kehilangan Pil nya, dia bilang bahwa dia berhasil membuat Pil Roh kuning tapi sekarang pil nya hilang." Ucap Pria tua itu.


"Lalu apakah Tuan tua menuduh saya?."


"Lalu jika bukan nona lalu siapa?."


Chu Yue menghela nafas pelan, "Tuan Tua, bagaimana kau bisa membuktikan bahwa Pil itu milik murid mu?."


"An Shi, katakan." Ucap Pria tua itu pada murid nya.


"Pil itu milikku, bagaimana bisa ada orang lain yang memiliki nya disini?." ucap nya sombong pada Chu Yue.


Chu Yue berdecih pelan, "Kau tidak bisa membuktikan nya. Maka aku akan bertanya padamu, berapa tingkat kemurnian pil itu?."


An Shi berucap dengan gagap, "70%, kalau tidak salah 70%."


"Tuan tua, kau master Alkemis bukan? Maka kau pasti bisa menilai Pil ku." Ucap Chu Yue pada pria tua itu kemudian ia melirik manajer Hong, "Manager, dimana pil ku?."


"Ouh ini." Manager Hong mengambil pil itu dari pelayan nya dan memberikan pil itu pada Chu Yue.


"Kalian juga mengaku bahwa pil biru itu milik kalian kan? Maka lihatlah sendiri pil ini."