
....
Chu Yue dan Raja Yi terus berjalan kearah barat, namun bukan nya mendapati Zhan Feng mereka malah berada di dekat sarang Serigala.
"Mereka mengerjai kita Yue'er."
Chu Yue tersenyum miring, "Aku tau."
"Lalu kenapa kau terus berjalan ketempat ini?." Tanya Raja Yi dengan alis terangkat.
"Kau juga tau kita ke sarang serigala, namun kau diam saja."
"Hewan itu tidak ada apa-apa nya bagiku." Jawab Raja Yi menyombongkan diri.
Chu Yue hanya menganggukinya lalu mengeluarkan sebuah Pil. Melihat hal itu mau tak mau Raja Yi mengerutkan alis nya, "Apa yang akan kau lakukan?."
"Menurutmu?." Ucap Chu Yue.
Raja Yi menatap pil di tangan Chu Yue kemudian melihat kearah serigala yang kini mendekati mereka, "Kau ingin menangkap serigala?."
"Tidak." Chu Yue menggeleng, ia kemudian berucap kepada serigala itu, "Jika kalian ingin menjadi bawahan ku, Pil ini aku akan memberikan nya setiap bulan."
"Kau ingin membuat pasukan hewan?." Tebak Raja Yi.
Chu Yue tak menanggapi Raja Yi, ia menunggu jawaban dari Serigala yang memimpin kawanan nya.
"Berikan pil itu." Ucap serigala itu menatap tajam Chu Yue dan melanjutkan, "Jika tidak kau dan temanmu itu akan menjadi makanan kami."
"Yue'er mereka hanya hewan tak berguna, mereka bahkan tidak memiliki Qi. Hanya hewan biasa seperti itu." Ucap Raja Yi dan memandang rendah serigala itu dan dibalas dengan geraman dari para serigala.
Mendapat balasan seperti itu, Raja Yi menatap mereka dengan tajam dan membuat para serigala itu meringkuk mundur.
Mereka kemudian menatap Chu Yue dengan tatapan meminta dikasihani.
"Raja Yi jangan mengganggu urusanku." Tegur Chu Yue.
"Baiklah, baik. Tidak apa-apa. Sekarang apa kalian ingin menjadi bawahan ku, tidak hanya mendapat pil yang akan membuat kalian semakin kuat, kalian juga akan mendapat makanan." Rayu Chu Yue dan langsung di angguki para serigala itu.
"Baik Nyonya, kami mau."
"Benar-benar, Nyonya kami bersedia menjadi bawahan mu."
Chu Yue mengerutkan alis, "Aku belum menikah, panggil saja aku Nona."
Serigala itu terdiam, ia melirik Raja Yi lalu menatap Chu Yue lagi, "Baik Nona."
"Sekarang beritahukan pada semua hewan di hutan ini bahwa aku membuat pasukan hewan dan mengajak mereka bergabung. Keuntungan nya seperti yang ku katakan padamu."
"Baik Nona."
Para serigala itu menunduk hormat kemudian mulai berpencar.
Setelah para serigala itu pergi, Chu Yue menutup mata nya dan mencari Zhan Feng dengan menggunakan mata Elang.
Ia menelusuri hutan buas itu, sesekali beberapa orang akan terlihat sedang berdiskusi, dan ada juga yang bertarung dengan hewan.
Namun dari banyak orang yang ia temui tidak ada Zhan Feng. Ia terus menelusuri hutan itu hingga di suatu tempat penglihatan nya tertutupi.
Chu Yue membuka mata nya dengan cepat dan menatap ke arah timur, "Ada yang aneh di sana, ayo kita pergi."
..._&_&_...
"Bagaimana kita akan keluar dari tempat ini?."
Beberapa orang tampak berusaha mencari jalan keluar. Mereka berjalan kesana-kemari, beberapa mencoba memukul, menendang bahkan menggunakan energi batin.
Namun seakan sebuah besi, semua kekuatan mereka sia-sia.
"Xu Zhu apa kau hanya akan terus duduk?." Ucap seorang Pria dengan pakaian seperti seorang pengemis.
Xu Zhu atau Zhan Feng membuka mata nya dan beranjak berdiri, "Kau hanya akan menyianyiakan energi mu jika terus memukul nya."
"Lalu apa yang harus dilakukan?." Ucap teman nya kesal.
Tanpa menjawab Zhan Feng berjalan kedalam, kearah dimana hanya ada kegelapan.
Beberapa orang yang terjebak di sana, saling memandang. Tak ada pilihan, berdiam hanya akan mati kelaparan, jika mengikuti Xu Zhu yang lebih kuat dari mereka setidak nya ada sedikit rasa aman dan harapan untuk keluar.
Mereka semua mengikuti Zhan Feng, satu persatu obor didinding hidup saat mereka melewati nya.
"Ini hebat."
"Hebat apa, bukankah ini sedikit menyeramkan?."
"Xu Zhu kita akan kemana?."
Zhan Feng berhenti berjalan dan menjawab, "Kita kemana? Itu tergantung pilihan mu."
Didepan mereka kini ada dua jalan dengan di atas nya tertulis 'Kematian' atau 'Kehidupan'.
"Xu Zhu kau akan kearah mana?."
"Xu Zhu, kami akan ikut kemana kau pergi."
Zhan Feng berjalan ke kiri dijalan 'Kematian', mereka yang tadi nya akan mengikuti Zhan Feng kini terdiam dan ragu-ragu untuk mengikuti nya.
"Kalian berkata akan mengikuti nya, cihh." ucap Seorang Perempuan dengan pakaian merah.
"Nona Lu jika kau berani ke jalan kematian, maka pergilah."
"Benar, Mei Qing jika kau berani untuk mati maka jalan lah ke jalan kematian."
Lu Mei qing berdecih dan berjalan ke jalan kematian, diikuti Xi Jing yang berjalan pelan sedikit ragu namun tetap ikut masuk kedalam Jalan kematian.
Dari lima belas orang yang berada di tempat itu enam orang berjalan ke jalan kematian sedangkan sisa nya berjalan ke jalan kehidupan.
Tidak tau dari pilihan mereka mana pilihan yang benar.
Kematian atau kehidupan.
Jalan mana yang benar-benar tepat?.
..._&_&_...
Chu Yue dan Raja Yi mendarat kesebuah tempat dimana didepan mereka dipenuhi oleh kabut yang menghalangi penglihatan Chu Yue.
"Kabut ini, ini bukan kabut biasa." Ucap Raja Yi memandang kabut didepan nya dengan serius.
Chu Yue menatap ke depan nya dengan rasa penasaran, ia melangkah ke depan namun Raja Yi memegang tangan nya dengan cepat dan menarik nya.
"Didalam sana..." Raja Yi berhenti berucap dan ragu-ragu untuk melanjutkan.
"Kita pergi saja." Ucap Raja Yi pada akhir nya.
Chu Yue melepaskan pegangan Raja Yi dan menatap nya dingin, "Kau tau ada apa di sana?."
Raja Yi menggeleng, "Aku tidak tau."
"Jika kau tidak mau mengatakan nya padaku aku akan benar-benar pergi ke sana." Ucap Chu Yue.
Raja Yi menatap Chu Yue dengan serius, "Tidak ada hal baik disana, Jika kau mempercayaiku, tolong jangan ke sana. Aku mohon..."
Chu yue terdiam, ia menatap kearah kabut itu dan sangat ingin memasuki seperti didalam ada sesuatu yang menarik nya dan juga menunggu nya.
Namun ketika melihat tatapan Raja Yi, Chu Yue berusaha menghilangkan perasaan aneh nya itu dan mengangguk, "Baiklah kita pergi sekarang."
Chu Yue dan Raja Yi segera terbang pergi dari tempat itu tanpa berjalan kedalam kabut.
.....
Didalam kabut seorang Pria sedang duduk bersemedi, pakaian, bibir, dan rambut nya sama persis dengan Raja Yi namun wajah nya sama seperti Wei Ying.
Tapi ia bukan Wei Ying karena ketika ia membuka mata nya, Bola mata berwarna merah perlahan muncul, tatapan kejam, dan tanpa ampun
Itu jelas bukan Wei Ying.
.....