
Chu Yue dan yang lain nya berkumpul diruang tamu, menunggu kedatangan Yu Qing dan ayah nya.
Raja Yi menatap Chu Yue dengan intens membuat Chu Yue sedikit tak nyaman, "Kau kenapa menatapku seperti itu?."
"Tidak apa-apa." Ucap Raja Yi mengalihkan pandangan nya lalu menatap Chu Yue lagi.
Chu Yue menatap Raja Yi dan mengangkat salah satu tangan nya mengisyaratkan Raja Yi untuk bertanya, "Katakan saja."
"Kemarin malam kau kemana?."
"Aku keluar." Jawab Chu Yue singkat.
"Kau tidak ingin memberitahuku?." Tanya Raja Yi dengan curiga.
Chu yue memiringkan kepala nya dan menatap Raja Yi dengan dingin, "Kau mengikuti, tidak mungkin tidak tau aku kemana."
"Ah itu Yu Qing dan Ayah nya." Ucap Raja Yi mengalihkan perhatian.
"Selamat datang, maafkan aku karena tidak bisa menyambut kalian." Ucap Pria paruh baya yang merupakan Ayah Yu Qing.
Chu Yue dan Zhan Feng berdiri menyambutnya, sedangkan Raja Yi tetap duduk dan memandang remeh Tuan Yu, "Hanya Alkemis level 6."
Tuan Yu hanya tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk kembali.
"Kami tidak bisa berlama-lama disini, jad aku akan bicara langsung ke intinya." Chu Yue berhenti berucap dan menatap Tuan Yu yang kini menatap nya dengan tidak ramah, ia kemudian melanjutkan, "Ini masalah Jia Zhen. Aku ingin tau apa yang sebenarnya kau lakukan kepada nya?."
"Jika Nona bertanya masalah ini, maka sekarang aku akan menunjukkan jalan keluar pada Nona." Tuan Yu bangkit berdiri dengan tangan menunjuk pada pintu keluar rumah itu.
Raja Yi mengetuk jari nya di Meja dengan pelan kemudian menatap Tuan Yu hingga kemudian ia terdorong mundur.
"Kami ingin pergi dengan cepat, jadi jangan menunda waktu kami." Ucap Raja Yi.
"Tuan Yu, Sekte Jun melarang perbuatan jahat. Jika Ketua tau kau melakukan hal ini, menurutmu apa yang akan dilakukan nya?." Ucap Zhan Feng dengan nada mengancam.
Yu Qing memegang ujung baju ayah nya dan kemudian membujuk nya, "Katakan saja Ayah, dan juga sudahi saja semua ini."
Tuan Yu menarik tangan nya, ia berbalik dan mendesah keras, "Maka katakan saja pada Ketua, aku tidak melakukan kesalahan apapun."
"Ayah dia Nona yang dihormati ketua Jun." Ucap Yu Qing berhasil membuat Ayah nya berbalik dengan alis terangkat.
"Putri Liu?." Ucap Tuan Yu dengan pelan.
Zhan Feng yang mendengar ucapan itu menatap Chu Yue dengan mata lebar, "Chu Yue? Yue Ying kau Chu Yue."
Chu Yue menyesap minuman nya dan mengangguk, "Kali ini aku datang karena telah berjanji akan membantu Jia Zhen. Aku mengira kau adalah seorang penipu, namun tampak nya tidak sesederhana itu."
"Apa yang anak itu jelaskan?."
"Ayah Jia Zhen membayar mu untuk menyembuhkan istri nya namun bukan hanya tidak sembuh ia malah meninggal, kau juga mengambil semua harta Ayah Jia Zhen, mencuci otak nya dan juga menjadikan anak nya selir mu. Apa itu benar?."
Tuan Yu memukul meja dengan keras dan mencibir, "Dia terlalu melebih-lebihkan."
"Lalu apa kau bisa mengatakan hal yang sebenar nya?." Tanya Chu Yue.
Tuan Yue mengangguk, "Baiklah, namun kita hanya akan berbicara berdua. Bagaimana?."
..."Baiklah."...
.....
"Marga ku yang sebenar nya bukan Yu." Ucap Tuan Yu memulai pembicaraan.
"Wan... Wan Qianfan. Itu namaku yang sebenar nya."
"Jia Zhen bermarga Wan juga bukan? Apa mungkin sebenarnya kalian masih keluarga?." Tebak Chu Yue dan di angguki Tuan Yu.
"Kau benar. Jia Zhen dia keponakanku, dan Ayah nya dia..." Tuan Yu berhenti berucap, dan melanjutkan dengan penuh penekanan, "Dia Adik tiri ku."
Tuan Yu mengangguk dengan tangan mengepal erat, "Sangat."
"Tiga puluh tahun yang lalu dia mengambil segala nya dari diriku, Tiga puluh tahun yang lalu dia dengan senyum lebar melemparkan tomat busuk padaku. Tiga puluh tahun yang lalu dia menginjak wajahku. Tiga puluh tahun yang lalu semua itu dimulai saat itu."
Chu Yue mendengarkan cerita nya dengan serius, terkadang ia tersenyum miris terkadang pula ia juga ikut marah.
Tak ada hal baik yang diceritakan nya. Bagaimana tidak? Seorang anak berumur 12 tahun inti emas nya diambil, Ibu nya mati dengan nama yang dihina dan ia dibuang ke jalanan dan tak dianggap lagi oleh Ayah nya.
Ia berjalanan tak tentu arah, makan-makanan kotor, dan selalu di hina orang sekitar.
Hidup nya yang dulu nya ia anggap sempurna dalam sekejap hancur dan menjadi mimpi buruk yang bahkan tak pernah ia mimpikan akan terjadi.
"Terkadang orang jahat adalah orang baik yang tersakiti. Namun orang baik yang sebenarnya tidak akan pernah menjadi jahat. Mereka yang menjadi jahat adalah mereka yang hati nya dipenuhi oleh dendam dan tidak akan pernah puas walau dendam itu sudah terbalas. Tuan Yu saat ini apakah kau puas?." Tanya Chu Yue.
Tuan Yu menggelengkan kepala nya, "Aku hidup menderita selama puluhan tahun, tidak adil memang jika aku berhenti menyiksa nya sekarang. Dan juga Putri Apakah kau tidak dendam kepada mereka?."
Chu Yue tertawa pelan mendengar ucapan itu, "Tentu saja aku dendam, Keluarga ku mati didepan ku. Apa aku harus berlapang dada sedangkan mereka bersenang-senang tanpa rasa bersalah."
"Kau sudah membalas mereka yang membunuh kelurga mu namun Putri apa kau masih merasakan dendam itu?." Tanya Tuan Yu lagi.
"Menurutmu kematian mereka apakah hanya orang yang membunuh nya di depanku?." ucap Chu Yue kemudian menggelengkan kepala nya, "Tidak sesederhana itu, Tuan Yu kau juga tau. Ada banyak orang dibalik itu semua. Lagi pula Sedari awal aku memang sudah di cap 'Jahat' tidak peduli seberapa banyak kebaikan yang aku lakukan, satu kejahatan yang tidak disengaja pun aku akan di cap 'Jahat'."
"Putri benar, dan juga masih ada banyak rahasia masih tersimpan." Ucap Tuan Yu dan membangkitkan rasa keingintahuan Chu Yue.
"Rah..."
"Suatu saat nanti kau akan tau Putri." Potong Tuan Yu dan tersenyum dengan bibir rapat.
"Ouh soal Keluarga Jia Zhen, ibunya, aku tidak membunuh nya. Putri nya tidak pernah ku jadikan selir, aku hanya membalaskan apa yang pernah yang ku alami. Aku tau Jia Zhen anak yang baik, jadi aku akan memberi nya kesempatan. Katakan pada nya untuk kembali, Keluarga nya aku tidak akan membalas dendam lagi. Mereka akan seperti dulu lagi atau tidak maka itu tergantung usahanya sendiri." Ucap Tuan Yu menjelaskan.
"Lalu apa yang kau lakukan pada mereka?."
..._&_&_...
"Mari kita pergi." Ucap Chu Yue menghampiri Zhan Feng dan Raja Yi yang masih berada di ruang tamu.
"Apa yang terjadi?." Tanya Zhan Feng dengan tidak sabar, ia sangat penasaran apa yang dibicarakan Chu Yue dan Tuan Yu.
Chu Yue tak menjawab pertanyaan Zhan Feng, ia kini berjalan menghampiri Yu Qing dan memeluk nya, "Kami akan pergi, dan setelah urusan ku selesai aku akan menjemputmu."
Yu Qing tersenyum senang dan mengangguk dengan cepat, "Baik, aku akan menunggumu."
....
"Yue'er apa kita tidak terbang saja agar cepat?." Tanya Raja Yi yang berjalan dengan lambat.
"Tidak bisa." Balas Chu Yue dan menarik Raja Yi agar berjalan lebih cepat.
"Minggir jangan menghalangi jalan." Seorang Kusir turun dari kereta nya dan mendorong Pria paruh baya berpakaian lusuh dengan rambut berantakan.
"Dasar pengemis gila." Maki nya lagi sebelum lanjut jalan.
Pengemis gila yang dimaksud hanya tertawa, ia kemudian berjalan sempoyongan hingga menabrak orang lain, "Dasar Orang gila."
Pria itu terus tertawa dan berjalan sempoyongan sambil menunjuk-nunjuk orang di jalanan, hingga kemudian ia berpapasan dengan Chu Yue.
Pria gila itu terdiam lalu tertawa lagi, ia melewati Chu Yue dan terus bertingkah seperti itu.
Chu Yue berhenti berjalan dan menoleh kebelakang menatap pria itu hingga kemudian seorang wanita muda dengan pakaian pelayan menarik nya pergi.
"Yue Ying apa yang kau lihat?." Tanya Zhan Feng yang juga menoleh kebelakang.
"Ayah Jia Zhen." Jawab Chu Yue kemudian melanjutkan perjalanan mereka lagi.