
"Ketua, Ketua, Ketua." Kepala pengurus itu berlari dengan tergesa-gesa, bahkan berulang kali dia hampir terjatuh.
"Guang An apa yang terjadi?."
Kepala pengurus itu berlutut dan berucap dengan panik, "Di depan gerbang, itu ada Yang mul... Ah tuan muda.. Aish Yang mul.."
"Guang An katakan yang benar." Tegur salah seorang guru disana.
"Aish." Guang An menenangkan diri nya sebentar dan mulai berbicara lagi, "Tuan muda lembah keabadian ada disini."
"Apa?."
Ketua Sekte dan guru lain nya berdiri karena keterkejutan.
"Dimana dia sekarang?."
"Di de..depan gerbang."
Ketua Sekte memukul meja dan menunjuk Guang An kesal, "Kenapa kau tidak mempersilahkan nya masuk?."
"Ayo kita sambut dia."
.....
"Apa yang terjadi, kenapa Ketua sekte dan semua guru keluar?."
"Aku tidak tau."
"Seperti nya ada tamu yang terhormat akan datang."
"Mungkin seperti yang kau katakan, tapi siapa?."
Ketua Sekte dan para guru berdiri berjejer didepan gerbang menyebabkan keributan diantara para murid.
"Guang An, dimana dia?."
"Itu..itu." Guang An menggaruk kepala nya kemudian memanggil pengurus yang sebelum nya memberikan Kartu Xue Yang.
"Dimana Tuan muda lembah keabadian?."
"Aaa." Pengurus itu membuka mulut nya lebar.
"Apa yang kau lakukan aku bertanya." Ucap Guang An.
"Mereka berkata jika tidak ada yang menyambut mereka dalam 10 menit, mereka akan pergi." jawab pengurus itu sedikit gugup.
Mendengar jawaban itu dengan segera Guang An menghampiri ketua sekte dan menyampaikan jawaban yang didapat nya.
"Guang An, kau sama sekali tidak memberi muka pada mereka?." Ketua Sekte memandang Guang An marah.
"Ketua, bukan maksudku tapi sebelum nya Kartu yang diberikan kartu permohonan Sekte Jun."
Ketua Sekte diam dan menatap nya tajam, "Perintahkan orang untuk mencari mereka, sebelum kompetisi aku ingin mereka sudah ditemukan. Jika tidak, aku akan menghukum kalian."
"Ouh benar, Sediakan halaman yang paling bagus untuk nya." Ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Guang An yang kini mengasihani nasib nya.
...
"Seperti nya ketua sekte sedang marah."
Teman nya mengangguk, "Kudengar pelayan itu mengatakan tentang Tuan Muda lembah keabadian."
"Kau tidak tau siapa itu Tuan muda lembah keabadian?."
Liu Mei menggeleng pelan, "Aku baru masuk ke Sekte Tanshe jian dan tidak mengenal banyak tentang dunia kultivator."
"Lembah keabadian berada di daratan tengah, dan ada banyak Kultivator hebat di sana. Bahkan anak umur 10 tahun sudah peringkat Prajurit bela diri tinggi. Ku dengar Sekte Pusat meminta bantuan pada Lembah keabadian itu sebab nya kenapa Tuan Muda Xue Yang akan datang."
"Tuan muda Xue Yang?."
"Jika aku tidak salah Pria yang memimpin murid Sekte Jun adalah Tuan muda Xue Yang. Itu sebab nya Ketua marah pada Kepala pengurus."
Teman nya membulatkan mata terkejut, "Pantas saja ku lihat dia begitu mulia dan silau dipandang."
"Adik, kami ada urusan lain. Kami permisi pergi."
Liu Mei mengangguk, kemudian sudut bibir nya naik keatas, Sepertinya aku punya jalan pintas.
..._&_&_...
"Aku bertanya-tanya kenapa kemajuan kalian begitu cepat. Ternyata Ruang kosong yang dimiliki Xiao Yang yang membantu kalian selama ini."
"Kakak Yue, ini juga karena tekad kami. Jika kami tidak bertekad kami juga tidak akan maju. Benar tidak." Ucap Lu Tao dan langsung diangguki oleh yang lain nya.
"Yue Ying sebenar nya aku tidak enak mengatakan nya, tapi aku tetap harus bertanya, Kenapa Bela dirimu menurun?." Tanya Zhan Feng dengan ekspresi cemas.
"Benar, benar Yue Ying apa ada sesuatu yang terjadi saat kau ke sini?." Tanya Yun Shang.
"Kakak Yue, katakan apa yang terjadi?."
Chu Yue mengelus pelan rambut Guang Zhao dan memandang teman-teman nya, "Aku tidak apa-apa, sebenar nya aku hanya menyembunyikan kemampuan ku. Aku hanya takut jika kalian melihat kemampuan ku, kalian akan rendah diri."
"Tidak mungkin, Yue Ying kau berbicara benar?." Zhi Shu menatap Chu Yue dengan tatapan menyelidik.
Chu Yue terkekeh pelan, kemudian mengangguk, "Jika tidak percaya tanyakan pada Xiao Yang."
"Kakak Xue?."
"Dia menyembunyikan ranah bela diri nya, tak apa ini bagus. Jika banyak yang mengetahui kemampuan nya maka ini hanya akan menarik perhatian orang lain." jawab Xue yang.
"Aku mengerti."
"Sebelum kompetisi sebaik nya kalian berkultivasi disini." Ucap Chu Yue.
"Tentu saja, memang ada rencana seperti itu."
"Eh kalian? Bagaimana denganmu?." Tanya Zhan Feng.
"Aku ada urusan lain, aku pergi bye bye." Chu Yue menghilang pergi meninggalkan teman-teman nya yang kini terdiam dengan wajah bingung.
"Apa itu Yue Ying?."
Jia Zhen dan Lu Tao mengangguk bersamaan, "Itu memang dia."
"Tapi kenapa sikap nya seperti itu? Menghilang pergi seperti anak kecil."
Jia Zhen dan Lu Tao saling berpandangan dan menggelengkan kepala secara bersamaan.
....