The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Qíngrén sǎn



"Ledakkan seluruh amarahmu."


"Dunia tak berguna ini sebaiknya kau musnahkan."


"Hancurkan!!!."


"Mereka semua hanyalah lalat, musnahkan mereka."


"Tidak..tidak. Aku tidak bisa." Chu Yue menggelengkan kepala nya, mata nya lalu terbuka.


Perlahan mata berwarna hitam itu menjadi merah menyala, kemudian merah darah, lalu berubah lagi menjadi biru.


"Aku tidak bisa..."


"Yue'er tumpahkan semua emosimu, aku tidak akan menyalahkan mu. Kau sudah cukup berjuang untukku."


Chu Yue yang awal nya ingin meledakkan amarah nya, kini menjadi tenang. Seseorang memeluk nya dengan kasih sayang, dan itu menghangatkan hati Chu Yue.


Perlahan mata nya kembali menjadi hitam, ia memegang tangan yang memeluk nya dengan erat dan berucap dengan lemah, "Jangan tinggalkan aku..."


"Aku tidak akan meninggalkanmu lagi."


Chu Yue berusaha menoleh kebelakang, menatap Pria yang memeluk nya namun sebelum ia melihat nya tiba-tiba kesadaran nya hilang.


_&_&_


"Yang satu berjuang agar menerima restu semesta, yang satu lagi berjuang melindungi nya dari semesta. Kisah cinta mereka berdua, aku benar-benar iri."  ucap Nuwa menatap ke arah dimana Chu Yue saat ini tertidur di pelukan Wei Ying.


"Nona, bukankah dia Reinkarnasi putri api iblis itu?." tanya Xiao Zhan.


"Putri api iblis apa? Para manusia dan dewata itu hanya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang mereka inginkan. Jika mereka berkata benar maka itu haruslah benar walau pun sebenar nya salah."


Xiao Zhan mengangguk seolah memahami ucapan Nuwa, ia kemudian tersadar akan pemandangan disekitar nya lalu menatap Nuwa, "Nona kenapa kita bisa disini?."


Nuwa tersenyum lebar dan menunjukkan beberapa kertas, "Jika kau tidak punya kekuatan setidak nya kau harus punya senjata rahasia. Ini jimat yang ku curi, jika kau ingin aku akan memberikan nya."


_&_&_


Raja Yi, Gu Shan, Wu Yan dan yang lain nya berlari menghampiri tempat dimana Chu Yue berada. Raja Yi bahkan tersenyum sangat senang.


Namun langkah kaki nya kemudian berhenti dengan senyum kaku, mendapati seorang Pria sedang merangkul Chu Yue.


Perlahan ia berjalan mendekati mereka dan memanggil dengan pelan, "Paman."


Wei Ying mengangkat wajah nya dan menatap Raja Yi dengan tatapan bertanya.


Raja Yi yang menyadari bahwa pria itu bukan orang yang ia kenal segera mengubah ekspresi nya, "Kau siapa?."


"Aku?." Wei Ying menunjuk diri nya kemudian memandang Chu Yue sambil tersenyum, "Kekasih nya."


"Kekasih?." Ucap Wu memastikan.


Wei Ying mengangguk kemudian menggendong Chu Yue, "Aku akan mencari tempat istirahat untuk nya, dan sebaik nya kalian juga beristirahat."


"Tidak bisa." Ucap Raja Yi.


"Chu Yue harus disini. Tempat ini membutuhkan nya." lanjut nya lagi.


Wei Ying menatap pelindung yang dibuat Raja Yi dan mengibaskan tangan nya, membuat pelindung lagi, "Setidak nya ini akan bertahan selama beberapa hari. Kau tidak perlu merepotkan Yue'er. Lagipula dengan Kekuatan mu bukankah kau bisa membuat pelindung yang lebih kuat?."


Setelah mengatakan hal itu, Wei Ying segera terbang namun Raja Yi memberinya serangan kecil dan membuat Wei Ying jatuh.


"Aku tidak bisa membiarkan mu membawa Yue'er begitu saja." Ucap Raja Yi menghalangi pergi nya Wei Ying.


"Yue'er? Sebaik nya dari sekarang kau ubah panggilan itu." Ucap Wei Ying, dan sebelum pergi ia menyerang balik Raja Yi dengan kekuatan batin nya, hingga Raja Yi mundur beberapa langkah dan muntah darah.


....


Chu Yue melenguh pelan, perlahan ia membuka mata nya dan menatap kabur sosok didepan nya, "Kau..."


"Yue'er akhir nya kau sadar." Ucap Wei Ying yang segera duduk disebelah Chu Yue.


"Wei Ying?." Ucap Chu Yue ragu.


"Ini aku..." jawab Wei Ying dan memegang tangan Chu Yue erat, namun segera ditepis oleh Chu Yue.


"Bukankah kau yang meminta nya?." tanya Wei Ying balik.


Chu Yue terdiam dan menatap kearah luar dengan ekspresi terkejut, "Sudah siang."


Dengan cepat ia turun dari tempat tidur nya dan keluar dari rumah kecil itu, "Dimana Raja Yi dan yang lain nya?."


Chu Yue memandang ke sekitar, sangat tenang. Hanya ada suara angin dan juga air tak ada suara hewan seperti jangkrik atau bahkan burung.


"Disini sangat cocok bukan untuk kau beristirahat? Disebelah sana aku sudah mengumpulkan tanaman obat langka." tunjuk Wei Ying ke arah kanan nya.


Chu Yue terdiam sejenak dan ingin pergi ke tempat yang ditunjuk Wei Ying, namun ia sadar ia harus segera melenyapkan Linghun Tishen itu.


"Aku tidak punya waktu untuk itu. Aku harus kembali ke Desa Hui."


"Kau sudah ada di desa hui."


Chu Yue mengernyitkan dahi nya tak mengerti ucapan Wei Ying dan menatap lagi ke sekitar nya, jelas ini bukan Desa Hui.


"Wei Ying, kau bermain-main dengan ku?."


Wei Ying tersenyum dan mengibaskan tangan nya seketika siang berganti menjadi malam.


"Kau tenang saja. Selama apapun kau disini. Maka itu hanya berlalu 1 jam di luar sana."


"Bagaimana bisa? Selama apapun? Bahkan satu tahun? Sepuluh tahun? Seratus tahun?." tanya Chu Yue bertubi-tubi.


Wei Ying mengangguk membenarkan,  "Ya, selama apapun."


"Jadi jika aku bersantai terlebih dahulu, maka itu hanya tetap satu jam saja?."


Wei Ying mengangguk lagi membenarkan ucapan Chu Yue.


"Tapi, aku harus segera kembali atau keinginanku untuk membantu mereka akan hilang." Ucap Chu Yue.


Wei Ying tertawa pelan dan mengacak dengan gemas rambut Chu Yue, "Baiklah, kita kembali."


Ia kemudian memegang tangan Chu Yue lalu dalam sekejap mata, mereka sudah berada di Desa Hui.


"Kenapa kau menggunakan Payung?." Ucap Chu Yue ketika melihat Wei Ying menurunkan payung besar merah.


"Dunia yang kau lihat ada di payung ini." ucap Wei Ying dan mengubah payung itu menjadi sebuah pita dan juga gantungan pedang. Ia lalu menyematkan pita itu di rambut Chu Yue dan menyimpan gantungan nya.


"Qíngrén sǎn(Payung kekasih), nama nya adalah Qíngrén sǎn. Dan sekarang itu juga milikmu."


Chu Yue memegang pita itu dan tersenyum, "Terima kasih.."


"Dan sekarang kau tunggu disini. Aku akan menyelesaikan urusan ku."


"Baik, aku akan menunggumu."


Chu Yue kemudian mengeluarkan pedang nya dan menaiki nya, namun sebelum terbang semakin tinggi ia menatap Wei Ying dengan penuh peringatan, "Kau... Jangan pergi lagi."


_&_&_


"Pemimpin, Master perbintangan memberi kabar bahwa Putra mahkota Langit telah muncul di daratan." Lapor seorang Pria paruh baya berpakaian putih.


"Perintahkan pada Lu'er untuk keluar sekte dan mencari nya." perintah pemimpin nya yang menggunakan topeng.


"Baik. Lalu bagaimana dengan Dewi api iblis?."


"Biarkan saja dia, jika kebenaran bertemu kejahatan menurutmu apa yang terjadi? Selama ada Putra mahkota langit kita tidak perlu mencemaskan iblis itu."


"Baik."


_&_&_


"Tuan, Menara pembunuhan Daratan rendah mengirim surat."


"Katakan."


"Saat ini mereka sedang bersembunyi di Hutan terlarang, Linghun Tishen hampir menguasai seluruh Daratan rendah. Untuk sementara mereka mungkin tak akan memberi kabar."