The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Tim Yang bagus?



"Penatua Mu dan yang lain nya silahkan duduk dahulu." Ucap Ketua Song ketika suasana mulai dingin karena ucapan Penatua ketiga.


Penatua Mu duduk dengan kesal dan tersenyum kecut, "Kalau begitu bisa kau katakan kekuatan murid mu itu?."


"Kau ingin tau? Namun jangan terkejut jika aku mengatakan nya." Ucap Penatua Ketiga bermain-main, ia kemudian melanjutkan dengan mengucapkan satu persatu kata, "Raja     Bela    Diri    Tinggi."


"Apa?." Ketua Song berdiri karena terkejut, menatap Penatua ketiga tak percaya.


Sedangkan Penatua Mu yang lain nya memasang ekspresi terkejut, kemudian berpura-pura tenang.


Penatua Ketiga tersenyum dengan lebar, "Dia akan berumur delapan belas tahun, dan juga dia selalu sendiri di gunung. Katakan saja menurut kalian siapa yang pantas menjadi pelayan nya."


Ketua Song segera mengambil sebuah buku catatan dan melihat daftar murid nya.


"Mu Jie rui, murid teratas di keluarga Mu ku saat ini berada di Raja bela diri rendah dia berumur dua puluh empat tahun, bagaimana menurutmu Tuan Tua?."


Penatua ketiga bangkit berdiri dan melangkah pergi namun kemudian ia berhenti dan berbalik dengan tangan menunjuk Ketua Song, "Kirim semua daftar murid dengan bakat yang bagus untuk menjadi pelayan nya, ouh dan satu lagi Murid ku juga seorang Alkemis."


_&_&_


Seorang gadis muda meringkuk disebuah pohon dengan kepala yang ia sembunyikan dibalik lengan, sesekali tubuh nya bergerak naik turun dan terdengar suara isak tangis.


Saat itu Chu Yue, Raja Yi dan Zhan Feng yang melewati tempat itu berhenti sebentar dan mengamati Nona itu.


"Yue Ying apa kita harus menghampiri nya?." Tanya Zhan Feng sambil melihat Nona itu.


"Tentu saja." Ucap Chu Yue dan menghampiri gadis muda itu, "Nona Apa yang terjadi padamu?."


Gadis muda itu mengangkat kepala nya, dia XinXin pemilik cambuk yang sebelum nya dimiliki Yun Shang, "Uang ku hilang."


Xinxin menangis dengan keras dan menghentakkan kaki nya kesal.


"Itu kesalahan mu biarkan saja hilang." Ucap Yuan Niu teman nya yang tiba-tiba muncul dari balik pohon, "Aku sudah mencari nya dan tidak dapat menemukan nya. Anggap saja itu pelajaran karena kau terlalu lalai."


Xinxin bangkir berdiri dan memegang tangan Yuan Niu erat, "Tidak bisa, Niu Niu aku sudah mengumpulkan nya dengan susah payah dan itu hilang. Huaaaaa."


"Nona memang nya berapa uang mu yang hilang?." Tanya Zhan Feng penasaran.


Xinxin mengangkat satu jari nya dengan bibir mencebik menahan tangis.


"1? 100 koin perak?." Tebak Zhan Feng dan mendapat gelengan Xinxin.


"100 koin emas?."


Xinxin menggeleng lagi.


"1 juta koin emas." Ucap Yuan Niu membuat Zhan Feng terkejut.


Xinxin kembali menangis dan memeluk pohon di samping nya dengan putus asa, "Huaa uangkuuuu."


"Apa kalian sudah berusaha mencari nya?." Tanya Chu Yue.


Yuan Niu mengangguk, "Kami sudah mencari nya disekitar sini, namun mungkin uang itu hilang sudah lama namun dia tidak menyadari nya. Tapi tak apa-apa, jika kalian memiliki perjalanan silahkan lanjutkan."


"Tapi apa nona itu tak apa?." Tanya Zhan Feng khawatir.


"Dia membawa uang sekitar 3 juta koin emas, kehilangan satu juta itu mungkin hanya akan membuat nya sedih beberapa hari saja. Kalian lanjutkan saja perjalanan kalian."


....


Yuan Ning menarik Xinxin yang menghentakkan kepala nya ke pohon dan memeluk nya, "Xinxin bukankah pernah kukatakan 'Apa yang menjadi milikmu akan kembali padamu' dan juga ini bukan akhir dunia."


"Tapi dunia akan berakhir bagi seseorang yang tak ada uang." Ucap Xinxin.


"Aku tau uang itu penting. Anggap saja kehilangan itu sebagai pelajaran, dan uang itu sebagai bayaran. Lalu lain kali kau tidak akan pernah lalai lagi. Lagipula kau juga masih punya banyak uang dan juga Ingat..." Yuan Ning melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Xinxin, "Semua kejadian buruk adalah pelajaran agar kejadian yang lebih buruk lagi tidak terjadi."


_&_&_


"Membawa uang sebanyak itu, jika bukan XinXin maka tidak akan ada lagi yang lain." Ucap Zhan Feng sambil menggelengkan kepala.


"Kau tau dia?."


Zhan Feng mengangguk, "Dia XinXin ahli dalam menggunakan cambuk namun sifat nya seperti anak kecil, dia kaya, keluarga nya memiliki hampir seluruh bisnis di Kerajaan-kerajaan kecil ini bahkan seorang Raja pun tidak bisa menyinggung nya."


"Jika dia berasal dari keluarga kaya lalu kenapa dia menangis hanya karena kehilangan  1 juta koin emas. Bukankah menurutku bagi nya itu hanya uang kecil?." Tanya Chu Yue merasa aneh.


Zhan Feng berpikir sejenak kemudian menjawab, "Kupikir semua anak dari keluarga itu sangat menghargai uang dan yang kudengar tak ada satupun dari mereka yang menggunakan nya untuk bersenang-senang."


"Lalu bagaimana dengan gadis disebelah nya?."


"Jika aku tidak salah dia memanggil nya Niuniu maka mungkin saja itu Yuan Niu, ahli menggunakan busur dia selalu memanah tepat sasaran dia, sifat nya selalu dingin, dan juga terlalu jujur." Jelas Zhan Feng.


"Pendekar dua pedang, Pendekar cambuk berdarah, Pendekar panah dewa, Raja Yi bagaimana? Bukankah mereka tim yang bagus?."


_&_&_


"Sekte Jun ini tampak nya menyelesaikan misi nya lebih cepat dan juga tingkatan Kultivasi nya mereka dapat berada di daratan tengah, namun kecuali dua orang ini Shu Yan dan Yue Ying. Yang satu manusia biasa dan satu nya lagi hanya ditingkat prajurit." Ucap Penatua ketiga menyayangkan.


"Tuan Tua itu karena mereka memiliki Xue Yang, dia tuan muda dari Daratan tengah." Ucap Ketua Song kemudian ia melanjutkan lagi, "Namun, untuk Yue Ying mungkin dia tidak seburuk itu."


Penatua ketiga mengangkat alis nya, ia meletakkan kertas nama itu dan menatap Ketua Song dengan tatapan bertanya.


"Ahh itu, Dia yang menemukan bahwa Jiwa sebenarnya dari raga monster itu dapat kembali. Dan juga... Seperti nya dia seorang Alkemis." Ucap Ketua Song menjelaskan.


"Jadi dapat dikatakan bahwa pengetahuan nya luas dan juga seperti nya dia seumuran dengan murid ku. Emm dia kandidat yang bagus." Penatua ketiga mengelus janggut nya dan bangkit berdiri.


"Mungkin aku akan memilih nya."


_&_&_


"Kakek, bagaimana bisa aku menjadi pelayan?." Mu Jie rui berkata dengan penuh kekesalan.


"Pelayan hanya sebuah sebutan saja."


"Maksud Kakek?." Tanya Mu Jie Rui tak paham.


Kakek nya tetua Mu menyesap teh nya dan menjelaskan, "Satu-satu cara tercepat untuk ke daratan atas adalah menjadi pelayan murid Tetua ketiga. Dan saat kau di sana buatlah murid nya jatuh hati padamu. Aku yakin murid nya berasal dari keluarga terpandang. Jika kau dapat menikahi nya, tidak saja dia yang menjadi pelayan mu bukan kau, dan juga keluarga nya dapat menjadi bantuan untuk kita."


Mu Jie Rui mengangguk paham dan tersenyum, "Jadi yang perlu aku lakukan hanyalah membuat nya jatuh hati padaku." Ia kemudian terdiam da melanjutkan, " Tapi Kakek bagaimana jika ia jelek?."


"Yang perlu kau lakukan hanya membuat nya jatuh hati padamu, jika itu terjadi apapun yang kau lakukan dan kau inginkan dia tidak akan bisa menolak nya."