The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Meledak?



"Kalian berdua cepat bawa mereka."


Nuwa menatap kearah pintu, ia melihat beberapa orang kini melawan Linghun Tishen. Dan dua orang lain nya kini bergegas menuju Nuwa dan Xiao Zhan.


"Nona Ayo kita pergi." Ucap Pria itu kemudian menerbangkan pedang nya.


Nuwa mendorong Xiao Zhan yang menggandeng nya dengan erat kepada salah satu Kultivator.


"Aaaa."


Salah satu Kultivator terkena gigitan Linghun Tishen, perlahan mata nya berubah menjadi hitam dan kini ia dengan ganas melawan teman-teman nya.


"Ayo kita pergi." Ucap Nuwa dan melompat menaiki pedang Kultivator itu.


"Tunggu Tuan Muda kami keluar terlebih dahulu." Ucap nya.


Nuwa menghembuskan nafas pelan dan melihat kebawah, para makhluk itu kini terus berlarian mencari mangsa nya.


Tiba-tiba salah satu Linghun Tishen melompat dengan tinggi, namun dengan cepat Nuwa menyerang nya hingga terjatuh.


"Terbangkan pedang ini lebih tinggi." perintah Nuwa.


"Nona menerbangkan pedang bukan hal mudah, lagi pula mereka juga tidak akan bisa melompat hingga setinggi ini." Ucap nya lagi sambil melihat kebawah, dimana Linghun tishen kini berusaha melompat menjangkau mereka.


"Ayo pergi."


"Mu Jie rui?." Ucap Nuwa pelan, menatap 'Tuan muda' yang dimaksud.


"Ku kira dia orang egois." Ucap Nuwa lagi, kemudian ia menatap kebelakang Jie Rui dengan wajah masam, "Murid sekte itu."


"Tuan muda kita akan kemana?." Tanya Kultivator yang memberikan Nuwa tumpangan.


Mu Jie rui menatap kebawah, lalu kemudian kearah menara yang juga sudah dipenuhi Linghun Tishen.


"Berjalan saja dulu, setelah ada tempat aman baru kita turun." Ucap Mu Jie rui.


"Baik."


..._&_&_...


Setelah setengah hari perjalanan tibalah Penatua ketiga dan murid Sekte Pedang naga biru di Desa Hui.


Namun sayang nya mereka tidak bisa memasuki desa itu dan hanya bisa terbang di atas nya.


"Penatua, seperti nya ini pelindung Raja Yi." Ucap Mu An Shi.


Penatua ketiga mengangguk membenarkan.


"Kenapa Raja Yi ada ditempat seperti ini?." Tanya Lu Kangjian heran.


Tiba-tiba malam yang terang mulai gelap, Penatua ketiga dan yang lain nya menatap Langit.  Awan hitam disertai petir mulai berkumpul di atas Desa Hui.


"Tuan Tua, apa yang harus kita lakukan?." Tanya shilin.


Penatua ketiga menatap sekitar dan menunjuk ke luar desa Hui, "Kita buat pelindung di sana."


Dengan cepat Penatua ketiga dan yang lain nya turun, mereka menyingkirkan beberapa Linghun Tishen kemudian membuat lingkaran pelindung.


"Seseorang akan menembus Ranah Kaisar bela diri." lanjut nya lagi dengan ekspresi kaget, "Siapa yang bisa menembus Ranah ini saat keadaan bahaya ini?."


"Dan seperti nya Raja Yi melindungi nya." Ucap Mu An Shi dengan raut wajah kesal.


....


Chu Yue duduk ditengah lingkaran api, ia menyerap kekuatan Langit dan bumi secara bersamaan.


Disekitar nya angin bertiup sangat kencang, Awan hitam mulai berkumpul di atas kepala nya dengan kilat yang muncul secara bergantian.


Aliran darah yang memanas, nafas yang begitu berat, dan tulang yang terasa mulai hancur menjadi debu.


Perlahan ditubuh nya muncul Api berwarna merah menyala, lalu satu persatu petir mulai menyambar tubuh nya.


Tubuh Chu Yue berkeringat dingin, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya.


Tubuh nya bagaikan disayat satu persatu, ingatan di kehidupan sebelum nya muncul.


Pedang menusuk dada nya, tidak hanya sekali itu dilakukan berulang-ulang kali.


Walau tubuh nya mati, namun kesadaran Chu Yue saat ini ada ditubuh itu.


Tubuh itu digigit dan dikoyak tanpa henti.


Perasaan sakit itu.


Perasaan digigit oleh taring yang tajam.


Perasaan dikoyak dengan paksa.


Namun ketika ia mulai menikmati perasaan sakit itu, muncul ingatan ketika anak nya dibunuh.


Kekuasaan nya dilucuti dan ia dihina. Perasaan itu... itu lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gigitan anjing bahkan sambaran petir.


Ingatan-ingatan lain muncul, itu milik Dewi harapan, Liang Chen dan juga kehidupan nya saat ini.


Dada Chu Yue berdenyut sakit, ia melihat mata yang menyiratkan kekecewaan dan penyesalan.


Rasa sakit itu... Mereka memendam amarah dalam dada nya dan tidak pernah mereka keluarkan.


Sekarang Rasa sakit itu ada dibenak Chu Yue, Rasa sakit dari 3 kehidupan membuat Butiran air mata jatuh dimata nya.


Ia merasakan kesakitan itu,  Rasa sakit dimana kau hanya ingin mati. Rasa sakit yang tidak ada seorang pun di dunia yang pernah merasakan itu kecuali diri nya sendiri.


Chu Yue memegangi dada nya, ia sangat kesakitan, tubuh nya serasa ingin meledak menumpahkan semua yang telah tertahan.


..._&_&_...


"Tuan Tua, petir apa itu?." tunjuk Shilin dengan jari yang gemetar.


Penatua ketiga menatap Petir itu dengan tubuh kaku.


"Bukankah itu petir cobaan? Tapi kenapa sangat ganas dan warna nya..." Ucap Gu Wei Yi ragu, "Itu hanya untuk seseorang yang berlatih Kultivasi iblis bukan?."


Raja Yi, Gu Shan dan yang lain nya yang sedang istirahat, menatap kearah petir itu berasal.


Cahaya petir itu bahkan menyilaukan mata mereka.


"Mengerikan sekali." Ucap Su Tang dengan wajah takut.


Raja Yi menatap ke arah cahaya itu, bibir nya melengkung membentuk senyum sempurna.


..._&_&_...


"Cahaya terang apa itu?." Tunjuk Xiao Zhan pada sebuah cahaya kecil yang terlihat sangat terang.


Mu Jie ru, Liu Mei, dan yang lain nya menatap kearah cahaya.


Sedangkan Nuwa hanya tersenyum tipis dan berbaring di pohon dengan santai.


"Sesuatu yang hebat pasti terjadi, ayo kita ke sana." Ucap salah satu murid Keluarga Mu.


"Dengan kecepatan mu yang seperti semut, kau kira kapan kita akan tiba?." Ejek Nuwa.


"Nona, kau." Murid keluarga mu menunjuk Nuwa dengan kesal, "Jika bukan karena ku, kau bisa saja sudah menjadi monster itu."


"Benarkah?." ucap Nuwa membuka mata nya dan menatap pria Mu itu dengan mengejek, "Jika bukan karena perintah tuan muda mu, kau juga hanya akan kabur kan?."


Liu Mei menatap Nuwa dengan merendahkan, "Nona, jika kau tidak bisa melakukan apapun setidak nya diam saja."


"Tidak melakukan apapun?." Cibir Nuwa pelan kemudian menatap Xiao Zhan yang berada di pohon lain nya.


"Kau ingin pergi melihat pertunjukkan menarik?."


Xiao Zhan menatap Nuwa bingung begitu pula dengan yang lain nya.


"Ingin atau tidak?." tanya Nuwa lagi.


Xiao Zhan berpikir sejenak kemudian mengangguk.


"Baiklah." Segera Nuwa terbang kearah Xiao Zhan, ia menarik baju Xiao Zhan dan dengan cepat menghilang dari pandangan, membuat semua orang yang berada disitu terdiam.


..._&_&_...


"Aku tidak bisa..." Chu Yue menggertakkan gigi nya menahan diri nya untuk meledakkan seluruh kekuatan nya.


"Tidak bisa.. Aku benar-benar tidak bisa. Arkhhhhh."