The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Kompetisi dihentikan.



"Tuan, keluar dari tempat persembunyian mu sekarang." Ucap Chu Yue dengan nada kesal.


"Hhhh ku kira kau tidak melihatku."


Chu Yue memijit pangkal hidung nya, kenapa dia ada didepan nya? Bukankah daratan atas sangat jauh, ditambah kenapa dia bisa tau bahwa diri nya ada disini.


"Tuan, Kenapa kau terus mengikuti ku?." Tanya Chu Yue berpura-pura tidak mengenal.


"Ouh Yue'er apa kau melupakan ku?." Tanya Raja Yi balik dengan nada kecewa.


Chu Yue memutar bola mata nya dan berjalan ke kota. Dia tidak akan menggunakan Qinggong agar orang dibelakang nya itu bosan dan berhenti mengikuti nya.


"Yue'er bukankah Qinggong mu hebat? Berjalan kaki seperti ini tampak nya melelahkan bukan?."


Chu Yue berhenti berjalan dan menatap tajam Raja Yi, "Qinggong lebih melelahkan, Tuan aku tidak tau siapa dirimu berhentilah mengikuti ku dan Juga Yue'er? Nama ku bukan Yue'er."


"KAKAK YUE." Sebuah teriakan terdengar dari belakang nya.


Chu Yue menepuk kening nya pelan, Raja Yi yang melihatnya hanya menggeleng pelan lalu menatap ke seorang anak yang berlari ke arah Chu Yue.


"Kakak Yue, akhirnya kami menemukan mu." Ucap Guang Zhao dengan lega.


Dibelakang nya juga ada Jia Zhen yang berlari kecil dengan ekspresi lelah.


"Yue Ying, kami mencari mu. Kau kemana saja?." Tanya Jia Zhen.


"Aku hanya sedang berlatih." Jawab Chu Yue asal.


Guang Zhao dan Jia Zhen mengangguk singkat dan melirik Raja Yi.


"Kakak Yue dia siapa?."


Chu Yue menatap Raja Yi kemudian menggeleng, "Aku juga tidak tau dia siapa."


Ia kemudian merangkul Guang Zhao, "Ayo kita kembali."


..._&_&_...


Guang Zhao, Chu Yue, Jia Zhen dan Raja Yi berada di pintu masuk istana namun saat melewati nya dua orang prajurit segera menghalangi.


"Maaf kan kami Nona, namun selain kalian orang lain dilarang masuk."


Guang Zhao menatap Raja Yi yang berada di samping Chu Yue dengan tatapan tajam.


"Kakak, Kenapa kau terus mengikuti kami?."


"Aku tidak mengikuti mu." Jawab Raja Yi kemudian melirik Chu Yue, "Aku hanya mengikuti nya."


"Yue Ying tidak mengenalmu kenapa kau mengikutinya?." Tanya Jia Zhen.


Raja Yi mengabaikan Jia Zhen, ia menatap Chu Yue lekat, "Yue'er kau berhutang padaku."


Chu Yue memutar bola mata nya malas, "Aku akan meminta izin pada Raja Liu, biarkan kami masuk."


Kedua prajurit itu saling menatap namun saat mereka akan mengizinkan masuk, Xue Yang dan yang lain nya keluar menghampiri mereka.


"Nona Yue kau kemana saja? Kami khawatir mencari mu. Tolong jangan pergi begitu saja." Ucap Shu Yan.


Shu Min Yue mengangguk, "Benar Yue Ying, bahkan jika kau marah seharusnya jangan lama-lama."


Chu Yue hanya mengangguk pelan, "Baik, baik. Namun seperti nya kalian akan pergi?." Tanya nya yang melihat bungkusan yang mereka bawa.


"Kompetisi dihentikan, ada banyak kultivator yang menghilang dan juga menjadi korban makhluk itu ditambah lagi..." Xue Yang menatap Chu Yue dengan tatapan tajam kemudian melanjutkan, "Sekte Tanshe Jian dihancurkan."


Xue Yang menunggu reaksi Chu Yue, tentu saja Xue yang mencurigai nya memang nya siapa yang paling membenci Sekte itu? Tentu saja Chu Yue.


"Aku juga mendengar nya saat perjalan, sayang sekali mereka lenyap saat ini." Ucap Chu Yue dengan ekspresi datar.


"Ouh benar Yue Ying kau tau Penatua ketiga dari Sekte Pedang naga biru juga akan datang. Mungkin kita akan ada kesempatan menjadi murid di sekte itu." Ucap Lu Tao antusias.


Chu Yue mengangkat alis nya dan melirik Raja Yi, "Penatua Ketiga?."


Mereka mengangguk, "Dalam waktu dua bulan semua Sekte harus berkumpul."


"Dan juga... Yue Ying apa kau tau dimana Zhan Feng?."


..._&_&_...


Chu Yue menyandarkan tubuh nya kesebuah pohon dan menutup mata nya.


"Yue'er apa kau tidak pernah tidur?." Tanya Raja Yi dan ikut bersandar disebelah nya.


Chu Yue bergumam, dan menghela nafas lelah. Mata nya terasa berat karena memang beberapa hari dia tidak tidur sama sekali.


Dia mencoba meningkatkan kemampuan Alkimia nya, berlatih jurus-jurus yang diberikan guru nya dan juga mempelajari lebih banyak racun ditambah dia juga sibuk membudidayakan tanaman obat.


Dia benar-benar tidak beristirahat.


Raja Yi memandang ke sekitar kemudian pandangan nya terarah ke


Seekor serigala yang sedang mengintip. Raja Yi menatap Serigala itu dengan senyum mengejek dan membuat serigala itu segera kabur, "Hutan ini sama sekali tidak menyeramkan, bahkan hewan nya saja sangat penakut."


"Kau menyebut ini ujian untuk mereka? Yue'er ini tidak layak disebut ujian." Ucap Raja Yi.


"Lihat ada orang disana."


Sebuah teriakan terdengar tak jauh dari mereka, perlahan beberapa orang datang dan berkumpul disekitar Raja Yi dan Chu Yue.


"Ini? Nona dan Tuan ini seperti nya aku belum pernah melihat kalian." Ucap Salah satu dari tiga orang yang menghampiri mereka.


Chu Yue memegang wajah nya, Cadar yang seharusnya ada kini menghilang membuat nya tak dikenali sebagai orang yang memberikan ujian ini pada mereka.


Ia kemudian membuka mata nya, menatap tajam pada Raja Yi lalu beranjak berdiri.


"Kebetulan bertemu kalian disini, Apa kalian bertemu Xu Zhu?." Tanya Chu Yue.


Raja Yi menoleh kearah Chu Yue dan mengernyitkan dahi nya, "Bukankah kau mencari Zhan Feng itu kenapa malah menjadi Xu Zhu?."


Chu Yue menggertakkan gigi nya dan menatap tajam pada Raja Yi, mengisyaratkan nya untuk diam.


Ketiga Pria itu tersenyum simpul, "Kau teman Xu Zhu?."


Chu Yue mengangguk, "Ya, apa kalian tau dimana dia?."


Ketiga orang itu saling melirik dan mengangguk, "Kami tau, namun Nona jika kau ingin mengetahui nya kau harus memberikan semua yang kau punya."


"Tidak perlu semua, makanan saja juga cukup." Ucap Teman nya menyela.


"Baik." Chu Yue mengeluarkan buah-buahan yang sebelum nya ia petik dari hutan terlarang.


Mendapati buah-buahan itu ketiga nya tersenyum senang dan menunjuk kearah barat, "Di sana ada sebuah Gua, Xu Zhu berada disana."


Ucap salah satu nya tanpa menatap Chu Yue.


"Raja Yi, kita pergi."


..._&_&_...


"Hou Jia, kau berbohong pada mereka?." Ucap Teman nya.


Hou Jia mengangguk dan menyengir lebar, "Xu Zhu itu menyebalkan, maka teman nya juga pasti menyebalkan. Biarkan saja mereka memasuki sarang Serigala-serigala itu. Yu Yu kau makan saja dengan tenang, jangan khawatirkan mereka."


Yu Yu menggaruk kepala nya, raut wajah nya terlihat khawatir ia menatap teman-teman nya dan arah Chu Yue pergi secara bergantian.


Dengan cepat ia mengambil beberapa apel dan berlari kearah Barat.


"Yu Yu, Jangan pergi. Kau hanya mencari mati."


Yu Yu tak mendengarkan teman-teman nya ia berlari dengan cepat berusaha menyusul Chu Yue dan Raja Yi.


..._&_&_...