
"Sang Qi, apa kau tau Tuan Muda Xue Yang?."
Sang Qi yang sedang menyisir rambut nya menoleh ke Liu Mei yang terlihat sedang berpikir.
"Ada apa? Kau menyukai nya?."
Liu Mei menggeleng cepat, "Aku hanya penasaran."
"Tuan Muda Xue Yang itu luar biasa, rambut nya yang hitam berkilau, Wajah nya yang sempurna, gerakan yang penuh dengan kemuliaan. Aishh jika aku tau yang kita temui tadi pagi adalah Tuan muda Xue Yang aku pasti..."
Sang Qi menghentikan ucapan nya kemudian berjalan ke sisi Liu Mei.
"Mei'er kau tidak menyukai nya kan?."
Liu mei menggelengkan kepala dan mencubit pipi Sang Qi, "Sudah kukatakan tidak."
"Lalu Qi'er, Siapa yang paling kuat didaratan ini?."
Sang Qi memiringkan kepalanya dan berpikir sejenak, "Mungkin Tuan muda Xue Yang, kekuatan nya belum diketahui. Tapi itu bisa saja Tuan Menara pembunuhan."
"Menara pembunuhan?."
"Mei'er kau tidak tau? Di daratan ini, Lembah keabadian dan Menara pembunuhan adalah 2 Kekuatan yang misterius. Kedua nya mempunyai tempat di Daratan tengah namun mereka tetap bisa ikut campur di daratan ini."
"Apakah sulit untuk masuk ke Daratan tengah?."
Sang Qi mengangguk, "Tentu saja."
"Semua nya berkumpul."
Sebuah suara menghentikan pembicaraan mereka, dengan segera mereka keluar dari kamar nya.
Bukan hanya mereka, tapi murid di halaman semua nya berkumpul.
"Kakak pertama ada apa?."
"Besok akan diadakan perjamuan oleh para tetua, 2 orang murid luar akan dipilih untuk ikut sedangkan selebihnya mempersiapkan diri untuk kompetisi dan tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini. Liu Mei dan Gu Yao kalian akan ikut dalam perjamuan besok."
Liu Mei tersenyum senang, "Benarkah kak?."
"Hem, besok kalian bersiap."
"Baik."
Sang Qi yang melihat itu memandang Liu Mei iri, ia menarik Liu mei masuk ke dalam kamar dengan wajah masam, "Liu Mei kau sangat beruntung."
"Sang Qi, kau ingin ikut perjamuan?."
Sang Qi mengangguk kuat, "Kalau begitu aku akan mengatakan pada Guru agar kau menggantikan ku."
"Benarkah?." Sang Qi bertanya dengan antusias, Liu Mei mengangguk dan memegang tangan Sang Qi, "Sang Qi kau teman ku, aku pasti akan melakukan apapun untuk teman baik ku."
...
Saat malam tiba, Liu Mei berdiri di jendela kamar nya sesekali melihat Sang Qi yang tertidur pulas, ia juga memastikan tidak ada siapapun yang melihat nya.
Tak lama seorang berjubah hitam muncul dihadapan nya, "Liu Mei, ini Pil Hitam yang dapat membantumu menembus Peringkat Jenderal bela diri."
Si Jubah hitam itu menyodorkan sebuah Pil dan langsung diambil dengan cepat oleh Liu Mei, "Terima kasih."
Jubah hitam itu mengangguk, "Saat kompetisi pastikan kau melakukan nya, jika tidak maka kau akan tau akibat nya."
"Tuan tenang saja, aku akan pastikan semua nya berjalan dengan baik."
..._&_&_...
"Guang An, kau sudah menemukan mereka?."
Guang An bersujud, tak berani mengangkat kepala nya sedikitpun.
"Ketua, kami tidak menemukan nya. Mereka...mereka tidak ditemukan dimana pun."
"Ketua, Perjamuan akan diadakan besok. Jika ingin menghukum nya, maka hukum dia setelah semua selesai." ucap salah seorang Guru.
"Lagi pula ada atau tidak nya mereka tidak akan berpengaruh, Ketua jangan lupa bahwa kali ini menara pembunuhan juga akan membantu kita."
"Shi Jun, kau berharap pada Menara pembunuhan? Jangan lupa dia adalah musuh."
"Jika menara pembunuhan adalah musuh maka bagaimana dengan Sekte Jun? Tuan muda Lembah keabadian tanpa memikirkan kehormatan Sekte Pusat dia dengan berani mengambil alih Sekte Jun. Menurutmu apa semua orang tidak akan mencemooh kita jika kita menerima nya?." Ucap Shi Jun marah.
"Shi Jun, kau."
"Sudahlah." Ketua sekte melerai mereka kemudian melirik Kepala pengurus, "Apa semua sekte sudah berkumpul."
"Hanya Sekte Jun yang belum berkumpul."
Ketua Sekte mengangguk mengerti, ia kemudian mengisyaratkan Guang An untuk pergi.
"Lapor Ketua, Ketua Sekte Ming dan Penatua Teratai hitam meminta izin bertemu." ucap seorang Pelayan yang datang melapor.
"Izin diberikan."
Pelayan itu mengundurkan diri, Tak lama Ketua Sekte Ming Yan Yi Zhi dan Penatua Ye memasuki ruangan, "Salam Ketua Lin."
"Salam Ketua Ming dan Penatua Ye."
"Silahkan duduk."
Yan Yi Zhi dan Penatua Ye mengangguk dan segera duduk di kursi yang disediakan.
"Ada hal apa kalian berdua menemui ku?."
Penatua Ye dan Ketua Yan saling berpandangan, "Silahkan Penatua Ye memberi tau terlebih dahulu."
"Baik, maka aku akan mengatakan terlebih dahulu. Ketua Lin seperti nya aturan kompetisi harus diubah." Ucap Penatua Ye.
Ketua Lin dan Guru yang hadir mengernyitkan dahi nya, "Kenapa?."
"Aku baru mengetahui dari murid ku bahwa sebenarnya jiwa pemilik raga yang digunakan makhluk itu dapat kembali. Jika kompetisi perburuan diadakan dan kita melukai raga nya maka itu hanya akan membuat kerugian."
"Seperti nya tujuan Penatua Ye sama dengan ku, maka aku tidak perlu mengatakannya lagi. Ketua Lin, aku menyarankan hal seperti itu. Bagaimana jika kompetisi nya adalah siapapun yang paling banyak mengembalikan Raga ke jiwa asli nya maka dialah pemenang nya." Ucap Ketua Yan.
"Ketua Yan, Penatua Ye apa maksud dari perkataan kalian?." Tanya salah seorang guru dengan bingung.
"Kalian bukan nya tidak memahami tapi kalian tidak mengetahui. Bahwa sebenar nya tubuh nya hanya cangkang dan musuh sebenar nya adalah Arwah jahat. Ini mungkin sepeti yang terjadi puluhan tahun lalu namun yang membedakan nya adalah Patriark Li mengendalikan mereka, sedangkan hal ini seseorang mempunyai metode terlarang, memanfaatkan arwah jahat, mengambil jiwa dan mengubah nya menjadi kekuatan." ucap Ketua Yan menjelas kan.
"Lalu bagaimana cara mengembalikan jiwa itu?." Tanya Ketua Lin.
Penatua Ye dan Ketua Yan menghela nafas.
"Penatua Ye apa kau mengetahui nya?." Tanya Ketua Yan.
Penatua Ye menggeleng pelan, "Aku hanya mendengar nya dari murid ku, seorang Nona muda menolong mereka dan mengembalikan jiwa salah satu Guru junior di Sekte Teratai hitam."
"Apa nona itu bernama Yue Ying?." tanya Ketua Yan menebak.
Penatua Ye mengangguk, "Sepertinya itu nama nya. Sebenar nya aku tidak ingin memberi tau identitas nona muda itu namun memikirkan bahwa ini kerjasama antara dua aliran berbeda, maka aku dengan berani mengatakan nya dan meminta Sekte kebenaran tidak menghukum nya karena membantu kami, Sekte Teratai hitam."
"Penatua Ye jangan khawatir, karena nona itu mempunyai metode mengatasi makhluk itu maka Sekte kebenaran tidak akan pernah menghukum nya." Ucap Ketua Lin.
"Sebelum nya aku melihat bahwa Nona Yue mengalahkan mereka dengan menggunakan Energi jahat. Lalu setelah Fajar ia memberitahukan kami lokasi bangunan dengan jiwa didalam nya." ucap Ketua Yan.
Ketua Lin mengerutkan kening nya, "Sebenarnya Nona Yue berasal dari Sekte kebenaran atau Sekte iblis?."
"Jika ia menggunakan energi jahat maka bukankah dia berasal dari Sekte iblis?." Lanjut nya lagi.
...&_&_&...
*Xiexie buat yang udah Like dan Komen Novel ini, jujur saja karena dukungan kalian aku jadi semangat setiap hari nulis novelš¤.
Ta Xiexie Le, dan Zai Jian.