The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Setengah kebenaran?



"Jika kalian ingin mengetahui nya, ada sebuah buku di perpustakaan sekte ini berjudul Putri Darah hitam. Kau akan tau, isi buku ini sangat berbeda dengan apa yang kita tau tentang darah hitam. Walau didalam buku tidak seratus persen benar, setidak nya didalam sana juga tertulis keluh kesah sang Putri." Ucap He Lian menjelaskan.


"Tidak bisakah kau memberitahukan kamu saja secara langsung?."


He Lian menggeleng kemudian ia mengingat sesuatu, "Aku akan mengatakan apa yang tidak tertulis dibuku."


"Apa?."


"Bukankah aku mengatakan bahwa ini semua berawal dari sebuah mayat?."


Mereka semua mengangguk dan mendengar kan dengan serius.


"Putri darah hitam meletakkan tiga mayat ketiga tempat berbeda. Daratan atas, Daratan tengah dan Daratan rendah. Karena mayat di daratan tengah sudah dimusnahkan, kini hanya tersisa dua mayat."


"Tunggu, He Lian. Putri Darah hitam kini sudah mati kan?." Tanya Gu Wei Yi dan di angguki He Lian, "Dia sudah benar-benar mati."


"Lalu mayat itu? Siapa yang mengetahui tentang mayat itu? Dan bagaimana? Mengapa dia membuat hal seperti ini?." Tanya Qu Shanshan bertubi-tubi.


He Lian menggelengkan kepala tanda ia tidak tau, "Aku hanya tau bahwa ini berasal dari sebuah mayat, entah dimana, bagaimana atau siapa yang menggunakan mayat ini untuk membuat kekacauan aku tidak tau."


"Jadi saat ini kita harus mencari dimana mayat itu berada bukan?." tanya Xiao Haocun dan di angguki He Lian, "Dari yang ku dengar dari pamanku, mayat itu harus dibakar agar semua kekuatan jahat dari Linghun Tingshen juga ikut menghilang."


"Dan jika kita berhasil memecahkan nya, setelah kembali kita juga harus memberi tahu guru untuk mencegah hal ini terjadi di daratan atas juga." Ucap Lu Jing.


"Tapi bagaimana?." Ucap Bao Yo dan membuat mereka semua terdiam.


Tak lama kemudian dua orang gadis muncul dan menghentikan diskusi mereka.


"Emm permisi, Tuan sebelum nya kami meminjamkan kompas , apa kami boleh mengambil nya lagi?." Tanya seorang gadis dengan malu-malu.


Lu Jing melihat kompas yang ia pegang, dan tersenyum pada kedua gadis itu, "Tentu saja cantik, ini."


"Tunggu." Ucap Gu Wei Yi dan langsung mengambil kompas dari tangan Lu Jing.


Ia menatap kompas itu dengan teliti kemudian memberikan nya pada salah satu gadis, "Kompas ini darimana kalian mendapatkan nya?."


"Yue Ying dari Sekte Jun, dia yang membuat nya."


Gu Wei Yi mengangguk, "Baik, terima kasih. Kalian boleh pergi."


Setelah kedua gadis itu pergi, Gu Wei Yi dan yang lain nya lanjut berdiskusi.


"Menurutku Yue Ying ini tau banyak tentang makhluk itu. Apa sebaiknya kita mencari nya?." Tanya Lu Jing dan di angguki setuju oleh yang lain nya.


"Em apa sekarang?." lanjut nya lagi.


"Sebentar lagi matahari akan tenggelam, sebaik nya besok saja." ucap Gu Wei Yi


"Dua hari lagi pengumuman pemenang perburuan ini, hampir semua sekte dan kelompok yang terlibat sudah kembali. Bahkan jika kita tidak mencari nya, pasti juga akan bertemu." Ucap Xian Haocun.


"Namun aku penasaran tentang nya, jadi lebih baik besok kita cari saja diam" balas Lu Jing.


Gu Wei Yin mengangguk setuju atas ucapan Lu Jing, "Baiklah, sekarang kita bagi kelompok agar lebih cepat mencari nya. Besok, setelah kalian menemukan sekte nya segera beri tanda."


"Baik."


..._&_&_...


"Yak aku benar-benar benci perundungan, hei kalian ingin mati." Gadis tanpa masalah yang ditemui Chu Yue sebelum nya berkacak pinggang memarahi beberapa anak yang berada didepan nya.


"Kau siapa? Apa kau tidak tau siapa kami?." ucap Salah seorang anak.


Gadis tanpa masalah itu memandang malas ke empat anak didepan nya kemudian menarik anak yang menjadi korban perundungan.


"Hei kau bodoh, karena menerima perlakuan seperti itu?."


Anak itu menunduk tak berani menatap bahkan ia tak mampu mengeluarkan satu suara apapun.


"Nona kecil, kau benar-benar tidak tau siapa kami ha? Apa kau ingin mati?."


"Ei jangan biarkan dia mati dulu, bagaimana jika kita mencoba dulu tubuh nya baru kita bunuh dia."


Gadis tanpa masalah itu menepuk kening nya dan menghentakkan kaki dengan kesal, "Aih Kenapa ada orang seperti mereka di dunia ini? Ada banyak masalah yang dihadapi setiap orang, namun kenapa masalahku tidak ada apa-apa nya."


Gadis itu mengabaikan pertanyaan itu, ia malah menatap ke langit melihat Chu Yue, Raja Yi dan Zhan Feng yang terbang melewati kota yang saat ini ia pijak.


"Aihh mereka sudah lewat." Ucap nya kemudian menatap keempat anak jahat itu lalu menendang mereka sekaligus, "Aku benar-benar benci orang seperti mereka."


Gadis itu kemudian menatap pria yang tampak nya beberapa tahun lebih muda dari nya, "Hei kau ingin ikut aku?."


Pemuda itu mengangkat pandangan nya, dan seketika gadis tanpa masalah terdiam membisu ditambah wajah nya bersemu merah.


Pemuda itu sangat tampan, ahh bisa dikatakan gadis itu tak pernah melihat pria setampan diri nya. Namun sayang, pakaian nya lusuh dan dia tampak sedikit bodoh.


"Apa aku boleh? Orang tuaku sudah tiada, aku juga tidak tau harus kemana. Nona, aku akan menjadi budak mu." Ucap nya dengan senyuman.


"Tidak perlu menjadi budak ku, cukup menjadi pelayan saja. Aku akan membayar mu setiap bulan."


"Tidak perlu membayar ku, aku akan dengan sukarela menjadi pelayanmu tanpa bayaran apapun."


Gadis itu mengangkat alis nya dan mengangguk, "Baik, siapa namamu?."


"Xiao Zhan."


"Xiao Zhan?." Gadis itu menatap lekat mata pemuda itu dan tersenyum kecil, "Nama yang bagus."


"Lalu sekarang tutup matamu."


"Ha?."


..._&_&_...


"Dimana Chu Yue?."


Chang Li menoleh sebentar ke Shilin lalu menjawab dengan tenang, "Penatua Ketiga murid mu Chu Yue tidak dapat ikut ke daratan rendah."


"Kenapa?."


Chang Li menelan Saliva nya lalu menjawab dengan senyuman, "Pangeran Qing saat ini terkena Racun sutra, seluruh kekaisaran tahu akan hal ini."


"Lalu apa hubungan nya dengan Chu Yue?."


"Nona Chu sebelumnya berjanji menyembuhkan pangeran Qing. Saat ini dia sedang meningkatkan Alkimia nya jadi dia tidak bisa hadir." Ucap Chang Li.


"Berjanji?." Penatua ketiga terdiam sejenak kemudian mengangguk, "Lalu anak ini Shilin, jika dia berbuat ulah lagi segera pulangkan saja."


"Baik Penatua." Ucap Chang Li kemudian menarik Shilin keluar dengan cepat.


.......


"Kenapa berkata seperti itu?." Shilin menarik tangan nya dan menjauh dari Chang Li.


"Shilin bisakah kau jangan bertindak seperti ini?." Ucap Mu An Shi yang datang dengan raut wajah dingin.


"Seperti apa? Bertindak bahwa semua baik-baik saja? Kakak Chu mati karena kalian, apa kalian tidak merasa bersalah?." Ucap Shilin dengan marah.


"Itu pilihan nya sendiri, tak ada yang bisa disalahkan karena ini. Ini bukan kemauan kita semua."


Gu Wei Yi, Bao Yu, Qu Shanshan dan yang lain nya juga datang ke halaman yang ditinggali Shilin, berusaha untuk menenangkan nya.


"Ini bukan salah kami, salah Raja Yi dan bukan Salah semua orang. Shilin tolong... relakan saja dia pergi." Qu Shanshan mensejajarkan tubuh nya dengan Shilin dan memeluk nya erat.


"Shilin... Relakan dia."


Shilin menggelengkan kepala nya dan mendorong Qu ShanShan, "Tidak, tidak akan."


"Kakak Chu masih hidup." Ucap nya kemudian ia menatap Chang Li, "Kakak Chang Li, apa yang kau katakan sebelum nya di aula apa itu benar?."


"Setengah kebenaran dan setengah kebohongan. Pangeran Qing memang terkena racun sutra namun Chu Yue yang berjanji menyembuhkan nya itu pasti kebohongan." Jawab Chang Li.


"Kenapa? Dan juga bagaimana kau bisa berbohong dengan menggunakan nama pangeran? Kakak bukankah itu kejahatan?." Tanya Shilin bertubi-tubi.


"Pangeran Qing mengirimkan surat dan menyuruhku mengatakan itu. Shilin jika penatua ketiga tau menurutmu apa yang akan dia lakukan? Untuk saat ini rahasiakan saja dulu." Ucap Chang Li lagi.


"Menurutmu kenapa pangeran Qing berbohong dengan mengirim surat itu? Apa kalian tidak merasa aneh?." ucap Gu Wei Yi membuat mereka semua terdiam.