
"Anak kecil berani sekali kau mencuri uang kami." Seorang wanita muda mengangkat tangan nya dan hendak memukul nya, namun wanita muda lain nya segera mencegah nya.
"Meimei dia hanya anak kecil." Ucap nya dan mendekat ke anak kecil itu.
"Mei'er jangan terlalu baik hati." Ucap pria muda disebelah nya.
Liu Mei tersenyum tipis ia kemudian mengelus kepala anak itu pelan, "Kenapa kau mencuri?."
"Aku...aku tidak punya makanan." Ucap anak itu pelan.
"Kalau begitu ambil saja uang kakak." Ucap Liu Mei baik hati.
Anak itu mengangguk, dan membungkuk hormat, "Terima kasih kakak."
Ia kemudian berlari jauh dan masuk ke sebuah gang. Di sana sudah ada 2 pria dewasa yang menunggu nya.
"Kakak Lu, Kakak Zhen, aku mendapatkan nya." Ucap Guang Zhao memamerkan Kantong uang nya.
Jia Zhen bertepuk tangan, "Bagus, anak kecil."
"Sekarang kita bisa menyewa kamar bagus." Ucap Lu Tao.
Guang Zhao mengernyitkan dahi nya, "Bukannya ini untuk kita belanja?."
Lu Tao memukul pelan kepala Guang Zhao, "Kita berhutang banyak pada Yue Ying, jika kita menggunakan uang nya lagi ckckck."
"Kita akan seperti Pria tidak berguna." Ucap Jia Zhen dan langsung di angguki Lu Tao.
Guang Zhao menunduk lesu kemudian memberikan kantong uang nya pada Lu Tao, "Kakak Lu simpan dulu uang nya, aku akan membersihkan diri dulu."
"Baik, kami akan menunggumu disini." ucap Jia Zhen.
Guang Zhao segera berlari pergi dan meninggalkan Jia Zhen dan Lu Tao yang kini sudah memeriksa uang nya.
"Anak itu lumayan." Ucap Lu Tao, kemudian ia menepuk pundak Jia Zhen, "Ayo kita kembali."
..._&_&_...
Guang Zhao kembali ke penginapan dengan kesal, ia menghentakkan kaki nya dengan keras dan menatap orang-orang disekitar nya dengan tajam.
"Guang Zhao kau kenapa?." Tanya Zhi Shu yang sedang makan bersama Yun Shang.
Guang Zhao berjalan kearah Zhi Shu dan duduk diseberang nya dengan raut wajah kesal.
"Kakak Lu dan Kakak Zhen menipuku." Ucap nya dengan nafas terburu.
Yun Shang tertawa kecil dan menepuk pelan kepala Guang Zhao, "Kau anak kecil, jangan pernah dengarkan mereka."
Guang Zhao mengangguk dan mulai menangis, "Aku ingin kakak Yue cepat datang."
"Tenang saja, mungkin hari ini dia akan datang." Ucap Yun Shang menenangkan.
Guang Zhao mulai merengek, "Kalian selalu berkata seperti itu, tapi selama seminggu Kakak Yue belum juga datang."
Tak lama Jia Zhen dan Lu Tao kembali dengan membawa banyak barang. Guang Zhao melirik mereka dengan tatapan tajam, ia berlari menghampiri mereka dan memukul mereka dengan kuat.
Jia Zhen dan Lu Tao terpental jatuh, "Kau anak kecil... Berani nya kau.."
Lu Tao menunjuk-nunjuk Guang Zhao dengan marah, kemudian ia bangkit berdiri sambil memegangi punggung nya.
"Kau anak kecil sangat kejam."
"Kalian menipuku, kenapa aku harus berbaik hati ha?." Ucap Guang Zhao.
Lu Tao dan Jia Zhen menyengir lebar dan mendekati Guang Zhao dengan tertatih.
Lu Tao kemudian memberikan sebuah bingkisan, "Ini makanan untukmu, semua nya sangat enak."
"Benarkah?." Ucap Guang Zhao antusias.
Jia Zhen mengangguk, "Itu sangat sangat enak. Aku bahkan ingin memakan nya lagi dan lagi."
Mendengar hal itu Guang Zhao segera merampas bungkusan itu dan melupakan kesedihan nya, "Baiklah kali ini aku memaafkan kalian."
Jia Zhen tersenyum aneh, ia mendekat ke Guang Zhao dan berbisik.
"Baik, mari kita lakukan lagi besok."
..._&_&_...
"Tuan muda, kita sudah berada di luar gua." Ucap seorang pelayan wanita di luar tandu.
Kemudian Seorang Pria dengan pakaian hitam dan tubuh tegap nya keluar dari tandu, rambut nya hitam panjang dan terlihat berkarisma.
"Ayo masuk."
"Tuan ada seorang wanita yang bermeditasi disini." Ucap pelayan wanita itu.
Chu Yue yang mendengar sebuah suara setelah ia kembali dari ruang kosong segera membuka mata nya.
Chu Yue mengerutkan dahi nya kemudian ia menatap orang didepan nya dengan terkejut, Kakak.
"Nona, Kami akan bermalam disini. Bisakah Nona pergi dari sini?." Ucap pelayan itu mengusir Chu Yue.
Chu Yue menghilangkan keterkejutan nya dan menatap Pelayan itu datar,
"Aku tidak akan pergi."
"Jika Nona tidak pergi, maka..." ucap pelayan itu dengan nada mengancam.
"Aku yang lebih dulu menemukan Gua ini, apa hak mu untuk mengusirku? Apa tempat ini milikmu?." Tanya Chu Yue sengit.
Pelayan itu mengeram kesal dan berbalik, "Tuan sebaiknya kita bunuh saja dia."
Tuan itu hanya terkekeh pelan dan berjalan ke arah Chu nya.
"Nona yang cantik, jika membunuh nya akan sayang sekali." Ucap Pria itu.
Chu Yue menatap pria itu lekat, dan tanpa ia sadari mata nya sudah berair.
"Ouh Apa nona takut?." Ucap Pria itu.
Chu Yue mengedipkan mata nya cepat, dan menghapus air mata nya.
"Tuan muda seperti nya Nona ini hanya pura-pura untuk menarik perhatianmu." Ucap pelayan itu.
"Jika kalian ingin bermalam disini silahkan, aku akan pergi." Ucap Chu Yue dan beranjak berdiri.
Saat ia pergi segera tangan nya ditahan, "Ini sudah malam, kami hanya bercanda. Tidak ada yang akan membunuhmu."
Pria itu mendudukkan kembali Chu Yue, "Aku Zhang Bingjie, nona siapa namamu?."
"Yue Ying." Jawab Chu Yue pelan.
"Nama yang bagus." Puji nya.
"Jia Li, Sediakan tempat."
Jia Li mengangguk kemudian berjalan ke penjaga Zhang Bingjie dan memerintahkan mereka.
"Yue Ying, ku lihat Kultivasi mu sangat bagus. Dan jika kita bertarung kau ada kesempatan menang. Kenapa kau malah menangis?."
Chu Yue menggeleng pelan, "Tidak ada apa-apa."
"Hei ayolah, biasa nya orang yang sepertimu akan sangat sombong." Ucap Zhang Bingjie.
Chu Yue tidak membalas ucapan Zhang Bingjie, ia hanya menutup mata nya dan bersandar di Gua.
"Yue Ying, kau mengabaikan ku." Zhang Bingjie merengut kesal.
Chu Yue mengabaikan Zhang Bingjie dan tertidur.
Zhang Bingjie yang melihat Chu Yue tertidur lelap mengubah ekspresi yang tadi nya ramah menjadi dingin.
"Tuan muda, harus kita apakan dia?." Tanya Jia Li pelayan nya.
Zhang Bingjie melirik Chu Yue sekilas, "Biarkan saja dia."
"Yun Xin, jaga di luar gua. Jangan sampai aku melihat monster menjijikkan itu." Perintah Zhang Bingjie.
"Tuan, Xue Yang dari lembah keabadian sudah tiba di Kota Liang."
"Apa lembah keabadian akan ikut perburuan ini?."
Jia Li menggeleng, "Seperti nya Xue Yang menggunakan nama Sekte Jun untuk berpartisipasi. Apakah kita akan membunuh nya?."
"Dan Lalu Nona itu..." Jia Li melirik Chu Yue sekilas dan berucap pelan, "Aku curiga dia Putri Chu Yue."
"Tapi ku lihat dia tidak punya Kultivasi, jadi... Aku sedikit meragukan nya." ucap Jia Li lagi.
"Menara pembunuhan tidak akan pernah bekerja sama dengan Sekte kebenaran. Mereka hanya sekelompok orang munafik dan munafik. Jika memang dia Reinkarnasi Dewi iblis, Jia Li menurutmu siapa yang akan di untungkan?." Ucap Zhang Bingjie.
Jia Li mengangguk mengerti dan memberi hormat lalu berjalan pergi.
Zhang Bingjie emudian bersandar tak jauh dari Chu Yue dan menatap Chu Yue lekat.
"Jadi ini Putri Chu Yue, dia menyedihkan."