The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Serangan Monster



"Semua sudah siap?."


"Nona Shu semua sudah siap, kita bisa menyerang kapan saja." Ucap seorang Pria dengan pakaian hitam.


"Baik, serang mereka sekarang. Setelah melalui perjalanan panjang, pasti nya mereka akan kelelahan bukan." Ucap nya dengan senyum jahat.


"Baik." Pria itu segera pergi menjalankan tugas nya.


"Shu Lian, bukankah kau sedikit terburu-buru." Ucap seorang Pria yang datang tiba-tiba.


Shu Lian berbalik menatap Pria itu, "Membunuh 3 burung dengan 1 batu, itu kesempatan yang bagus Yang mulia. Putri Langit, Xue Yang itu dan juga Yue Ying yang telah mengacaukan rencana kita."


"Dan jika saat nya tiba, Yang mulia dapat mengambil tahta dan mendapatkan Dewi Api Iblis." Lanjut nya lagi.


"Shu Lian, ku kira kau setia pada nya." Ucap Pria itu mengejek.


Shu Lian terdiam, raut wajah nya berubah marah dan tangan nya terkepal erat, "Aku selalu setia pada Dewi ku, namun kali ini... Dia mengalami siksaan karena ujian ini. Jika aku tidak membalas dendam untuk nya, aku tidak pantas menjadi pelayan nya. Dia sangat baik, hanya karena dia mencintai putra mahkota dia harus mengalami Kehidupan yang menyakitkan."


"Setiap Kehidupan, Setiap Kematian, Setiap Kehilangan, Setiap Pengkhianatan, aku disisi nya berusaha mendukung nya, namun... Aku tidak bisa lagi melihat hal itu." Lanjut nya lagi.


Kali ini aku ingin dia melepaskan cinta nya, dan kembali seperti dulu.


..._&_&_...


"Lari semua... Ada monster."


"Ada monster, lariiii."


"Tolong aku."


"Tolong."


Xue Yang dan yang lain nya yang sedang beristirahat terbangun karena teriakan itu, dengan segera mereka membuka jendela.


Keadaan sangat kacau, banyak orang berlari dengan cepat dan bahkan saling mendorong. Beberapa orang keluar dari rumah dengan membawa bungkusan dan segera berlari.


" Xue Yang, apa yang sedang terjadi."


"Seperti nya makhluk itu, kalian semua segera.."


Sebelum ia melanjutkan ucapan nya, suara di dalam penginapan telah penuh oleh teriakan.


"Zhan Feng segera pergi ke kamar Zhi Shu dan bawa mereka pergi."


Zhan Feng mengangguk, ia segera keluar kamar. Di koridor makhluk itu menggigit para tamu.


Dengan segera Zhan Feng menyerang para makhluk itu.


.....


"Kakak Xue makhluk itu disini." Ucap Guang Zhao menunjuk kearah pintu.


Segera Xue Yang menyerang nya dan menjatuhkan nya dengan cepat.


"Kalian semua jaga Shu Yan dan Guang Zhao. Kita akan terbang ke atap." Ucap Xue Yang dan terbang ke atap rumah didepan nya.


Guang Zhao yang sudah pandai menggunakan Qinggong terbang mengikuti Xue Yang, sedangkan Shu Yan di bantu oleh Jia Zhen dan Lu Tao.


Mereka terbang keatas atap, dan melihat keadaan sekitar.


"Jia Zhen dan Shu Yan kalian cari tempat aman,  lindungi juga Guang Zhao, yang lain nya ikut aku menyerang mereka."


"Kakak Xue aku juga ingin bertarung." Ucap Guang Zhao dengan yakin.


Xue Yang terdiam sejenak kemudian mengangguk, "Baiklah, tapi kau harus terus disisi ku."


"Baik."


Dengan segera Xue Yang dan Yang lain nya turun dan menyerang makhluk yang menyerang para manusia.


"Lu Tao Bawa pergi mereka dulu, kami akan menahan monster itu."


"Baik."


Dengan segera Lu Tao membawa pergi orang-orang, dan menjaga mereka dari kejaran makhluk itu.


"Cepat, cepat pergi." Lu Tao mendorong satu persatu dari mereka.


"Tolong, tolong nenekku."


Lu Tao menoleh kearah suara dan menemukan seorang nenek tua dan anak kecil. Dengan segera ia menghampiri mereka dan membantu nenek tua itu berdiri.


Mata Lu Tao membulat dan dengan segera ia menendang kebelakang dam membuat salah satu monster terjatuh.


"Nenek cepat pergi."


"Tidak, aku tidak akan kuat berlari. Kau bawa saja cucuku ini." ucap Nenek itu mendorong cucu nya ke Lu Tao.


Lu Tao berdecak kesal dan melihat keadaan sekitar, Zhan Feng dan yang lain nya sudah bergabung dengan Xue Yang menyerang makhluk itu.


Dengan cepat ia menggendong nenek dan memegang tangan gadis kecil itu pergi bersama nya.


"Nenek apa disini ada gua?." Tanya Lu Tao sambil terus berlari.


"Kakak, di desa ini ada sebuah Gua namun gua itu dekat dengan hutan terlarang." Ucap Gadis kecil itu.


"Didepan juga ada monster segera berbalik." Teriak seseorang dari depan.


"Gua itu ada dimana?." Tanya Lu Tao cepat.


"Belok ke sana, tempat yang gelap itu." ucap Gadis itu menunjuk kanan.


"Semua nya segera belok ke kanan dan ikuti aku." Teriak Lu Tao, dengan segera mereka mengikuti Lu Tao namun beberapa orang berhenti berlari.


"Tuan di sana ada hutan terlarang, kita tidak bisa ke sana."


"Jika kau ingin hidup segera ke sana." Ucap Lu Tao.


"Shu Yan, Guang Zhao." Lu Tao tersenyum senang ketika melihat kedua teman nya berada didepan.


"Di sana ada gua, cepat kalian ke sana." Ucap Jia Zhen.


"Baik."


"Shu Yan, kau bersama mereka. Aku akan mengabari Zhan Feng dan yang lain nya." Ucap Jia Zhen dan segera pergi.


..._&_&_...


"XiuHuan darimana kau tau bahwa bunga itu hanya di sini?."


XiuHuan yang sedang bermain-main dengan api segera menjawab, "Pangeran Kedua, Jierui yang mengatakan nya pada ku."


Tepat!


Chu Yue memang menebak bahwa Jierui yang membohongi nya.


"Dan kau percaya?." tanya Chu Yue.


XiuHuan mengangguk, "Tentu saja."


Chu Yue menggelengkan kepala nya pelan, XiuHuan anak kesayangan raja dan Jierui hanya anak seorang selir yang tak dianggap.


Bagaimana mungkin dia sangat percaya pada nya.


"Xiuhuan kau tidak curiga pada nya?."


"Kenapa aku harus curiga pada nya?." Tanya Xiuhuan balik.


Chu Yue menatap Xiuhuan tak percaya, ia terdiam sejenak kemudian mengangguk mengerti.


Pantas saja ia pernah mendengar Jingyi berkata 'Xiuhuan mati muda karena ia bodoh'.


"XiuHuan kau tinggal di kerajaan, namun kau belum mengetahui betapa kotor nya istana itu. Hanya segelintir orang baik selebihnya munafik. Kau percaya pada nya sama dengan kau menyerahkan nyawamu pada nya." Jelas Chu Yue.


Xiu Huan tersenyum tipis, ia terdiam sejenak, raut wajah nya berubah serius kemudian ia berucap, "Aku tau, namun akan sangat lelah jika kau harus berjuang menghadapi intrik kerajaan. Sebenar nya aku hanya mencari alasan untuk pergi. Jika aku pergi tanpa alasan mereka akan mengatakan aku takut, jika aku pergi dengan alasan bahkan jika ada kabar aku mati, setidak nya aku bukan pecundang."


"XiuHuan jika kau pergi dan dianggap mati disini bukan pecundang yang tersemat didalam namamu, tapi bodoh. Pecundang atau bodoh? dari kata itu mereka sama-sama buruk." Cibir Chu Yue.


XiuHuan menundukkan kepala nya.


"XiuHuan jika kau pergi lalu bagaimana dengan kakakmu?." tanya Chu Yue kemudian ia melanjutkan, "Qiu Huan walau dia terlihat tidak peduli padamu.  Sebenar nya di dalam hati nya ia menyayangi mu, hanya kau adik nya. Jika dia mendengar mu mati menurutmu apa yang akan dilakukan nya?."


Xiuhuan mengangkat kepala nya, "Dia  akan membalas dendam bahkan Ayahanda yang mengizinkanku pergi tidak akan lepas dari pembalasan nya."


Chu Yue mengangguk, Qiuhuan terlihat sembrono namun sebenar nya ia licik, terlihat baik namun ia sebenar nya punya banyak trik.


Dalam membalas dendam ia bahkan tidak akan meninggalkan seekor lalat pun.


Chu Yue menyukai prinsip nya, 'Mata dibalas mata, Gigi dibalas gigi.'


Dan untuk itulah Chu Yue ingin menjadikan nya teman melalui XiuHuan.