The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Aliran Qi Zhe



"Baik, kalau begitu aku akan melakukan apa yang Tuan katakan." Ucap Xiao Bai kemudian mendekat ke arah Chu Yue.


Chu Yue dan Xiao Bai secara bersamaan menyayat tangan nya kemudian mereka saling menempelkan tangan, "Xiao Bai kau bukan Budak ku lagi, kau punya kebebasan sendiri. Dan tidak perlu untuk sehidup semati bersamaku."


"Di kehidupan ini tak ada penyesalan melayani mu, di kehidupan selanjutnya juga pasti akan begitu." Ucap Xiao Bai.


Setelah itu mereka berdua saling berpelukan, ini artinya perpisahan akan semakin dekat.


"Setelah ini apa yang kau lihat, jangan hiraukan. Tutup mata dan telingamu atau jika tidak pergilah." Ucap Chu Yue dan di angguki patuh oleh Xiao Bai.


"Kami memberi hormat pada Dewi."


"Liu Mei, Murong Zhi Feng, Zhu Ming disini. Namun untuk dua nama lain yang dewi sebutkan kami tidak mengenali dan tidak dapat menemukan nya juga."


Chu Yue berbalik dan menatap ketiga orang yang membuat hidup nya menjadi sebatang kara, ketiga orang yang telah dengan parah melukai hati nya, "Liu Mei, Zhi Feng, Zhu Ming akhir nya kalian bertiga berada dihadapan ku. Namun kali ini yang berlutut bukanlah aku tapi kalian. Aish sayang sekali Zhang Guo sudah pergi terlebih dahulu. Sayang sekali."


"Kau siapa? Kenapa kau menangkap kami?."  teriak Murong Zhi Feng marah.


Chu Yue menaikkan alis nya dan menatap ketiga orang itu dengan mengejek, "Ouh apa kalian tidak ingat?." Ucap Chu Yue.


"Liu Chu Yue?." Ucap Zhu Ming hati-hati.


Chu Yue tersenyum menatap Zhu Ming dan mengangguk.


"Itu kau, ah apa selama ini kau berusaha menipu orang agar wajahmu tak dikenali?."


Chu Yue mengangguk namun kemudian menggeleng, "Aku hanya memakai cadar, bukan menipu dan masalah poster yang beredar seharusnya itu karena pengikut ku yang setia."


"Pengikut?." Zhu Ming menatap sekeliling nya, ada banyak Kultivator disini bahkan yang membuat nya terkejut adalah Sekte Tanshe Jian yang saat ini berdiri menatap hormat pada Chu Yue.


"Apa kau telah mempengaruhi mereka semua, sehingga mereka mengikuti mu?." Tanya Liu Mei dengan tatapan tajam.


Chu Yue mengangkat bahu nya dan tertawa renyah, "Kau pikir aku ingin?."


Wei Ying yang sebelum nya terus diam merasakan sesuatu yang tidak beres membuka mulut nya memanggil Xiao Bai, "Xiao Bai bawa semua orang disini pergi ke Hutan terlarang dan cari tempat dimana terdapat kabut hitam. Jika bisa segera kumpulkan semua orang Chu Yue dan salurkan kekuatan kalian pada pembatas di sana."


"Wei Ying apa yang terjadi?." Tanya Chu Yue.


"Iblis berusaha membuka pembatas alam dan ingin memasuki alam manusia. Jika tidak dihentikan maka akan berbahaya bagi manusia." Jawab Wei Ying.


"Xiao Bai, segeralah kalian pergi." Perintah Chu Yue.


Dengan berat hati Xiao Bai mengangguk dan segera membawa semua orang pergi dari sana.


Kini hanya tersisa Chu Yue, Wei Ying, dan 4 orang lain nya.


Chu Yue kemudian menghela nafas pelan dan menatap keatas, "Pertunjukkan akan dimulai."


..._&_&_...


Sontak saja hal itu membuat Penatua ketiga dan teman-teman nya yang lain terkejut.


"Chu Yue apa yang kau lakukan?." Ucap Mu An Shi marah.


"Chu Yue?." Jia Zhen mengangkat alis nya menatap Chu Yue kemudian memandang kebawah dimana ada empat mayat dengan kepala terpisah didekat nya.


Melihat hal itu Jia Zhen meloncat kaget dan segera bersembunyi dibelakang Xue Yang.


"Pantas saja dia selalu bercadar jadi dia Chu Yue?." Ucap Yun Shang tiba-tiba berdiri di samping Jia Zhen membuat Jia Zhen kaget lagi.


"Iblis memang lah iblis dia tidak akan pernah menjadi malaikat." Ucap Chang Yi mengejek Chu Yue.


Bukannya marah Chu Yue mengangguk membenarkan, "Kau benar. Karena bukankah kau juga seperti itu, Raja racun Shang Mo."


"Menebar racun sehingga Linghun Tishen semakin kuat. Benar-benar iblis." Lanjut Chu Yue lagi.


Mendengar apa yang dikatakan Chu Yue, sontak saja Xue Yang, Zhan Feng dan yang lain nya menatap Chang Yi dengan raut wajah tak percaya.


"Chang Yi, yang dikatakan Chu yue tidak benar kan?."


Chang Yi tertawa renyah, ia kemudian berputar dan membuat dirinya berubah dengan pakaian hitam. Hawa jahat mulai dirasakan para Kultivator membuat mereka percaya bahwa Chang Yi adalah iblis.


"Raja Racun Shang Mo memberi hormat pada Dewi Api iblis." Ia menunduk memberi hormat namun Chu Yue tau itu hanya ejekan nya saja.


"Shang Mo kau tak pernah menunduk kepada siapapun, selalu berbuat sesuka hati. Pantas saja banyak siluman yang membenci mu."


"Dewi itu tanda bukti hormat ku kepadamu karena telah banyak menipu manusia, aku sungguh salut padamu." Ucap Chang Yi kemudian ia menambahkan, "Dan aku hanya sedikit membantumu, namun kau tak perlu berterimakasih. Karena mu aku memiliki kesenangan besar di dunia manusia ini."


"Chu Yue bukankah kau katakan bahwa kau tidak akan melakukan kejahatan? Kenapa kau melakukan ini?." Ucap Xue Yang dengan nada kecewa.


Chu Yue menatap Xue Yang dengan malas, "Kau mempercayai ucapan iblis? Sungguh sangat bodoh."


Ia kemudian menendang salah satu kepala dimana wajah nya menghadap tanah sehingga sebelum nya mereka tidak tau milik siapa kepala itu.


Namun ketika kepala itu tepat didepan mereka dengan menampakkan wajah nya, sontak hal itu membuat Xue Yang, Xiao Zhao dan yang lain nya menatap Chu Yue dengan tatapan tak percaya.


"Shu Yan." Dengan cepat Zhan Feng mengambil kepala itu dan menatap Chu Yue marah, "Yue Ying apa yang telah kau lakukan padanya? Kenapa kau melakukan nya?."


"Bukankah kau sudah melihat nya, aku hanya memenggal kepala nya." Ucap Chu Yue acuh tak acuh, "Ah dan satu lagi aku Liu Chu Yue bukan Yue Ying."


"Kakak Yue, Kenapa kau melakukan ini? Ya, tiga kepala lain nya aku tau mereka adalah orang yang kau benci. Namun Shu Yan? Bukankah dia pelayan mu yang setia? Kenapa kau juga membunuh nya?." Tanya Xiao Zhao.


Chu Yue tertawa sedih dan menunjuk kepala Shu Yan, "Memang di kehidupan ini dia pelayan yang setia, dan kepala itu... Dia sendiri yang meminta nya. Itu hukuman kecil dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan nya di kehidupan lalu."


"Hukuman kecil? Liu Chu Yue kau benar-benar iblis." Xue Yang berucap dengan geram, ia lalu menyerang Chu Yue namun gerakan itu segera ditepis oleh Wei Ying.


"Xue Yang, apa kau tau apa yang dilakukan nya?." Ucap Chu Yue dengan mata yang penuh kebencian namun juga kesedihan.