
"Apa maksud perkataan nya?."
"Bukankah sudah jelas kami semua dari sekte kebenaran. Nona Shu, apa maksud semua ini? Dan siapa dia?." Tanya salah satu murid Sekte Emei.
"Shu Lian, apakah hanya murid mereka yang datang? Dimana para guru nya?." Tanya Chu Yue ketika menyadari tak ada penatua ataupun guru dari Sekte yang bekerja sama dengan Shu Lian.
"Menjawab Putri, Tuan Wei saat ini sedang menyusul bersama mereka." Jawab Shu Lian.
Chu Yue mengangguk mengerti kemudian menatap mereka satu persatu, "Jika kalian Sekte kebenaran lalu kenapa kalian menggunakan jalan pintas untuk mengumpulkan kekuatan? Dan jalan itu bahkan mengorbankan banyak orang."
"Pengorbanan diperlukan agar kebaikan dapat diterapkan sempurna. Lagipula setelah bencana, kedamaian akan tercipta selama nya. Sedikit pengorbanan tak ada apa-apa nya." Ucap salah seorang dari Sekte mei.
"Sedikit pengorbanan? Jika kau mengatakan itu maka kau tak pantas berada di jalan kebenaran." Chu Yue mengarahkan tangan nya pada gadis yang mengatakan itu, ia mengangkat tubuh nya dan mencengkram leher nya.
"Kalian bersikap seperti orang suci tanpa ada dosa pun di dunia ini, padahal ada banyak kebencian di dalam hati." Sudut bibir Chu Yue naik, ia kemudian menarik salah satu Linghun Tishen, ia lalu membiarkan gadis itu menyerap kekuatan Linghun Tishen yang belum dimurnikan.
Seketika tubuh nya dipenuhi oleh aura hitam, tatapan nya yang sebelum nya tampak polos kini menjadi tajam dan dipenuhi kebencian.
"Kau membenci teman seperguruan mu karena dia selalu dipuji oleh guru mu. Kau menghancurkan wajah teman mu karena iri ia lebih cantik dari mu. Kau juga membunuh saudarimu karena orang yang kau cintai malah mencintai nya. Ada banyak hal buruk yang kau lakukan namun kau dapat berlindung dalam nama Sekte kebaikan."
"Apa yang dikatakan nya?."
"Jika itu benar, maka dia sangat kejam."
"Apa kau benar percaya pada ucapan nya? Dia pasti bohong."
"Aku pernah mendengar bahwa saudari nya meninggal, mungkin saja apa yang dikatakan nya benar."
"Kalian semua tidak perlu berkomentar, lihat diri kalian. Apa kalian sudah benar? Menggunakan jiwa seseorang untuk meningkatkan kekuatan?." Sudut bibir Chu Yue naik, ia berucap dengan nada mengejek, "Lebih baik kalian membunuh seseorang dari pada memakan jiwa seseorang."
"Akhir kalian akan sama seperti nya, hanya perlu menunggu giliran nya." Ucap Chu Yue lagi.
Gadis yang telah menyerap kekuatan jahat itu, terus menatap Chu Yue dengan benci. Melihat bahwa Chu Yue lengah dan tak memperhatikan nya, ia langsung menyerang Chu Yue.
Namun dengan kekuatan Chu Yue, serangan itu tak berarti apa-apa. Ia dengan cepat mengelak dan menyerang nya balik hingga gadis itu terlempar jatuh.
"Nona Shu ini bukan kesepakatan kita, apa yang kau lakukan sekarang?." Ucap salah satu murid Sekte Tanshe jian.
Shu Lian menatap nya jijik dan menjawab, "Kesepakatan apa? Kalian membunuh keluarga Tuanku, dan membuatnya menderita. Dari awal itu bukan kesepakatan, hanya sebuah jebakan."
"Nona Shu apa maksudmu?."
"Nona, kau mengkhianati kami."
"Nona Shu apa Tuan yang kau katakan adalah dia?" tunjuk salah satu murid Sekte Hong pada Chu Yue.
Shu Lian mengangguk, "Em dia Putri Liu Chu Yue, kalian tau bukan?."
Mereka terdiam dan mengernyitkan dahi nya sambil terus menatap Chu Yue, "Dia bukan Putri Liu, aku tau. Wajah nya tidak akan secantik itu."
"Benar, aku sudah melihat poster yang beredar. Dan itu pasti itu bukan dia."
Chu Yue mendengus pelan melihat mereka kembali ribut, ia mengibaskan tangan nya dan seketika mereka semua kembali diam.
"Kalian sungguh berisik."
"Jadi kau Dewi Api iblis." Ucap gadis yang telah membuka topeng asli nya.
Chu Yue melirik nya sekilas dan mengangguk.
"Jika begitu bukankah kau harus nya membantu kami?."
Chu Yue menaikkan alis nya bingung kemudian ia tertawa pelan, "Membantu? Jika aku membantu apa untung nya untuk diriku? Toh kalian juga memburuku."
"Nona, kau pikir kau begitu suci sehingga berhak menghakimi kami?." Ucap gadis itu lagi.
Chu Yue menggeleng dan berbalik menatap gadis itu, "Tanganku penuh dengan darah, begitu banyak orang mati karena ku. Namun aku tak pernah berkata atau pun bersikap bagai orang suci. Tidak seperti kalian, mengatakan kebenaran, namun melakukan banyak kejahatan."
"Kau tau orang yang paling berbahaya bukan orang jahat, tapi orang yang terlihat baik namun sebenarnya sangat jahat." lanjut nya lagi.
"Nona, ada yang datang." Ucap Shu Yan menunjuk kearah dimana Wei Ying datang bersama para Guru dan penatua dari ketiga sekte yang bekerja sama dengan Shu Lian.
Para penatua dan Guru itu memberi hormat pada Shu Lian, dan juga mereka tampak bingung dan takjub.
"Membuat pelindung yang dapat dimasuki dan keluar sesuka hati, maka anda sangat hebat. Nona Shu." Puji salah satu penatua Sekte Hong.
"Karena kalian sudah disini, maka aku tidak akan membuat waktu ku lagi." Ucap Chu Yue sambil menggenggam kuat lonceng yang diberikan Nuwa.
"Jika saat itu lonceng ini memanggilku, maka saat ini apa yang akan terpanggil? Jika itu Linghun Tishen maka..."
Chu Yue menatap ke depan dengan ragu-ragu, saat ini ia sama sekali tidak mengerti. Namun ia harus bertaruh, ia yakin Nuwa tidak akan membuat nya rugi.
Ting ting ting ting ting
Chu Yue terus membunyikan lonceng, Linghun Tishen yang awal nya tenang kini meraung.
Raungan nya memekikkan telinga membuat hampir semua yang berada di sana menutup telinga.
Sedangkan Chu Yue terus membunyikan lonceng itu. Baginya pekikan suara itu tidak ada apa-apa nya, itu hanya akan memekakkan telinga.
Itu tidak akan menyakiti hati nya.
Chu Yue menutup mata nya, mengingat kembali saat itu, saat anak nya yang masih kecil di bunuh.
Saat dia berteriak memohon tapi tak ada siapapun yang menolong.
Saat kepercayaan nya dikhianati, saat kehormatan nya dilucuti dan saat diri nya di hukum mati.
Ia tidak bisa tidak mengingat itu semua, namun bukan hanya itu.
Dewi harapan, Liang Chen, Putri Darah hitam dan Qi Xuan, semua kekecewaan juga kesakitan itu bercampur menjadi satu.
Chu Yue terduduk, perasaan nya kini menjadi sangat sakit. Ia juga merasa marah, seakan ingin menghancurkan dunia namun ia tetap berusaha menahan nya.
..._&_&_...
Ditempat lain tepat nya di istana dingin dimana Permaisuri yang terbuang dan tempat dimana Chu Yue mati di kehidupan sebelum nya dipenuhi asap hitam.
Asap hitam yang pekat dan tampak mengerikan itu dengan cepat keluar dan pergi menuju ketempat dimana Chu Yue berada.
Tidak hanya itu, Linghun Tishen yang belum digiring oleh Chu Yue kini semua nya berlari menuju asap hitam itu dan mengikuti nya.
Diikuti suara teriakan yang membuat siapapun yang mendengar nya bergidik ngeri.
Satu persatu Linghun Tishen datang dan berusaha menghancurkan pelindung yang Chu Yue buat.
Namun, semakin kuat kemarahan Chu Yue maka semakin kuat pula pelindung nya.
Perlahan asap hitam itu datang dan menembus pelindung Chu Yue dan dengan cepat memasuki tubuh nya.
Mata Chu Yue tertutup rapat, ia menggigit bibir nya hingga mengeluarkan darah.
Berusaha menahan amarah, namun ketika semua asap hitam itu memasuki tubuh nya.
Mata nya terbuka, terlihat bola mata berwarna merah darah dengan tatapan tajam dan penuh dendam membuat semua orang akan berlari takut melihat nya.