
Seorang gadis memetik Guqin nya perlahan sambil memandangi dunia yang berada didepan nya.
Jari-jari nya memetik dengan terampil, mata nya menyiratkan sebuah kesedihan dan alis nya mengerut karena kekhawatiran.
Bibir nya mulai bernyanyi melantunkan sebuah lagu yang merdu.
Liang Liang Xiang Wang - Qu Xiaobing
Sekuntum bunga yang tersenyum
Keinginan manusia mengubah dunia
Pada akhirnya menang dan kalah apa gunanya?
Hari dan bulan terus berputar
Kaya dan berharga tak selamanya
Wajah pagi hari kebijaksanaan malam kemarin
Letakkan kata murah hati didalam pikiran
Melihat pemandangan dunia.
Siapa yang tak merasakan kesedihan dan kegembiraan.
Laut tidak ada ada ujung nya
Rasa syukur dan dendam tak dapat diukur.
Hari kemarin jangan dilupakan hari ini.
Gelombang laut kebimbangan manusia
Burung muda terbang menjauh
Bahkan berkelana ribuan tahun
Hembusan angin kebimbangan manusia
Tempat berbahaya adalah obat terbaik.
Rasa cinta dan benci terbang terbawa angin.
Letakkan kata murah hati didalam pikiran
Melihat pemandangan dunia.
Siapa yang tak merasakan kesedihan dan kegembiraan.
Laut tidak ada ada ujung nya
Rasa syukur dan dendam tak dapat diukur.
Hari kemarin jangan dilupakan hari ini.
"Dewi Air, lagu yang sangat bagus."
Gadis yang memainkan Guqin itu tersenyum pelan dan berdiri.
"Dibandingkan dengan permainan seruling mu, aku sungguh malu."
Dewi air berjalan kearah Lan Long dan menatap sekitar nya, "Seperti nya ada yang membuat onar?."
Lan Long mengangguk, "Jin Hu kabur karena aku mendengarkan saran mu."
"Apa kau tidak menyesal mempercayaiku? Dia bisa buta karena mata elang itu." Ucap Dewi air.
"Aku menyesal." Ucap Lan Long dengan datar.
"Semua Hal yang aku lakukan, aku berjanji tidak akan pernah menyakiti nya." ucap Dewi air, kemudian ia berjinjit mengelus pelan rambut Lan Long, "Kau tenang saja anak kecil."
Ia kemudian menghentikan langkah nya dan menatap Langit dengan dalam, "Ribuan tahun yang lalu kami bertemu disini, Ribuan tahun kemudian kami akan bertemu disini lagi. Dewi Api iblis pasti akan berhasil, Putri Langit pasti akan membantunya."
"Lan Long kau tenang saja." lanjut nya pelan.
..._&_&_...
"Sang Qi, maaf kan aku. Sungguh aku sudah meminta kau yang menggantikan ku, tapi Guru bersikeras harus aku yang pergi." Liu Mei mengejar Sang Qi yang berjalan cepat dengan raut wajah marah.
Saat di gerbang Liu Mei langsung menarik cepat Sang Qi ke sisi nya, "Sang Qi, aku mohon maaf."
Sang Qi tak membalas, dan raut wajah nya masam. Liu Mei menghembus nafas pelan dan bersikap imut di depan Sang Qi, "Sang Qi jika aku berhasil membuat Pil roh, kau akan jadi orang pertama yang akan aku berikan."
Raut wajah Sang Qi berubah senang, "Benarkah?."
Liu Mei mengangguk, "Aku berjanji."
Sang Qi meninggalkan kemarahan nya dan tersenyum. Liu Mei kemudian melihat kerumunan orang didepan gerbang dan membuat nya mengerutkan alis, "Sang Qi, apa kau tau ada apa itu?."
Sang Qi menatap ke arah yang ditunjuk Liu mei dan menjawab, "Ku dengar Putri kerajaan Shu, Shu Zhirou dan Shu Min Yue tiba hari ini."
"Kerajaan Shu? Aku tidak pernah mendengar nya. Lagipula bahkan jika mereka anggota kerajaan tidak perlu Ketua Song menyambutnya bukan?." Tanya Liu Mei bingung.
"Mei'er kau tidak tau?." Sang Qi kemudian menunjuk salah satu Putri, "Dia, Putri Shu Zhirou, dia dikabarkan sebagai reinkarnasi putri langit. Tentu saja Ketua Song harus menyambutnya. Kau tau dia memiliki kekuatan yang kuat."
"Dia akan menjadi pusat perhatian."
..._&_&_...
"Shu Yan kau ikut aku." Ucap Liu Mei pada Shu Yan yang sedang mendengarkan bualan Jia Zhen dan Lu Tao di kamar nya.
Dengan cepat Shu Yan berjalan ke arah Liu Mei dan mengikuti nya, "Nona Yue, ada apa?."
"Kau belum memiliki senjata, aku akan membawa mu untuk memilih senjata."
Shu Yan mengangguk, Jika dia tidak memiliki senjata apapun maka nanti nya dia hanya akan menjadi beban.
Di depan mereka kini terdapat rombongan Ketua Song dan Putri Shu, namun Chu Yue tidak acuh dan melewati nya begitu saja.
Shu Min Yue berhenti sejenak dan memalingkan wajah nya kebelakang menatap punggung Chu Yue yang semakin jauh.
Chu Yue yang merasakan tatapan itu berbalik, namun Shu Min Yue kini sudah berjalan kembali. Chu Yue terdiam dan hanya menatap punggung itu lekat.
...
"Sekarang pilih alat yang kau inginkan."
Shu Yan menggaruk kepala nya tak mengerti, "Nona Yue kau membawaku untuk membeli senjata bukan? Lalu kenapa kita disini?."
Chu Yue menunjuk semua alat musik yang berada didepan nya, "Bukankah ini semua bisa dijadikan senjata."
"Nona Yue bagaimana mungkin?."
"Aihh." Chu Yue menepuk pundak Shu Yan, "Kau bukan Kultivator, melawan makhluk itu tanpa tenaga dalam hanya sia-sia. Aku punya metode musik yang dapat mengalahkan makhluk itu dan tidak menggunakan tenaga dalam."
"Tapi aku tidak bisa bermain musik."
"Aku akan mengajarimu, kau bisa pilih alat musik yang kau suka."
Shu Yan mengangguk dan mengitari toko itu, mata nya kemudian terpaku pada sebuah seruling.
"Nona Yue, aku pikir seruling itu bagus."
Chu Yue melihat ke arah seruling itu dan mengangguk setuju, "Tuan kami ambil Seruling itu."
"Baik Nona."
Setelah pulang dari Toko, Chu Yue membawa Shu Yan kesebuah hutan.
"Nona Yue, kenapa kita kesini?. Malam akan tiba, takut nya makhluk itu akan muncul." Ucap Shu Yan.
"Aku akan melatih mu disini."
Shu Yan mengerutkan alis nya, "Tapi Nona Yue..."
Tanpa mendengat ucapan Shu Yan, Chu Yue mengeluarkan Guqin dan sebuah buku.
Ia kemudian melemparkan buku itu pada Shu Yan, "Pelajari itu dulu, dalam 1 jam aku ingin mendengar hasil latihan mu."