The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Pangeran Qing



Kelima orang berpakaian hitam mulai mengelilingi 'pangeran' itu, jari-jari mereka mulai berputar dan perlahan angin tajam terbentuk.


Pria itu tetap tenang dan memandang mereka dengan dingin, dengan cepat kelima orang itu menyerang nya dengan Angin pembunuh itu.


Dan...


Pria itu terjatuh dan memuntahkan darah. Chu Yue terbelalak kaget dan memperhatikan nya dengan cermat.


Kelima pembunuh itu memang tidak berhasil menjatuhkan nya dengan angin pembunuh, angin itu bagaikan angin biasa bagi Pria itu.


Namun, mereka menggunakan sebuah trik.


"Racun?." Ucap Chu Yue kemudian tertawa pelan.


Chu Yue menggelengkan kepala nya, tidak menyangka bahwa Orang dari menara pembunuhan menggunakan trik seperti ini.


"Pangeran, Kami tidak berencana membunuhmu. Kami hanya akan memberikan mu pilihan, Bekerja sama atau mati sia-sia?." Ucap Salah satu orang itu, ia kemudian pergi diikuti oleh teman-teman nya yang lain.


'Pangeran' itu memegangi dada nya, wajah nya menunjukkan rasa sakit yang tertahan, "Keluar." Ucap nya dengan penuh penekanan.


"Ouh aku ketahuan." Ucap Chu Yue dan segera turun menghampiri 'pangeran' itu.


"Kau siapa?." Ucap nya sambil menggertakkan gigi nya.


"Aku bukan siapa-siapa hanya orang lewat, sekarang aku akan pergi." Chu Yue berbalik pergi, namun ujung baju nya ditarik, "Tolong aku."


Chu Yue terdiam dan berpikir sejenak, ia kemudian berbalik. Pria itu kini terbaring tak sadarkan diri.


"Karena kau meminta tolong, maka..." Chu Yue menggeledah pria itu dan menemukan sebuah gelang di balik lengan nya.


Gelang yang terbuat dari Mutiara-mutiara cantik dan bersinar  bagaikan bulan, sangat cantik.


"Aku akan meminta ini sebagai bayaran, sepakat." Ucap Chu Yue sambil tersenyum, ia menyimpan nya tanpa mendapat persetujuan pria itu.


Ia kemudian menggigit ujung jari nya, berpikir kemana ia harus membawa Pria itu.


"Jika kembali ke Hutan, akan sulit kembali jika bersama nya. Jika ke kota, bagaimana jika ada yang mengenal nya?."


"Dan..." Chu Yue memeriksa nadi nya dan mengernyitkan alis nya, "Racun Sutra? Ini benar-benar racun itu, wuahh mereka sangat kejam."


"Mereka memberi nya waktu yang tersisa untuk hidup tersiksa. Metode kejam ini, ckckck." Chu Yue berdecak kasihan namun kemudian ia melihat diri nya sendiri, "Tapi Metode mereka membunuhku lebih kejam dari ini."


Mata Chu Yue mengkilat tajam, "Aku hampir melupakan mereka. Setelah kembali kali ini, aku berjanji akan membalas mereka."


Chu Yue memiringkan kepala nya menatap pria itu, "Tapi... Aish bagaimana membawa pria ini?."


..._&_&_...


"Enghh."


Lenguhan seseorang membuat Chu Yue berhenti berlatih, dan menatap kearah orang itu.


"Kau sudah sadar?." Chu Yue menghampirinya dan memeriksa nadi nya namun baru beberapa detik memegang tangan nya, Pria itu menepis tangan Chu Yue dengan kasar.


"Puih, aku hanya memeriksa mu saja." Ucap Chu Yue dan menjauh darI pria itu.


"Siapa kau?."


"Aku? Manusia." Ucap Chu Yue malas.


Pria itu memandang Chu Yue dingin, "Aku bertanya dengan serius."


"Apa? Bukankah benar aku manusia? Jika kau mencurigaiku, maka aku akan pergi. Lagi pula kau juga menghambat perjalanan ku." Chu Yue menatap nya kesal, kemudian dia bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar."


Chu Yue mengangkat alis nya bertanya, "Apa lagi?."


"Kau bisa ku percaya?." Tanya Pria itu.


Chu Yue menggeleng, "Tidak bisa."


"Tolong berikan ini ke kediaman Raja Yi." Pria itu mengambil sebuah gulungan dari balik baju nya dan menyodorkan nya pada Chu Yue.


Chu Yue menyipitkan mata nya, menatap Pria itu menyelidik.


"Ada apa?."


Chu Yue menggeleng dan mengambil gulungan itu, "Tidak ada, Lalu aku harus apa jika mereka bertanya siapa yang mengirim ini?."


"Katakan 'Bunga hitam mulai menyebar'."


Chu Yue mengangguk pelan dan terdiam.


Chu Yue meletakkan tangan nya ke depan, meminta sesuatu, "Bayaran ku?."


"Apa aku harus melakukan nya secara gratis? Aihh aku bukan sukarelawan."


Pria itu menghela nafas pelan, dan memberikan kantong uang nya, "Ambil ini."


Chu Yue menimbang nimbang uang nya dan tersenyum senang, ia kemudian melempar sebuah kantong pada Pria itu, "Didalam nya terdapat pil yang dapat mengurangi rasa sakit, makan itu."


"Kau yakin ingin ditinggal sendiri?." Tanya Chu Yue sebelum pergi.


Pria itu menatap datar Chu Yue.


"Disini ada banyak hantu." Ucap Chu Yue menakutinya.


Pria memelototi Chu Yue, dengan segera Chu Yue pergi tanpa melihat tangan Pria itu yang terhenti di udara ketika berusaha menghentikan Chu Yue, "Arah nya... Apa dia bodoh tidak tau dimana Kediaman Raja Yi."


..._&_&_...


Chu Yue memasuki gerbang kota dan menatap ke sekitar nya, jalanan yang ramai dan Kota yang bersinar cerah dimalam hati.


"Wuahh Ramai sekali."


Chu Yue berjalan santai dan mencari sebuah penginapan, setidak nya ia harus beristirahat.


Penginapan Mawar


Chu Yue menatap Penginapan itu sedikit agak lama kemudian masuk kedalam nya.


"Sekte Pedang Naga biru akan merekrut murid dalam waktu satu minggu. Kehilangan murid sebelum nya pasti merupakan alasan ini."


"Benar-benar, tapi ini salah mereka. Begitu percaya diri memasuki Hutan Api abadi tapi tak bisa kembali."


"Ku kira ujian masuk nya tidak akan terlalu sulit nanti."


"Tentu saja, mereka membutuhkan murid. Kali ini adik sepupuku juga akan mendaftar."


"Kau akan ke Sekte pedang naga biru?."


"Benar-benar."


"Sekte pedang naga biru."


"1 minggu lagi."


"Ku dengar tuan muda Ouyang Feng."


Chu Yue mendengar sekitar nya dengan seksama kemudian mengangguk paham.


Sekte pedang naga biru akan merekrut murid dalam waktu 1 minggu.


"Ini sangat bagus. Tapi sebelum itu aku harus ke kediaman Raja Yi aihh." Chu Yue berjalan ke salah satu meja kosong yang berada disudut dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Sambil menunggu makanan nya datang, mata dan telinga Chu Yue tidak pernah lepas mengamati orang-orang.


"Kudengar Pangeran Qing diserang."


"Lalu apa jika diserang, dia pasti bisa mengalahkan nya."


"Pangeran Qing salah satu Pendekar hebat di daratan, menurutmu siapa yang bisa mengalahkan nya."


"Kau benar."


"Pangeran Qing? Apa pria itu Pangeran Qing yang disebutkan?." Ucap Chu Yue menebak-nebak.


"Tuan ini makanan mu." Pelayan itu menyajikan satu persatu makanan hingga memenuhi meja, saat akan pergi dengan cepat Chu Yue menahan nya.


"Kau tau dimana kediaman Raja Yi?."


"Raja Yi? Ouh itu berada di Kota Liang."


"Kota Liang dimana itu?."


"Nona bisa kearah barat, Kota Liang berada disebelah barat."


Chu Yue mengangguk dan berterima kasih, ia kemudian menatap makanan nya dan membuka cadar. Ia berpikir Daratan atas tidak akan tau kabar Dewi Api iblis itu.


Mereka tidak akan mengurusi hal sepele dengan membunuh nya yang bagaikan semut ini, jadi tidak apa-apa dia menunjukkan wajah nya.


Bahkan jika itu terjadi siapa yang akan percaya bahwa dia Liu Chu Yue, paling-paling Chu Yue akan mengatakan bahwa dia hanya mirip, dan orang-orang akan percaya bukan?