
Mendengar ucapan Raja Yi, seketika ada banyak orang yang berkumpul disekitar pelindung dan berusaha membuat kesepakatan dengan Chu Yue.
Bahkan jika mereka musuh, nyawa lebih berharga dari harta kan? Kecuali untuk orang-orang yang memang mengganggap harta adalah segala nya.
"Nona Chu aku akan memberikan mu 100 batu roh sedang."
"100 batu roh tinggi."
"Aku akan memberikan apa yang kau inginkan."
"Panah dewa, Nona Chu Jika kau membiarkan ku memasuki pelindungmu aku akan memberikan panah dewa." Ucap Pangeran Kelima.
Chu Yue berpikir sejenak dan mengerutkan dahi nya, "Hanya panah saja?."
"Yue'er sebaik nya kau biarkan saja mereka masuk, atau hartamu akan hilang nanti nya." Ucap Raja Yi pelan.
Chu Yue mengerutkan bibir nya dan melirik Raja Yi tajam, "Sejak kapan aku sedekat itu dengan mu? Yue'er heh?."
Chu Yue kemudian diam dan memandang orang-orang yang berada di luar lalu menatap Raja Yi , "Baiklah, Raja Yi tolong gunakan kekuatan mu untuk memperbesar pelindung. Melihat ada banyak dari mereka, ini tidak akan cukup."
"Kenapa aku?."
"Apa harus aku?." Ucap Chu Yue menunjuk diri nya sendiri, "Jika aku bisa, aku akan melakukan nya sendiri."
Raja Yi tertawa pelan kemudian mengangguk, "Baiklah aku akan melakukan nya. Namun bagaimana dengan tanah yang sudah terbelah?."
"Tidak apa, itu hanya akan menjadi lantai tak kasat mata." Ucap Chu Yue.
Raja Yi kemudian mengumpulkan kekuatan nya dan mengarahkan nya pada pelindung, seketika pelindung itu menjadi lebih besar dan orang-orang yang berada diluar pelindung sekarang sudah berada didalam nya.
.....
"Guru apakah kita juga akan ke sana?." ucap Lu Jing sambil melihat kebawah, dimana ada banyak orang yang sudah memasuki pelindung Chu Yue.
"Sekte lain, dua keluarga besar, Pangeran kelima bahkan Raja Yi semua berada didalam pelindung itu. Guru, seperti nya kita juga harus." Ucap Mu An Shi.
Gu Wei Yi mengangguk setuju, "Ada hal buruk yang akan terjadi dan Raja Yi sudah mengetahui nya, hingga dia di sana. Guru kita harus segera berlindung disana."
"Baiklah kita turun."
....
"Tetua, kita..."
"Kita turun, aku khawatir bahwa akan ada bahaya lain dan hanya pelindung itu satu-satu tempat yang aman." Ucap Penatua itu kemudian di angguki oleh yang lain.
....
"Aww." Bao Yu memegang dahi nya yang terbentur pelindung ketika hendak memasuki nya.
Shilin dan Qu Shanshan menutup mulut nya menahan tawa yang keluar.
"Chu Yue biarkan kami masuk." Ucap Bao Yu dengan kesal, kemudian ia melanjutkan, "Jika tidak aku akan melaporkan mu pada Penatua ketiga karena tidak ingin membantu saudara seperguruan."
"Siapapun yang ingin masuk kesini harus membayar, tidak ada pengecualian bahkan jika kau adalah guruku." Ucap Chu Yue dengan tegas, awal nya ia akan membiarkan semua yang berasal dari Sekte pedang Naga biru untuk masuk, namun mendengar perkataan Bao Yu, ia sedikit jengkel. Lagi pula Bao Yu ini dari awal bertemu perkataan nya selalu kasar.
"Tapi Kakak aku belum membayar apapun." Ucap Shilin.
Chu Yue menatap Shilin dan mensejajarkan tubuh nya, "Kau sudah menjemput ku, anggap saja ini bayaran ku."
"Lalu bagaimana dengan ku?." Ucap Qu Shanshan.
Chu Yue memandang Shanshan dan berpikir sejenak, "Ahh bagaimana jika nanti kau mentraktirku makan?."
"Baiklah.
"Aku akan memberikan mu mutiara duyung."
Chu Yue menoleh kearah suara kemudian mengangguk setuju, "Masuklah."
"Terima kasih." Ucap Gu Wei Yi dan melangkahkan kaki nya memasuki pelindung.
....
"SEMUA NYA CEPAT PERGI DARI SINI. CEPAT."
Sebuah teriakan terdengar dari arah dimana Para Kultivator sebelum nya pergi.
Kini dimata mereka muncul satu persatu Kultivator yang terbang dengan sangat cepat.
"Kita harus segera pergi." Ucap seseorang yang mendekat dengan wajah pucat.
"Apa yang terjadi?." Tanya Lu Jing terlihat penasaran, "Dan dimana teman kalian yang lain nya?."
"Aku tidak tau, tapi kita harus segera pergi dari sini." Ucap teman nya yang berada dibelakang.
"Tidak mudah untuk keluar dari Hutan ini, Jika kalian ingin selamat maka masuklah kedalam pelindung ini." Ucap seorang penatua dari dalam pelindung.
"Namun kalian harus membayar jika ingin memasuki nya." Ucap Chu Yue dengan cepat.
Tanpa pikir panjang dengan cepat mereka mendekat kearah Chu Yue dan menunjukkan sebuah kantong, "Biarkan aku masuk."
"Baiklah, kalian bisa masuk."
Segera mereka memasuki pelindung, dan turun dari pedang nya.
"Terimakasih."
"Apa yang terjadi?." Tanya Shilin penasaran.
Salah satu dari mereka yang datang menunjuk kearah depan, kemudian sebuah kabut mulai mendekat dengan beberapa orang yang terbang dengan kecepatan kilat berusaha kabur dari Kabut itum
"Itu kabut racun, segera memasuki pelindung." Ucap Chu Yue, dia bisa membuat kesepakatan nanti namun nyawa tak bisa ditunda.
"Pelindung ini tidak akan cukup." Ucap Pangeran kelima.
Chu Yue mengerutkan kening nya kemudian menepuk pundak Raja Yi, "Bawa aku keatas."
Tanpa bertanya lagi, Raja Yi membawa Chu Yue terbang.
Setelah itu Chu Yue mengaktifkan bola pelindung di atas pelindung sebelum nya, "Buat lebih luas lagi seperti dibawah."
"Apa menurutmu aku begitu mudah diperintah?."
Chu Yue mengangguk dengan polos. Raja Yi hanya menghela nafas pelan dan melakukan apa yang diperintah Chu Yue.
Setelah selesai Chu Yue berpijak pada pelindung di atas, "Mereka akan melewati pelindung dan otomatis akan selamat karena ku. Ahh aku sangat baik."
Raja Yi melirik dan tertawa mengejek, "Bukankah karena aku juga?."
"Tidak." jawab Chu Yue cepat, "Sekarang kau turunkan aku, aku tidak suka di atas sini."
"Kau turun saja sendiri." Ucap Raja Yi.
Chu Yue berdecih kesal dan menatap Raja Yi tajam, ia kemudian melompat kebawah bahkan jika Energi inti nya sekarang tidak ada dia masih bisa bela diri biasa.
"Kakak Chu hati-hati." Ucap Shilin.
Chu Yue mendarat dengan mulus dan tersenyum menatap Shilin.
"Sebagian dari kalian segera keatas, yang belum memasuki pelindung segera masuk."
Dengan tergesa-gesa mereka mengikuti ucapan Chu Yue, setengah dari mereka segera melompat keatas dan yang berada di luar pelindung masuk dengan cepat.
"Tolong..."
"Ahhh."
"Selamatkan kami!!!."
Brukkk
Mereka yang berusaha menghindari kabut itu terjatuh di dalam pelindung, karena Raja Yi menghentikan pedang terbang mereka.
Ada sekitar 15-20 orang yang berhasil menghindari kabur itu. Tak lama kemudian pelindung itu segera tertutupi oleh kabut tebal.
"Ini???."
"Sangat menyeramkan."
"Beruntung aku masih bisa hidup."
"Terima kasih dewa, aku selamat."
"Tetua kabut itu sangat... menakutkan."
Mereka menatap Kabut yang berada didepan dengan ekspresi gugup dan juga takut.
Namun beberapa orang hanya menatap kabut itu hanya seperti kabut biasa.
Dan satu orang nya lagi menatap Kabut itu sebagai bantuan, Chu Yue bertepuk tangan dengan keras dan berteriak "Baiklah sekarang aku meminta bayaran ku." Ucapan Chu Yue memecahkan ketakutan mereka.
Semua orang menatap Chu Yue dengan wajah aneh, hingga Chu Yue memegang wajah nya memastikan tidak ada yang salah.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?."
Pangeran Kelima menggeleng pelan, ia memunculkan panah ditangan nya dan memberikan pada Chu Yue, "Ini Panah dewa, ku berikan padamu."
"Hanya panah?." Ucap Chu Yue mengambil panah itu dan memperhatikan nya.
"Walau hanya panah dia dapat digunakan dengan busur apapun, bahkan jika kau hanya menggunakan tangan, panah itu tetap akan tepat sasaran." Ucap Pangeran Kelima menjelaskan.
Chu Yue kemudian teringat dengan Busur dewa, ia lalu bertanya, "Lalu bagaimana dengan busur dewa?."
"Panah dewa dapat digunakan dengan busur apapun, namun Busur dewa hanya dapat digunakan bersama Panah dewa. Jika tidak itu hanya akan menjadi hiasan. Busur dewa memiliki kesadaran nya sendiri dan dia punya harga diri yang tinggi, panah biasa? Dia tidak akan suka. "
Chu Yue mengangguk mengerti mendengar penjelasan Pangeran Kelima, pantas saja Sekte Pusat berani menjadi Busur dewa sebagai hadiah.
Bahkan jika itu didapatkan oleh orang lain, tanpa Panah dewa itu tidak akan berguna.
"Baiklah, terima kasih."
"Lalu yang lain..." Ucap Chu Yue dengan kedua tangan terbuka meminta bayaran.
Satu persatu dari mereka memberikan Chu Yue bayaran, dari Yang tertinggi panah dewa hingga seseorang yang hanya memberikan Chu Yue sebuah Kue.
Bahkan Bao Yu yang tadi nya benci pada Chu Yue memberikan sebuah gelang.
Tolong aku
Arghh
Guru tolong aku..
Aku tidak ingin mati.
Siapapun tolong!!!
Ahh lepaskan.
Sakit...ini menyakitkan.
Satu persatu suara menyeramkan terdengar dari luar, mereka terdiam dengan jantung yang berdegup kencang, dan berusaha melihat apa yang berada didalam kabut.
"Arghh apa itu?."