The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Daratan atas



Chu Yue telah membawa Lan Long ke tempat yang tidak jauh dari Gua yang di tempati teman-teman nya.


"Tuan tolong sampaikan pada teman-teman ku, aku akan kembali secepat yang aku bisa. Dan ini..." Chu Yue memberikan sekantong pil pada Lan Long, "Ini Pil yang telah ku buat, berikan pada mereka jika dalam 2 hari aku tidak kembali."


Lan Long mengangguk kemudian berpesan, "Kau hanya memerlukan satu kelopak bunga emas untuk penawarnya, pergilah ke Sekte Pedang naga dan berikan ini pada Ketua mereka."


Lan Long memberikan sebuah sisik biru pada Chu Yue dan langsung diterima nya.


"Ini Sisik Lan Long?."


"Benar, Bunga emas hanya ada di Sekte itu, kau bisa meminjam ny dengan menunjukkan sisik itu. Dan seiring waktu aku yakin kau bisa menembus Level 8."


Chu Yue mengangguk, "Terima kasih telah membantuku."


"Tidak masalah."


"Baiklah, aku akan pergi. Terima kasih banyak tuan."


Lan Long mengangguk, dan menatap tubuh Chu Yue yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


....


"Kenapa Yue Ying belum kembali?." Zhan Feng berucap dengan gelisah sambil memberikan semangkuk obat herbal pada Zhi Shu.


"Dia tidak akan kabur bukan?." Tanya Min Yue dengan hati-hati.


Guang Zhao melirik tajam Min Yue dan berucap dengan yakin, "Dia pasti kembali. Bahkan jika dia tidak kembali, pasti ada alasan nya."


"Tidak ada jaminan bahwa dia akan kembali, bagaimana kau bisa begitu yakin?." Ucap Jiu Zhen dengan kesal.


"Bahkan setelah diberi kesempatan hidup, kau tidak percaya pada nya. Seharusnya dari awal dia biarkan saja kau mati." Ucap Chang Yi membalas.


"Bahkan jika Nona itu tidak kembali, setidak nya kami juga harus berterimakasih karena diberi kesempatan hidup." Ucap seorang Nenek Tua dengan wajah penuh syukur.


Seorang gadis kecil disebelah nya menggenggam tangan nenek nya dengan erat, "Nenek jangan katakan itu, Nona cantik itu pasti akan kembali."


"Ini sudah 1 hari, kenapa dia belum kembali? Apa dia akan membiarkan kita mati?."


"Aku harap dia membiarkan kalian mati." Ucap Lan Long yang perlahan masuk kedalam Gua, wajah nya masam dan menatap para manusia itu dengan dingin.


Xue Yang beranjak berdiri dan menatap Lan Long dengan tatapan waspada, "Kau siapa?."


Lan Long mengabaikan pertanyaan Xue Yang dan duduk di dekat Guang Zhao, "Seperti nya kau anak kecil yang disebutkan Yue'er."


"Yue'er? Maksud mu Kakak Yue?." Tanya Guang Zhao antusias.


Lan Long mengangguk, "Benar."


"Lalu dimana Kakak Yue?." Tanya Guang Zhao.


"Yue'er masih mencarikan penawarnya, dia berpesan padaku bahwa dia akan kembali secepat yang dia bisa."


"Apa sangat sulit mencari penawarnya? Bukankah Nona Yue sangat hebat?." Ucap Yun Shang dengan lemah.


Lan Long melirik nya tajam, "Bahkan jika itu Dewa sekalipun, akan sulit mendapatkan penawarnya. Yue'er sudah berusaha keras, namun kalian tetap berprasangka buruk pada nya."


"Yue'er ku? Tuan seperti nya sangat akrab dengan Nona Yue." Ucap Shu Zhirou.


"Tentu saja, sangat dekat." Lan Long melirik Shu Zhirou dengan tajam.


Shu Zhirou sedikit gelagapan mendapat tatapan tajam dari Lan Long, ia segera menunduk takut dan berbalik menuju Xue Yang.


Lan Long mengangkat salah satu alis nya dan tertawa pelan, ia menatap Shu Zhirou kemudian Shu Min Yue dengan tatapan penuh arti "Benarkah?."


..._&_&_...


Chu Yue keluar dari Hutan Api abadi dengan sangat lancar, padahal desas-desus yang ia dengar bahwa setiap Hewan dan tumbuhan di Hutan Api abadi sangat berbahaya.


Ditambah lagi Ilusi yang diciptakan di hutan ini, jika mereka tidak beruntung maka akhir nya adalah kematian.


Chu Yue menatap Hutan dibelakangnya dengan aneh, ia seakan-akan sudah sangat mengerti jalan yang harus ia lewati, seperti ia sering keluar-masuk hutan Api abadi itu.


Ia kemudian menajamkan telinga nya ketika mendengar ringkikan kuda, karena penasaran ia berbalik dan terbang kearah suara.


Chu Yue terbang ke salah satu pohon dengan daun rimbun dan bersembunyi di sana. Tak jauh dari tempat nya dua orang pria dan seorang perempuan kini bertarung dengan sekumpulan orang dengan pakaian hitam dan wajah yang ditutupi.


Chu Yue mencoba melihat tingkat bela diri mereka, Wanita itu Raja bela diri menengah, Pria lain nya Raja bela diri tinggi dan yang satu nya, Chu Yue tidak dapat melihat nya dan kemungkinan bahwa bela diri nya lebih tinggi dari Chu Yue.


Ia kemudian menatap sekumpulan orang berbaju hitam itu, kedua alis nya terangkat dan tersenyum sedikit tak percaya, Begitu banyak Raja bela diri disini? Seperti nya daratan atas memang benar yang teratas.


Chu Yue memperhatikan lagi pertarungan mereka, kini Orang-orang berbaju hitam itu hanya tersisa 5 orang.


Walau ketiga orang itu lebih hebat karena jurus dan trik nya, namunĀ  jumlah mereka adalah sebuah kerugian ditambah tenaga mereka yang semakin melemah.


"Jie ru berikan pil nya." Ucap salah seorang pria.


Jie Ru, wanita itu segera melemparkan sebuah pil. Setelah memakan nya Kekuatan Pria itu segera pulih dan tidak terlihat kelelahan sama sekali.


"Jie Ru, berikan aku juga." Ucap Pria lain nya mendekati Jie Ru.


Dengan cepat Jie Ru memberikan pil nya, Kekuatan kedua orang itu telah pulih namun Chu Yue masih sedikit tidak yakin bahwa mereka menang.


Pria yang tidak bisa dilihat kekuatan nya oleh Chu Yue terlihat aneh, Raja bela diri tinggi bukan apa-apa dibandingkan Kaisar bela diri.


Namum, kenapa dia bisa kelelahan karena bertarung melawan sekelompok orang itu?


"Hong Li kalian berdua segera pergi, aku akan menahan mereka."


"Tapi Pangeran.."


Chu Yue tersenyum kecil, kata ini 'pangeran' seperti nya membuat nya mengetahui alasan nya diserang.


"Istana memang sangat kotor." ucap Chu Yue kecil.


"Jie Ru kita pergi." Hong Li menarik tangan Jie Ru, namun Jie Ru menahan nya, dia tak ingin pergi.


"Hong Li bagaimana dengan pangeran?."


"Pangeran pasti dapat mengatasi nya, percaya saja pada nya." Ucap Hong Li, ia dengan paksa membawa lari Hong Li.


Hong Li dan Jie Ru lari namun tidak ada seorang pun yang mengejar mereka.


Mata Orang berpakaian hitam itu hanya tertuju pada pria yang disebut 'pangeran', mereka sama sekali tidak peduli pada pelayan nya.


Salah seorang dari pembunuh itu, memutar jari-jari nya dengan pelan, namun perlahan semakin menguat.


Angin berkumpul ditangan nya, namun tidak seperti tornado, angin itu kecil namun terlihat sangat tajam karena ketika daun memasuki angin itu, daun segera terpotong-potong menjadi sangat-sangat kecil.


"Killer wind? Aku menebak nya dengan benar. Kalian dari menara pembunuhan benar-benar ikut campur dalam urusan kerajaan."