The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Dongeng, bukan kebenaran.



"Aku tau tapi kau bukan kakak Yue." balas Guang Zhao.


"Aku memang bukan Yue Ying, tapi bisakah kau menyayangiku seperti kau menyayangi Yue Ying? Xiao Zhao aku menyayangimu seperti aku menyayangi adikku." Ucap Shu Zhirou.


"Lu Tao, suasana apa ini?." Bisik Jia Zhen.


"Entahlah, tapi tonton saja. Pertunjukan gratis." Ucap Lu Tao dan terkikik pelan.


"Tapi Kakak Yue menyayangi ku seperti ibuku." Ucap Guang Zhao kemudian melanjutkan, "Kalian semua tau kan, Kakak Yue selalu sangat menyayangi aku. Bahkan ketika pergi dia tidak lupa memberikan sesuatu untukku. Dan ketika dia pulang mata nya selalu tertuju padaku, aku merindukan ibuku dan tiap kali bersama Kakak Yue rinduku itu seakan sudah terobati."


"Dan juga aku benci ketika kalian selalu menjelek-jelekkan nya." Ucap Guang Zhao melirik Jia Zhen kemudian Yun Shang, "Tidak menghargai pemberian nya,"


Ia lalu menatap Xue Yang, dan semua yang ada di ruangan itu, "dan juga Membuat nya marah. Kalian tau jika bukan karena Kakak Yue, aku pasti sudah meninggalkan kalian."


_&_&_


"Shilin kenapa kau melakukan itu pada Guru Lu?." Tanya Penatua ketiga dengan wajah marah.


Saat ini mereka berada di Aula yang berada di sekte pusat, Shilin kini menjadi pusat perhatian karena dia bertarung dengan Guru Sekte Mei, hingga dia terluka parah dan tak bisa bangun dari tidur nya.


"Tetua tidak perlu terlalu keras pada anak-anak." Ucap Ketua Song mencoba meredakan amarah penatua ketiga.


Namun bukan nya semakin reda, kemarahan nya malah makin meningkat, "Benar, kau masih anak-anak dan kau berada di tingkat Raja bela diri rendah. Apa kau ingin memamerkan nya? Mengatakan bahwa kau bahkan lebih hebat dari guru disini? Shilin apa begitu?."


"Tidak." Ucap Shilin datar.


"LALU APA?."


"Dia bilang aku imut dan menggemaskan."


Seketika ucapan Shilin membuat semua yang berada di ruangan mengernyitkan dahi nya dan terdiam.


Bahkan penatua ketiga saat ini bingung akan bicara apa.


"Shilin kecil, Kenapa kau bertarung dengan nya? Tidak mungkin hanya karena kalimat itu bukan?." Tanya Penatua Xia dengan lembut.


Tentu saja harus lembut, Shilin ini bahkan diumur 10 tahun dia sudah ditingkat Raja bela diri rendah. Saat semakin dewasa tidak tau betapa mengerikan nya kekuatan nya itu. Jadi saat ini dia harus bisa memberikan kesan yang baik.


"Hanya karena itu." Ucap Shilin lagi.


"Kenapa?."


Shilin menggenggam pedang nya dengan erat lalu memejamkan mata nya sebentar, "Hanya Kakak Chu yang boleh bilang seperti itu."


Penatua ketiga menaikkan alis nya tak mengerti namun kemudian mata nya menatap serius pada Shilin, "Shilin jika Yue'er ada dia tidak akan membiarkan mu bertarung bukan."


Shilin mengangguk menambah kecurigaan Penatua ketiga tentang murid nya, "Bukankah semua murid yang baru direkrut datang, lalu dimana Yue'er?."


"Kakak Chu...dia."


Shilin menundukkan pandangan nya, saat ia akan mengeluarkan suara tiba-tiba Cheng Li datang dengan tergesa-gesa.


"Chang Li memberi hormat pada para penatua." Ucap Chang Li memberi salam pada semua.


"Kenapa tergesa-gesa?." Tanya Penatua ketiga.


"Setelah tiba disini, Gu Wei Yi dan yang lain nya menemukan bahwa makhluk itu berawal dari sebuah mayat." Lapor Chang Li kemudian ia melirik Shilin.


"Lalu? Tidak bisakah kau mengatakan ini nanti?."


Penatua ketiga menghela nafas nya pelan dan mengangguk, "Baiklah. Namun kalian belum boleh untuk pergi jauh. Satu lagi bawa Shilin menghadap ku malam ini."


"Baik Penatua."


_&_&_


"Shilin apapun yang berkaitan dengan Chu Yue, saat ini jangan mengatakan apapun." ucap Cheng Li memperingatkan.


Shilin diam dan menatap nya dingin kemudian melangkah pergi ke halaman tempat tinggal nya.


Cheng Li mengikut dari belakang dan menatap kasihan pada Shilin, "Chu Yue, aku harap kau benar-benar belum mati."


....


"Shilin, Cheng Li akhir nya kalian datang." Sambut Qu Shanshan dengan senyum lebar.


Ia segera menghampiri Shilin dan merangkul nya, namun rangkulan itu dengan segera ditepis oleh Shilin.


"Ada apa?." tanya Shilin dan langsung duduk didepan Gu Wei Yi.


"Tidak ada, kami hanya mencari alasan agar kau tidak mengatakan apapun pada Penatua ketiga." Ucap Bao Yu yang tiba-tiba datang bersama Mu An Shi.


Shilin melirik nya dengan tajam, ia langsung berdiri dan akan melangkah pergi. Namun segera dihentikan Lu Jing, "Kita akan pergi memburu makhluk itu disekitar sini."


"Kau sudah dapat kompas nya?." tanya Lin Fen dan langsung di angguki Lu Jing.


"Aku meminta nya pada Sekte Tiankong. Kau tau wanita disana sangat cantik, aish mereka juga sangat baik. Tidak seperti wanita di daratan atas begitu sombong." Ucap Lu Jing melirik Qu Shanshan.


"Sekarang kita pergi?." tanya Xian Haocun.


Gu Wei Yi menggelengkan kepala nya, "Tidak, semua ini berawal dari sebuah mayat dan jika kita ingin mengakhiri nya kita harus mencari mayat itu."


"Sebentar, aku tidak tau siapa yang mengatakan bahwa semua berawal dari mayat?." Ucap YongShen bingung.


Lu Kangjian menunjuk He Lian, "Dia yang mengatakan nya."


"He Lian bagaimana kau bisa tau?." Tanya Yongshen curiga.


He Lian menggigit bibir nya khawatir dan menatap gugup pada mereka semua sebelum ia membuka bibir nya, "Makhluk itu bernama Linghu Tingshen, saat itu di Daratan tengah pernah terjadi hal seperti ini. Namun itu tidak parah, karena semua Kultivator segera bergerak membunuh semua makhluk itu, hingga kejadian itu tidak terjadi lama."


"Tapi kenapa Daratan atas tidak mendengar kabar itu?." Tanya Bao Yu.


"Hal itu hanya terjadi di satu kerajaan. Dan memang sengaja untuk ditutupi, bahkan Lembah keabadian saja tidak tau hal itu."


Mereka semua mendengar dengan serius sambil berpikir tentang makhluk itu.


"Tapi bagaimana bisa hanya ada di satu kerajaan sedangkan disini jika aku bisa katakan ini hampir di seluruh daratan rendah." Ucap Lin Fen dan di setujui oleh yang lain nya.


"Kalian pernah dengar dongeng Putri Darah hitam kan?." tanya He Lian dan di angguki mereka semua.


"Kurasa itu dongeng yang sangat populer, bahkan anak jalanan pun tau cerita nya. Namun apa hubungan nya dengan itu?." ucap Lu Jing.


"Kejadian di daratan tengah itu sudah berlalu ratusan tahun yang lalu. Dan Putri Darah hitam itu benar-benar ada." ucap He Lian.


"Kau mengatakan yang sebenar nya? Putri Darah hitam memang ada? Itu berarti dia menjadi Dewi?." Tanya Lu Jing dengan semangat.


He Lian menggeleng, ia memainkan jari nya dan menghembuskan nafas keras, "Dongeng yang selalu kalian dengar, itu semua hanya dongeng bukan kebenaran. Putri Darah hitam memang ada namun kisah nya berakhir dengan sedih bukan seperti didalam dongeng, di angkat ke langit dan menjadi dewi."