The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Awal yang menyakitkan



_&_&_


Balai sekte pusat tampak tenang, Ketua Song memberikan sebuah pidato panjang membuat orang menguap lebar.


Di kerumunan, Shu Zhirou diam-diam menarik Shu Min Yue dan bergegas berjalan menuju tempat yang sepi.


"Apa yang kau lakukan?." Ucap Shu Min Yue dan menarik tangan nya dari genggaman Shu Zhirou.


"Shu Min Yue kita pergi sekarang." Ucap Shu Zhirou yang menghiraukan tatapan aneh Shu Min Yue.


"Jujur saja, jika bukan karena Ayahanda aku tidak akan peduli." Lanjut nya lagi.


"Kenapa kita harus pergi?."


Sebelum Shu Zhirou menjawab tiba-tiba terdengar teriakan dari langit, sesosok yang mereka kenal, Zhan Feng.


Karena terlalu cepat, Zhan Feng kewalahan dan hampir terjatuh di antara kerumunan.


Beruntung Zhi Shu segera melompat terbang dan menangkapnya hingga ia tidak terjatuh.


"Zhan Feng." Zhi Shu memandang wajah Zhan Feng dengan cemas, namun Zhan Feng tampak tak perduli dan segera bergegas menghampiri Xue Yang dan yang lain nya.


"Kakak Zhao kenapa kau tampak seperti terburu-buru?." Tanya Guang Zhao.


Nafas Zhan Feng memburu dan ia tampak bingung dengan apa yang akan ia katakan, "Itu... Yue Ying. Makhluk itu..."


"Atur dulu nafas mu." Ucap Jia Zhen.


Zhan Feng mengatur nafas nya, dan tubuh nya berkeringat dingin, ia kemudian menutup mata nya sebentar kemudian menatap teman-teman nya dengan serius, "Kita harus pergi."


"Apa maksudmu? Kita harus pergi dari sini?." Tanya Shu Yan tampak curiga bahwa ada sesuatu yang terjadi.


"Dimana Yue Ying?." Tanya Shu Yan lagi.


"Dia berada di desa Hui dan desa itu diserang oleh Linghun Tishen kita harus segera menolong nya. Aku kira kekacauan besar akan terjadi melihat ganas nya makhluk itu." Ucap Zhan Feng menjelaskan.


"Apa maksudmu dengan lebih ganas?." Tanya Zhi Shu.


"Dia mungkin tiga kali ah atau sepuluh kali lebih kuat dari Linghun Tishen pertama yang kita temui." Jawab Zhan Feng.


Xue Yang mengangguk mengerti mendengar ucapan Zhan Feng dan segera mengeluarkan pedang nya, "Ayo kita pergi menolongnya."


"Tapi bagaimana dengan hadiah nya?." Tanya Yun Shang ketika teman-teman nya kini sudah mengeluarkan pedang.


"Dan Sekte yang mendapat penghargaan berburu Linghun Tishen adalah Keluarga Jiang, Sekte Jun dan Keluarga Mu." Ucap Ketua song yang berada di atas panggung.


Tepukan tangan mulai terdengar, namun Xue Yang dan yang lain nya kini tak tertarik, saat ini dalam pikiran mereka adalah menyelamatkan Yue Ying.


"Dimana Nona Shu Zhirou dan Nona Shu Min Yue?." Tanya Lu Tao ketika menyadari bahwa kedua wanita itu tidak ada diantara mereka.


"Chang Li juga tidak ada." Sambung Shu Yan dan mencari disekelilingnya.


"Kemana mereka pergi?." Ucap Jia Zhen dengan kesal.


"Jia Zhen, Shu Yan dan Guang Zhao kalian disini mencari Kedua nona Shu dan juga Cheng Li. Yang lain nya kita pergi menolong Yue Ying." Ucap Xue Yang.


Namun Guang Zhao menggeleng keras menentang hal itu, "Aku juga akan ikut."


"Aku juga." Sahut Shu Yan.


"Hei, anak kecil seharusnya cari aman saja." Ucap Lu Tao dan menyentil dahi Guang Zhao.


"Apa maksudmu anak kecil? Kekuatan mu bahkan tidak sebanding dengan ku." Ucap Guang Zhao tajam.


Xue Yang menghela nafas pelan kemudian mengangguk menyetujui, "Guang Zhao dan Shu Yan kalian boleh ikut, namun harus ada seseorang yang membantu Jia Zhen..."


"Aku saja." Yun Shang mengangkat tangan nya, mengajukan diri untuk tinggal.


"Baiklah, sekarang kita pergi."


Xue Yang dan yang lain nya mulai menerbangkan pedang nya kemudian melompat keatas pedang, dan pergi dengan sangat cepat.


Sontak saja hal itu menimbulkan keributan, mereka kira Sekte Jun akan menuju panggung namun ternyata mereka malah terbang pergi.


.....


Shu Zhirou yang melihat bahwa Shu Min Yue lengah, segera menempelkan sebuah kertas sebelum kemudian mereka berdua menghilang dari tempat itu.


..._&_&_...


"Dewi Cahaya, apa kau melihat Dewa Waktu?." tanya Seorang Dewi cantik dengan pakaian putih yang tampak sangat cemas.


Dewi Cahaya menggeleng pelan, membuat Dewi cantik itu kecewa. Ia kemudian dengan lesu berbalik, namun Dewi Cahaya tampak mengingat sesuatu dan segera berdiri di depan Dewi cantik itu untuk menghentikan nya pergi.


"Dewi Takdir, Apa kau tau kenapa aku tidak bisa memberikan cahaya di kerajaan-kerajaan kecil di daratan rendah? Seharusnya cuaca hari ini cerah berawan. Bukan hitam menakutkan." Ucap Dewi Cahaya dengan ekspresi kecewa.


Dewi Takdir menghembuskan nafas dengan keras dan memiringkan kepala nya dengan lesu, "Takdir melenceng begitu jauh." Ucap nya dan menghentakkan kaki dengan keras, "INI KARENA DEWA-DEWA ITU, jika mereka tidak ikut campur dengan urusan bumi, aku tidak akan di marahi seperti ini."


"Si-"


"Hustt." Dewi Cahaya segera menutup mulut Dewi takdir, "Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?."


"Aku mencari Dewa Waktu dan meminta nya mengatur ulang waktu di Bumi." jawab Dewi Takdir.


Dewi Cahaya mengernyitkan dahi nya, "Kau yakin? Bukankah kau tau Dewa Waktu tidak suka diganggu. Kau bisa saja dihukum oleh nya."


"Itu lebih baik daripada di hukum Mahadewa. Dan juga aku akan meminta Dewa Keadilan untuk membantuku menghukum Dewa-Dewa pengacau itu." ucap Dewi Takdir lagi.


..._&_&_...


Sementara Linghun Tishen membuat kekacauan dimana-mana.


Chu Yue terus menyerap batu roh itu, hingga kemudian saat mencapai batu roh terakhir, tubuh nya bergetar hebat, dada nya seperti di tekan oleh sesuatu yang sangat berat.


Dan Kepala nya berdenyut keras seperti akan meledak. Kemudian satu persatu gambaran sesuatu muncul di ingatan nya.


Seorang Dewi


Seorang Pelayan


Seorang Putri


Seorang istri


Seorang Pahlawan wanita


Seorang Permaisuri


Semua itu dengan wajah nya, mata nya, bibir nya, tubuh nya bahkan senyum nya. Itu adalah diri nya.


Chu Yue berdiri di suatu tempat dimana gambaran didepan nya terus berganti.


Seorang Dewi yang memberi berkat nya pada manusia, Seorang Pelayan yang melayani majikan nya dengan baik.


Seorang Putri Cantik yang bersandar pada pundak ayah nya, seorang istri yang terus tersenyum pada suami nya dan seorang wanita yang suka menolong orang miskin.


Gambaran itu terus berganti hingga dimana gambaran nya di kehidupan sebelum nya muncul, saat ia duduk di atas tahta menjadi seorang permaisuri yang sementara menggantikan suaminya menjaga kerajaan nya.


Itu diri nya... Saat itu.


Tiba-tiba sebuah dengungan keras muncul ditelinga Chu Yue, membuat nya langsung menutupi telinga nya.


Namun dengungan itu malah semakin kuat, Chu Yue terduduk dan makin menutup telinga nya. Ia berteriak kesakitan, ia merasa seakan-akan ada darah yang mengalir dari telinga nya.


Lalu perlahan gambaran didepannya berubah dengan cepat, sangat cepat.


Dada nya kemudian merasakan sakit yang luar biasa, Rasa sakit yang ia kira bisa diatasi ternyata diluar perkiraan nya. Bahkan jika itu ratusan tahun, akan sulit untuk menyembuhkan nya.


Kisah yang pernah diceritakan kini didepan mata nya. Ia terdiam kaku tak bisa menggerakkan tubuh nya, bukan... bukan tak bisa menggerakkan tapi tak ingin.


Sebuah kilasan, sebuah gambaran, dan kehidupan yang benar-benar akan mengubah nya.


Mata nya mulai mengabur, pandangan nya terhalang dan kemudian semua nya menjadi gelap.


.....