The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Taruhan



Chu Yue berhenti sebentar didepan sebuah kediaman dan menatap nya sedikit lama.


"Apa kau ingin ke sana?." tanya Raja Yi dan mendapat gelengan kepala dari Chu Yue.


"Pedang belum menunjukkan ketajaman nya, ia masih berada didalam sarung nya. Suatu hari nanti, kami pasti akan bertemu lagi." Ucap Chu Yue dan lanjut berjalan.


..._&_&_...


"Kau ingin berduel?."


"Benar, kudengar kompetisi ini Sekte Jun memiliki hasil yang paling baik. Jadi aku ingin tau seberapa hebat nya kalian." Ucap seorang wanita dengan pedang yang mengarah ke Xue Yang dan teman-teman nya.


Zhi Shu menarik pedang nya dan menunjuk mereka juga, "Baik, tapi seperti nya tidak akan menarik jika kita tidak bertaruh."


"Kau ingin bertaruh?."


Zhi Shu mengangguk, "Yap, Pedang mu itu. Jika aku menang aku menginginkan pedang mu."


Wanita itu tertawa kecil dan mengangguk setuju, "Tentu saja, namun jika aku menang aku ingin cambuk itu." tunjuk nya pada cambuk yang menggantung di pinggang kiri Yun Shang.


"Tidak bisa." Tolak Zhi Shu cepat, "Kita yang akan berduel, kau tidak bisa mengambil barang milik nya."


"Ouh benarkah?." Ucap wanita itu dengan nada remeh, kemudian berbalik, "Ku kira mereka hebat, namun ternyata penakut. Kita pergi saja." Ucap nya pada teman-teman nya.


"Ayo lagipula kita disini saja sudah membuang-buang waktu."


"Tunggu." Yun Shang menghentikan mereka untuk pergi dan melepas cambuk nya, "Cambuk ini akan dipertaruhkan."


Wanita itu berbalik dengan semangat, "Baiklah."


"Yun Shang apa yang kau lakukan?." Ucap Zhi Shu dengan nada tak percaya.


Yun Shang memegang tangan Zhi Shu dan mengelus nya pelan, "Aku percaya padamu bahwa kau bisa menang."


"Aku berterima kasih kau percaya padaku, namun jika aku kalah..." Zhi Shu berhenti berucap dan menatap cambuk itu sebentar, "Ini bukan hanya tentang cambuk tapi ini tentang Yue Ying."


"Benar, Jika Nona Yan menang tak apa, namun jika kalah maka Nona Yue pasti akan kecewa padamu. Dia tau kau tak punya senjata dan kebetulan cambuk itu terlihat bagus, dia menyukai nya namun karena kau bilang kau bisa menggunakan nya maka dia memberikan nya padamu, untuk menjaga dirimu. Nona Ye pikirkan lah lagi." Ucap Shu Yan menasehati.


Yun Shang melepas pegangan Zhi Shu dan menatap Shu Yan lekat, "Yue Ying sudah memberikan nya padaku, lagipula aku yakin Zhi Shu akan menang."


.....


"Sebelum bertarung aku ingin tahu siapa dirimu?." Ucap Zhi Shu.


Wanita didepan nya tersenyum miring, "Sekte Li, Jian Ying. Dan kau Yan Zhi Shu putri Ketua Sekte Ming bukan?."


Zhi Shu mengangguk, "Baiklah, kau bisa menyerang duluan. Aku ingin melihat apa kau bisa melukai ku dalam pertarungan ini."


Jian Ying memutar bola mata nya kesal kemudian menatap Zhi Shu tajam, "Maka aku akan melihat apa kau bisa menghindari serangan ku atau tidak."


Jian Ying mulai memutar pedang nya dengan pelan kemudian ia mengarahkan nya pada Zhi Shu, semakin lama pedang itu berputar dengan cepat.


"Wind twisting sword." Jian Ying terbang rendah dengan cepat dan menyerang Zhi Shu.


Namun Zhi Shu merespon dengan cepat dan segera menghindari nya, "Serangan yang bagus."


Jian Ying tersenyum dan menyerang lagi namun kali ini Zhi Shu tak menghindari nya, ia menangkis dan balik menyerang.


........


"Zhi Shu." Teman-teman nya menatap khawatir pada Zhi Shu yang kini berlutut sambil memegangi dada nya.


"Kau kalah dariku Nona Yan. Kepercayaan dirimu yang tinggi membuatmu kalah." Ucap Jian Ying kemudian membantu Zhi Shu berdiri.


Jian Ying menggelengkan kepala nya, "Cambuk itu seperti milik teman ku, dia kehilangan cambuk nya beberapa bulan yang lalu. Dia sangat menyayangi cambuk nya, jadi ketika aku melihat itu aku bertekad untuk mengambil nya."


Zhi Shu mengangguk mengerti, ia kemudian mengulurkan tangan nya meminta cambuk itu dari Yun Shang.


"Karena kita sudah sepakat maka ini."


..._&_&_...


"Ini." Jian Ying memberikan cambuk yang sebelum nya ia menangkan, ia mengira bahwa setelah menerima nya orang itu akan melompat senang namun dia hanya menerima cambuk itu dengan santai.


"Benar memang, apa yang suah menjadi milikku pasti akan kembali padaku. Terimakasih."


Jian Ying mengangkat alis nya dan menatap tak paham pada Nona didepan nya, "Xinxin apa yang terjadi padamu?."


Xinxin diam dengan wajah serius ia lalu menatap Jian Ying kemudian tertawa, "Ahh Jian Ying bagaimana dengan aktingku? Apakah aku mirip Yang Niu?."


"Yang Niu kau bilang? Kau masih berteman dengan nya?." Jian Ying menyilangkan tangan nya dan menatap Xinxin tak percaya.


"Hei Ayolah Yang Niu tidak seburuk itu, dia hanya terlalu jujur." Ucap Xinxin.


Jian Ying hanya berdehem, ia terdiam sejenak memikirkan sesuatu kemudian bertanya pada Xinxin, "Kau tidak berniat masuk ke salah satu sekte?."


Xinxin menggeleng tanpa berpikir, menurut nya masuk kedalam suatu sekte berarti kau tidak bisa hidup dengan bebas, "Sudah kukatakan bukan? Aku benci peraturan, aku tidak akan masuk."


"Peraturan apa yang kau benci?."


"Harus menolong orang yang lemah, membunuh monster, membantu teman seperguruan, menjaga nama baik sekte..."


"Cuihh omong kosong."


Xinxin dan Jian Ying menoleh kesamping, wanita yang mereka bicarakan akhir nya muncul dengan wajah dingin.


"Mereka selalu mengatakan kebajikan tapi yang aku lihat mereka hanya memamerkan kekuatan saja."


"Apa yang kau katakan?." Jian Ying menatap wanita itu kesal dan dia bersiap menarik pedang nya.


Yang Niu melirik nya sebentar kemudian tak acuh pada nya dan berjalan pergi, "Xinxin aku akan ke Kerajaan Lu."


Xinxin menatap Yang Niu dengan mata berbinar, ia kemudian menepuk pundak Jian Ying lalu berlari mengikuti Yang Niu.


..._&_&_...


"Tuan Tua kami sudah mendapat laporan tentang murid dengan bakat bagus."


"Ouh bagaimana?." Ucap Penatua Ketiga pura-pura penasaran.


Ketua Song membuka Laporan yang ia terima dan membaca nya satu persatu, "Dari semua Kelompok yang pergi, hanya Sekte Jun, Sekte Li, Keluarga Mu dan Keluarga Jiang yang kembali dengan utuh dengan anggota tidak ada yang hilang atau menjadi korban dari makhluk itu."


"Memang nya ada berapa kelompok yang pergi?."


"Kira-kira ada tiga belas kelompok termasuk Sekte aliran hitam dan menara pembunuhan." Ucap ketua Song.


Penatua ketiga mengerutkan alis nya, "Kalian bekerja sama dengan aliran hitam?."


Ketua Song terdiam kemudian segera memberi alasan dengan cepat, "Tuan Tua, ini karena kami ini..."


"Ahh sudahlah, sebutkan saja orang yang menurutmu bisa menjadi pelayan murid ku." ucap Penatua ketiga sambil mengibaskan lengan nya.


"Jika aku boleh tau, Tuan Tua ditingkatan berapa murid mu itu?." Penatua Mu, Penatua Jiang, Penatua Xia, dan Penatua Zhao tiba-tiba masuk kedalam ruangan kemudian memberi hormat pada Penatua Ketiga.


Tuan Tua menyandarkan tubuh nya dan menatap mereka dingin, " Lao Mu, bahkan menurutku murid terbaik di keluarga mu saja tidak bisa dibandingkan dengan nya."