The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Liang Chen



Chu Yue menyilangkan kaki nya dan menutup mata nya berusaha mencari catatan tentang bagaimana menggunakan bunga emas tanpa merusak nya.


Perlahan diingatan nya lembaran-lembaran buku terbuka dan kemudian berhenti disebuah catatan.


'Energi mental tak terbatas, energi mental yang tak ada habis nya.


Cahaya mengalir memperbaiki.


Merobek tapi tidak merusak.


Merusak bertambah umur.


Umur panjang tumbuhan obat.


Obat penghilang rasa sakit.'


Chu Yue kembali membuka mata nya, dan tersenyum, "Itu jawaban nya."


Ia kemudian kembali ke dapur dan memotong ginseng berumur 500 tahun. Kemudian Chu Yue meletakkan tangan nya di atas Ginseng itu dan menutup mata nya.


Perlahan Cahaya keluar dari tangan nya dan mengembalikan Ginseng seperti keadaan semula.


"Ini hebat. Sekarang aku akan membuat Pil."


Chu Yue mulai memasuk bahan kedalam tungku lalu ia mengambil salah satu kelopak dan memasukkan nya kedalam Tungku.


Boom


Gumpalan asap keluar dari tungku menandakan bahwa ia gagal.


"Aku akan mencoba lagi." Sebelum mencoba Chu Yue memperbaiki bahan obat yang sudah ia gunakan lalu lanjut membuat Pil lagi.


Boom


"Urutan nya salah."


Boom


"Apa masalah nya?."


Chu Yue berdecak kesal, ia keluar dari dapur dan melihat ke sekitar nya berharap bahwa guru nya muncul didepan nya.


Namun nihil, ia kembali ke dapur dan mencoba lagi.


Boom


Boom


Boom


Chu Yue menjambak rambut nya sedikit frustasi kemudian ia berusaha menenangkan diri.


"Ini percobaan terakhir."


Chu Yue meletakkan kedua tangan nya di atas bahan-bahan yang telah ia gunakan, dan dengan segera tanaman itu berubah seperti semula dan menjadi lebih segar.


Chu Yue memasukkan satu persatu bahan ke Tungku dan mulai membuat pil lagi.


Bush


Bau harum pil mulai tercium, menandakan bahwa Pil telah berhasil.


Dengan cepat Chu Yue membuka tungku dan tersenyum senang, beberapa pil sudah terbentuk.


Ia kemudian melanjutkan lagi membuat pil, tanpa melihat waktu Chu Yue terus membuat Pil.


Dan disaat tubuh nya kelelahan ia berhenti sejenak dan tertidur di dapur.


..._&_&_...


"Kakak Chu, Kakak Chu" Shilin berteriak dari atas pedang nya.


Ia terbang mengitari rumah penatua ketiga dan terus memanggil Chu Yue.


Chu Yue memegang kepala nya yang sedikit pusing, ia mengambil salah satu pil dan membuat diri nya menjadi segar lagi.


Setelah itu ia pergi keluar rumah saat mendengar panggilan yang terus menerus itu.


"Kakak Chu Apa yang kau lakukan? Kenapa kakak jadi seperti ini?." Shilin buru-buru turun dari pedang nya dan menghampiri Chu Yue dengan raut wajah khawatir.


"Xiao lin? Kenapa kau kesini?."


"Hari ini kita akan pergi ke Hutan ilusi, Kakak apa kau lupa?." Tanya Shilin.


Chu Yue menggeleng, "Bukankah itu masih beberapa hari lagi?."


Shilin mengerutkan kening ia naik ke pedang nya dan mensejajarkan tubuh nya dengan Chu Yue.


"Hari ini kita pergi ke Hutan ilusi, Guru memintaku menjemputmu karena kau tidak berkumpul di Aula biru. Sekarang mereka semua sudah pergi, kita akan menyusul. Tapi, Jika kakak sakit aku akan memberitahukan pada Guru ku." Ucapnya lagi.


Chu Yue menggelengkan kepala dan menepuk puncak kepala Shilin, "Aku tidak apa-apa, mungkin aku yang lupa waktu. Kau tunggu sebentar, aku akan bersiap."


Shilin mengangguk kemudian dengan cepat Chu Yue membersihkan diri dan berkemas, ia tidak lupa membawa Pil dan juga Bunga emas untuk dikembalikan.


"Xiao lin bisakah kita pergi bertemu ketua sekte terlebih dahulu?."


"Ketua Sekte saat ini berkumpul bersama Ketua Sekte lain nya, Kakak yakin ingin bertemu dengan nya?." Ucap Shilin.


Chu Yue terdiam ia sedikit bimbang, jika tidak saat ini dia akan melewati batas waktu nya.


"Baiklah, kita pergi saja."


..._&_&_...


"Ada berapa banyak sekte yang berkumpul?." Tanya Chu Yue ketika melihat ada ratusan orang yang berkemah di depan hutan ilusi.


"Aku tidak tau, tapi kudengar keempat sekte besar, Dua keluarga besar di daratan ini dan keluarga Kerajaan juga ikut berpartisipasi."


Chu Yue mengangguk mengerti dan terus memandang kebawah.


"Itu tempat berkemah kita." Ucap Shilin dan segera mendarat.


"Shilin, Nona Chu Yue syukurlah kalian sudah tiba. Setelah Guru pembimbing datang, kita akan masuk ke Hutan ilusi."


"Ini?." Chu Yue menunjuk nya dengan bingung, ia pernah melihat nya saat pemilihan murid, namun ia tak tau nama nya.


"Aku Qu Shenshen." Ucap Shenshen dan menyodorkan tangan bersalaman.


"Nona Qu, salam kenal." Balas Chu Yue menyambut uluran tangan itu.


Tiba-tiba terdengar sorakan keras, Chu Yue mengernyitkan alis nya bingung.


Kini Ada banyak orang yang kini menatap Ke langit dengan wajah kagum, Chu Yue ikut menatap keatas.


Seorang Pria dengan jubah hitam dan memakai topeng disalah satu sisi wajah nya kini perlahan mendarat didepan Chu Yue.


"Murid Sekte Pedang Naga biru memberi salam pada Raja Yi."


Para Murid Sekte termasuk Shilin dan Qu shanshan yang berada di samping Chu Yue sedikit membungkukkan badan memberi hormat pada Raja Yi.


Chu yue hanya diam dan menatap Raja Yi dengan dingin.


"Bangkitlah." Ucap Raja Yi dengan mata yang tak lepas dari Chu Yue, "Aku akan ikut untuk menjaga kalian."


"Kenapa?." Tanya Chu Yue yang langsung mendapat teguran dari Shanshan, "Chu Yue jangan tidak sopan."


Raja Yi tertawa pelan dan melangkah maju mendekat kearah Chu Yue, "Kau ingin tahu kenapa?."


Perlahan Raja Yi mendekatkan bibir nya ke telinga Chu Yue dan berbisik, "Karena aku ingin mendapatkan mu."


..._&_&_...


"Kau mengatakan bahwa aku tidak layak untuk mu?." Seorang wanita dengan gaun merah dan rambut yang tergerai panjang berdiri di atas tebing.


Suaranya penuh kesedihan dan mata nya memerah menatap Pria didepan nya.


"Liang Chen, kau memang tidak layak untukku."


Perempuan bernama Liang Chen terkekeh pelan, Wajah nya mirip dengan Chu Yue bahkan postur tubuh nya.


"Lalu apa Wanita itu layak untukmu? Dia hanya pelayan. Dia hanya seorang pelayan. Dia layak dan aku tidak layak. Qing Yongsheng kau... Kau mengecewakan ku." Suara nya penuh kekecewaan, ia memegang dada nya yang sakit karena pria didepan nya.


"Liang Chen kau yang mengecewakanku, aku akan menikahinya dan kau membunuh nya. Kau iblis." Teriak Pangeran Qing yang penuh dengan kemarahan.


Liang Chen menggelengkan kepalanya, "Aku tidak membunuh nya. Dia sendiri yang.."


"Shao Qui sudah mengatakan nya padaku, kau membayar orang untuk memperkosa nya hingga dia bunuh diri. Kau sangat rendah Liang Chen."


Liang Chen tertawa keras dan menatap Pangeran Qing dengan tatapan tajam, "Aku Liang Chen, Putri Liang Jun yang dermawan, Cucu Liang Haocun yang terhormat dan Murid Raja Yi yang agung. Aku Liang Chen bukan orang rendah yang menjebak Pria agar menikahi nya, Aku Liang Chen bukan orang yang akan menyakiti orang yang baik. AKU LIANG CHEN BUKAN ORANG RENDAHAN."


"Qing Yongsheng bukan aku yang tidak layak untuk mu, tapi kau yang tidak layak untukku. Seujung kuku pun kau tidak layak untuk ku. Di kehidupan berikut nya jika ada hubungan kau hanya layak menjadi anj*ng penjagaku. Qing YongShen hiduplah dengan baik sekarang karena di kehidupan ku yang berikutnya aku akan menagih hutang ini."


Liang Chen menutup mata nya dan mundur ke ujung tebing.


Pangeran Qing yang mengetahui apa yang ingin dilakukan nya segera berlari untuk mencegah nya namun terlambat tubuh itu terjatuh bagaikan bunga yang gugur dari ranting nya.


"Liang Chennnn."


Pangeran Qing terbangun dari tidur singkat nya, mata nya sedikit berair dengan nafas yang tersengal-sengal dan Punggung nya basah oleh keringat.


Ia menatap jauh dengan mata kosong dan berucap, "Liang Chen aku memang tidak pernah layak untukmu. Maafkan aku."