
"Kakak pertama kami tidak bisa menahan nya lagi."
"Benar, kekuatan ku sudah hampir habis. Akar ini sangat kuat."
"Kakak pertama, tolong selamatkan kami." Ucap seseorang yang tampak nya seorang Alkemis karena tidak membantu.
"Shilin, kau bantu mereka. Kenapa hanya diam?." Ucap Chu Yue.
Shilin mengangguk dengan cepat dan mulai membantu.
Chu Yue memegang bola pelindung nya erat, jika keadaan memang genting ia akan menggunakan nya. Namun dia harus melihat apakah saat ini bisa bertahan atau tidak. Bola pelindung nya hanya tinggal beberapa, ia membuat nya untuk diberikan pada Guang Zhao dan menyisakan sedikit untuk diri nya.
Jika saja ia tau bahwa kekuatan nya disegel, dia akan membuat bola pelindung lebih banyak dan mulai belajar membuat bola senjata.
"Ouh tidak..."
"Kakak pertama, aku tidak ingin mati."
"Tolong...." Teriak mereka mengharap bantuan.
....
"Pelindung mereka akan hancur."
"Guru, Shilin dan Chu Yue ada di sana."
....
"Pangeran kelima, tampaknya keberuntungan yang kau sebutkan tidak akan terjadi."
....
"Guru mereka akan mati."
...
"Tidak..."
Pelindung hancur, Chu Yue membelalakkan mata nya dan dengan cepat mengaktifkan bola pelindung nya.
Seketika Akar-akar itu terpental dan segera menarik diri nya menjauh dari pelindung yang dibuat Chu Yue.
Tidak hanya itu, semua Akar yang tadi nya muncul kini menghilang pergi.
Chu Yue, Shilin, Fu Hao ran dan murid Sekte bintang biduk yang hampir putus asa kini menghela nafas lega dan senyuman mulai terbentuk di wajah mereka.
"Syukurlah."
"Aku kira aku akan mati."
"Lihat Raja Yi kembali."
"Beruntung Raja Yi menyelamatkan kita."
Para murid Sekte Bintang biduk keluar dari pelindung dan segera berkumpul kembali bersama guru nya.
Begitu juga Shilin yang kini telah bersama Qu Shanshan.
Chu Yue memandang mereka yang pergi kemudian melirik Raja Yi dan mencibir pelan, "Kenapa dia tidak datang lebih cepat, bukankah bola pelindung ku hanya jadi sia-sia. Aku tidak mendapat bayaran bahkan ucapan terima kasih saja tidak."
"Nona terimakasih." Ucap Fu Hao Ran sebelum pergi.
Chu Yue hanya mengangguk, ia duduk didalam pelindung dengan raut wajah sedikit sedih, dia hanya punya sedikit pelindung. Sedangkan perjalanan masih jauh dan dia juga tidak punya kekuatan.
"Hati-hati tanah nya mulai retak." Ucap seseorang.
"Terbang sekarang." Teriak Raja Yi.
Chu Yue mengernyitkan alis nya dan melihat ke luar pelindung, benar tanah nya retak kemudian ia melihat tanah yang didekatnya, tidak ada retakan apapun.
"TOLONGG!!!."
Chu Yue segera bangkit berdiri ketika tanah mulai terbelah, para Kultivator kini sudah banyak yang menaiki pedang terbang.
Namun beberapa Alkemis tidak bisa dengan segera terbang karena mereka bahkan tidak punya senjata.
Raja Yi kemudian terbang kearah Chu Yu, dan mengulurkan tangan nya. Namun saat akan melewati pelindung ia terdorong dan hampir jatuh.
Chu Yue tertawa kecil, pelindung ini yang memasuki nya hanya orang yang diinginkan nya saja. Dia membuat bola pelindung dengan segenap jiwa, raga dan juga hati nya, tentu saja pelindung ini tidak akan mudah.
Pelindung nya berbeda dengan Kultivator lain nya yang hanya membaca mantra.
"Kakak Chu...." Teriak Shilin yang tak jauh dari nya.
"Kakak Chu, Ayo naik."
Chu Yue balas memegang tangan Shilin dan menggeleng kemudian ia menunjukkan tanah yang ia pijak.
"Tidak apa-apa. Kau turun saja." Ucap Chu Yue dan menarik Shilin turun.
Shilin ragu-ragu untuk turun, namun ketika ia melihat Chu Yue yang tenang ia pun turun dari pedang nya.
"Shilin, Chu Yue kalian harus segera terbang." Ucap Qu ShanShan.
"Tolong...tolong aku."
"Guru..."
Kini ada banyak teriakan ketika satu persatu murid berbagai sekte terjatuh, namun Chu Yue hanya menatap nya sekilas.
Guru yang mereka panggil, teman yang bersama mereka, bahkan saudara mereka hanya menatap nya dengan tatapan kasihan, tak bisa menolong atau bahkan tak berniat menolong.
Beberapa bahkan lebih mementingkan orang lain yang dapat mereka manfaatkan.
Bukankah kehidupan seperti ini?.
Walau mereka saudara sedarah namun jika dia lemah, tak berguna dan tak ada manfaat nya mereka akan membuang nya.
Sangat sedikit yang tulus dalam berhubungan, bahkan hubungan berpuluh-puluh tahun pun juga akan ada ketidaksetiaan.
"Chu Yue kenapa tanah yang kau pijak sama sekali tidak terbelah bahkan retak saja tidak?." teriak Bao Yu yang terbang menggunakan pedang bersama Lu Kangjian.
Seketika semua mata kini tertuju pada Chu Yue, keheranan muncul di wajah mereka ketika melihat bahwa Chu Yue sangat aman di atas tanah.
Qu shanshan yang tak menyadari nya segera melihat ke tanah yang Chu Yue pijak dan menatap Chu Yue bertanya, "Kenapa tidak retak?."
Chu Yue tersenyum kemudian menarik Qu Shanshan masuk kedalam pelindung nya.
"Sihir apa yang ia gunakan?."
"Benar, kenapa dia bisa dengan santai berdiri di sana?."
"Apa dia menggunakan sihir hitam?."
"Dilarang menggunakan sihir hitam, Chu Yue apa kau tidak tau bahwa pengguna sihir hitam akan dihukum mati?." Ucap Lu Kangjian.
Chu Yue mengangkat alis nya dan menghela nafas kesal kemudian ia menepuk pelan kepala Shilin, "Anak kecil, pelindung ini bukan sihir hitam."
"Aku tau." Ucap Shilin cepat.
"Chu Yue bagaimana pelindung ini bisa..."
"Guruku yang memberikan nya, apa kau puas." Ucap Chu Yue dan menghentikan pertanyaan Shanshan.
"Pantas saja, begitu kuat."
"Lu Kangjian dengar, Pelindung ini dari Penatua Ketiga. Ini bukan sihir hitam jadi jaga ucapan mu." Teriak Qu Shanshan pada Lu Kangjian.
Ia kemudian menatap Chu Yue dan tersenyum tak enak karena hampir menuduh nya.
"Chu Yue kita tidak bisa terus disini, beberapa orang sudah melanjutkan perjalanan." Ucap Qu Shanshan bermaksud mengajak Chu Yue pergi.
Chu Yue terdiam kemudian menatap Raja Yi yang juga balas menatap nya.
"Raja Yi, apa kita pergi sekarang?." Tanya Mu An Shi.
Raja Yi tak menjawab, ia menatap ke atas nya kemudian terbang ke arah Chu Yue.
"Aku akan memberikan mu pedang bulan biru jika kau membiarkanku masuk." Ucap Raja Yi mencoba bernegosiasi.
Chu Yue membelalakkan mata nya, kemudian ia menahan senyum nya dan berpura-pura tidak menginginkan nya.
Pedang Bulan Biru, salah satu dari tujuh pedang dewa yang tersebar di dunia manusia, Siapa yang tidak menginginkan nya???
Bukan hanya dari kekuatan, namun Pedang Bulan Biru juga sangat indah.
"Chu Yue, biarkan saja Raja Yi masuk." Ucap Qu Shanshan.
Shilin mengangguk, "Kakak Chu, dia berkata akan memberikan pedang bulan biru, maka terima saja."
"Baiklah, kau bisa masuk." Ucap Chu Yue dengan wajah terpaksa, namun sebenarnya ia sangat senang.
Raja Yi menggelengkan kepala nya pelan melihat sikap Chu Yue, kemudian ia berbalik memandang Murid Sekte Naga iblis yang kini bingung, akan pergi atau tetap tinggal.
"Jika kalian ingin selamat kalian bisa membuat kesepakatan dengan Chu Yue."