
Disebuah ruangan yang gelap dengan sedikit cahaya, seorang Pria paruh baya melukis sambil menutup mata nya.
Tak lama kemudian seseorang datang dan berlutut dihadapan nya, "Penguasa, gadis yang dicari oleh Raja Yi tampak nya berhubungan dengan Dewi api iblis."
Sang Penguasa yang disebut membuka mata nya dan terdiam.
"Siapa nama nya?."
"Liu Chu Yue, putri kedua kerajaan Liu, Kecantikan langka namun dirumorkan bodoh, kejam dan tidak tau tata krama. Dikatakan bahwa Di hari ulang tahun nya dia membunuh keluarga nya dan kabur. Saat ini keberadaan nya tidak diketahui."
Pria itu melanjutkan lukisan nya, "Lalu kenapa Raja Yi mencari tau tentang nya?."
"Seorang gadis bernama Chu Yue muncul di daratan atas dia menjadi murid penatua ketiga. Dia seorang Alkemis tanpa level namun saat di Hutan Api Abadi dia mati karena menyelamatkan hampir semua orang di sana. Dan Raja Yi meragukan kematian nya." Lapor nya dengan terperinci.
"Cari tau tentang Chu Yue itu dan berikan perintah siapapun yang berhasil memberikan informasi tentang nya Pangkat nya akan dinaikkan."
"Baik, perintah akan dijalankan."
..._&_&_...
"Tetua yang bertugas saat ini kembali setelah menerima pesan penting, Kalian bisa tinggal disini terlebih dahulu." Ucap Raja Liu, Liu Yan.
"Kami menerima niat baik Yang mulia, namun kami ada urusan lain yang harus dilakukan. Mungkin lain kali saja." Jawab Chu Yue dan langsung di tatapi bingung oleh teman-teman nya.
Liu Yan mengangguk, "Namun setidak nya malam ini kalian harus menginap."
"Ti..."
"Karena Raja Liu sudah menawarkan maka kami akan menerima nya." Ucap Xue Yang memotong perkataan Chu Yue.
Chu Yue menghela nafas kesal namun ia hanya mengikuti dengan patuh ketika pelayan menuntun mereka ke kamar.
"Kamar kalian saling berdekatan agar jika ada sesuatu hal kalian bisa dengan mudah bertemu. Jika ada sesuatu jangan sungkan untuk memanggil kami."
"Baik, terima kasih. Kalian boleh pergi."
Setelah mengatakan hal itu, Chu Yue memasuki kamar secara acak dan segera berbaring dikamar nya.
Ia mengingat kembali ketika bertemu Liu Yan itu hari ini. Jelas saja, dari umur nya dia bukan Liu Yan.
Liu Yan lebih muda dari nya, dia diasingkan saat umur nya enam tahun, namun yang sekarang lebih tua dari nya.
Bagaimana mereka bisa menggunakan seorang asing sebagai Raja.
Hanya karena sangat sedikit orang yang mengetahui tentang Liu Yan, mereka dengan enteng nya mengangkat orang lain?
Liu Yan memang saudara tiri nya tapi dulu dia sangat dekat bahkan lebih dekat dari Kakak nya Putra mahkota.
Saat ini dia masih mengingat jelas wajah Liu Yan, sifat nya bahkan tanda lahir...
Chu Yue terduduk ketika memikirkan nya, "Benar, Liu Yan memiliki tanda lahir Bulan sabit merah dileher nya, jadi aku bisa mencari nya."
Ia mengetuk-ngetuk lantai dengan kaki nya sambil memikirkan tentang Liu Yan.
"Jika kupikirkan lagi Liu Yan bukan orang yang lembut, dia cerdik, licik dan kejam. Maka seharusnya saat ini dia pasti aman."
"Kakak Yue apa aku boleh masuk."
Suara terdengar dari pintu dan membuat Chu Yue membuyarkan pemikiran nya tentang Liu yan lalu segera membuka pintu.
"Ada apa?."
"Kakak Xue menyuruh kita berkumpul di kamar nya." Ucap Guang Zhao.
"Baik. Ayo pergi." Chu Yue menutup pintu nya kembali dan berjalan menuju kamar Xue Yang.
"Yue ying sudah tiba, Guang Zhao tutup pintunya."
Chu Yue menatap mereka dengan bingung, ia menekuk dahi nya dan duduk di dekat Shu Min Yue.
"Yue ying urusan yang kau katakan apakah berkaitan dengan Jia Zhen?." Tanya Xue Yang tanpa berbasa-basi.
Chu Yue melirik Jia Zhen yang menunduk kemudian mengangguk.
"Apa kau tidak meminta persetujuan kami?." Tanya Zhi Feng sedikit marah.
Chu Yue menatap Shu Zhirou yang duduk dengan bersandar di kepala Yun Shang, wajah nya pucat dan sedikit tidak bertenaga.
"Untuk urusan Jia Zhen dia berkata padaku akan memberikan bayaran jika membantu nya, kalian setuju atau tidak itu tidak penting bukan?." Ucap Chu Yue dan membuat mereka mengembuskan nafas berat.
"Yue Ying kita teman, seharusnya kita melakukan hal bersama-sama bukan? Dan juga diantara teman tidak ada harga." Ucap Zhan Feng.
"Mungkin itu bagi kalian, tapi tidak bagiku. Hal-hal yang aku lakukan semua ada harga nya." Balas Chu Yue tak menerima ucapan Zhan Feng.
Xue Yang melipat lengan nya dan menatap Chu Yue dengan tatapan marah, "Semua ada harga nya? Yue Ying apa kau Wanita hiburan?."
Chu Yue terkesiap mendengar ucapan Xue Yang kemudian menyeringai dan membalas, "Xue Yang kenapa semakin lama aku mengenalmu sifat mu semakin buruk?."
"Tuan Xue ucapan mu terlalu kasar bukan?." Ucap Chang Yi dengan wajah kesal.
"Maafkan aku." Ucap Xue Yang dengan wajah bersalah, ia juga sedikit terkejut ketika menyadari apa yang dikatakan nya.
"Yue Ying hal ini karena kita semua teman, masalah Jia Zhen adalah masalah kita. Namun kita tidak bisa melakukan nya sekarang karena kita semua saat ini butuh istirahat." Ucap Zhan Feng lagi.
Chu Yue memutar bola mata nya, "Bukankah sudah aku katakan jika kalian butuh istirahat maka istirahat saja. Dia membayar ku dan aku akan melakukan apa yang ia minta selagi tidak merendahkan harga diri."
"Yue Ying maksud Zhan Feng bukan itu." Ucap Shu Min Yue dengan lembut, ia kemudian memegang pundak Chu Yue, "Kita harus melakukan nya sama-sama. Kau meminta bayaran maka itu urusan mu. Namun karena Jia Zhen teman kita maka kita harus ikut membantu."
"Benar, namun untuk saat ini kita tidak bisa melakukan nya."
"Baik, lalu kapan?."
"Setelah perburuan selesai." Ucap Yun Shang.
Chu Yue berdiri dan berdecak kesal, "Maka kalian saja yang membantu nya, aku tidak bisa ikut."
"Kenapa?." Tanya Shu Yan.
"Yue Ying kau jangan egois." Ucap Zhi Shu.
"Kami semua butuh istirahat, Xue Yang bahkan beberapa hari tidak tidur, Zhirou dia beberapa kali terluka, Chang Yi, Lu Tao, Guang Zhao, kami semua membutuhkan waktu untuk kembali mengisi energi kami. Kami juga butuh latihan untuk meningkatkan tingkatan kami." Ucap Yun Shang dengan sedikit amarah.
Chu Yue mengangguk mengerti, "Baik, kalian semua butuh istirahat? Apa kalian pikir aku tidak? Saat mencari Pil Línghún xiūfù (Perbaikan jiwa) kalian pikir kenapa aku tidak meminta bayaran? Itu bukan karena aku ingin uang atau egois tapi karena aku tidak ingin kalian berhutang budi."
Chu Yue menyandarkan tubuh nya ke dinding, ia menelan saliva nya kemudian melanjutkan, "Kalian tidak tau bagaimana aku berusaha mencari penawar racun itu? Kalian lelah? Aku juga... sangat. Xue Yang tidak tidur selama beberapa hari? Bukankah aku juga? Zhirou sakit? Aku menawarkan nya pil, dia tidak mau membayar nya itu salah dia. Dan menurut kalian apa aku tidak pernah sakit?."
Chu Yue menggeleng kan kepala nya, "Aku sering kali sakit namun karena Pil aku selalu sembuh dengan cepat. Kalian lelah aku juga lelah, namun seberapa lelah pun aku. Aku tidak bisa beristirahat."
"Aku egois? Tidak! Tapi kalian yang egois." Ucap Chu Yue kemudian ia melangkah pergi dari kamar Xue Yang meninggalkan teman-teman nya yang terdiam mematung.
..._&_&_...
Chu Yue melepaskan kepalan tangan nya dan menenangkan amarah nya ketika ia sudah berada jauh dari istana, ia melihat-lihat sekitar nya.
Kawasan Bandit serigala?
"Apa kau sudah melakukan tugasmu?."
Chu Yue melangkah mundur dan segera bersembunyi ketika mendengar seseorang akan mendekat.
"Sudah, tapi aku tidak tau kenapa Ketua memihak Putri Chu Yue. Bukankah dia kejam?."
"Dia memang kejam, tapi itu mungkin agar kita Bandit serigala juga tertular kekejaman nya. Kau lihat nama kita Bandit serigala namun berperilaku seperti domba."
Teman nya tertawa mendengar ucapan nya dan mengangguk, "Kau benar."
Setelah kedua orang itu menjauh segera Chu Yue keluar dari persembunyian nya, ia pun dengan cepat menyelinap masuk ke tempat tinggal Bandit-bandit itu.
Ia memeriksa energi ditempat itu mencari seseorang dengan Aura kuat.
Mendapatkan apa yang ia cari, Chu Yue dengan cepat menuju kesebuah ruangan dimana aura itu berada.
Didalam ruangan itu hanya ada satu cahaya lilin dengan seorang Pria tua duduk didekat nya.
Chu Yue menatap nya lekat hingga Pria tua itu mengeluarkan suara.
"Akhirnya Putri kembali."