The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Ketua, Apa hadiah nya?



"Nona yang sangat sombong, dia terlalu menyepelekan nyawa seseorang."


"Ku kira dia nona yang rendah hati."


Sudut bibir Chu Yue naik keatas, bukankah sebelum nya mereka yang menyepelekan, takut senjata nya dipinjam dan menolak dengan berbagai alasan.


Sungguh Munafik!


"Nona Yue ku kira aku sudah meminta bantuan mu bukan?." Tanya Ketua Lin.


Chu Yue mengangguk, "Untuk informasi tentu saja aku akan memberikan nya. Namun Ketua Lin setelah aku memikirkan nya, mencari informasi tentang mahkluk itu sama sekali tidak mudah. Jadi aku berpikir, apa yang akan aku dapatkan setelah memberi tau informasi itu?."


"Ini...ini?."


"Nona, ini untuk menyelamatkan banyak nyawa dan kau ingin imbalan?."


Chu Yue memiringkan kepala nya sedikit kemudian menopang wajah nya, "Nyawa itu tidak terkait diriku, aku juga tidak mengenal mereka. Jadi... Tidak ada kerugian jika aku tidak memberitahu nya kan?."


"Nona Yue Ying kupikir kau sangat baik hati, dan secara sukarela mau membantu kami. Namun kenapa ini?." tanya Ketua Yan tidak mengerti sifat Chu Yue.


"Ketua Yan, aku hanya sedikit berubah pikiran." Chu Yue kemudian beranjak berdiri dan melangkah ke depan.


"Jika kalian bersedia bertukar dengan ku, maka aku akan menjelaskan tentang makhluk itu."


"Apa yang kau inginkan? Uang? Pil obat atau senjata?." Tanya Ketua Song.


Chu Yue terkekeh pelan dan menggelengkan kepala nya, "Aku tidak membutuhkan hal-hal itu."


"Karen informasi ku hanya satu, maka aku hanya ingin satu permintaan. Aku ingin salah satu sekte mengabulkan permintaanku."


Mendengar hal itu semua orang saling memandang tidak tau apa yang dimaksud nya.


"Sekte mana yang kau maksud?." Tanya Ketua Hong.


Chu Yue mengangkat kedua tangan nya kesamping dan menaikkan sedikit bahu nya, "Siapapun yang bersedia mengabulkan satu permintaan ku, tenang saja aku tidak meminta hal yang besar ataupun hal yang aneh."


Ketua Yan mengangguk mengerti dan berdiri, "Karena Nona Yue telah menyelamatkan ku dan murid ku, maka aku akan mengambil tanggung jawab ini. Di depan semua orang aku bersumpah akan memenuhi Permintaan Nona Yue. Nona Yue tolong sebutkan."


Chu Yue tersenyum, "Hal ini aku akan meminta nya di masa depan. Dan aku akan memegang janjimu Ketua Yan."


"Tentu."


"Karena sudah ada kesepakatan maka aku akan menjelaskan tentang makhluk itu dan bagaimana cara mengatasi nya."


Chu Yue mulai menjelaskan dengan memberitahu nama makhluk itu terlebih dahulu. Linghun Tingshen.


Chu Yue membagikan informasi berdasarkan apa yang sebelum nya ia alami.


"Awal nya kupikir Senjata Roh biasa tidak berguna melawan nya karena ia semakin kuat, namun ternyata Senjata itu merupakan hal yang bagus. Semakin kuat roh yang terkandung didalam nya maka semakin cepat makhluk itu dapat dilumpuhkan."


"Setelah itu kalian harus mencari sebuah bangunan dan membebaskan jiwa-jiwa mereka." ucap Chu Yue.


"Nona Yue sebelum nya kami berhasil mengalahkan makhluk itu, namun saat kami ingin membebaskan jiwa-jiwa tidak ada bangunan yang terlihat sama sekali." Ucap Yu Tu dengan bingung.


Chu Yue tersenyum tipis dibalik cadar nya, "Hal ini dikarenakan ada formasi yang melindungi bangunan itu. Karena aku telah mengetahui dimana bangunan-bangunan itu berada terlebih dahulu maka formasi itu tidak berguna."


"Lalu bagaimana dengan kami? Bagaimana cara mengetahui dimana bangunan itu?."


"Sebuah kompas?." Ucap Ketua Lin bingung.


"Jika kompas menunjuk arah Timur atau barat maka kompas ini hanya menunjukkan dimana bangunan itu berada. Aku baru membuat nya sebanyak 5 buah, untuk yang lain nya aku akan membuat kan lagi." Ucap Chu Yue.


Semua orang mengangguk paham dan mulai bertepuk tangan, "Nona Yue sangat cerdas."


Liu Mei yang kesal melihat pujian yang dilontarkan untuk Chu Yue menggenggam tinju nya dan berdiri.


Sontak hal itu membuat perhatian teralihkan kepada nya.


Melihat hal itu Liu Mei segera menenangkan amarah nya dan tersenyum lebar, "Nona Yue Ying, aku ingin bertanya satu hal, apa tidak apa-apa?."


"Katakan saja."


"Nona Yue darimana kau mendapatkan semua informasi itu? Bahkan Ketua Sekte tidak mengetahui nya sama sekali."


Mendengar pertanyaan itu, membuat semua yang berada di ruangan menatap Chu Yue curiga.


Chu Yue menatap Liu Mei dingin, "Sebenar nya Ketua Sekte bukan tidak mengetahui tapi tidak mencari tahu."


Chu Yue kemudian menatap ke arah Ketua Lin, "Ketua Lin, sebelum nya aku meminta maaf karena masuk ke dalam perpustakaan mu tanpa izin, namun tenang saja aku hanya mengambil buku berdebu disudut pintu."


"Buku apa?."


"Nona Yue, apa kaitan nya hal ini dengan buku yang kau sebutkan?." tanya Liu Mei.


"Tentu saja ada kaitan nya, aku yakin setiap Sekte kalian punya buku dengan judul ini." Chu Yue mengeluarkan Buku dari tas penyimpanan nya dan menunjukkan nya kepada semua orang.


...PUTRI DARAH HITAM...


"Nona Yue kami masih tidak mengerti."


Chu Yue mengangkat mata nya sedikit, "Kalian baca saja buku itu. Walau hanya Legenda tapi itu benar-benar nyata."


"Nona Yue bagaimana kami bisa membaca dongeng anak-anak itu?." Ucap Liu Mei dengan nada mengejek.


Chu Yue terkekeh pelan, "Itu terserah pada mu mau membaca nya atau tidak, karena itu sama sekali bukan urusan ku."


Liu Mei menghela nafas kesal namun ia tetap menjaga image nya, "Karena Nona Yue merekomendasikan nya maka aku akan membaca nya."


Liu Mei kembali duduk, beberapa kali ia memandang Xue Yang diam-diam dan menatap Chu Yue dengan tatapan cemburu.


"Lalu... Karena aku sudah menyampaikan semua nya. Apakah aku boleh bertanya Ketua Song?." ucap Chu Yue.


Ketua Song mengangguk dan mempersilahkan.


"Apa hadiah dari kompetisi ini?."


Ketua Song mengangkat kedua alis nya, ia memandang Chu Yue tajam, namun ia tetap menjawab pertanyaan Chu Yue, "10 pil roh biru."


"10 pil roh biru?." Chu Yue berucap dengan nada mengejek, ia kemudian memandang teman-teman nya, "Karena hadiah nya hanya itu, teman bagaimana jika kita pergi saja?."


"Nona Apa maksudmu?."