The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Peri anggur Chyou



Sebelum nya Chu Yue mengangkat pelindung keatas dan menyisakan diri nya sendiri berada ditengah-tengah makhluk jahat itu.


Namun tiba-tiba tubuh nya menghilang dan muncul kembali di sebuah Gua.


"Aku tidak menyangka bahwa kau akan menyelamatkan mereka."


Chu Yue mendengar suara itu lagi, namun kali ini dia hanya duduk dengan tenang.


Tak perduli berapa kali dia mencoba mencari asal suara, yang didapatkan nya hanyalah kekosongan.


"Mereka sudah membayar ku."


Suara itu tertawa mengejek dan membalas, "Bukankah hanya membiarkan mereka tetap berada di dalam pelindung? Kau sudah melakukan nya, urusanmu sudah selesai sampai disitu."


"Urusanku memang sudah selesai, lagi pula aku memang sengaja mencari kesempatan untuk kabur dari mereka. Dan juga... Makhluk itu kupikir mereka memang nyata, ternyata hanya ilusi? Kau mempermainkan kami?."


"Benar. Lalu Chu Yue apa kau ingin melihat apa reaksi mereka saat kau berada di kerumunan makhluk jahat itu?."


Sebelum Chu Yue menjawab sebuah layar muncul memperlihatkan Raja Yi, Shilin dan yang lain nya.


....


"Ini hebat kita selamat."


"Ku kira aku akan mati."


"Pelindung ini sangat hebat."


"Benar."


"Tidak tau bagaimana Penatua ketiga membuat nya, aku juga ingin memiliki bola pelindung seperti ini."


Satu-persatu pujian tentang pelindung itu keluar dari mulut mereka.


Kemudian di layar muncul Shilin yang kini menatap kagum keluar, "wuah seperti berjalan di atas awan."


Shilin berjalan kesana-kemari, kemudian ia menyadari sesuatu yang kurang, "Dimana Kakak Chu?."


"Kakak Qu, dimana Kakak Chu?." Tanya Shilin pada Qu Shanshan.


"Aku tidak tau."


Shilin kemudian beralih bertanya pada Pangeran kelima, namun yang didapat hanya gelengan.


"Lihat dibawah."


Shilin dengan cepat menatap kebawah, dimana Chu Yue kini di dekati oleh makhluk-makhluk aneh.


"Kakak Chu.." Shilin memeluk Qu Shanshan setelah melihat pemandangan itu kemudian ia berucap dengan pelan, "Makhluk itu sangat menjijikkan."


"Kenapa Chu Yue di sana?."


"Raja Yi, seharusnya kita menyelamatkan Chu Yue kan?." Tanya Mu An Shi yang langsung mendapat tatapan dingin dari Raja Yi.


"Biarkan saja dia, lagi pula dengan keadaan yang seperti itu mungkin saja Chu Yue sudah menjadi makhluk itu juga." Ucap Raja Yi.


"Bukan salah kita dia akan mati seperti itu, dia menyelamatkan kita namun tidak bisa menyelamatkan diri nya. Bukankah dia bodoh?." Ucap Gu Wei Yi.


Xia Haocun mengangguk, "Lagipula kita sudah membayar nya kita tidak berhutang apapun pada nya."


.....


"Lihat tidak ada siapapun yang memperdulikan mu, menyelamatkan mereka kau pikir akan mendapat pujian? Tidak hanya tidak berterima kasih, mereka bahkan mencela mu."


Chu Yue menutup mulut nya menahan tawa lalu berbicara, "Kau bisa memanipulasi apa yang terjadi kepadaku, dan kau juga bisa memanipulasi apa yang kulihat sekarang. Apa aku terlihat bodoh sehingga kau melakukan trik ini padaku?."


"Katakan saja apa yang kau ingin kan. Jika sesuai bayaran akan ku lakukan, tidak perlu menghasut ku untuk membenci mereka." Lanjut Chu Yue.


"Baik baik, maaf. Aku hanya bercanda."


Setelah mengucapkan kata itu, seorang wanita tiba-tiba muncul didepan nya.


Wanita dengan pakaian ungu menyala nya yang elegan, rambut yang tergerai panjang dengan indah dan juga Wajah yang sangat cantik.


"Kau siapa?."


Wanita itu tak menjawab, ia segera mendekati Chu Yue dan memegang dagu nya. Mata nya memperhatikan tiap inci wajah Chu Yue dengan serius.


Chu Yue menepis tangan wanita itu dan menjauhi nya.


Chu Yue menatap nya tak mengerti, lama tidak bertemu? Mereka bahkan baru bertemu hari itu.


"Aihh." wanita itu memukul kening nya pelan, "Aku hampir lupa lagi, kau sekarang menjalankan ujian mu."


"Ujian?." Chu Yue memiringkan kepala nya, sungguh tak mengerti apa yang dikatakan wanita didepan nya.


"Kau siapa? Apa kita pernah bertemu?."


Wanita itu dengan cepat melambaikan tangan nya, "Tidak, kita tidak pernah bertemu. Aku Peri anggur Chyou,  yang menjaga hutan ini."


"Jadi kau yang menyerang kami semua?."


Wanita itu mengangguk kemudian menggeleng dengan cepat, "Aku tidak bermaksud menyerang mu."


"Lalu?."


"Hutan ini tidak bisa dimasuki semua orang, namun mereka ingin memasuki hutan ini dan bahkan ingin mengambil Api abadi. Tentu saja aku harus memberi mereka pelajaran." Ucap Chyou dengan kesal.


"Kau tidak menyerang? Lalu dimana mereka yang telah terbunuh olehmu?."


Chyou dengan cepat menampilkan sebuah gambar lagi, "Mereka terkurung di Penjara akar anggur. Tenang saja mereka tidak mati, aku hanya bermaksud menakut-nakuti saja."


"Lalu kapan kau akan membebaskan mereka?."


"Jika kau menyuruhku membebaskan mereka, aku akan melakukan nya." Ucap Chyou dan akan membuka penjara itu, namun dengan cepat Chu Yue menghentikan nya.


"Tidak perlu, bebaskan saja mereka nanti. Sekarang bisa kau bawa aku ke Istana Haibei?."


"Kau ingin ke daratan bawah?." Tanya Chyou yang di angguki oleh Chu Yue.


"Baiklah, aku akan langsung mengantarmu ke Pintu pembatas saja,


namun Tuan kau tidak ingin mengambil Api Abadi?." Tanya Chyou dan langsung mendapat gelengan dari Chu Yue.


"Tidak, aku tidak membutuhkan nya."


Chyou mengangguk, "Baiklah, sekarang aku akan mengantarmu."


_&_&_


"Tuan, bahkan jika kau tidak mengenaliku namun kau tetap tuanku hingga kematian menjemput ku maka aku adalah budak mu." Ucap Chyou dengan sedih.


"Tuan mu Dewi api iblis?."


Chyou mengangguk, "Itu kau."


Chu Yue menunjuk diri nya sendiri dan tersenyum tawar, "Aku? Baiklah aku mengerti."


"Sekarang aku akan pergi, selamat tinggal."


"Tidak." Chyou menarik kembali Chu Yue yang hendak melewati pintu penghubung dan memeluk nya, "Jika ada ratusan orang yang membenci mu, ingatlah bahwa ada ribuan orang yang mencintai mu."


"Lalu jika ada ribuan orang yang membenci ku?." tanya Chu Yue santai.


"Maka ada jutaan orang yang mencintaimu. Ingat saja bahwa yang membencimu tidak lebih banyak dari yang mencintaimu." Ucap Chyou lagi.


Chyou melepaskan pelukan nya dan menatap mata Chu Yue dengan serius,


"Tuan, di dunia tidak selama nya apa yang terlihat itu yang sebenar nya. Terkadang rasa sakit yang kita terima itu karena kita tidak mengetahui semua nya, atau bahkan seseorang telah memanipulasi nya, kau tidak mudah tertipu namun jika kau terus menggunakan perasaanmu maka yang kau dapatkan hanyalah rasa sakit. Cinta tanpa logika hanyalah madu dengan racun, manis namun mematikan."


Chu Yue mengangguk memahami, "Baiklah, terima kasih. Aku pergi."


"Satu lagi." Chyou menahan Chu Yue lagi, dan tersenyum tidak enak, "Setelah kau kembali maka kau tidak bisa memasuki daratan atas lagi."


"Kenapa?."


"Karena kau sudah bertemu dengan mereka, maka waktu akan berjalan seperti semestinya."


"Baiklah."


Chu Yue masuk kedalam Pintu penghubung, dan langsung kembali ke tempat sebelum nya.


Ia tersenyum lebar dan segera berlari menuju gua dimana teman-teman nya berada.


Namun, langkah nya dihentikan ketika suara teriakan marah Jia Zhen terdengar hingga ke telinga nya.