
"Ketua Bandit serigala, Jun Kai Heng memberi salam pada Putri Liu Chu Yue." Pria tua itu berdiri dari tempat nya, dan memberi salam pada Chu Yue.
Chu Yue balas memberi salam kemudian ia mengeluarkan mutiara malam nya agar ruangan itu lebih terang.
"Tetua Jun sepeti nya sangat menyukai kegelapan." Ucap Chu Yue berbasa-basi.
Jun Kai Heng tak membalas dan mempersilahkan Chu Yue duduk di kursi nya.
"Tetua Jun lebih tua dariku, kau duduk saja." Ucap Chu Yue melihat bahwa di ruangan itu hanya ada satu kursi.
Tetua Jun mengangguk kemudian berkata, "Putri pernah menawarkan kami untuk menjadi prajurit bukan? Apa tawaran itu masih berlaku?."
"Dunia ini begitu luas dengan banyak orang kuat, dulu aku berpikir kalian bisa menjadi prajurit ku karena aku hanya manusia biasa. Namun..." Chu Yue terdiam dan membayangkan orang-orang yang mulai memburu nya dan juga betapa kuat nya daratan atas. Jika itu dahulu, maka Bandit serigala tentu akan ia terima.
Tapi, saat ini dengan musuh yang begitu hebat bagaimana Bandit serigala bisa melakukan nya? Setidak nya dia harus memiliki jindan, bahkan jika Level nya rendah dia dapat membantu nya.
"Sekarang aku seorang Kultivator dan juga dipercaya sebagai reinkarnasi Dewi Api iblis. Aku punya musuh dimana pun aku berada, dan juga musuhku bahkan lebih kuat dari ku. Tetua Jun aku tidak bisa punya Prajurit biasa."
Tetua Jun mengangguk, "Aku mengerti lalu kau ingin Prajurit yang seperti apa?."
"Aku ingin orang-orang yang punya mimpi dan tekad untuk menjadi yang terkuat, orang-orang yang dapat dengan berani mengakui bahwa dia dapat mencapai dunia yang tinggi." Ucap Chu Yue dengan dagu terangkat.
"Baik, kalau begitu aku akan membantumu."
"Tetua Jun, kenapa kau ingin membantuku?." Chu Yue menaikkan alis nya, bertanya dengan rasa curiga.
Tetua jun menghela nafas pelan dan melangkah dengan berat ke depan, "Bandit serigala ini sebenar nya yang ku siapkan untuk mu, jika suatu saat kau butuh bantuan maka Bandit serigala bisa menjadi pasukan mu."
Chu Yue mengernyitkan dahi nya dan menunggu ucapan Tetua Jun selanjutnya.
Tetua Jun berbalik menatap Chu Yue, ia mendekat dan menepuk kepala Chu Yue dengan pelan, "Kau tau aku tetua Jun, namun kau tidak tau bahwa aku Adik gurumu?."
"Guru?."
" Jun Shi Heng, Kakakku. Sebelum dia mati, dia mengatakan bahwa kau adalah murid nya." Ucap Tetua Jun membuat Chu Yue semakin bingung.
"Tapi... Bagaimana mungkin?."
Ya, bagaimana mungkin?
Dia hanya bertemu guru nya di kehidupan sebelum nya bukan kehidupan ini.
"Kau heran?."
Chu Yue mengangguk.
"Aku juga." Ucap Tetua Jin dengan tawa pelan, "Sebelum dia menghilang dia mengatakan 'Liu Chu Yue, murid ku. Bantu dia.' Awal nya aku tidak mengetahui maksud nya."
Tetua Jun berhenti berucap dan menatap mata Chu Yue, "Kau anak kecil yang sombong dan kejam, ketika pertama bertemu sungguh aku membencimu."
"Kita pernah bertemu?."
"Benar, saat itu aku berpikir kenapa kakakku bisa memilihmu sebagai murid nya. Namun saat kau datang ke Kawasan Bandit serigala, aku mengerti. Kau tidak sombong atau kejam, kau hanya menunjukkan sisi Putri yang tegas dan taat aturan pada dirimu." Ucap Tetua Jun lagi.
"Lalu dimana Guruku saat ini?." Tanya Chu Yue penasaran.
Senyum di wajah Tetua Jun menghilang, ia menatap kearah lain dan menjawab dengan enggan, "Sudah kukatakan sebelum nya, Dia menghilang, dia tidak ada lagi seperti mati. Tubuh nya menghilang didepan mataku, terkikis menjadi debu."
"Tidak, kenapa? Dan bagaimana? Guru tidak mungkin menghilang." Ucap Chu Yue tidak percaya, awal nya ia beranggapan bahwa maksud menghilang adalah guru nya pergi dan tidak diketahui keberadaan nya.
Namun terkikis menjadi debu?
"Kapan itu terjadi?." Tanya Chu Yue lagi.
Tetua jun berpikir sejenak kemudian menggelengkan kepala nya, "Aku tidak mengingat hal itu."
"Sudahlah lupakan saja hal itu terlebih dahulu, Putri aku akan mencari kan mu prajurit yang luar biasa." ucap Tetua Jun mengalihkan pembicaraan.
Chu Yue menghela nafas pelan dan mengangguk, "Baik."
"Tetua aku ingin kau mengumpul banyak orang untukku, tua atau muda aku tidak akan membatasi umur seseorang. Namun mereka harus mengikuti ujian ku terlebih dahulu."
Tetua Jun mengernyitkan alis nya, "Ujian apa?."
"Aku ingin pasukan yang dapat diandalkan, setia dan juga sangat kuat. Karena aku hanya ingin pasukan yang dapat mendominasi seluruh daratan. Ujian ini aku akan mengatakan nya nanti." Ucap Chu Yue.
"Dalam waktu 1 minggu, aku ingin kau mengumpulkan mereka semua."
"Baik, dalam waktu 1 minggu kau kembalilah ke tempat ini."
Chu Yue mengangguk, ia kemudian berpamitan dan segera pergi dari tempat itu.
..._&_&_...
Ia menuju Gua yang sebelum nya ia tinggali tanpa hambatan.
Chu Yue sebenar nya sangat heran kenapa dia bisa masuk kedalam Hutan terlarang tanpa ada bahaya apapun.
Rumor tentang Hutan terlarang sungguh menyeramkan, jarang ada yang bisa keluar hidup-hidup.
Namun dia bisa dengan santai untuk keluar masuk.
Saat sampai ke dalam Gua, Chu Yue menerangi gua itu dengan mutiara nya dan melihat sekitar gua memastikan tidak ada hewan ataupun orang lain disekitar nya.
"Ouh aku hampir lupa, Harimau putih ada diruang kosong."
Dengan cepat Chu Yue duduk dan menyilangkan kaki nya kemudian ia masuk kedalam ruang kosong, namun bukan nya seekor harimau ia malah menemukan seorang wanita.
"Nona kau siapa?."
Wanita itu menghampiri Chu Yue dengan wajah senang, "Tuan, akhir nya kau datang."
"Tuan?." Chu Yue mengernyitkan alis nya tak mengerti.
"Tuan, aku Harimau putih." Ucap wanita itu membuat Chu Yue sedikit terkejut.
"Harimau putih? Bukankah jantan?." Ucap Chu Yue menebak dengan sangat salah.
Wanita yang mengaku diri nya Harimau putih itu tertawa pelan, "Tuan, aku betina."
"Kau bisa menjadi manusia?."
Wanita itu mengangguk dengan semangat, "Ini semua berkat tuan aku sudah mencapai Kaisar bela diri dan dapat menjadi bentuk manusia."
"Kaisar bela diri?." Chu Yue menatap wanita itu dengan mata terbuka lebar dan alis terangkat.
Tentu saja Chu Yue sangat terkejut mendengar ucapan nya.
Kaisar bela diri?
Dia bahkan tidak percaya diri akan menembus ranah itu dalam waktu 5 tahun.
Kaisar bela diri tingkatan nya tentu saja berbeda jauh dari Raja bela diri.
"Tuan ini karena ruangan mu ini." Ucap Wanita itu.
Chu Yue menatap ruangan nya dan mengangguk paham, jika dari saat dia memasukkan Harimau putih kedalam ruangan ini maka mungkin itu seperti sudah berkultivasi selama bertahun-tahun dan tentu saja Energi disini jauh lebih baik dari di luar.
"Tuan, aku ingin membentuk kontrak dengan mu. Apa kau mau?." Ucap Harimau putih dengan penuh harap.
"Kontrak? Kau diranah kaisar bela diri dan kau mau dikontrak olehku?."
Wanita itu mengangguk.
"Baik, tapi perjalanan ku akan penuh bahaya. Aku juga masih sangat lemah, musuh ku juga banyak. Apa kau tetap ingin membentuk kontrak denganku."
Wanita itu tetap mengangguk.
"Baik, aku harap kau tidak menyesali nya." Ucap Chu Yue.
Ia kemudian menggigit jari nya dan juga jari wanita itu lalu menyatukan kedua nya.
..._&_&_...
"Apa kau sudah menemukan Chu Yue?." Tanya Xue Yang sedikit cemas.
"Sudah hampir satu minggu dan kita tidak dapat menemukan nya. Bagaimana jika Penatua yang bertugas datang dan dia tidak ada?." ucap Zhan Feng juga ikut cemas.
"Jika dia tidak datang saat itu maka dia akan dikeluarkan dari kelompok." Ucap Zhan Feng membuat mereka terkejut.
"Tidak mungkin, yang paling bekerja keras adalah Kakak Yue. Lagi pula aku tidak pernah mendengar peraturan seperti itu." Ucap Guang Zhao dengan kesal.
Zhan Feng kemudian mengambil sebuah kertas dan membuka nya didepan Guang Zhao, "Mereka memberikan ini."
"Lalu kenapa kau tidak mengatakan nya pada kami?." Tanya Chang Yi.
Zhan Feng terdiam dan tersenyum tak enak, "Aku melupakan nya."
"Sudah lah kita sudah lelah mencari nya, ayo istirahat. Besok kita akan lanjut mencari nya." Ucap Shu Min Yue.
"Baik."