
Seseorang datang dan bertanya dengan dingin, melihat orang itu datang Murid Sekte Ming segera memberi hormat, "Ketua Yan."
"Hm. Jadi, ada masalah apa disini?." Tanya Yan Yi Zhi–– Kepala Sekte Ming.
"Ketua, Putri Lu Li menuduh teman nya tuan-tuan ini mencuri uang nya dan juga menghinanya. Jadi, Putri Lu Li ingin meminta keadilan pada Putra mahkota Murong." Jelas salah seorang murid Sekte Ming.
"Lalu kenapa dia ingin aku menghukum Penatua Song?." Tanya Ketua Yan dingin.
Melihat sikap Ketua Yan, Pangeran Murong segera meminta maaf, "Ketua Yan seperti nya ada sedikit kesalahpahaman disini. Putri Lu Li sebenar nya tidak ber-."
"Tidak apa? Bukankah dia memang ingin kau menghukum ku. Maka akan ku lihat apakah anak ini Yun Yi Zhi berani menghukum ku." Tantang Penatua Song.
"Guru, Aku tidak berani. " Ucap Ketua Yan, kemudian menatap Putri Lu Li marah, "Segera minta maaf."
"Maaf? Ketua Yan, aku seorang Putri tidak mung--."
"Putri Lu Li segera minta maaf." Ucap Zhu Ting.
Putri Lu Li terdiam, namun bukan nya minta maaf ia segera berlari pergi.
Benar-benar Putri Sombong dan tidak bertanggung jawab.
"Lu Tao, Kenapa sangat ramai?." Tanya Chu Yue yang baru saja keluar dari tempat pelelangan.
"Yue Ying." Sapa penatua Song yang hanya di angguki Chu Yue
"Tadi itu Putri Lu Li membuat masalah lagi, aku tidak paham bagaimana dia bisa menjadi Calon Putri Mahkota. Sikap nya itu benar-benar tidak bermoral." Ucap Lu Tao sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Karena seperti nya Putri Lu Li yang bersalah, maka maafkan kami." Ucap Zhu Ting dengan rendah hati.
"Siapa yang bersalah? siapa yang meminta maaf? Yang Mulia jika tidak ada hukuman maka akan ada lagi kesalahan." Ucap Chang Yi.
"Aku mengerti maksud Tuan, Maka aku pamit undur diri." Ucap Zhu Ting merasa malu akan sikap Putri Lu Li.
"Tunggu sebentar Kakak." Ucap Pangeran Murong kemudian berjalan ke arah Chu Yue.
"Ketua Yan, bukankah kalian disini mencari Putri Chu Yue?. tanya Pangeran Murong sambil menatap Chu Yue.
"Memang benar." Ucap Ketua Yan.
"Nona ini memakai cadar, apa kita tidak akan memeriksanya?." Tanya nya lagi.
Chu Yue mengerutkan alis nya dan menatap Murong Zhi Feng dengan dingin, "Apa pangeran mencurigai ku sebagai Putri Chu Yue?."
"Lalu kenapa kau memakai cadar?." tanya Zhi Feng dengan curiga.
"Pertanyaan yang tidak sopan." ucap Guang Zhao.
"Kakak Yue memiliki Luka, tidak salah jika ia memakai cadar." ucap Guang Zhao lagi.
"Benarkah? Apa kau melihat nya?." tanya Zhi Feng pada Guang Zhao tajam.
"Aku bisa menampakkan Luka ku, tapi apa kalian bisa untuk melihat nya dengan ekspresi normal?." Tanya Chu Yue kemudian ia melanjutkan dengan jijik, "Jika orang-orang hanya melihat hati seseorang bukan wajah nya, dan jika orang hanya menilai kebaikan bukan penampilan, maka aku tidak perlu memakai cadar ku."
"Pangeran Murong, tidak perlu mencurigai nya. Dia bukan Liu Chu Yue, aku yang akan menjamin nya." Ucap Penatua Song tanpa ragu.
"Penatua song?." Panggil Yan Yi Zhi dengan nada bertanya.
"Dia seorang Alkemis, tidak mungkin itu Putri Chu Yue." Ucap penatua song.
"Kalau begitu aku tidak akan meragukan nya."
Chu Yue menatap Murong Zhi Feng tajam, kemudian menatap yang lain nya dengan ramah, "Kalau begitu aku dan teman-teman ku pergi dulu."
..._&_&_...
"Kalian kenapa lama sekali?." Tanya Jia Zhen dengan kesal.
"Ada sedikit masalah tadi." Jawab Chang Yi singkat.
Jia Zhen tersenyum senang dan langsung mengambil salah satu bungkusan dan mencium aroma nya.
"Kau jangan langsung dimakan, ini untuk bekal." Ucap Lu Tao memperingatkan.
"Iya, iya." Jia Zhen berdecak kesal kemudian menyimpan makanan nya.
"Mari kita pergi ke Sekte Jun." Ucap Zhan Feng kemudian keluar terlebih dahulu.
"Ayo kita pergi." teriak Jia Zhen semangat.
..._&_&_...
"Aku merasa hutan ini semakin seram saja." Ucap Zhi Shu sambil menggosok tangan nya.
"Karena ini sudah malam tentu saja seram, Hutan manapun juga akan seperti itu." Ucap Jia Zhen yang sedang menempel pada Lu Tao.
Zhi Feng menggeleng pelan, "Sebelum nya hutan ini tidak seseram sekarang."
"Kita terus berjalan, atau istirahat saja?." Tanya Yun Shang sambil menatap sekeliling.
"Kita sudah berjalan selama beberapa jam dan hanya istirahat sebentar. Saat ini sudah tengah malam, lebih baik kita bermalam di sini." ucap Lu Tao yang diangguki kuat oleh Jia Zhen.
"Guang Zhao seperti nya juga sudah mengantuk, lebih baik istirahat." Ucap Chu Yue sambil mengelus pelan Guang Zhao yang sudah mengantuk.
"Maka kita bermalam disini." Ucap Chang Yi dan segera membentang alas. Ia kemudian menatap Guang Zhao yang sedang menguap lebar, "Guang Zhao kau bisa tidur disini."
Guang Zhao mengangguk lemah dan langsung tidur dialas itu.
"Aku juga ingin tidur." Jia Zhen berjalan ke alas namun segera ditarik Lu Tao.
"Jia Zhen, Chang Yi, Lu Tao dan aku akan mencari kayu bakar. Kalian tetap disini." Ucap Zhan Feng.
Jia Zhen menghentakkan kaki nya kesal dan kemudian bergelayut manja di tangan Zhan Feng, "Aku lelah Kakak Zhan, biarkan aku disini ya, ya ,ya."
"Tidak." Zhan Feng mendorong Jia Zhen dan memukul nya pelan.
"Biar aku saja yang mencari nya, kau bisa beristirahat disini." Ucap Chu Yue membuat Jia Zhen senang.
"Terima kasih, Kakak Yue. Aku mencintaimu." Ucap nya kemudian langsung berbaring.
"Aku dan Chu Yue akan mencari kayu bakar di sana, kalian cari ditempat lain." Ucap Zhan Feng.
"Kalian tetap harus berjaga disini, jangan sampai lengah. Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti." Ucap Zhan Feng memperingatkan.
"Baik."
..._&_&_...
Chu Yue dan Zhan Feng memungut ranting-ranting patah dengan berhati-hati, mereka sama sekali tidak menurunkan penjagaan mereka.
"Zhan Feng, Apa kau mendengar sesuatu?." Tanya Chu Yue sambil menajamkan telinga nya.
Zhan Feng diam dan mencoba mendengarkan kemudian ia menggeleng, "Aku tidak mendengar apapun."
Chu Yue mengernyitkan alis nya, kemudian ia melihat burung-burung beterbangan dari arah jalan hutan.
"Aaaaaaaa."
Sebuah teriakan mengagetkan mereka, dan membuat mereka segera waspada.
Chu Yue kemudian terkesiap, "Zhan Feng kita kembali."
Chu Yue segera berlari menuju tempat peristirahatan mereka, saat ini dipikiran nya hanyalah menyelamatkan teman-teman nya.
Walau tidak lama bertemu, namun jika mereka celaka lagi maka Chu Yue akan berpikir bahwa dia hanyalah pembawa petaka.