The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Dimulai nya Krisis di daratan rendah



Penatua Ketiga tertawa pelan dan memandang Ketua Song dengan nada mengejek sebelum pergi.


Ia lalu berjalan diantara kerumunan kemudian berhenti melangkah dan terdiam dengan mata menatap tajam ke depan.


..._&_&_...


"Hadiah nya Busur dewa?." Tanya Shilin yang mendapat tatapan terkejut dari yang lain nya.


Pasal nya dia hanya menatap sinis ke depan dengan mulut tertutup rapat dan sekarang ia tampak antusias.


"Apa kau tertarik pada hadiah nya?." Tanya Chang Li dan di angguki oleh Shilin dengan wajah sedih, "Kakak Chu punya Panah dewa."


"Jika kalian mendapatkan nya, apa aku boleh membeli nya?." Tanya Shilin.


"Tidak.."


"Tentu saja." jawab Shu Min Yue memotong ucapan Shu Zhirou, ia kemudian melanjutkan, "Namun jika kau ingin membelinya harus ada kesepakatan antara kau dan Nona Yue."


"Kenapa?."


"Hadiah utama tentu saja milik orang yang lebih banyak berpartisipasi." Jawab Chang Li kemudian melirik Shu Zhirou, "Orang lain yang hanya sekedar 'membantu' tidak layak kan untuk hadiah utama."


Shilin mengangguk, "Baiklah, kalau begitu harus menunggu Nona Yue untuk ini lagi."


"Ouh benar, Tuan kecil jika Nona Chu itu punya Panah dewa maka dia pasti orang hebat." ucap Shu Min Yue.


"Benarkah? Lalu sehebat apa dia?." Tanya Jia Zhen dengan semangat.


"Hanya ada tiga panah dewa dan ketiga dimiliki oleh tiga orang yang berbeda, Yang pertama Yuan Mao Li, Yang kedua Pangeran Qian Kun dan Yang ketiga tidak diketahui keberadaan nya. Dan mungkin Kakak Chu yang dia maksud adalah pemilik ketiga." Ucap Shu Zhirou dengan raut wajah kesal.


Lu Jing menggeleng pelan, "Dia bukan pemilik ketiga, Pangeran Kun yang memberikan nya pada nya."


"Pangeran Kun? Ku dengar kabar nya Pangeran itu sangat dingin, jadi apakah Nona Chu itu istimewa bagi nya?." Tanya Shu Zhirou penasaran.


"Dia murid penatua ketiga." Jawab Lu Jing ia kemudian melihat penatua ketiga yang terdiam ditengah kerumunan dan memandang nya dengan bingung.


"Aku baru ingat bahwa kami ada urusan lain, kami pergi dulu." Ucap Lu Jing dan pergi menuju kearah Penatua ketiga dengan tergesa-gesa bersama dengan shilin.


Setelah mendekat, Lu Jing tidak langsung menyapa penatua ketiga melainkan mengamati nya, begitu juga dengan Shilin.


"Shilin apa akan terjadi sesuatu?." Bisik Lu Jing sambil terus melihat Penatua ketiga.


_&_&_


"Min Yue kenapa kau mengatakan bahwa Busur itu akan dijual?." tanya Yun Shang.


"Bukankah kalian mengatakan bahwa Busur itu tidak akan berguna bagi Nona Yue, maka Uang pasti akan lebih berguna. Jadi kenapa tidak?." jawab Shu Min Yue.


Chang Li tertawa pelan dan menyetujui ucapan Shu Min Yue, "Nona Shu benar."


"Tapi Min Yue..." Shu Zhirou menghentikan ucapan nya dan menatap keatas panggung, "Ah sudahlah jika tidak ingin memberikan nya juga tak apa." Ucap Zhirou yang kini tampak tak peduli pada busur dewa.


Shu Min Yue mengangkat alis nya dan menyilangkan tangan nya, "Ku Kira kau akan bersikeras."


"Min Yue.." Shu Zhirou menatap Min Yue malas kemudian membuang wajah nya.


"Ah sudahlah, Acara nya sebentar lagi akan dimulai." Tunjuk Lu Tao ke atas panggung dimana para Tetua berkumpul.


..._&_&_...


"Nona, sangat ramai disini." ucap Xiao Zhan sambil memandang kebawah dimana banyak orang yang berlalu lalang.


"Mereka tampak hebat." ucap Xiao Zhan lagi dengan ekspresi kagum.


"Xiao Zhan berikan nama padaku?." pertanyaan 'Gadis tanpa masalah' itu membuat Xiao Zhan terdiam bingung.


"Berikan aku nama."


"Nona apa maksudmu?." Tanya Xiao Zhan.


"Berikan aku nama, saat sampai disini aku hanya menyebut diriku 'Gadis tanpa masalah'." Ucap Nona nya lagi.


"Apa nona tidak punya nama?." Tanya Xiao Zhan.


'Gadis tanpa masalah' itu mengangguk, "em, aku belum memikirkan namaku."


"Kenapa?." tanya Xiao Zhan lagi.


"Karena aku bingung."


"Nuwa?."


"Iya, artinya memiliki banyak ide." lanjut Xiao Zhan lagi.


"Baiklah, Nuwa. Namaku sekarang adalah Nuwa." Ucap nya dengan senang kemudian memandang kebawah, "Jadi ide apalagi yang akan ku keluarkan?."


Nuwa tersenyum lebar kemudian menatap Xiao Zhan, "Menurutmu apa aku harus membuat kekacauan besar?."


..._&_&_...


"Lu Jing, Shilin, segera kumpulkan semua murid Pedang Naga dan pergi ke gerbang kota. Aku akan menunggu kalian di sana." Perintah Penatua ketiga tanpa menatap Lu Jing maupun shilin.


Ia kemudian terbang ke arah gerbang kota dengan cepat membuat Lu Jing terdiam kebingungan.


"Ayo kita pergi." Ucap Shilin dan langsung menarik Lu Jing ketempat dimana murid pedang naga lainnya berkumpul.


....


"Pangeran seseorang membuat Linghun Tishen berevolusi lebih cepat." Shu Lian datang dengan wajah cemas sambil menatap sebuah bola kaca yang menampilkan Linghun Tishen yang semakin menggila.


"Biarkan saja."


"Tapi ini tidak seperti yang kita rencanakan." Ucap Shu Lian lagi.


"Rencana nya hanya terjadi lebih cepat, biarkan saja."


"Tapi bagaimana dengan Sekte yang bekerja sama dengan kita?." Tanya Shu Lian lagi.


"Mereka hanya bidak, hidup ataupun mati tidak ada untung atau rugi nya bagi kita."


"Lalu bagaimana dengan kerajaan Li?." Tanya Shu Lian dan Bola itu kemudian menampilkan Kerajaan Li yang tampak tenang.


"Pelindung itu dibuat oleh Putri Chu Yue, namun didalam sana terdapat orang-orang yang sudah membunuh Putri. Pangeran, apa aku harus menghancurkan pelindung nya?."


Pangeran Iblis didepannya menatap bola itu dengan penuh pertimbangan, kemudian sudut bibir nya naik membentuk senyum licik, "Hancurkan."


..._&_&_...


"Seperti nya aku mendengar suara teriakan. Gu Shan apa kau juga mendengar nya?."


"Hm, Sangat menyeramkan. Teriakan apa itu?."


"Tuan apa kau tau?." Tanya Gu Shan yang juga mendengar suara itu.


Raja Yi menatap langit dengan wajah serius kemudian ia melompat terbang memandang sekeliling.


Tak melihat ada yang aneh, Raja Yi segera turun dan menggelengkan kepala nya, "Itu teriakan yang sangat keras jika sampai terdengar dari sini. Kita bebaskan dulu jiwa yang ada saat ini sambil menunggu Yue'er datang."


"Apa kita tidak pergi dan mencari bantuan?." tanya Su Tang.


"Benar, Tuan aku akan pergi mencari bantuan."


Raja Yi mengangkat tangan nya menghentikan Wu Yan yang akan pergi, "Jika mereka melihat sesuatu yang aneh, mereka akan datang dengan sendiri nya."


Wu Yan berdecak pelan dan memandang Raja Yi dengan senyum yang menyembunyikan kekesalan.


"Jika Putri tidak muncul, maka aku akan benar-benar kabur dari sini." Ucap Wu Yan dalam hati.


Mengabaikan segala hal di sekeliling, Raja Yi meletakkan tangan nya di tanah , ia menutup mata nya dan seketika Tanah didepan nya retak dan kemudian muncul sebuah bangunan yang perlahan-lahan meninggi hingga kemudian berhenti.


Gu Shan dan yang lain nya menatap menara itu dengan sedikit rasa takut, bagaimana tidak hawa dari menara itu begitu gelap dan juga sangat menakutkan.


"Segera bebaskan jiwa-jiwa itu." Perintah Raja Yi pada Wu Yan dan yang lain nya.


Wu Yan menelan saliva nya dan menatap menara itu lekat-lekat, "Kenapa tidak Tuan saja, aku yakin itu akan lebih cepat dan..."


"Mudah." Lanjut nya lagi.


"Kau takut?." ejek Raja Yi pada Wu Yan.


"Bagaimana bisa Kalajengking merah punya anggota yang penakut?." tambah Raja Yi lagi membuat Wu Yan memandang nya dengan tajam.


"Lalu bagaimana bisa orang yang seharusnya diasingkan bisa dengan bebas berkeliaran?." Balas Wu Yan dan membuat Raja Yi terdiam.


..._&_&_...


Penatua ketiga berdiri di gerbang kota dan menatap jauh ke depan, ia lalu menatap langit dan bergumam, "Krisis ini, tidak dapat dihindari. Namun, situasi ini benar-benar tak dapat diprediksi. Aku tidak tau kesalahan fatal apa yang mereka perbuat hingga terjadi hal yang menakutkan ini."