
Chu Yue menatap lantai didepan nya, ada ribuan batu roh yang ia keluarkan dari kantong nya.
Batu roh yang ia dapatkan sebagai bayaran, yang ia rencanakan untuk disimpan kini harus ia gunakan seluruh nya.
Chu Yue menatap sedih ribuan batu itu ah tidak, mungkin puluhan ribu ditambah batu roh yang diberikan Raja Yi pada nya untuk diserap.
Batu roh lebih berharga dari emas, dan sekarang ribuan batu roh itu harus ia habiskan dalam waktu setengah hari.
...Flashback...
"Ayo kita pergi." Ucap Chu Yue dan menatap hutan didepan dengan semangat.
"Bukankah sudah kukatakan istirahat selama beberapa hari." Ucap Raja Yi menahan Chu Yue untuk pergi.
Chu Yue berbalik menatap Raja Yi dan memandangnya dengan ekspresi tak paham.
"Beberapa hari yang ku maksud adalah beberapa bulan di ruang hampa." Ucap Raja Yi.
"Ha?."
"Masuk kedalam Ruang hampa mu bersamaku sekarang." perintah Raja Yi dan langsung mendapat gelengan dari Chu Yue.
"Kau ingin menyerap kekuatan jahat itu kan?."
Chu Yue mengangguk.
"Maka bawa aku masuk kedalam ruang hampa mu."
"Baiklah." Ucap Chu Yue setuju.
Kini mereka berdua sudah masuk kedalam ruang hampa milik Chu Yue, Raja Yi kemudian mengeluarkan beberapa ribu batu roh dan menyebarkan nya dilantai.
"Kau punya ini kan?." Tanya Raja Yi.
Chu Yue mengangguk dan mengeluarkan kantong nya, "Memang nya untuk apa?."
"Bermeditasi disini dan serap kekuatan semua batu roh itu." Perintah Raja Yi.
"Kenapa?." Tanya Chu Yue masih tak paham.
"Bukankah sudah kukatakan sebelum nya? Berbahaya menyerap kekuatan jahat sebelum kau menjadi Kaisar Bela diri."
"Bukankah ada dirimu?." Tunjuk Chu Yue pada Raja Yi.
Raja Yi menghela nafas pelan dan menyentil dahi Chu Yue, "Jika Makhluk itu berevolusi aku hanya dapat membantu agar kondisimu tidak terlalu membahayakan, namun tetap saja kau dapat pingsan beberapa bulan dan kekuatanmu dapat menurun. Jika kau ingin menyerap kekuatan itu dengan sempurna tanpa ada efek samping maka kau harus menembus Kaisar bela diri."
"Namun ada konsekuensi atas itu semua, apa kau mau?." Tanya Raja Yi dengan serius.
Chu Yue menelan saliva nya dan mengangguk pelan, "Katakan apa konsekuensi nya?."
"Saat menembus Kaisar bela diri, rasa sakit yang kau rasakan 1000 kali lebih sakit daripada saat kau menembus menjadi Raja bela diri tinggi. Kemajuan mu terlalu cepat dan kau menyerap kekuatan jahat itu walau sudah dimurnikan namun sebagai gantinya adalah rasa sakit." Raja Yi berhenti berucap dan memperhatikan ekspresi Chu Yue kemudian melanjutkan,
"Saat kau merasakan nya seluruh tulang mu akan terasa hancur menjadi debu, Darahmu akan mendidih, Jiwa mu akan menjadi sangat dingin, dan kau akan merasakan keputusasaan. Dan berpikir bahwa mati lebih baik. Yue'er kau masih mau melakukannya?." Tanya Raja Yi lagi memastikan namun Chu Yue tetap mengangguk.
"Jika kau mengatakan itu sangat sakit maka aku lebih semangat untuk melakukan nya." Jawab Chu Yue dengan senyum lebar.
"Karena ketika aku berhadapan dengan rasa sakit lain nya, aku tidak akan banyak mengeluh dan sakit lagi." Lanjut Chu Yue lagi.
flashback end
..._&_&_...
"Kompas nya berhenti disini, sama seperti sebelum nya." Ucap Gu Shan.
Raja Yi memperhatikan sekitar nya kemudian menatap tanah yang ia pijaki.
Dengan sedikit keras Raja Yi mengetuk tanah dibawah kemudian ia mendengus pelan, "Seperti nya seseorang tidak ingin satu desa pun terlewatkan."
"Apa maksud tuan?." Tanya Gu Shan yang tak paham.
Raja Yi mengangguk membenarkan, "Jika aku tidak salah, seseorang baru menempatkan nya disini."
Wu Yan berpikir sejenak dan memijit pelipis nya berusaha mengingat sesuatu, "Ini orang lain? Tidak sama seperti yang kita buru biasa nya, Pengumpul jiwa ini disembunyikan dengan baik."
"Benar, ini memang orang yang berbeda."
"Lalu apa dia juga yang meracuni Linghun Tishen hingga mereka cepat berevolusi?." Pertanyaan Wu Yan mendapat tatapan dari Raja Yi namun itu hanya sesaat, Raja Yi segera mengalihkan perhatian nya lagi.
"Berevolusi? Apa maksud nya?." Tanya Su Tang yang tak paham.
"Inti nya dia akan menjadi sangat berbahaya." Jawab Wu Yan.
"Yang meracuni nya bukan dia, kurasa ada tiga orang berbeda yang melakukan nya. Dan yang pasti orang yang menyebabkan Linghun Tishen berevolusi tidak mengenal kedua orang lain itu." Ucap Raja Yi.
"Yang satu hanya membuat bangunan itu di tempat yang ramai, yang satu nya lagi menyembunyikan tempat pengumpul jiwa dibawah tanah di desa yang kecil. Mereka saling mengenal namun bertindak sendiri-sendiri." Lanjut Raja Yi lagi.
Raja Yi kemudian memejamkan mata dan menajamkan telinga nya, "Dan seperti nya satu orang ini membuat repot dua orang lain nya."
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?." Tanya Gu Shan sedikit cemas karena tampak nya masalah ini akan menjadi sangat gawat.
Raja Yi kembali membuka mata nya kemudian ia mengingat sesuatu dan mengangkat kepala nya menatap Murid Sekte Teratai hitam yang tersisa, "Apa akan ada perkumpulan besar-besaran hari ini?."
"Hari ini semua sekte berkumpul di Sekte Pusat. Bukankah Tuan dan Nona Yue akan ke sana?."
..._&_&_...
"Kenapa Yue Ying dan Zhan Feng belum tiba juga?." Zhi Shu mondar-mandir di luar penginapan sambil terus melihat kearah langit dan juga jalan.
"Aku takut mereka menghadapi masalah." Ucap Min Yue khawatir.
"Kita pergi saja dulu ke Balai Sekte pusat, mungkin mereka akan sedikit terlambat." Ucap Xue Yang dan di angguki setuju yang lain nya.
Dijalan menuju Balai Sekte Pusat mereka bertemu dengan Shilin dan Lu Jing yang menghampiri mereka.
"Apa Nona Yue sudah kembali?." Tanya Lu Jing.
"Nona Yue belum kembali, mungkin dia akan sedikit terlambat." Jawab Shu Yan.
.....
Suasana di Balai Sekte Pusat begitu ramai, satu persatu Sekte dan juga para Tim yang memburu Linghun Tishen mulai berdatangan.
Sekte Emei, Sekte Honglingjin, Keluarga Mu, Keluarga Jiang, dan banyak lain nya.
"Tetua Yu, Yu Tu dan dan yang lain nya tampak nya belum tiba." Ucap Guru Wei yang datang setelah mencari-cari Tim teratai hitam yang memburu Línghún tìshēn.
"Hampir semua sekte sudah tiba, Tetua apa yang harus kita lakukan?." tanya Guru Wei khawatir.
"Kita tunggu saja."
..._&_&_...
"Dimana anak yang kau bicarakan?." Tanya Penatua ketiga sambil terus melihat orang-orang yang berdatangan.
"Apa Tuan Tua sudah memutuskan siapa yang akan dibawah ke Daratan Atas?." Tanya penatua Xiao penasaran.
"Tuan Tu, Pemuda dari Keluarga Mu ku sangat bagus. Dia sangat rajin, aku jamin Murid mu pasti akan menyukainya." Ucap Penatua Mu.
"Tuan Tua, itu mereka." Tunjuk ketua Song pada Xue Yang dan yang lain nya.
Penatua Ketiga memandang ke arah yang ditunjuk Ketua Song dan mengernyitkan dahi nya, "Mereka semua tampak biasa. Lalu apakah Yue Ying yang berada di sebelah murid ku?."
Ketua Song menatap kelompok Xue Yang dengan teliti, namun setelah melihat beberapa kali ia menggelengkan kepala nya, "Tampak nya yang bernama Yue Ying tidak ada."
Ia kemudian melanjutkan, "Dan Yang berada disebelah murid Tuan Tua, dia Putri Shu Zhirou reinkarnasi putri langit. Tidak mungkin dia akan menjadi seorang pelayan."
"Reinkarnasi Putri Langit? Kau bercanda?."