The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Tidak berguna



Sebuah Cahaya biru muncul dari balik baju nya, dan menekan serangan itu hingga Chu Yue dapat bernafas dengan stabil.


Beruntung kau memiliki token biru, tanpa ujian pun kau bisa langsung masuk. Anak muda kau sangat lemah untuk melewati ujian ini.


Namun, kau lolos karena token itu.


Chu Yue yang mendengar ucapan itu mengernyit heran, ia tau itu adalah serangan mental.


Tapi dia punya energi mental yang tak terbatas. Bagaimana bisa serangan itu dapat menyakitinya.


Dahulu dia sering kali menunjukkan emosi nya dan tidak tahan akan penghinaan. Namun perlahan dia hanya menekan perasaan karena menurut nya hal itu hanya sia-sia.


Hubungan dapat diputuskan, Hati dapat berubah, pemikiran lurus dapat berbelok, Cinta bahkan dapat menjadi benci.


Dia selalu menjadi dingin hingga ia merasakan cinta. Pada akhir nya Cinta itu menjadi kebencian dan menjadi berperasaan memang tak berguna.


Bagi orang lain dia Permaisuri yang baik bagaikan peri, dia seorang Putri yang selalu angkuh dan dia seorang wanita yang dingin.


Namun bagi diri nya sendiri, dia adalah wanita yang dapat menentang takdir nya, mematahkan persepsi orang tentang diri nya dan wanita yang tidak pernah perduli omongan orang lain.


Serangan mental kecil seperti itu kenapa bisa menyakiti nya?


Apakah Raja Yi menekan energi mental nya juga?


..._&_&_...


"Ketua, seperti nya wanita itu harus diserahkan pada Penatua ketiga." Ucap seorang pria tua berjanggut putih dengan pakaian berwarna Nila, mata nya tak lepas menatap sebuah kaca yang menampilkan Chu Yue.


Beberapa penatua lain nya mengangguk setuju, "Hanya pelatihan dari Penatua ketiga yang dapat membantu nya."


"Namun siapa yang memberikan token biru itu pada anak tidak berguna?."


"Penatua ke lima, menurutku anak itu cukup baik. Kita juga belum tau level Alkemis nya." Ucap penatua dengan pakaian berwarna hijau tua.


"Penatua kedua hanya dilihat saja pasti dia dibawah level 5." Ucap penatua ke lima.


"Ketua, Aku meminta anak nomer sebelas menjadi murid penerus ku, apa boleh?." Tanya wanita paruh baya berpakaian ungu.


"Kita lihat saja nanti."


..._&_&_...


Setelah menyelesaikan ujian, mereka dibawa kesebuah ruangan besar bernuansa putih emas.


Para Peserta yang lulus kini dihadapkan pada dua buah bola, tak lama kemudian dua orang guru dan enam penatua muncul dihadapan mereka.


"Selamat kepada kalian yang lulus ujian kali ini, kini dihadapan kalian ada dua buah bola yang akan menguji kekuatan kalian. Kultivator bola berwarna hitam dan Alkemis bola berwarna putih. Satu persatu dari kalian akan maju satu persatu dan kami akan melihat level kalian." Ucap Penatua Wanita berjubah ungu.


"Level ini akan menentukan dimana tempat kalian di Sekte ini, dan tiga yang terbaik akan menjadi murid pribadi tiga penatua." Ucap seorang Guru.


Para peserta mengangguk mengerti, satu persatu dari mereka kemudian maju.


"An ming, Jenderal bela diri menengah."


"Yongshen, Alkemis level 5."


"Lin Fen, Raja bela diri rendah."


"He Lian, Alkemis level 6."


Satu persatu nama dan tingkatan kemampuan mereka disebutkan. Kini Wanita cantik dengan gaun putih ditubuh nya melangkah dengan anggun, perlahan ia memegang bola itu.


"Mu An Shi, Alkemis level 9."


Decakan kagum terdengar, Level 9 diumur yang bahkan belum mencapai dua puluh tahun tentu saja hebat.


Kemudian giliran wanita yang sebelum nya sangat angkuh yang maju.


Shilin sangat menantikan nya melihat Wanita itu berada di level berapa.


Shilin menutup mulutnya menahan tawa mengejek Bao Yu, "Kakak kau hanya level 6 diumur mu yang tua itu? Sungguh memalukan."


"Kau anak kecil, siapa yang kau bilang tua?." Ucap Bao Yu dan menatap Shilin sengit.


"Anak kecil seperti mu paling-paling hanya level 2, ujian itu mungkin hanya keberuntungan mu." Lanjut Bao Yu lagi.


"Kita lihat saja nanti." Shilin berjalan ke depan dan memegang bola itu tak lama sebuah suara mulai terdengar.


"Shilin, Alkemis Level 5."


Decakan kagum kini terdengar lagi, Alkemis level 5 pada umur yang bahkan belum sepuluh tahun itu tentu saja luar biasa dan langka.


"Kakak kini giliran mu."


Chu Yue mengangguk dan melangkah maju, ia memegang Bola itu namun setelah menunggu lama tak ada suara yang keluar.


"Pegang bola itu lebih lama." Ucap Penatua pertama ketika Chu Yue akan mengangkat tangan nya.


"Liu Chu Yue, Level nol"


Suara tawa mengejek terdengar, hampir semua orang menertawakan level Chu Yue.


Level nol sama dengan tidak ada level yang berarti tidak berguna.


"Bagaimana dia bisa lulus ujian sebelumnya jika dia bahkan tidak punya tingkatan?."


"Apa sebelum nya dia curang?."


"Aish sayang sekali dia hanya sebuah vas."


"Tuhan menciptakan manusia dengan adil, jika dia memiliki kecantikan tidak mungkin dia juga memiliki keahlian."


"Hei apa maksudmu kau tidak melihat Nona Mu tadi? Dia punya segalanya."


Chu Yue mengerutkan kening nya dan berdecak kesal, "Tidak ada lagi."


Ia kemudian mundur dan berusaha menenangkan diri nya.


Shilin menggenggam tangan Chu Yue, dan tersenyum menenangkan, "Kakak tidak apa-apa, seiring waktu kau pasti dapat melampaui ku."


Chu Yue hanya mengangguk, dia tidak sedih karena dia tidak punya level. Ini karena diri nya sendiri tau Level nya. Tapi dia sedih karena saat ini dia tidak dapat melakukan apapun, Kekuatan bahkan kini Alkimia nya tidak ada.


"Shilin aku akan keluar sebentar." Ucap Chu Yue dan di angguki Shilin.


"Setelah semua selesai aku akan memanggilmu kembali."


Chu Yue mengangguk berterima kasih dan keluar dari ruangan itu, ia kemudian berjalan kesebuah pohon lalu duduk di bawah nya menikmati cuaca yang cerah.


Sebelum nya dia jarang bersama teman-teman nya tapi dia dapat bertemu mereka kapan saja, namun saat ini dia merasakan kesepian.


Ditambah tidak ada kekuatan, Chu Yue merasa sangat lemah dan tak berdaya. Dia tidak tau kapan suatu bahaya akan menyerangnya.


"Raja Yi itu, jika aku sudah menyelesaikan urusan ku. Aku akan membunuh nya jika tidak aku akan di sambar petir tujuh kali." Ucap Chu Yue penuh kekesalan.


"Anak muda kau sungguh berani ingin membunuh Raja Yi."


Sebuah suara mengagetkan Chu Yue, ia langsung berdiri dan menghadap seorang Penatua yang kini menghampiri nya.


"Salam Penatua."


Chu Yue memberi salam, walau ia belum mengenal nya namun Chu Yue yakin dia juga salah seorang penatua.


"Kau mengenal Raja Yi?."


Chu Yue mengangguk pelan, ia tidak mungkin mengelak bukan setelah ucapan nya tadi?


"Kau mengenal nya dan kau berani untuk membunuh nya, Anak muda kau tidak punya kekuatan dan keahlian. Menurutmu bagaimana kau bisa membunuh nya?."