The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Bersiap membuat Pil



Chu Yue menelan saliva nya dan segera berubah kembali menjadi diri nya saat Pemuda itu menatap heran Penatua ketiga yang berada didepan nya.


"Chu Yue kenapa kau menggunakan pakaianku?." Penatua ketiga menunjuk Chu Yue dengan ekspresi marah.


Chu Yue menyengir lebar, kemudian pemuda itu berbalik kebelakang menatap Chu Yue dengan alis terangkat.


"Penatua ketiga, bukannya kau..."


Sebelum pemuda itu melanjutkan ucapan nya, Chu Yue segera memegang tangan nya dan memberikan sebuah kantong, "Ada beberapa pil didalam sana. Terimakasih sudah mengantar ku."


"Baik, terima kasih Nona Chu." Ucap Pemuda itu dan pergi dengan cepat, ia menyadari bahwa Chu Yue menyamar menjadi Penatua ketiga dan segera memaklumi nya.


....


"Kenapa kau memakai pakaianku?." Tanya Penatua ketiga lagi.


Chu Yue tidak menjawab ia malah berlari ke tepi dan segera mual. Melihat hal itu penatua ketiga menghampiri nya dan tidak lagi marah, "Kau kenapa? Bukankah kau Alkemis? Kenapa tidak bisa menjaga kesehatan mu sendiri."


"Guru aku hanya mabuk perjalanan, kau tidak tau aku datang kesini hanya dalam waktu 20 menit. Kau bisa bayangkan kecepatan seperti itu?." Ucap Chu Yue kemudian ia mulai mual lagi.


"Siapa yang menyuruhmu datang secepat itu, tapi karena kau sudah datang segera lah bertemu Ketua."


"Baik Guru."


Segera Chu Yue berjalan masuk ke Aula ShanShao, Penatua Ketiga hanya menggelengkan kepala melihat tingkah nya.


"Chu Yue memberi Salam pada Ketua Sekte dan para penatua." Chu yue membungkukkan sedikit tubuh nya memberi hormat.


"Bangkitlah."


"Terima kasih ketua."


"Kau Liu Chu Yue? Murid penatua ketiga?." Tanya Penatua keempat.


Chu Yue mengangguk, "Benar."


"Penatua ketiga sudah memberitahuku, kalau kau ingin bertemu denganku. Ada hal apa?." Tanya Ketua Sekte.


"Ketua bolehkah kita berbicara empat mata saja?." Ucap Chu Yue dan berharap Ketua mengijinkan nya.


"Baik."


Ketua Sekte memberi isyarat, para Penatua dan Guru yang hadir segera keluar dari Aula dan menyisakan Chu Yue dan Ketua Sekte.


....


Ditempat lain


Penatua Ketiga yang telah kembali ke rumah nya mendadak bingung, ia seperti melupakan sesuatu.


"Aih dia masih memakai pakaianku. Memalukan." Penatua Ketiga segera pergi lagi Ke Aula ShanShao.


Namun terlambat Chu Yue sudah masuk kedalam Aula dan saat ini dia menjadi Pembicaraan para Penatua.


"Tak ku sangka Penatua ketiga tidak memiliki uang untuk membeli baju murid nya, hingga menyuruh murid nya sendiri memakai pakaian nya." Ucap Penatua Ke tujuh terkikik pelan.


"Anak itu sungguh menarik."


"Aku tidak tau entah itu Penatua ketiga atau murid nya yang aneh."


"Ku kira murid yang dibimbing nya akan seperti Gu Wei Yi, sangat dingin." Ucap Penatua keempat melirik Penatua Pertama.


Penatua Keenam tertawa, "Anak tidak berguna, apa yang bisa diharapkan."


Penatua Ketiga yang mendengar hal itu dari balik pohon hanya menatap dingin mereka, dan kemudian menghilang.


..._&_&_...


"Ada hal apa?."


Ketua Sekte mengangkat alis nya, raut wajah nya yang sebelum nya ramah berubah menjadi dingin, "Tidak sopan. Bunga itu harta karun Sekte dan kau ingin meminjam nya? Atas hal apa?."


Chu Yue mengambil sebuah sisik dari balik pakaian dan menunjukkan nya pada Ketua Sekte, "Aku ingin meminjam Bunga emas atas nama Lan Long."


Ketua Sekte bangkit berdiri, ia menghampiri Chu Yue dan mengambil sisik biru itu.


"Kau bertemu Dewa Naga?." Tanya Ketua Sekte antusias.


Chu Yue mengangguk, "Sebelum nya Lan Long yang memberitahu bahwa aku bisa menyembuhkan teman ku dengan Bunga emas. Dan kedatangan ku ke Sekte ini selain menjadi murid adalah untuk meminjam bunga emas."


"Hanya meminjam?."


"Benar, setelah aku membuat Pil aku akan mengembalikan Bunga emas tanpa kekurangan apapun." Ucap Chu Yue berjanji.


"Baik, karena kau memiliki Sisik Naga biru maka aku akan meminjamkan nya padamu. Namun kau harus mengembalikan nya dalam waktu satu bulan, jika tidak kau akan dikeluarkan dari Sekte dan akan menjadi buronan. Bagaimana?."


Chu Yue mengangguk, dia akan membuat Pil itu disini bahkan jika Ketua Sekte meminta nya mengembalikan Bunga emas dalam waktu tiga hari, dia dapat menyanggupinya.


"Ouh benar kau juga harus berpartisipasi dalam pencarian Harta karun. Baru-baru ini sebuah Gua muncul tiba-tiba bersamaan dengan muncul nya Api abadi. Kita memerlukan lebih banyak Alkemis dan karena kau murid Penatua Ketiga, aku yakin kau dapat berguna."


"Baik." Chu Yue tersenyum dan mengangguk setuju, tentu saja ini kesempatan nya untuk kembali pulang.


"Kalau begitu Chu Yue pamit undur diri."


..._&_&_...


"Dalam puluhan tahun aku hampir tidak pernah melihatmu berekspresi. Namun kenapa saat ini sepertinya kau sangat kesal?." Pangeran Qing mendarat dibelakang penatua ketiga yang sedang melihat Sungai dengan perasaan dalam.


Penatua ketiga berbalik kemudian mempersilahkan Pangeran Qing untuk duduk.


"Jika bukan karena Anak itu, aku tidak akan pernah mengerutkan kening ku."


Pangeran Qing terkekeh pelan, ia lalu menuangkan teh ke gelas Penatua ketiga, "Dia bukankah seperti Liang Chen?."


"Tidak."


"Penatua ketiga dendam lama ini kau masih belum bisa memaafkan ku?." Ucap Pangeran Qing.


Penatua ketiga berdecih pelan dan menatap Pangeran Qing dengan tajam, "Jika bukan karena Raja Yi bukankah seharusnya kau sudah mati?."


Pangeran Qing hanya tersenyum membalas, kemudian ia bangkit berdiri dan membungkukkan badan nya.


"Penatua Ketiga kenapa kau masih sangat marah pada nya?." Ucap Raja Yi yang tiba-tiba datang.


"Pangeran Qing kau bisa pergi." Ucap Raja Yi dan segera di angguki nya.


Kini hanya tinggal Penatua ketiga dan Raja Yi ditempat itu.


"Aku akan pergi ke daratan rendah, ada sebuah masalah yang terjadi. Kau jaga Chu Yue selama aku tidak ada disini." Ucap Penatua Ketiga langsung ke intinya.


"Baik. Tanpa kau katakan pun aku tetap akan menjaga nya."


"Lalu jauhkan dia dari Pangeran Qing, dan jangan biarkan dia bertemu dengan nya."


Raja Yi mengangguk setuju, "Baik. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Cinta nya sudah terselesaikan dan saat ini adalah giliran ku."


Penatua ketiga menghela nafas pelan dan memegang pundak Raja Yi, "Bahkan jika bukan Pangeran Qing, ini juga tidak akan menjadi giliran mu."


..._&_&_...


Chu Yue dengan cepat mencari bahan-bahan Pil penawar racun bunga hitam.


Beruntung saat ini dia berada di gunung Kunlun dan guru nya sangat suka bertanam sehingga Tumbuhan obat-obatan disini ada sangat banyak.


Setelah ia mengumpulkan semua bahan, Chu Yue mengeluarkan tungku nya bersiap untuk membuat Pil.


Namun kemudian Chu Yue terdiam dan sedikit memiringkan kepala nya berpikir, bagaimana aku bisa menggunakan bunga emas kelopak sembilan tanpa merusak nya?