
"Shilin." Panggil Chu Yue yang masih membawa dua ember lalu menaruh nya dengan hati-hati.
"Kali ini kau lulus." Ucap Penatua ketiga melirik nya.
Chu Yue tersenyum senang dan merenggangkan tubuh nya, "Kalian kenapa datang kesini?." Tanya Chu Yue berpura-pura tidak tahu.
"Awal bulan depan Api Abadi akan muncul kembali, setiap sekte akan berkumpul untuk mencari nya. Siapapun yang dapat menaklukkan api itu akan menjadi Ketua Sekte Pusat Daratan atas. Kakak Yue bergabunglah dengan kami." Ucap Shilin.
"Chu Yue bergabunglah bersama kami, Jangan khawatir tentang keamanan mu Murid inti Sekte juga akan bersama kita." Bujuk Mu An Shi.
"Tentu saja aku akan bergabung." Ucap Chu Yue dengan senang, namun segera Penatua ketiga menghilangkan senyuman itu, "Kau tidak bisa pergi."
Chu Yue terdiam, ia mengerutkan kening nya dan mendekat ke guru nya, "Kenapa?."
"Aku bilang tidak ya tidak. Kalian bisa pergi, Chu Yue tidak akan datang ke perkumpulan busuk itu." Ucap Penatua ketiga mengusir mereka.
"Tapi penatu.." Belum selesai Shilin berbicara, keempat orang itu tiba-tiba menghilang.
"Guruuu, kenapa kau melarang ku?." Tanya Chu Yue kesal.
Penatua ketiga mengabaikan Chu Yue lagi ia duduk bersila kemudian menepuk tempat didepan nya, "Kau duduklah, aku akan membuka segel mu."
Chu Yue yang tadinya akan protes hanya diam dan mengikuti perintah guru nya.
Ia perlahan menutup mata nya, aliran energi dingin mulai mengaliri tubuh nya, wajah Chu Yue memucat tak lama kemudian ia memuntahkan darah hitam beku.
"Kau terlalu banyak berlatih dan terlalu banyak membuat pil ditambah kau menyerap energi hitam, walau kultivasi mu tidak terpengaruh namun energi mental mu memburuk. Jika tidak segera disegel maka sifat mu akan sangat buruk nanti nya." Ucap Penatua ketiga, ia kemudian memberikan Chu Yue Pil.
Chu Yue menelan pil itu dengan cepat dan beranjak berdiri, "Guru aku bisa membuat Pil lagi kan?.
"Kau bisa mencoba nya."
......
Chu Yue membuka tungku nya dan melihat beberapa Pil berwarna nila terbentuk, "Aku berhasil, hanya dalam tiga kali percobaan."
Dengan cepat Chu Yue mengambil Pil nya dan berlari mencari Penatua ketiga dengan senang, "Guru, Guru aku berhasil."
"Guru aku dapat membuat Pil level sembilan." Ucap Chu Yue menunjukkan nya pada penatua ketiga yang sedang membaca.
"Itu bagus."
Chu Yue menggigit sudut bibir nya dan duduk di samping penatua ketiga, "Guru, apa aku boleh meminta bantuan?."
"Bantuan apa?." Tanya Penatua ketiga tanpa melepaskan mata nya dari buku yang dia pegang.
"Aku sudah berjanji akan menyembuhkan beberapa orang." Ucap Chu Yue.
"Lalu sembuhkan saja."
"Tapi aku membutuhkan Bunga emas kelopak sembilan." Ucap Chu Yue pelan, kemudian ia menunduk.
Penatua ketiga menghela nafas pelan dan meletakkan buku nya, lalu ia memandang Chu Yue.
"Bunga emas kelopak sembilan adalah harta karun Sekte Pedang naga biru. Kau tidak bisa mengambil nya."
Chu Yue mengangkat kepala nya dan berucap dengan cepat "Aku tidak akan mengambil nya, aku hanya ingin meminjam nya."
"Tidak bisa."
Chu Yue menarik lengan guru nya dan menatap dengan memohon, "Ada banyak nyawa yang harus ku selamatkan."
Penatua ketiga menarik lengan nya dari Chu Yue dan sedikit menjauh.
"Guru bantu saja aku untuk bertemu ketua sekte, jika ketua sekte tidak memperbolehkan aku meminjam nya aku akan menyerah." Ucap Chu Yue.
"Guru, aku mohon."
Penatua ketiga tidak mengacuhkan Chu Yue dan menatap ke arah yang lain.
Chu Yue berjalan ke hadapan guru nya dan menyatukan kedua tangan nya memohon, "Guruuu."
Chu Yue berlutut sambil terus menatap guru nya dengan wajah sedih.
Penatua ketiga mulai goyah, ia menatap Chu Yue kemudian mengangguk terpaksa, "Baik, aku akan membantumu bertemu ketua sekte."
..._&_&_...
"Penatua ketiga, bagaimana?."
"Dia cepat belajar dalam segala hal, bahkan tanpa aku perintahkan dia mempelajari segala tumbuhan di gunung." Jawab penatua ketiga sedikit bangga.
Wajah nya yang bangga kemudian berubah penasaran, "Tapi Raja Yi Bagaimana kau bisa menebak dia Reinkarnasi Dewi api iblis?."
Raja Yi menyesap arak nya kemudian menjawab, "Penatua ketiga tanpa bertanya bukankah kau tau?."
Raja Yi mengangguk kemudian menatap pemandangan indah didepan nya, wajah nya melembut dan menjawab "Hati tidak pernah salah."
Penatua ketiga tertawa pelan, "Bahkan Raja Yi tidak bisa lepas dari cinta."
Raja Yi menatap kembali penatua ketiga, "Cinta itu belum terselesaikan bagaimana bisa lepas?."
"Hanya kau yang belum menyelesaikan nya. Dan juga dia meminta Bunga emas kelopak sembilan. Apa kita harus memberikan nya?." Tanya Penatua ketiga.
"Jika dia punya cara biarkan dia mengambil nya, aku juga ingin tau apa rencana nya."
..._&_&_...
Chu Yue bersenandung senang dan menuruni gunung dengan riang, Penatua ketiga memberitahu bahwa dia dapat bertemu Ketua Sekte hari ini.
Namun Chu Yue tidak boleh menggunakan kekuatan Sihir untuk sampai ke Aula Shanshuo, tempat dimana Ketua Sekte dan beberapa penatua lain nya berkumpul.
Jika berjalan kaki tanpa berhenti maka dalam 2 hari ia bisa sampai ke Aula Shanshuo. Penatua ketiga ingin mempersulit nya maka dia tidak akan mempersulit kan diri.
Chu Yue tersenyum licik ketika memikirkan ide nya lagi, ia memakai cincin yang sebelum nya diberikan Wei Ying dan merubah wajah serta postur tubuh nya menjadi Penatua Ketiga.
Ia kemudian membuka pakaian luar nya dan memakai pakaian guru nya yang telah ia ambil diam-diam.
Ketika ia sampai di kaki gunung dan ada banyak murid sekte ia bisa meminta tumpangan atas nama guru nya.
Sebenar nya walau tanpa menyamar ia tetap bisa meminta bantuan, namun jika menjadi Penatua Ketiga sebelum dia datang orang lain pasti akan mendatangi terlebih dahulu.
Chu Yue berlari cepat ke bawah kaki gunung, dan ketika sudah mencapai Jalan besar ia melangkah dengan penuh wibawa dan ketenangan.
"Penatua ketiga."
"Salam penatua ketiga."
Sekelompok Murid Sekte Naga biru menghampiri Chu Yue dan memberi salam, Chu Yue memandangi mereka dengan dingin dan hanya mengangguk.
"Sangat jarang melihat Penatua ketiga turun gunung seperti ini, Apa penatua ketiga mencari sesuatu?." Tanya salah seorang murid.
Chu Yue mengangguk dan mengelus janggut nya pelan berlagak seperti penatua ketiga, "Aku kehilangan pedang ku, dan Kekuatan ku sementara disegel. Saat ini aku akan ke Aula ShanShuo."
Mendengar hal itu dengan cepat murid Sekte menawarkan diri memberi tumpangan pada Chu Yue.
"Penatua ketiga, Apa aku bisa mengantarmu?."
"Penatua ketiga, aku bisa mengantarmu saat ini."
"Penatua ketiga..."
Chu Yue mengangkat tangan nya memberi isyarat diam, "Siapa dari kalian yang paling cepat?."
"Penatua ketiga, aku dapat mengantarmu dalam waktu 1 jam."
"Aku dapat mengantarmu dalam waktu 50 menit."
"Tetua hanya 40 menit."
"Tetua aku dapat mengantarmu dalam waktu 20 menit." ucap seorang Pemuda yang ditengah-tengah kerumunan.
Chu Yue menunjuk pemuda itu, "Kau antar aku sekarang."
Pemuda itu dengan segera menghampiri Chu Yue dan mengangguk, "Baik Tetua."
"Aku akan memberi mu Pil level sembilan jika kau dapat mengantarku dengan waktu seperti kau katakan." Ucap Chu Yue.
Seketika mereka yang tidak dipilih berseru kecewa.
Pemuda itu hanya mengangguk, Pemuda itu menaiki pedang nya lalu memegang tangan Chu Yue membantu nya naik.
Pedang itu kemudian terbang dengan cepat, Chu Yue hampir saja kehilangan keseimbangan jika saja Pemuda itu tidak langsung memegang nya.
"Tetua kau tidak apa-apa?."
Chu Yue mengangguk, "Aku hanya sedikit terkejut."
"Akan hal apa?."
"Ah tidak ada." Ucap Chu Yue sedikit gugup.
"Aula ShanShuo ada didepan, sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Pemuda itu.
"Baik."
Aula ShanShuo kini didepan mata, perlahan pedang itu mendarat.
Chu Yue tersenyum senang namun senyuman itu dengan cepat hilang ketika ia melihat penatua ketiga muncul dan menatap nya tajam.